Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kabar gembira


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu semenjak orang suruhan adiknya memberikan sebuah rekaman percakapan yang ia yakini adalah istri nya yang ia buang seperti seonggok sampah.


Nafsu akan uang membuat laki-laki itu gelap mata hingga melakukan segala cara meskipun cara kotor sekali pun. Entah kenapa semenjak kecanduan akan judi membuat laki-laki itu bertindak di luar nalar, terlebih semenjak istrinya melahirkan anak kedua mereka.


Sandi yang mempunyai fantasi s**s yang liar menjadi semakin tidak terkendali saat istri nya mulai hamil dan tidak bisa melayani kebutuhan seksual nya hingga membuat Sandi melampiaskan hasrat nya pada wanita panggilan.


Melakukan judi, s**k dengan wanita panggilan sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Sandi karena semenjak istrinya tidak bisa melayani nafsunya, Sandi tidak pernah lagi pulang ke rumah. Pekerjaan nya pun berantakan dan terbengkalai hingga membuat hutang judi nya membengkak melebihi ambang batas.


Sandi bahkan tidak segan-segan merampas uang hasil kerja keras istrinya dalam bekerja untuk mencukupi kebutuhan mereka hingga membuat istrinya pasrah dan tidak berdaya.


Siksaan psikologis itu lah yang juga menjadi salah satu penyebab trauma Nada di samping pelecehan seksual yang ia alami.


Sandi menghela napas dalam-dalam mengingat keburukannya sebagai suami dan ayah bagi istri serta anak-anak nya.


"Maafkan Abang Aya, Abang menyesal melakukan semua ini padamu! Kata maaf saja tidak akan cukup menghilang sakit hati mu pada Abang! Seandainya bisa mengulang waktu, Abang tidak akan terjebak dalam perjudian dan membuang kau seperti ini! " gumam Sandi dengan wajah penuh penyesalan.


Yah, namanya penyesalan pasti di rasakan di akhir karena jika di rasakan di awal itu namanya pendaftaran.


🌿🌿🌿


Saat ini suasana bahagia tengah menyelimuti Dave dan keluarga besarnya. Pasalnya hari ini adalah hari di mana kembar enam keluar dari inkubator dan akan di serahkan pada orang tuanya. Mereka berenam sudah diperbolehkan pulang bersama dengan Tata karena berat badan mereka sekarang rata-rata mencapai 3 kg.


Sedari pagi keluarga besar Dave sudah menyesaki kamar rawat Tata seperti pasar. Untung saja yang punya rumah sakit adalah Papi Dayton, alhasil tidak ada yang bisa melarang kamar tersebut menjadi ramai seperti sekarang ini.


"Dave! Panggil cepat Dokternya! Eyang udah gak sabar pengen ketemu cicit Eyang! " panggil Eyang Uti dengan wajah tidak sabaran.


"Iya, Grandma juga udah gak sabar pengen gendong cicit Grandma! " sahut Grandma ikut menimpali ucapan besannya.


"Gak cuma Ibuk sama Mommy aja yang gak sabaran, Ayu juga sama kayak kalian gak sabar pengen ketemu dan gendong cucu Ayu! Selama ini cuma bisa lihat dari luar doang! " sungut Mami Sita dengan wajah merenggut.


"Ih gak cuma kamu aja Yu! Mbak juga gak sabar pengen ketemu dan gendong cucu kita! Secara cucu kita kan enam, ibuk satu, Mommy satu, kamu satu, Mbak satu, Rini satu, Ditha satu! Dah, pas banget kan?? " celutuk Bude Wati dengan wajah berbinar.


"Lah, kalau gitu besan Ayu gak kebagian dong Mbak?? " sahut Mami Sita dengan melihat ke arah Ibuk.


"Hehehehe... Saya gak papa Jeng! Lagian kan nanti juga giliran gendong mereka satu-satu! " jawab Ibuk dengan santai.


