
"Pergi.. ! Aku benci Tante.. ! Aku gak butuh perhatian Tante! Jangan pernah tunjukkan muka Tante di hadapan aku lagi! Pergi jauh-jauh! Pergi.. ! " pekik seorang anak dalam mimpi Tata.
"Aaaaaaaaaaaaaa... !!!! " jerit Tata dengan membuka mata nya bangun dari tidur.
"Astaghfirullah hal azim sayang... ! Kamu kenapa jerit-jerit? " tanya Dave dengan panik keluar dari kamar mandi.
Ia yang sedang mandi untuk sholat subuh menjadi kaget dan langsung ke luar dari kamar mandi dengan masih banyak busa sampo di kepala nya.
Tata mengusap keringat di dahinya dengan jantung yang berdebar kencang. Mimpinya terasa sangat begitu nyata. Ia melihat wajah khawatir suami menjadi tidak enak, di tambah lagi keadaan suaminya yang berantakan hanya memakai handuk di pinggang, badan masih basah dan sampo masih penuh di kepala nya.
"Mas.. Aku gak papa! Kamu bersihin dulu gih kepala mu! Nanti busanya malah menetes lagi di kamar! " ucap Tata tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
"Yakin gak papa sayang? Muka kamu pucat gitu loh? " tanya Dave balik dengan ekspresi yang masih sama.
"Iya Mas.. Aku gak papa! Cuma mimpi buruk! Buruan gantian, aku mau mandi juga mau sholat! " jawab Tata dengan wajah serius.
"Ya udah.. ! Mas mau lanjut mandi dulu! " sahut Dave sambil balik badan kembali masuk ke kamar mandi.
Begitu Dave hilang dari pandangan nya, Tata mencoba untuk duduk bersandar pada sandaran tempat tidur.
Tiba-tiba perut bagian bawahnya kram dan membuat Tata mengernyitkan keningnya menahan sakit. Tidak hanya itu saja, pinggang nya juga sakit secara persamaan seperti hendak lepas dari tulang nya.
"Ya Allah... Kenapa tiba-tiba sakit sekali! Sayang Mami.. Kalian kenapa Nak! Astaghfirullahalazim.. Sakit banget! " gumam Tata lirih sembari menggigit bibirnya menahan sakit.
Ia mengusap perutnya berharap sakit nya berkurang, tapi bukannya berkurang malah sakitnya semakin menjadi-jadi menjalar hingga ke pinggang serasa pinggang nya mau lepas.
"Astaghfirullah hal azim... Astaghfirullah hal azim.. Ya Allah... Laa Ilahailla anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin.. Ya Allah... Kuat kan aku! " ucap Tata beristighfar sembari menahan sakitnya.
Keringat nya keluar sebesar biji jagung, Tata terus berdzikir menunggu suaminya selesai mandi. Muka sudah pucat seperti mayat menahan sakit yang luar biasa pada perut nya. Mata nya terbelalak kaget saat menyadari ada sesuatu yang keluar dari jalan lahir anak-anak nya.
"Ya Allah.. Apa itu yang keluar! Kenapa sakitnya tidak berkurang? Aku sungguh gak kuat lagi! " ucap Tata dengan suara lirih dan hati yang cemas.
__ADS_1
Ia takut terjadi sesuatu dengan anak yang ada dalam kandungan nya. Karena ia sudah tidak kuat lagi menahan sakit pada perut nya, Tata berteriak memanggil suaminya.
"Maaaasssss.... Maaaaassss... Tolong.. !! " pekik Tata dengan urat leher yang menonjol keluar sambil memegang perut nya.
Mendengar pekikan istri nya, Dave yang sedang mengelap badannya langsung memakai handuk tergesa-gesa dan berlari keluar dari kamar mandi.
"Astaghfirullah hal azim sayang??? Ada apa? Kenapa teriak-teriak? " tanya Dave dengan wajah panik dan mendekati Tata yang masih meringis menahan sakit.
"Mas, aku udah gak tahan! Perut aku sakit banget! Tolong aku Mas.. A-ada yang keluar dari bawah sana! " jawab Tata dengan napas tersengal-sengal sembari menunjuk bagian bawah perut nya.
"Ya Allah sayang... ! Apa bayi-bayi kita akan lahir sekarang? " ucap Dave dengan tangan gemetar mengangkat selimut yang menutupi bagian perut hingga ke bawah.
Matanya terbelalak kaget saat melihat ****** ***** Tata dan paha nya mengalir darah.
"Da-darah.... ! " ucap nya dengan tangan gemetar dan berdiri terpaku melihat darah tersebut.
