Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kiriman kado..


__ADS_3

Arkan di bawa Tiger berjalan dengan beriringan menuju ruang santai Ia dan Lion saat melepas lelah. Bukan di ruangan Tata yang di pakai Dave.


Arkan menghidupkan laptop yang baru saja di antar kan anak buahnya dan menyetel sambungan kemera yang ia taruh di dalam kotak hadiah untuk Galang.


"Apakah ada hal yang menarik?? " tanya Lion begitu ia datang dan langsung mengambil tempat di tengah-tengah mereka berdua.


"Ada siaran live.. Tapi masih beberapa menit lagi karena barangnya baru saja di kirim! Tuh lihat, masih dalam mobil! " jawab Arkan dengan menunjuk ke video yang sedang tayang di laptop.


Lion mengangguk pelan dan mereka semua terdiam menonton siaran langsung yang masih menampilkan gambar jok mobil.


"Bagaimana kalau kita pesan pizza dan minuman ringan? Gak seru nonton pertunjukan gak ngemil apa-apa? " usul Arkan dengan melihat mereka berdua bergantian.


"Boleh, seru juga nonton sambil ngemil! " jawab Lion antusias.


Tiger hanya berdehem saja lengkap dengan wajah datarnya menanggapi usulan Arkan.


"Tapi kita gak punya uang? " ucap Lion dengan tiba-tiba murung.


"Pelit banget Tata anak buahnya gak di kasih uang jajan! " ejek Arkan dengan bibir manyun.


"Bukan begitu, uang operasional di larang di gunakan untuk keperluan pribadi! " jawab Lion membela Tata.


"Sama aja pelit.. ! Dah lah, gak usah mikirin itu! Duit mah soal gampang! Ayo kita pesan dulu, ntar tagihannya berikan aja sama si Bule! Ayo ajak anak buah kalian juga nonton ramai-ramai sambil makan pizza! " ucap Arkan dengan gaya sok nya.


"Ya elah... Kirain mau traktirin pakai uang sendiri, gak taunya malak juga! " cibir Lion sebel.


"Ha... Ha... Ha... ! Percuma aja punya Bos holang kaya kalau gak di manfaatin! Aku kan sama kere nya kayak kalian berdua! Ha... Ha... Ha... ! " jawab Arkan tertawa ngakak.


"Asem.... ! " sahut Lion kesel.


"Ha.... Ha.... Ha.... ! " Arkan kembali tertawa melihat wajah kesel Lion.


Ia pun memesan pizza secara delivery dengan tagihan di alamat kan kepada Dave. Tidak tanggung-tanggung, ia memesan untuk anak buahnya dan anak buah Tiger serta untuk mereka bertiga.


"Sepertinya seru kalau kita nonton beramai-ramai! Hei kalian semua, panggil teman-teman kalian ke sini! Kita akan melihat siaran langsung sambil makan pizza! " ucap Arkan seraya berdiri ke depan pintu dan berteriak memanggil anak buah nya semua serta anak buah Tiger.


🌿🌿🌿


Galang tersenyum bahagia saat melihat koper berisi uang tunai dalam jumlah dolar AS. Ia memasok 15 perempuan cantik yang akan bekerja di klub-klub malam di kota Shanghai China.


"Bima... ! Apa sudah ada kabar dari geng Cobra itu? Kenapa sudah sebulan lebih tidak ada kabar sama sekali! Terakhir ia mengasih kabar beberapa hari yang lalu, ia mengatakan sudah menangkap perempuan sialan itu. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi kalau pekerjaannya beres apa tidak?? " ucap Galang bertanya pada Bima tangan kanannya.


"Maaf Tuan.. ! Hingga hari ini tidak ada kabar dari mereka! " jawab Bima jujur.


Galang tampak tidak senang dengan berita tersebut. Raut wajahnya terlihat kesal dan marah, ia membanting cerutu rokok yang ada di atas meja karena kesal.


"Benar-benar tidak berguna! Sia-sia aku bayar mahal meskipun baru separuh! Katanya geng paling di takuti, tapi menghabisi satu perempuan saja tidak becus! Benar-benar sial ! " ucapnya sambil tegak pinggang.


"Bos.. Bos... ! Di depan ada paket datang! Mereka meminta Bos langsung yang menerimanya karena paket tersebut untuk Bos! " ucap salah satu anak buahnya dengan berlari kecil menghampiri mereka berdua.


