Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Apa yang terjadi


__ADS_3

"Astaghfirullahalazim sayang... Kamu ngagetin Mas aja! Sejak kapan kamu di sana? " ucap Dave langsung berbalik dan melihat Tata duduk di sofa dengan kaki di naikkan ke atas.


"Udah dari tadi Mas, sebelum kamu pulang! Kamu aja yang masuk rumah gak lihat kiri kanan lagi! " sahut Tata dengan bibir manyun.


"Hehehehe, Maaf sayang ku! Kok kamu udah bangun jam segini? Cup... " jawab Dave nyengir dengan memberikan kecupan singkat di bibir Tata.


"Mau lagi.... " rengek Tata dengan memajukan bibir nya.


"Ih... Gemesin banget sih! " ucap Dave gemes dan langsung melu mat bibir Tata dengan begitu lembut dalam posisi sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Ayo kita ke kamar sayang! " ucap Dave lagi dengan langsung menggendong Tata begitu ia melepaskan tautan bibir mereka.


"Ya Alloh Mas... Kenapa aku di gendong sih? Aku ini kan berat, nanti Mas malah encok lagi begitu sampai kamar! " jerit Tata dengan reflek memeluk leher suaminya.


"Mas ini kuat sayang, jadi kalau hanya menggendong mu sampai kamar gak bakalan bikin Mas encok! Emangnya Mas ini GrandFa pakai encok segala! Walaupun kamu bawa anak kita kayak gini, tapi kamu gak berat kok sayang! " jawab Dave santai sambil berjalan menuju kamar mereka.


Tata hanya diam saja mendengar jawaban suaminya, ia sengaja tidak bicara karena tidak ingin konsentrasi suaminya terganggu yang bisa mengakibatkan nya dalam bahaya.


Suster Sari langsung paham dengan berjalan terlebih dahulu untuk membukakan pintu kamar majikan nya.

__ADS_1


Begitu Tata dan Dave sudah masuk kamar, Suster Sari langsung menutup pintu kamar dan pergi menjauh menuju rekannya yang sudah berkumpul bersama para asisten rumah tangga di ruang belakang.


"Mas, apa maksud perkataan kamu tadi pada Mbok Lastri? Kamu merahasiakan sesuatu ya Mas dari aku? " tanya Tata penuh selidik.


"Ya nggak lah sayang, mana bisa aku main rahasia sama istri ku yang pintar ini! Tadi waktu kamu tidur, Tiger telepon dan bicara tentang keadaan keponakan kamu yang di periksa Martin. Katanya keponakan kamu harus di periksa dengan ahlinya menggunakan alat yang canggih. Dugaan Martin kalau keponakan kamu itu memerlukan beberapa operasi agar bisa berjalan kembali. " jawab Dave sembari mengatur bantal untuk Tata bersandar.


"Astaghfirullah... Emang nya apa yang terjadi dengan keponakan aku Mas? Apa sangat parah? Aku kira hanya sakit kaki biasa.. " ucap Tata dengan wajah terkejut.


"Kata Martin, keponakan kamu mengalami patah tulang dan kondisi nya agak kurang bagus. Terlebih lagi hal itu sudah terjadi hampir dua tahun dan tidak di obati sama sekali dengan kakak ipar kamu karena terkendala biaya. Jadi, itulah alasan kenapa Martin menyuruh kita agar membawa nya untuk diperiksa lebih lanjut lagi. " sahut Dave lagi menjelaskan pada Tata.


"Tidak hanya itu juga sayang, Martin bilang kalau kakak ipar kamu mengalami gangguan sosial dengan orang banyak, dia seperti trauma akan orang-orang baru! Martin juga menyarankan untuk di periksa dengan psikiater agar trauma nya hilang. Makanya selesai Tiger telepon Mas langsung meminta bantuan Mbok Nah untuk ke pasar membeli kebutuhan rumah agar kakak kamu memasak sendiri makanan nya tanpa perlu ketakutan anak buah mu datang ke sana mengantarkan makanan. " tambah Dave lagi dengan merangkak naik ke atas tempat tidur.


Dave duduk di sebelah Tata dan merengkuh Tata ke dalam pelukan nya dengan mengelus elus perut buncit Tata.


"Jangan terlalu di pikirkan sayang, biar Mas yang menangani semua ini! Kamu cukup pikirkan kondisimu dan anak-anak kita sayang! Mas akan berusaha membuat keponakan kamu berjalan kembali seperti dulu dan secepatnya kita akan menemukan kakak mu yang kabur itu! " ucap Dave sambil memberikan kecupan lembut di puncak kepala istrinya.


"Iya Mas... Jika saja kondisi ku bukan hamil besar seperti ini, maka aku sendiri yang terjun langsung mencari keberadaan Bang Sandi! Oh ya, apa gak sebaiknya mereka tinggal di rumah ku saja ya Mas? " sahut Tata dengan mendongakkan kepalanya menatap wajah sang suami.


"Sepertinya itu bukan ide yang bagus sayang, apa kamu lupa kalau kakak ipar mu trauma melihat orang baru? Sementara di rumah mu banyak sekali pelayan dan penjaga. Mas rasa pilihan awal membawa mereka ke apartemen memang tidak salah, jadi kakak ipar mu masih merasa aman jika hanya ada dirinya dan anak-anak nya saja di sana! " ucap Dave mengingatkan Tata.

__ADS_1


"Astaghfirullah... Aku lupa Mas.. ! Padahal kamu baru bilang tadi, kok aku cepat banget lupa ya.. " ujar Tata menepuk pelan kening nya.


"Hei... Jangan di tepuk begitu! Mending aku cium saja! Cup, cup.. " ucap Dave dengan menyingkirkan tangan Tata dan mengecup kening Tata berulang-ulang.


"Ish... Itu mah maunya Mas aja! " sahut Tata mencebik kesal.


Dave hanya terkekeh mendengar ucapan Tata, ia mencubit gemes pipi tembem Tata yang semakin bulat karena hamil.


"Oh ya, bagaimana keadaan anak-anak Papi hari ini? " tanya Dave dengan menunduk di depan perut buncit Tata.


"Baik dong Pi, kami sehat semua nya dan semakin kuat membuat Mami meringis kesakitan di tendang terus! " jawab Tata dengan suara anak kecil.


"Duh... Kayak nya mereka udah gak sabar pengen keluar ya sayang.. " ucap Dave dengan membelai perut Tata.


"Iya Mas, besok pagi Dokter Aisyah akan USG untuk terakhir kali sebelum operasi! Mudah-mudahan besok kondisi anak-anak kita sudah siap untuk di lahir kan dua minggu lagi! " sahut Tata dengan tersenyum bahagia.


"Aamiin... " jawab Dave dengan menciumi perut buncit Tata.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2