Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
95. Waspada


__ADS_3

Sandra yang menerima panggilan dari Kadir langsung memasang wajah kaget, shock dan sedikit khawatir.


"Kenapa? Apa yang membuat kau sampai treak-treak kayak gitu? " tanya Susan kepo.


"Tet, Bang Kadir bilang baru saja Bi Sum telepon. Katanya barusan ada yang datang menggedor pintu rumah kontrakan Anika dan Riko dengan kencang sambil treak-treak manggil nama Anika! Kayla menjerit ketakutan karena waktu itu ia sedang bermain sendiri di ruang tamu dan sekarang ini Bang Kadir sudah langsung otewe ke rumah kontrakan Anika. " Kata Sandra dengan wajah cemas dan mondar-mandir sambil menggigit kukunya.


"Sepertinya laki-laki itu tidak bisa di remehkan! Aku harus menghubungi Tegar agar selalu berjaga-jaga dan waspada dengan segala kemungkinan di villa dan sekitarnya! " ucap Tata dengan cepat mengambil ponsel nya dan menghubungi Tegar yang ada di Bandung.


"Gak habis pikir aku Tet, laki-laki macam apa sih yang di mangsa mantan mertua kau itu? Gak ada satu pun yang beres kecuali ayahnya si Nana. Termasuk mantan mertua kau yang paling banyak tidak beresnya! " sahut Susan dengan geleng-geleng kepala.


"Meneketehe.... " jawab Tata sambil mengangkat kedua tangannya๐Ÿคทโ€โ™€๏ธ.


Ia kembali fokus dan terlibat pembicaraan yang cukup serius di telepon dengan Tegar. Sedangkan Sandra mondar-mandir menggenggam ponsel di tangannya menunggu kabar dari Kadir tentang keadaan anak-anak.


Tata mengirimkan pesan darurat kepada tangan kanannya Tiger dan Lion agar memberikan bantuan keamanan di villa dan juga sekitarnya. Dan ia juga meminta pasukan bayangan yang khusus menjaga Anika jika ia sedang bepergian di sekitar villa.


Dave hanya diam dan memperhatikan diam-diam reaksi Tata dan tindakan nya dalam mengatasi keonaran yang di perbuat laki-laki yang tadi mencegat mereka ketika hendak masuk ke ruangan ini.


Ia semakin kagum dan terpesona dengan gaya Tata yang tetap santai namun selalu bergerak cepat dan tegas dalam memberikan intruksi nya kepada orang-orang yang ia hubungi melalui sambungan telepon tadi.


"Ternyata yang di katakan Papi memang benar! Calon istriku ini memang bukan perempuan biasa dan bukan perempuan lemah, tetapi perempuan yang tangguh, dan dia mempunyai aura kepemimpinan yang kuat yang mungkin tidak akan gampang di goyah kan dengan hal apapun. Aku tidak akan melepaskan mu sayang? Dan aku akan selalu bersama mu dan tidak akan aku biarkan seorang pun menyakitimu sehelai rambut pun! " ucap Dave dalam hatinya sambil bertopang dagu memperhatikan gerak gerik Tata.


Tata yang menyadari Dave begitu lekat menatap dan memperhatikan nya hanya cuek saja pura-pura tidak tahu apa yang di lakukan pria Bule itu, ia tetap dengan pekerjaannya setelah selesai menghubungi Tegar.


"Kenapa Bang Kadir lama kali sih kasih kabarnya? Aku jadi berpikiran yang enggak-enggak ini! " ucap Sandra dengan menggigiti kukunya.


"Nih minum dulu! Duduk lah kau dulu! Gak usah kau berpikir begitu! Kau doakan saja mudah-mudahan gak apa-apa nya si Keyla! " sahut Susan dengan memberikan botol mineral ukuran kecil kepada Sandra.


Sandra dengan cepat menyambar mineral yang di berikan Susan dan meminumnya sambil duduk di kursinya.