"Tuh, besan kamu aja gak papa! Tenang aja Jeng, nanti kita gantian gendong cucu-cucu kita! " ucap Bude Wati dengan mengedipkan matanya.


Ibuk hanya terkekeh kecil dengan ulah kakak besannya. Sedangkan para pria hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah para perempuan.


"Gak kebayang Mas yank kalau anak kita cuma satu, pasti habis direbutin sama Eyang nya yang sebanyak itu, belum lagi di tambah buyut nya! Enam aja direbutin kayak gini, apalagi satu! ckckck.. " bisik Dave di telinga istrinya.


Tata terkekeh pelan dengan menutup mulutnya agar tidak kedengaran mendengar ucapan nyeleneh sang suami. Ia duduk santai di atas bed nya sembari memakan potongan buah yang di siapkan Mami mertuanya.


Sementara itu di kediaman mewah Ryder, Abeth, Henry, Nada serta sahabat-sahabatnya Tata termasuk Arkan, Anika, Riko dan Nana sedang menyiapkan pesta kejutan akan kepulangan kembar enam ke rumah.

__ADS_1


Mereka juga dibantu para asisten rumah tangga yang sama antusias nya menyambut kedatangan anggota baru keluarga ini.


Di rumah sakit, empat orang suster termasuk Suster Mila dan Suster Sari mendorong empat boks bayi menuju kamar rawat Tata.


Ceklek


Pintu terbuka dan satu persatu boks bayi masuk ke dalam kamar yang langsung di sambut pekikan pelan para kakek nenek serta Buyut sang bayi dengan penuh sukacita.


"Mana, mana bayinya! Berikan padaku, berikan! " ucap Eyang Uti dengan senyuman lebar di wajah sepuh nya.


"Ini bayi yang pertama Nyonya! " ucap Suster Mila dengan mengambil bayi berselimut bedong hijau dan menyerahkannya kepada Eyang Uti.


Eyang Uti langsung merengkuh tubuh mungil tersebut dan mencium nya dengan penuh kasih sayang. Eyang Uti berjalan mendekati Eyang Kakung yang menatap wajah mungil cicitnya dengan senyum tak luntur dari muka sepuh itu.


Sebuah kecupan hangat dan beberapa doa yang Eyang kakung bisikkan pada bayi mungil itu hingga membuat suasana menjadi haru.


Bayi kedua di ambil Grandma, bayi ketiga di ambil Bude Wati, bayi keempat di ambil Bude Rini, bayi kelima di ambil Bude Ditha, dan bayi yang terakhir di ambil oleh Mami Sita.


Mereka semua tidak henti-hentinya memuji paras tampan dan cantik keenam bayi kembar yang persis duplikat Dave tanpa cela.


"Benar-benar duplikat Dave banget! Tata cuma kebagian rambutnya aja! " celutuk Bude Ditha saat membuka bedong yang menutupi kepala sang cucu.


"Iya Dit! Nih lihat yang keempat matanya aja persis Dave banget biru terangnya! " sahut Bude Rini ikut menambahkan.


Kerena bayi perempuan satu-satu nya masih tertidur, maka mereka tidak bisa melihat warna mata si bungsu hanya rambutnya aja yang berbeda dengan kakak-kakaknya yaitu coklat terang seperti Mertua laki-laki nya alias Grandpa Luiz.


"Lah, iya ya.. ! Si princess sendiri yang beda rambutnya! Jadi penasaran, matanya biru kayak Dave apa gak ya?? " sahut Bude Wati dengan sangat penasaran.


Bukan hanya Bude Wati, semua orang di kamar tersebut penasaran dengan mata si princess kecuali Dave dan Tata.


"Mereka pasti kaget yank liat iris mata si princess persis kayak Grandpa! Iris mata hazel yang sangat indah yang membuat siapapun terpesona dan tenggelam ke dalam pesonanya! " bisik Dave lagi di telinga Tata.


