
Sepanjang jalan ke Jakarta mereka saling bercerita tentang diri mereka masing-masing hingga tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman rumah keluarga Ryder.
"Haaah.... "Dave membuang napasnya dengan kasar begitu mobil yang mereka tumpangi berhenti.
"Kok napasnya Mas gitu? Kenapa? " tanya Tata bingung.
"Gimana Mas gak kayak gini, kalau kita akan berpisah selama dua bulan. Baru juga sebentar berduaan, udah pisah lagi! " jawab Dave dengan muka memelas.
"Ya Allah.... Tata kirain karena apa muka Mas kusut kayak gini! He... He.. He... " ucap Tata dengan tertawa kecil dengan mencubit gemes pipi suaminya.
"Tok.... Tok.... Tok.... Dave, ngapain kalian gak keluar-keluar??? " panggil Mami Sita dari luar sambil mengetuk kaca mobil.
"Pengganggu mulai datang berkeliaran... " tunjuk Dave kearah luar dengan dagunya.
"Ish.... Dosa tau Mas, ngatain orang tua kayak gitu! Dah yuk, turun! " jawab Tata dengan mendelik pada suaminya dan membuka pintu mobil.
Dave keluar dari mobil dengan langkah lunglai seperti tidak bertenaga. Ia ikut berjalan di belakang Tata hendak masuk ke dalam rumah.
"Eit.... Mau kemana? " cegat Mami Sita.
"Ya mau masuk lah Mi, masa mau nge reog... "jawab Dave lesu.
"Siapa yang suruh masuk? " ucap Mami Sita dengan tegak pinggang di depan pintu.
"Lah, kan tadi di suruh cepat-cepat keluar mobil! Ya mau masuk lah ke dalam rumah! Masa masuk ke dalam rumah sendiri gak di bolehin.. " jawab Dave dengan heran.
"Emang gak boleh! Enak aja! Sana pulang ke apartemen kamu! Tuh, grandfa dan grandma sudah nunggu dalam mobil! " tunjuk Mami Sita dengan dagunya ke arah jam 9.
Dave langsung menoleh dan terlihat grandfa dan grandma nya melambaikan tangan dari dalam mobil. Dave mengusap kasar wajahnya dan dengan tampang lesu ia mendekati mobil yang ia naikin tadi bersama Tata dan masuk kedalam nya.
"Cie-cie yang LDRan.... " ejek Abeth dengan mondar-mandir di depan Dave.
"Berisik... " jawab Dave ketus.
"Jiah marah.... Duh, kacian banget ntar malam bobok nya sendiri lagi? Gak ada yang nemenin sambil elus-elus manja.. " ucap Abeth dengan sedikit bersuara seksi.
"Bacot..... Brother! Bawa sana istrimu! Bukannya bantuin adiknya malah bikin telinga panas aja! " omel Dave dengan berteriak memanggil iparnya suami Abeth.
Suami Abeth hanya tersenyum geli melihat kekesalan Dave di goda kakaknya sendiri. Grandma dan Grandfa memang sengaja di minta untuk menemani Dave di apartemen nya. Sedangkan Ela dan Brad tetap di rumah bersama anak-anak mereka. Selama dua bulan ini mereka semua akan tetap di Indonesia sampai acara resepsi pernikahan Dave selesai.
__ADS_1
Tata yang sudah masuk duluan menjadi bingung. Ia menunggu sedari tadi kedatangan suaminya di dalam rumah, tapi yang di tunggu gak nongol-nongol juga. Semua orang sibuk dengan tugas mereka masing-masing sehingga membuat Tata urung bertanya. Ia pun memutuskan untuk mencari sendiri saja keberadaan suaminya.
"Mbok Nah.... Mbok liat Mas Dave gak? " tanya Tata pada Mbok Nah yang kebetulan dari depan.
"Eh Den Ayu... Liat Den, sepertinya sudah mau pergi sama Ndoro Bule! " jawab Mbok Nah dengan ramah.
"Kok Mas pergi gak pamit sih! Ya Udah, Terimakasih ya Mbok. Tata mau susul aja ke depan! " ucap Tata dengan nada kecewa.
Tanpa mendengar jawaban Mbok Nah, Tata bergegas keluar rumah untuk menemui suaminya. Dari dalam tampak suaminya sudah berada di dalam mobil dan terlihat Abeth dan suaminya berdiri tidak jauh dari mobil tersebut seperti berbicara dengan suaminya.
"Mas... Mas Dave... " panggil Tata dari dalam rumah dengan suara keras.
Mobil yang membawa Dave hendak jalan langsung berhenti karena teriakan Dave yang menyuruh nya berhenti saat mendengar teriakan istirnya.
Dave langsung cepat-cepat turun dari mobil dan berdiri di depan pintu mobil. Tata berlari-lari kecil menuju arah suaminya dan begitu sampai di dekat suaminya ia memukul dada suaminya karena kesal.
"Mas jahat! Masa iya mau pergi gak bilang-bilang dulu, gak pamit sama Tata! " cerocos Tata dengan wajah cemberut.
Dave menarik tangan Tata ke dalam pelukannya sehingga Tata menabrak dada bidang suaminya dengan cukup keras.
"Aduhh... Sakit Mas hidung Tata! Ini dada apa tembok sih, keras banget! " ucap Tata sambil mengusap hidung mungilnya.
"Sakit ya sayang.... Maaf ya? Mas kekencangan narik kamu tadi! Bukan Mas gak mau pamit, hanya saja tadi pas mau masuk di cegat Kanjeng Ratu suruh balik langsung ke apartemen! Sini Mas obatin! " jawab Dave dengan lembut.