"Aku tidak pernah memesan sesuatu? " sahut ia dengan kening berkerut.


"Itu seperti kado, Bos! Ada pita nya juga! " jawab anak buahnya lagi.


"Kenapa tidak bilang dari tadi! Itu bukan paket tetapi kado! Ayo kalian bawa ke sini sekarang juga! Aku jadi penasaran siapa yang mengirimi aku kado! " sahut Galang dengan geram.

__ADS_1


"Baik Bos! " jawab mereka dan berlari ke arah luar.


Galang menunggu kado itu bersama Bima yang masih heran dengan kedatangan kado tersebut.


Kado tersebut di angkut ke depan mereka dengan enam orang.


"Siapa yang mengirim kado segede gini? Sepertinya isinya kulkas! Atau jangan-jangan mereka salah kirim kali! " gumam nya pelan sembari mengitari kotak besar tersebut dengan berpikir keras.


"Bos, ada catatannya dan sebuah kotak kecil juga! " ucap Bima dengan mencopot langsung kotak kecil tersebut.


Galang menerima nya dan membaca tulisan nya yang berbunyi " selamat dan sukses selalu " baca Galang dengan suara kencang.


Ia tersenyum bahagia dengan pujian dan ucapan selamat tersebut walau tidak tahu siapa yang mengirimnya.


"Bos, isinya sebuah flashdisk! " ucap Bima yang sudah membuka kotak kecil itu.


"Kita lihat apa isi flashdisk nya ! Bawakan laptop ke sini! "perintah Galang pada anak buahnya.


Seseorang berlari dengan membawa sebuah laptop dan meletakkan nya di atas meja Galang. Bima langsung mencolok kan flashdisk itu ke laptop dan mulai memutar video nya.


Galang, Bima dan beberapa anak buahnya dalam posisi siap dan serius melihat isi video tersebut. Terlebih lagi Galang yang gila pujian senyum-senyum dari tadi membayangkan mendapat ucapan selamat dari rekan bisnisnya.


Begitu melihat gambar yang di tayangkan, Galang langsung terduduk di lantai dengan wajah pucat dan Shock melihat Dave menyiksa dan menyayat tubuh King Cobra seperti binatang. Anak buahnya langsung berlari keluar dan muntah.


Jeritan dan pekikan King Cobra membuat siapapun yang mendengar nya merinding ketakutan. Tanpa ia sadari dirinya mengompol di celana saat Dave menyayat bagian ******** King Cobra.


"Matikan! Matikan video itu sekarang!! Matikan cepat!! " teriak Galang dengan wajah seperti mayat hidup.


"Baik Bos... ! " jawab Bima dengan berkeringat di keningnya melihat kesadisan Dave.


"Benar-benar gila! Mereka semua keluarga gila! " teriak Galang dengan wajah frustasi.


"Oh, sial! " umpat Galang dengan geram dan malu.


Ia bergegas menuju mobilnya untuk mengambil pakaian yang memang selalu ia persiapkan jika dalam keadaan darurat.


Ia mengganti celananya di mobil dan keluar lagi setelah pakaian nya bersih kembali.


"Bos... ! Apakah kotak ini boleh di buka? Kami penasaran apa isinya! Mungkin saja ada sesuatu yang berharga ! " tanya anak buahnya dengan begitu antusias.


"Terserah kalian saja! Aku masih tidak percaya laki-laki itu seorang psikopat gila! " jawab Galang dengan mengibaskan tangannya.


Anak buahnya membuka kado tersebut dengan sangat bersemangat. Saat kotak di buka mereka memekik kegirangan karena mendapatkan kotak jam tangan yang sangat bagus.


Karena penasaran, Galang dan Bima mendekat dan membongkar kotak karena ingin mendapatkan jam tangan seperti anak buah mereka. Namun saat penutup terakhir di buka, mereka berdua langsung terduduk di lantai dengan wajah putih seperti mayat.


"Aaaaaaaaaaaaaa... !!! " pekik mereka berdua serempak dengan menutup matanya.


Melihat Bos nya seperti itu, anak buahnya mendekat dan melihat isi kotaknya. Mereka sama-sama kaget dan persis seperti Bosnya terduduk di lantai dengan wajah ketakutan dan pucat pasi.


"Ma-Ma-Mayaaaattt... !!! " pekik mereka sambil berlari keluar.


Mendengar temannya menjerit sambil berlari keluar, temannya yang lain berdatangan masuk ke dalam dan keluar dengan kondisi yang sama, bahkan ada yang ngompol di celana dan muntah-muntah di ruangan itu.