"Iya ya Mas.. ! Grandpa pasti senang banget, secara anak-anak dan cucunya gak ada yang punya mata hazel kayak Grandpa! " jawab Tata ikutan berbisik.


Grandpa Luiz Ryder mempunyai iris mata hazel yaitu coklat bercampur kuning dan hijau. Papi Dayton, Aunty Ella, Dave, Abeth mempunyai mata biru seperti grandma, sedangkan Giselle dan Marcell mempunyai mata hijau seperti ayah mereka Uncle Brandon.


Baru selesai bicara dengan berbisik, tiba-tiba si princess menggeliat dalam dekapan Mami Sita hingga akhir nya ia terbangun dan membuka matanya.


"Ya Allah Ya Rabbi... " pekik Mami Sita dengan wajah terkejut.


"Ada apa Mi.. " tanya Papi Dayton dengan wajah panik dan mendekati istrinya.


Muka Papi Dayton langsung terbelalak kaget tanpa bisa berkata apa-apa. Ia hanya melihat kearah Daddy nya yang melihat nya dengan pandangan heran. Melihat reaksi menantu dan iparnya, Eyang Uti dan Eyang kakung mendekati Mami Sita dan mereka juga sama kaget nya dengan sang menantu. Karena penasaran Bude-Bude serta suami mereka ikut mendekat dan wajah mereka semua sama persis dengan Papi Dayton dan kedua Eyang.


Grandma semakin heran hingga mau tidak mau ia ikutan mendekat dan ikut kaget hingga tanpa ia sadari air mata nya menangis karena bahagia.

__ADS_1


"Honey.. ! Lihat lah kesini, kau pasti tidak akan percaya ini! " panggil Grandma pada Grandpa sembari mengusap air matanya.


"Ada apa?? Kenapa kalian semua melihat ku seperti ini?? " tanya Grandpa dengan wajah bingung melihat mereka semua.


"Lihat lah Honey.. ! Akhirnya ada juga yang mengikuti jejak keturunan mu mempunyai mata hazel yang begitu indah, yang membuat aku jatuh cinta dalam pandangan pertama saat melihat mu! " ucap Grandma dengan menatap mata princess dengan tersenyum bahagia.


Grandpa pun berjalan mendekati Mami Sita dan ikut terkejut melihat iris mata princess yang sama persis seperti dirinya yang bermata hazel. Ia tersenyum bahagia sembari kulit tangan nya menyentuh lembut pipi halus princess dengan penuh cinta.


"Oh sweetheart.. ! Kau membuat Great Grandpa jatuh cinta padamu saat pertama melihat mu! Great Grandpa tidak bisa mengungkapkan kan perasaan bahagia ini sweetheart!! " ucap Grandpa Luiz dengan hati berkecamuk karena bahagia.


Rasanya hatinya seperti letupan kembang api di angkasa saking bahagia nya. Ia lalu mengambil princess dari Mami Sita dan menggendong nya dengan penuh cinta dan wajah yang penuh dengan senyuman. Berkali-kali ia mencium pipi merah sang cicit namun tidak membuat bayi mungil itu menangis, ia malahan hanya menggeliat sembari membuka mulut mungilnya hingga aksinya itu membuat Grandpa terkekeh geli.


"Cucu mu keterlaluan sayang! Bagaimana bisa perempuan satu-satu nya keturunan ku lebih memilih mirip buyut nya dari pada mirip dengan ku yang notabene Grandpa kandung nya! " celutuk Papi Dayton dengan muka masam karena cemburu pada Mami Sita.


Mendengar ucapan Papi nya tak ayal membuat Dave tertawa terpingkal-pingkal. Semua mata melihat ke arah nya dengan pandangan heran, namun Dave tidak mempedulikan nya. Ia terus tertawa di tambah lagi melihat muka masam Papi nya membuat tawa nya semakin kencang.


Tingkah Dave membuat semua orang geleng-geleng kepala kecuali Grandpa yang asyik dengan dunianya.