"Alah.... Modus itu, modus! " teriak Abeth dengan kencang.
"Baik-baik di sini ya sayang... Kalau ada apa-apa telpon Mas! Besok kalau kamu mau ke restoran, jangan lupa hubungi Mas! Biar Mas yang antar! " ucap Dave lembut dengan menyingkirkan anak rambut Tata ke belakang telinganya.
"Tapi nanti Mas repot lagi bolak balik anterin aku nya? Emang sih kalau dari apartemen Mas ke sini gak jauh, dan dari sini ke restoran juga gak terlalu jauh. Tapi dari restoran ke kantor Mas yang jauh, mana jalannya beda arah lagi! Kalau Tata mau ke restoran biar sopir aja ya Mas yang anterin! Tata gak mau Mas kecapean bolak-balik nya... " sahut Tata dengan penuh pengertian.
"Gak papa sayang... Biar Mas yang anterin! Cuma bolak-balik gitu mah kecil! Bolak-balik Jakarta Bandung aja Mas sanggup, apalagi cuma bolak-balik dari kantor ke restoran doang! Mas kan pengen juga nganterin istrinya kemana-mana kayak suami istri pada umumnya gitu... " jawab Dave menolak dan keukeh ingin mengantar Tata.
"Gombal tuh Ta, gombal! Jangan percaya! Mana ada si Bule bolak-balik Jakarta Bandung, yang ada kalau di suruh jemput Mami aja di mall nolak katanya capek kalau bolak-balik! " teriak Abeth mengompori Tata.
"Bacot..... " balas Dave juga berteriak.
"Ya udah deh kalau mau Mas tetep gitu! Tapi nanti Tata kabari dulu ya mau ke restoran apa nggak! Soalnya kan izin Mami dulu, kalau di bolehin Tata ke restoran, tapi kalau gak ya di rumah aja! " ucap Tata dengan tersenyum.
"Baiklah My Queen... Jangan lupa kabari Mas! Mas pulang dulu ya sayang ke apartemen! Kasihan Grandma dan Grandfa nungguin dari tadi! " ucap Dave dengan mengecup lembut kening Tata.
__ADS_1
"Iya Mas, Hati-hati ya... " jawab Tata dengan mengambil tangan kanan suaminya lalu menciumnya dengan penuh hormat.
Hati Dave menghangat mendapat perlakuan tersebut dari perempuan yang baru sehari menjadi istrinya. Ia lalu masuk ke dalam mobil dan tak lupa tersenyum manis melambaikan tangannya begitu mobil berjalan keluar dari pekarangan rumah keluarga Ryder.
"Yuk masuk!... " ajak Abeth pada Tata yang masih berdiri tegak melihat mobil suaminya menjauh dan menghilang dari pandangan mata.
Tata pun berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju lantai atas ke kamar suaminya. Begitu sampai depan pintu kamar suaminya, Tata menarik napas sejenak sebelum memegang gagang pintu kamar dan membukanya.
"Bismillahirrahmanirrahim..... " ucap Tata saat akan memasuki kamar suaminya.
Pintu terbuka dan langsung tampak pemandangan sebuah kamar khas seorang laki-laki yang bernuansa gelap seperti laki-laki pada umumnya. Hanya saja kamar ini terlihat sangat rapi dan begitu Tata melangkah kan kaki memasukinya, masih tercium bau parfum beraroma musk bercampur aroma mint yang kuat dari dalam kamar tersebut.
"Begitu sederhana, simpel dan sangat nyaman! " komentar Tata ketika ia duduk di atas kasur sambil mengusap lembut permukaan kasur tersebut.
Ia lalu membaringkan tubuhnya ke atas bantal dan menghirup dalam-dalam aroma yang masih tertinggal di bantal tersebut.
"Haaah.... Nyaman banget! Jadi ngantuk dan pengen tidur! " gumam Tata dengan mata terpejam.
Ia pun bolak-balik di atas kasur dan tak lama akhirnya ia ketiduran.
Di lantai bawah, Eyang Putri sibuk memberikan instruksi nya kepada Mbok Nah, Lastri dan teman-temannya untuk membantu Eyang Putri meracik sesuatu.
Pakde dan anak-anak nya sudah pulang ke rumah mereka duluan dengan membawa bagian oleh-oleh mereka yang di bawa dari Bandung. Hanya kedua Bude lah yang masih di rumah ini karena mereka sedang berbicara dengan Mami Sita dan Eyang Putri.
"Ditha, Rini... Besok pagi kalian berdua jangan lupa cari yang sudah Ibuk catatkan tadi! Cari semuanya sampai dapat! " ucap Eyang Putri mengingatkan sebelum Bude Ditha dan Bude Rini pulang ke rumah mereka.
"Dan Kamu Yu.... Besok pagi-pagi bawa Ibuk ke pasar tradisional! Harus pagi-pagi ya Yu, jangan lewat dari jam 7! Pamali... " ucap Eyang Putri juga pada Mami Sita.
"Iya Buk.... " jawab mereka bertiga serempak.
"Ya sudah, Ibuk mau bersih-bersih dulu! Gerah... ! " sahut Eyang Putri pergi ke kamar nya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat weekend readers tercinta akuh...
Tidak terasa sudah sabtu lagi, padahal rasanya baru kemarin hari senin...
__ADS_1
Selamat menikmati akhir pekan bersama keluarga tercinta...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...