
Sudah hampir dua minggu semenjak Dave menegur Tata yang melakukan aksi ektrem pada sopir nya di diamkan dan di cuekin.
Tata tidak hanya mendiami nya, tetapi juga mengacuhkan suaminya karena masih sakit hati. Di tambah lagi karena kesibukan nya di Kantor sering membuatnya lembur dan pulang larut sehingga membuat nya sulit untuk membujuk istri nya yang lagi marah dan merajuk.
Flashback dua minggu lalu On..
"Allahu akbar sayang... ???? Apa yang kamu lakukan?? " pekik Dave kaget saat melihat Tata melayangkan atau melemparkan Kunai pada apel yang ada di atas kepala sopir-sopir nya.
"Kenapa kalian diam saja?? Kau juga! Kenapa kalian biarkan Tata melakukan hal yang berbahaya seperti itu?? " teriak Dave pada Tiger dan Lion yang berdiri dengan wajah datar.
"Apa kami bisa melarang semua perkataan seorang Thalita Ruby Sinaga Mr?? " tanya Tiger balik dengan dingin.
"Astaghfirullahalazim ya Allah.. ! " ucap Dave frustasi sembari meraup kasar mukanya.
Dave yang baru pulang dari kantor langsung frustasi saat pulang melihat pemandangan yang seperti ini. Joko bahkan sampai pipis di celana saking takut nya jika benda tajam yang di lemparkan Tata mengenai wajahnya, matanya ataupun bagian tubuh yang lainnya.
Meskipun semua nya tepat sasaran, tapi tetap saja bagi Dave itu begitu menyeramkan bagi para pekerja di rumah mereka.
"Sayang... ! Ruby ku cinta ku.. ! " ucap Dave lembut seperti kue bolu sambil mendekati Tata.
Ia memeluk tubuh mungil Tata yang masih memegang Shuriken dan mulai ber ancang-ancang melempar nya pada pir yang ada di atas kepala Samson.
"Kenapa kau jadi seperti ini hhmmm?? " tanya Dave dengan mengusap lembut pipi Tata.
*Tata tidak mengacuhkan suaminya, ia tetap mengambil ancang-ancang untuk melemparkan Shuriken pada dua orang sekaligus yaitu Udin dan Samson.
"Apa Mas ingin Shuriken ini melayang mengenai mata mereka berdua?? " tanya Tata dengan nada dingin dan datar.
Gluk
Dave menelan ludah nya mendengar nada suara istrinya yang mulai berubah dan kembali dalam mode senggol bacok.
"Gak sayang, silakan! Aku akan menunggu mu di sana! " jawab Dave nyengir karena tidak ingin membantah lebih jauh lagi.
Ia mundur dan mendekati para asisten di rumahnya serta Suster-suster yang ketakutan jika lemparan Tata mengenai wajah atau tubuh sopir mereka.
__ADS_1
"Mbok, kenapa Tata jadi berubah kayak singa ganas kayak gitu?? " tanya Dave dengan agak pelan karena takut kedengaran istrinya.
"Aduh, si Mbok gak tau juga Raden! Tiba-tiba saja kedua Suster ambil semua buah di kulkas. Katanya di suruh Den Ayu bawa ke depan, eh taunya sopir-sopir juga di panggil ke mari. Duh, jantung si Mbok berada mau lepas Raden, liat gimana cepatnya Den Ayu melempar pisau itu! " jawab Mbok Lastri dengan bergidik ngeri.
"Maaf Mr, seperti nya Nona marah kepada saya karena tadi Nona minta di buatkan minuman segar yang manis-manis, serta dessert yang manis-manis pula. Sesuai perintah Mr, saya larang dengan lembut karena Ibu hamil tidak boleh banyak-banyak mengkonsumsi makanan tinggi gula. Begitu Mr.. ! " jawab Suster Sari dengan nada menyesal.
"Astaga... ! Jadi gara-gara dilarang, dia marah dengan cara seperti ini?? Ya Allah Tata, Tata! Makin hamil kelakuannya makin menjadi-jadi.. ! " ucap Dave dengan geleng-geleng kepala.
"Ya mau gimana lagi Raden! Orang hamil kan kelakuannya emang ajaib, yang selalu membuat orang pusing tujuh keliling. Tapi itulah seni nya, karena hanya ada di waktu hamil saja. Suatu saat nanti Raden pasti merindukan saat-saat Den Ayu hamil seperti ini! " jawab Mbok Nah yang baru datang ikut nimbrung.
"Si Mbok kemana aja?? Kok baru nongol! Kita di sini hampir copot jantung nya lihat sopir di rumah pada ketakutan! Si Joko aja ampe pipis di celana saking takut nya! Hehehehe.. ! " ucap Sri dengan terkekeh geli.
Mereka yang ada di sana juga ikutan tertawa geli mengingat saat Joko pipis di celana.
Tata yang sudah selesai melampiaskan kekesalan nya langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengatakan apapun saat melewati suaminya.
Flashback Off*.
Dave melamun di teras rumah nya seorang diri sambil meminum kopi instan yang di buat Mbok Nah.
"What happen Boys??? " tanya GrandFa yang duduk di samping Dave.
