
Dua jam lewat 10 menit sudah waktu Suster Sari memberitahu Tata dan Dave jika Tata sudah di perkenankan untuk menyusui anak-anak nya secara langsung. Tapi hingga saat ini belum juga ada panggilan dari ruangan anak-anak mereka pada Tata.
Tata menunggu dengan gelisah karena ia sudah tidak sabar menunggu momen ini. Sejam yang lalu Ibuk dan Mak Ijah sudah pulang ke rumah keluarga Ryder. Saat ini hanya mereka bertiga yang ada di ruangan Tata karena Susan masih betah menjadi obat nyamuk di ruangan tersebut.
Sebelum makan siang, Mami Sita akan datang bersama Grandfa dan Grandma ke rumah sakit sekalian membawa makan siang untuk Dave dan Tata. Sementara Papi Dayton sedang menggantikan Dave di perusahaan selama Dave cuti menemani Tata di rumah sakit.
"Mas, kenapa kita belum di panggil ke sana ya?? Aku udah gak sabar Mas mau menyusui anak-anak kita secara langsung! Aku pengen peluk mereka Mas! " tanya Tata dengan wajah gelisah pada sang suami.
"Sabar ya sayang!! Tunggu 10 menit lagi, kalau masih belum juga kita akan kesana langsung tanpa menunggu panggilan mereka! " jawab Dave lembut dengan membelai rambut panjang Tata yang belum sempat di potong.
"Haaaaahhhhh... " Tata menghela napas dengan kasar mendengar jawaban sang suami.
Pria setengah Bule itu hanya tersenyum kecil melihat wajah istrinya yang tampak merenggut kesal karena tidak sabaran. Ia malah mengambil tangan Tata dan mencium punggung tangan tersebut dengan penuh cinta.
Tingkah pasangan suami istri tersebut ternyata tidak diperhatikan oleh Susan. Ia asyik dengan lamunannya di sofa yang seperti sedang mengalami masalah yang sangat berat. Berkali-kali ia menghela napas nya dan sekali-kali memijit kepala nya yang pusing karena banyak pikiran.
"Tok.. Tok... Tok.. "
"Masuk saja! " jawab Dave dari dalam.
"Permisi Tuan, Nyonya! Anda di tunggu Dokter anak di ruangan si kembar! Maaf baru ke mari karena tadi ganti shift dengan Suster Sari! " ucap Suster Mila dengan menunduk sopan.
"Iya Sus gak papa! Ayo Mas kita segera kesana! " jawab Tata dengan ceria.
"Iya sayang.. " sahut Dave sambil menurunkan Tata dari bed nya pelan-pelan.
Mereka berdua berjalan mendekati pintu dan tanpa di sadari meninggalkan Susan yang sedang asyik dengan lamunannya hingga tidak menyadari jika ia tinggal seorang diri di ruang rawat tersebut.
__ADS_1
"Mas.. ! Kok aku rasa kayak ada yang kelupaan ya?? " tanya Tata dengan berpikir keras sambil berjalan.
"Apa nya yang kelupaan sayang?? Barang penting kita udah Mas bawa di sini! " tunjuk Dave pada tas kecil yang ada di pinggang nya.
"Iya ya.. ! Tapi kok aku merasa memang ada yang kelupaan, tapi aku lupa itu apa! " sahut Tata lagi dengan wajah bingung.
"Itu hanya perasaan kamu aja sayang! lagian kan kamar rawat kamu pintunya aku kunci! " ujar Dave lagi mencoba membuat Tata tenang.
Namun Tata masih berpikir keras jika ada sesuatu atau barang yang kelupaan di kamar rawat nya. Kening nya makin berkerut karena berpikir keras apa yang sebenarnya ia lupakan.
"Astaghfirullah hal azim Mas.. !!! Susan mana?? Kok gak ada sama kita?? " pekik Tata yang akhirnya tersadar jika mereka hanya berdua saja mengikuti Suster Mila.