Tidak lama kemudian, ponsel Sandra berbunyi tapi kali ini bukan panggilan telepon. Sebuah pesan dari Kadir yang mengatakan jika Kayla baik-baik saja saat ini dan sudah tenang karena sudah Kadir tenangkan dan membawa mereka pulang ke rumahnya. Kadir juga membawa Bi Sum pulang ke rumahnya dan untuk sementara waktu rumah kontrakan Anika dan Riko di biarkan kosong sampai keadaan kembali aman.


"Alhamdulilah ya Allah... " ucap Sandra dengan penuh syukur dan bernafas lega.


"Gimana? " tanya Susan penasaran.


"Kayla udah gak papa, gak shock lagi. Sekarang udah di bawa Bang Kadir pulang ke rumahnya, sama Bi Sum juga. Karena kata Bang Kadir kasihan kalau Bi Sum di biarkan sendiri di kontrakan itu dengan keadaan yang seperti ini. Takutnya nanti laki-laki itu nekat menerobos masuk ke rumah dan menyakiti Bi Sum. " jawab Sandra dengan menghela nafas nya.


"Bagus itu, aku setuju dengan tindakan Bang Kadir! " ucap Tata mengangguk pelan.


"Oh ya Tet, boleh gak hari ini menjelang makan siang aku ke sana! Aku belum tenang sebelum melihat sendiri keadaan Kayla! " pinta Sandra dengan penuh harap.


"Boleh.... " jawab Tata sambil jari jemarinya bermain di atas laptop.


"Terimakasih.... Kau memang sahabat ku yang T. O. P ! " sahut Sandra dengan tersenyum lebar.


"Cih, ada maunya aja ngomong gitu kau! " celutuk Susan dengan bibir manyun.


"Sirik wlee.... " jawab Sandra dengan mengeluarkan lidahnya mengejek Susan.


Dave hanya mengamati obrolan tiga perempuan yang ada di hadapannya sambil mengemil makanan yang tadi ia pesan. Tiba-tiba saja ponsel nya berbunyi dan terpampang nama Arka yang memanggilnya.


Dave pun pergi keluar untuk menjawab panggilan dari Arka dan Tata menghentikan mengetik nya memperhatikan mimik wajah Dave ketika menerima telepon karena kebetulan Dave berdiri di depan pintu yang tidak ia tutup lagi sehingga Tata bisa melihatnya dengan jelas tanpa terhalang apapun.


"Aku kira ia akan pergi jauh untuk menerima panggilan seperti laki-laki yang di sinetron-sinetron, yang tidak mau pembicaraan nya terdengar oleh orang lain. Tapi nyatanya ia hanya keluar karena menjaga jarak saja. Tapi apa yang mereka bicarakan ya? Wajahnya terlihat serius amat! Siapa yang menelpon? Astaga Tata!! Kepo banget sih ! Kayak istri yang takut suaminya selingkuh diam-diam! Duh, bisa-bisanya aku penasaran kayak gini! Bisa malu aku kalau si Bule tahu aku kepoin! " rutuk Tata dalam hati sambil memukuli kepalanya berkali-kali dengan pena.


Di depan pintu, Dave mengernyitkan dahinya melihat Tata memukul pelan kepalanya dengan pena. Ia menyudahi panggilan telepon itu dan berjalan mendekati Tata.

__ADS_1


"Kenapa dengan kepala mu, sayang? " tanya Dave begitu ada di hadapan Tata.


Tata yang tidak sadar akan kehadiran Dave yang sudah tegak di depannya, gelagapan dan merutuki dirinya sendiri yang lengah dan masih saja mengumpat diri sendiri yang tiba-tiba kepo dengan urusan orang.


"Eh anu! Itu, agak sedikit pusing aja! " jawab Tata dengan berbohong dan wajah menunduk sebentar.


"Ya sudah, jangan di paksakan kerjanya! Kalau capek istirahat! " ucap Dave dengan nada khawatir.


Tata menganggukkan kepalanya dan ia merasa agak bersalah berbohong ketika melihat raut wajah Dave yang benar-benar sangat khawatir akan keadaan nya.