"Dave bingung GrandFa! Tata masih merajuk dan gak mau bicara sama Dave! Ia masih marah dan tambah marah karena kesibukan Dave hampir dua minggu ini tidak sempat membujuk nya. Dave lebih senang ia ngomel-ngomel atau pun memukuli Dave sesuka hati nya dari pada di diami seperti ini! Dave benar-benar bingung! " keluh Dave panjang kaki lebar pada GrandFa nya.
"Hehehehe... Menghadapi perempuan hamil itu memang susah-susah gampang! Di bilang susah, gak susah. Tapi di bilang gampang, gak gampang juga! Gado-gado lah pokoknya! Justru di situ lah peran kita sebagai suami yang sia akan segala hal. Siap di ambekin, siap di marahin, siap di bikin pusing, siap di nomor dua kan, dan pokoknya siap segalanya lah! Yang jelas, jangan pernah marah pada nya karena ia seperti itu bukan keinginan dirinya, tapi bawaan anak yang ia kandung! GrandFa berani bertaruh, pasti ke enam anakmu nanti mempunyai sifat yang berbeda-beda yang akan membuat mu dan Tata bertambah pusing! " ucap GrandFa dengan terkekeh kecil.
"Aduh, jangan deh GrandFa! Bisa minum bodrex tiap hari Dave kalau keenam anak Dave sifat nya jungkir balik semuanya! " sahut Dave merenggut tidak terima.
"Kita lihat saja nanti! Dah, ayo masuk! Jangan biarkan istri mu tambah merajuk jika kau makin lama membujuk nya! " ucap GrandFa sembari berdiri dan menepuk pelan bahu Dave.
Dave meminum habis kopi nya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Ia memutuskan untuk membuatkan susu hamil untuk sang istri sebelum naik ke lantai atas.
Dave naik ke lantai atas sambil membawa segelas susu hamil rasa mocca kesukaan istrinya. Ia pelan-pelan membuka kamar yang ternyata masih hidup lampunya.
"Alhamdulillah, Mas kira kamu sudah tidur sayang! Sudah minum susu nya? " ucap Dave sambil bertanya.
__ADS_1
Tata menggelengkan kepalanya dan masih terus menekan remot televisi mencari siaran yang ia sukai.
Dave tersenyum senang dan membawa gelas susu tersebut di dekat Tata sembari duduk di sebelah nya.
"Minum dulu susunya sayang! " pinta Dave dengan lemah lembut.
Ia menyodorkan bibir gelas ke bibir istrinya dan tanpa penolakan Tata meminum susu tersebut hingga habis.
Dave menelan ludah nya saat melihat istrinya menelan habis susu tersebut dengan leher naik turun. Tiba-tiba gairah nya naik melihat semua itu, di tambah lagi sisa susu menempel di ujung bibir istrinya, yang membuatnya semakin meradang.
Dave cepat-cepat membuang pandangan nya ke arah lain karena tidak ingin memaksakan hasratnya pada sang istri di saat istrinya sedang hamil begini.
Jujur saja, semenjak mereka kembali dari Pematangsiantar dan ketahuan hamil, Dave tidak pernah lagi menyalurkan hasrat nya karena tidak ingin menyakiti sang istri. Padahal sebelum ketahuan hamil, ia tidak pernah absen meminta jatah pada sang istri.
Dave meletakkan gelas bekas susu di atas meja kecil di sudut kamar mereka. Ia duduk kembali di sisi sang istri yang sedang menonton acara televisi sambil bersandar di sandaran tempat tidur.
"Sayang, kamu masih marah sama Mas?? Maaf ya, selama dua mingguan ini Mas sibuk di kantor dan pulang larut! Maaf jika Mas belum sempat membujuk istri Mas yang cantik ini! Maaf sayang ku.. ! " ucap Dave lembut dengan jempol nya membersihkan sisa susu di ujung bibir nya.
Karena Tata tidak menatap nya, Dave menyentuh wajah Tata dengan kedua telapak tangan nya, dan mengarahkan nya ke wajah nya hingga mereka bertatapan.
"Ya Allah... Menggoda sekali itu bibir! Sudah berapa lama aku tidak mendapat kan vitamin C ku? Rasanya aku tidak tahan lagi untuk melahap nya hingga puas ! Bodo amat kalau istriku marah mencium nya di saat lagi ngambek begini! " batin Dave dalam hatinya.
Ia langsung melahap bibir ceri Tata tanpa persetujuan sang pemilik bibir karena ia benar-benar sudah tidak tahan lagi untuk melahap nya.
Gayung bersambut, Tata membalas ciuman suaminya dan mereka berdua saling melu mat meng hisap lidah pasangan masing-masing, bertukar saliva dengan kepala miring-miring, hingga terdengar bunyi decakan peraduan bibir kedua nya.
Dave semakin bersemangat saat Tata membuka mulutnya, ia mengabsen semua isi mulut Tata, meng hisap lidah nya, hingga saling melu mat kembali bibir atas dan bibir bawah sang istri.
Dave melepaskan ciuman mereka dan Tata langsung menangis tersedu-sedu begitu ciuman mereka selesai.
"Ya Allah sayang?? kenapa menangis?? Maaf jika Mas lancang mencium mu?? Maaf, Mas benar-benar gak tahan lihat bibir mu yang selalu menjadi candu Mas! Maaf sayang! " ucap Dave dengan menarik tubuh Tata masuk ke dalam pelukan nya.
Bersambung
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya๐ค๐ค๐ค
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ๐๐