Mendengar ucapan suaminya, Tata menghirup oksigen banyak-banyak untuk mengalihkan rasa cemas dan takut nya.
"Mas.. ! Kenapa bengong? Cepat panggil Ibuk, Mami Papi! Perut aku sakit banget! " teriak Tata menyadarkan lamunan Dave.
"Ibuukkk... ! Mami... ! Papi.. ! GrandFa... ! Grandma.. ! Tata berdarah.. ! " teriak Dave dengan suara menggelegar seperti suara toa masjid.
Tata masih terus berdzikir sambil mengusap perutnya yang terasa sakit dan mules seperti orang mau BAB. Di tambah lagi pinggang nya juga begitu sakit hingga serasa mau lepas dari tubuh nya.
Ibuk yang baru selesai sholat langsung berlari ke kamar Dave lengkap dengan mukena nya. Mami Sita dan Papi Dayton yang masih memakai pakaian tidur juga langsung berlari ke kamar Dave, begitu juga dengan GrandFa dan Grandma, Abeth dan Henry yang baru bangun tidur langsung meloncat dari tempat tidur berlari ke kamar Tata.
"Tata kenapa Dave? Apa nya yang berdarah? " tanya Ibuk dan Mami Sita bersamaan.
Melihat Ibuk nya datang, Tata tak kuasa menahan tangis nya sembari merintih kesakitan.
"Sakit Buk.. ! Perut Tata sakit! Hiks... Hiks... ! Ada darah yang keluar kata Mas Dave! " tangisan Tata pecah sembari memegang perut nya.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal azim Nak.. ! Istighfar sayang Ibuk, istighfar.. ! Minta pertolongan sama Allah dan selalu berpikiran positif! " ucap Ibuk dengan mengelap keringat di dahi Tata.
"Jeng.. ! Seperti nya Tata mau melahirkan! " ucap Mami Sita setelah menyingkap selimut bagian bawah Tata.
"Tapi bukannya operasi masih dua minggu lagi Jeng? " sahut Ibuk dengan wajah bingung.
"Gak tau juga Jeng.. ! Mungkin cucu-cucu kita udah gak sabar pengen keluar! Padahal usia kandungan Tata baru 7 bulan dan belum sempat kita bikin syukuran 7 bulanan! " jawab Mami Sita juga sama-sama bingung.
"Ya Allah sakit banget.. ! Astaghfirullah hal azim.. Laa Ilahailla anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin.. " teriak Tata dengan keringat bercucuran dan wajah pucat.
"Kenapa kalian diam saja? Cepat bawa Tata ke rumah sakit! Kalian tidak lihat cucu menantu ku sampai pucat dan kesakitan seperti itu! " bentak GrandFa dengan suara bariton nya.
"Dave... ! Cepat pakai baju mu! Apa kau mau ke rumah sakit dengan memakai handuk begitu? Henry, cepat suruh sopir untuk siapkan mobil! " perintah GrandFa lagi dengan suara kencang.
"I-iya GrandFa.. ! " jawab Dave dan Henry yang langsung bergerak melakukan perintah GrandFa.
"Dayton... ! Cepat bawa Tata turun, kita harus cepat sampai ke rumah sakit sebelum semuanya terlambat! " ucap GrandFa lagi pada putra nya.
"I-iya Dad... ! " jawab Papi Dayton yang juga ikutan panik.
Tanpa aba-aba, ia langsung menggendong Tata keluar kamar tanpa meletakkan nya di atas kursi roda.
Tata yang kesakitan hanya pasrah di gendong Papi mertuanya dengan Mami Sita dan Ibuk mengekor di belakang nya.
Begitu sampai di anak tangga terakhir, Ibuk sadar jika ia masih menggunakan mukena.
"Astaghfirullah hal azim Jeng.. ! Saya masih pakai mukena! Tolong titip Tata sebentar Jeng, saya mau ganti mukena dulu dan ambil hijab.Pergilah dulu, saya akan menyusul bersama yang lainnya! " ucap Ibuk dengan wajah kalut dan langsung balik lagi naik ke lantai atas.
"Iya Jeng.. ! Jangan khawatir, saya akan jagain anak kita! " jawab Mami Sita sembari berlari mengejar langkah suaminya.
Tohir sudah siap di depan pintu rumah bersama Henry yang tegak di samping pintu mobil yang sudah terbuka.
__ADS_1
"Pelan-pelan Pi.. Awas kepala nya kena! " ucap Mami Sita membantu suaminya memasukkan Tata ke dalam mobil dengan hati-hati.
Bersambung..