"Astaghfirullah... ! Jangan-jangan bestie kamu ketinggalan di kamar sayang, dan ke kunci di dalam! " ucap Dave juga ikutan panik.
"Astaghfirullah ya Allah.. ! Bisa habis aku di marahin tuh anak di tinggal sendiri dan ke kunci lagi dari luar! " ucap Tata dengan raut muka menyesal.
"Biar saya saja yang kembali ke sana Tuan! Nanti setelah mengantar Tuan dan Nyonya menemui Dokter anak, saya akan segera ke sana! " ucap Suster Mila menawarkan solusi.
"Alhamdulillah ya Allah.. Terimakasih ya Sus! " jawab Tata dan Dave barengan.
"Sama-sama Tuan, Nyonya! Mari kita lanjut lagi biar urusan nya cepat kelar! " sahut Suster Mila dengan tersenyum ramah.
Mereka kembali lanjut berjalan menuju ruangan khusus untuk anak-anak nya Tata. Begitu sampai di depan pintu ruangan tersebut, mereka di sapa dua penjaga yang berjaga kiri kanan depan pintu.
"Mari Tuan, Nyonya kita masuk! Oh ya, perkenalkan ini Dokter anak yang paling kompeten di rumah sakit ini! Dokter Fadlan Amiruddin Spa! " ucap Suster Mila memperkenalkan mereka pada seorang dokter yang sedang menulis entah apa itu.
"Selamat pagi menjelang siang Tuan dan Nyonya! " ucap Dokter tersebut dengan menengadahkan wajah nya melihat siapa yang datang.
__ADS_1
"Kamu... !!! " seru dokter itu dan Tata serempak.
"Jadi kamu ibu dari Anak-anak kembar ini Nyonya?? " tanya Dokter tersebut dengan wajah kaget.
"Iya Dok! Sepertinya saya pernah bertemu dengan anda! Anda seperti bukan orang asing ! " jawab Tata dengan menatap lekat dokter tersebut yang langsung membuat Dave cemburu.
"Ekhem.... "
"Paling kan wajah mu sayang, Mas gak suka kamu melihat laki-laki lain lebih dari lima detik! " ucap Dave dengan nada posesif.
"Ish, apaan sih Mas! Aku tuh merasa gak asing sama muka nya, kayak udah kenal dari lama gitu! " jawab Tata dengan setengah berbisik karena ia tidak enak dengan Dokter tersebut.
"Bodo amat! Mas gak suka kamu kayak gitu! Dan Mas juga gak suka ada laki-laki lain yang melihat kamu lebih dari 5 detik! Rasanya pengen Mas congkel mata mereka biar gak bisa lihat sekalian! " ucap Dave lagi dengan nada ketus.
"Iya iya.. Maaf.. ! " jawab Tata mengalah dengan suara pelan.
"Oh ya Tuan, Nyonya! Karena sudah sampai di sini, saya mau ke ruang rawat Nyonya untuk mengeluarkan teman Nyonya tadi yang terkunci di sana! " ucap Suster Mila yang menghentikan perdebatan kecil pasutri tersebut.
"Iya Sus! Ini kuncinya, jika ia mau ikut ke sini tolong kunci lagi pintu ruangan nya! " sahut Dave sambil memberikan sebuah kunci ke tangan Suster Mila.
"Baik Tuan... " jawab Suster Mila mengangguk paham.
Ia langsung pergi keluar setelah menerima kunci dari Dave. Mereka bertiga kembali hening tanpa ada pembicaraan hingga terdengar suara tangisan kecil dari ruangan kaca di sebelah nya.
"Tuan dan Nyonya, silahkan masuk ke dalam karena sudah ada dua Bidan dan perawat yang akan membantu Nyonya memberikan Asi langsung kepada bayi-bayi Nyonya! " ucap Dokter tersebut dengan menunjuk ke pintu yang ada di samping.
Bersambung...
__ADS_1