"Papi lucu banget! Papi emang Grandpa kandung princess, tapi Grandpa kan buyut kandung princess juga! Masa sama orang tua sendiri aja cemburu! Hahahaha... Jangan serakah Papi! Tuh lihat kembar satu sampai lima semua matanya ngikutin aku dan Papi kan?? Masa gitu aja cemburu! " ledek Dave yang langsung mendapat tatapan tajam dari Papi nya.


"Tetap aja beda ! Princess kan cucu Papi satu-satu nya yang perempuan! Papi gak rela aja princess ngikutin mata Buyut nya! " sahut Papi Dayton masih tidak terima.


"Ish, gak usah yang aneh-aneh deh Pi! Mau matanya ngikutin Daddy, Mommy, atau siapapun di keluarga kita itu gak penting, yang penting mereka sehat dan gak kurang satu apa pun! Heran Mami, udah jadi kakek-kakek masih aja kayak anak kecik! " omel Mami Sita pada suaminya.


"Tuh dengerin Pi! Seharusnya Papi bersyukur cucu-cucu Papi mukanya kayak Dave dan matanya ngikutin mata Papi dan Grandma! Lihat istriku dan mertua ku, mereka gak protes sama sekali si kembar yang tidak mirip sama Mami nya sendiri dan hanya ke bagian warna rambutnya saja. Apalagi si princess yang semua muka, mata dan rambutnya kembaran sama Grandpa! Mereka fine-fine aja tuh gak kayak Papi! " tambah Dave lagi yang membuat Papi Dayton bertambah mangkel.


"Mas! Udah deh ya gak usah jadi kompor meleduk yang bikin Papi tambah panas! " tegur Tata pada suaminya.


"Habisnya mertua kamu lucu banget yank! Bikin aku gregetan tau gak! " jawab Dave tidak mau kalah.


"Udah, udah! Kalau di lanjut gak kelar-kelar debat nya! Ayo kita pulang sekarang! " ucap Eyang kakung melerai pembicaraan mereka.


Papi Dayton masih memasang wajah cemberut, Grandma menyerahkan bayi kedua ke tangan Ibuk Tata. Satu persatu mereka keluar dari kamar Tata dengan masing-masing menggendong bayi kembar Tata dan Dave menuju lift untuk turun ke bawah. Grandpa Luiz tetap menggendong princess tanpa mau memberikan nya kepada siapapun termasuk sang istri.


"Grandpa.. ! Kalau Grandpa pegel jangan sungkan berikan princess sama Tata ya?? Nanti kalau pegel nya udah hilang, Grandpa bisa gendong lagi! " ucap Tata dengan lembut pada Grandpa yang di jawab anggukan kepala saja.


Tata sedikit takut melihat Grandpa yang menggendong princess tanpa mau gantian. Ia takut pria berumur lanjut itu kecapean dan sakit karena menggendong bayi nya terus-terusan seperti ini.


"Udah sayang gak usah di pikirin! Grandpa itu kuat dan princess pasti aman di dalam gendongan nya! " sahut Dave menghibur istrinya.


"Aku gak mau Grandpa kecapean aja Mas! Pegel loh gendong bayi gak pakai istirahat kalau mereka gak mau di sentuh orang lain! " ucap Tata dengan pemikiran nya.


"Iya sayang iya! Nanti akan kau kasih tau Grandpa pelan-pelan! " jawab Dave lembut.


"Aduh Nak, Nak! Baru umur dua minggu aja Buyut mu udah posesif kayak gitu, apa lagi kalau kau sudah gede! Pasti Buyut mu bakalan ikut kemana kau pergi! Belum lagi Grandpa mu yang selalu cemburu lihat kau sama Buyut mu itu! Ckckck.. Belum lagi Papi mu, pasti nanti juga bakalan over protective banget pada mu di tambah lagi kakak-kakak mu! Duh, Mami gak bisa bayangin semua itu! " batin Tata geleng-geleng pelan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2