Tubuh Galang gemetaran, ia berusaha untuk berdiri namun ia terjatuh lagi sakit shock dan kaget melihat sesosok mayat yang berlumuran darah, tidak berbentuk lagi tubuhnya karena penuh sayatan dan bau amis menguap di ruangan tersebut.

__ADS_1


Karena tidak sanggup berdiri, Galang pun merangkak keluar dari ruangan tersebut dengan membawa koper berisi uangnya tadi. Di saat seperti itu ia masih sempat menyelamatkan uang nya yang tergeletak di atas meja.


🌿🌿🌿


Arkan dan anak buahnya tertawa terpingkal-pingkal melihat Galang dan anak buahnya ketakutan dan shock seperti itu.


Mereka bahkan tertawa kencang saat Galang mengompol di celana.


"Dasar tua bangka mata duitan! Dalam keadaan takut begitu masih sempat-sempatnya mikirin duit! " omel Arkan saat melihat Galang merangkak mengambil koper berisi uang tunai di atas meja.


King Cobra sampai di tempat Galang dalam keadaan sudah menjadi mayat.


Tiger hanya tersenyum tipis melihat raut ketakutan di wajah Galang. Lion juga mendengus kesal saat melihat Galang menyelamatkan uangnya sebelum keluar dari ruangan tersebut.


Di tempat lain..


Dave masih bergulung di dalam selimut bersama istrinya. Setelah satu ronde di ruangan ganti, mereka melanjutkan lagi dua ronde di atas tempat tidur hingga mereka tertidur lelap karena kecapaian.


Bunyi ponsel Dave berdering dengan kencang membuat pasangan suami istri itu pun terjaga dari tidur lelap mereka.


"Mas, Angkat tuh ponsel nya! Berisik banget bunyinya! " ucap Tata dengan mata masih tertutup rapat.


"Hemmmm.. " jawab Dave dengan mengeratkan pelukannya pada tubuh Tata.


"Angkat Mas, berisik tau! " omel Tata agak terganggu.


"Ish... Siapa sih ganggu aja! " ucap Dave dengan kesal.


Ia lalu melepaskan tangannya yang memeluk tubuh Tata dan mendudukkan diri dengan bersandar di sandaran tempat tidur.


"Halo.. Ada apa?? " jawab Dave ketus.


"Benarkah! Baiklah, aku akan melihatnya sekarang juga! " jawabnya lagi dengan nada biasa tidak ketus lagi.


Mendengar nada bicara suaminya berubah menjadi biasa membuat Tata penasaran dan ia pun bangun. Dengan tubuh di lilit selimut ia duduk dengan bersandar di dada suaminya hingga kulit mereka bersentuhan.


Dave mengecup kening Tata sekilas sebelum membuka rekaman video yang di kirimi Arkan. Mereka berdua menonton bersama dengan posisi Dave memeluk Tata dari belakang dengan Tata yang memegang ponsel tersebut.


Saat tombol play di tekan, mereka berdua kompak tertawa terbahak-bahak melihat Galang mengompol di celana dan anak buahnya juga ikutan ngompol dan muntah-muntah.


"Lucu banget lihat laki-laki culas seperti itu ketakutan begitu! " ucap Tata dengan cekikikan.


"Tapi Mas belum puas karena belum melihat tua bangka itu hancur sehancur-hancur nya! " sahut Dave dengan wajah berubah menjadi gelap karena marah.


"Bukti yang Mas punya masih belum kuat untuk membuat tua bangka itu tidak bisa tersenyum dan mengangkat wajah nya di depan semua orang! Mas benar-benar benci akan kenyataan ini! " ucap nya lagi dengan tangan terkepal.


Tata tersenyum kecil dan menangkup kedua pipi suaminya dengan telapak tangannya agar menatap wajahnya. Ia memberikan kecupan-kecupan kecil di bibir sang suami.


"Its ok sayang... ! Tidak lama lagi Galang akan hancur seperti keinginan Mas! Aku jamin itu! " ucap Tata dengan menyeringai devil's.


Bersambung...


Alhamdulillah bisa Up double juga hari ini.. Dua hari gak bisa Up double karena kesibukan yang gak ada habisnya..


Selamat membaca dan selamat bersantai bersama keluarga tercinta...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..


Lope-lope untuk kalian semua sekebon jagung 🌽🌽🌽...


__ADS_2