"Oh ya, aku mau ke kantor pusat dulu! Arka tadi nelpon katanya ada urusan yang harus aku selesaikan! Dia tidak bisa meng-handle nya karena mereka tetap menginginkan kehadiran ku! Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku! " sahut Dave sambil memakaikan jaketnya yang tadi ia taruh di atas sofa.


Setelah jaketnya terpasang rapi, ia pun mendekati Tata dan cup... Sebuah ciuman mendarat di pipi kanan Tata yang mana langsung membuat sang empu punya pipi melotot kaget.


"Bye sayang! Assalamu'alaikum! " ucap Dave dengan santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Dasar Bule mesum! Sempat-sempatnya dia mencium pipiku! Mana di depan duo curut lagi! Bikin malu saja! " batin Tata dengan wajah yang memerah.


"Cie-cie... Ada yang bersemu merah dapat vitamin dari si doi! " goda Susan dengan bersiut-siut.


"Tet, sepertinya babang Bule sudah tidak sabar lagi untuk mengurung kau di dalam kamar! Noh, buktinya nyosor mulu kayak soang! Sepertinya, habis masa iddah kau nanti kalian harus di halalkan segera! Bisa bahaya kalau babang Bule nyosor mulu, auto kebablasan nanti ! " cerocos Sandra tanpa filter.


"Iya beneran tuh! Aku setuju! " sahut Susan membenarkan kata-kata Sandra.


Tata hanya mencebik bibirnya mendengar ucapan sahabat-sahabatnya. Seketika ia membenarkan dalam hati kata-kata Sandra, karena bagaimana pun juga ini pertama kalinya ia skinship dengan lawan jenis karena sewaktu menikah dengan Dika ia tidak mendapatkan semuanya itu karena mereka yang berjauhan lantaran merawat Ibuk nya yang sedang sakit kala itu.


"Ya Allah... Bantu aku agar terhindar dari godaan syaitan yang terkutuk! Jangan sampai aku melakukan hal-hal yang sangat Engkau benci ya Allah! " batin Tata meringis dalam diam.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Dave melangkahkan kaki panjangnya memasuki lobi kantor, yang mana langsung membuat para pengunjung dan karyawan perempuan berbisik-bisik mengagumi wajah tampan Bule nya. Meskipun raut wajahnya sangat dingin dan datar, namun tidak membuat ia kehilangan pesona nya di kalangan kaum hawa. Justru itu semakin membuat daya tarik nya semakin meningkat.


"Oh my god.. Kapan ya gue bisa ngedate sama Bos ganteng? Wajah cool nya itu bikin hati gue cenat cenut pengen di halalin... " ucap salah satu resepsionis yang menatap Dave dengan tidak berkedip.


"Woi! Sadar diri! Jangan mimpi! Mana mungkin orang besar kayak gitu melirik remahan rengginang kayak elo! " celutuk teman di samping nya tanpa perasaan.


"Sirik aja loe.. Suka-suka gue lah, mau mimpi kek, menghayal kek, bodo amat! " jawab nya dengan sewot.


"Dih, dibilangin baik-baik marah! " ucap temannya lagi dengan santai.


Resepsionis tadi tidak memperdulikan omongan teman sebelahnya, ia masih terus merenung sambil senyum-senyum sendiri.


Sedangkan yang di omongin sudah sampai di ruangan nya yang di sambut Arka dengan tumpukan berkas-berkas yang menggunung di atas meja kerjanya.


Dave menghempaskan bokong nya di kursi kebesaran nya dan mengambil kasar berkas-berkas tersebut dengan hati yang dongkol.


"Apa lagi yang harus aku lakukan selain menandatangani berkas-berkas ini! " tanya Dave dengan datar.


"Bertemu dengan klien penting dari Belanda ketika makan siang nanti! " jawab Arka dengan cueknya.


Arka tidak perduli dengan suasana hati Bos nya yang dongkol karena meninggalkan kekasihnya di Resto. Toh, itu semua juga bukan keinginannya. Ia tidak mungkin menandatangani berkas-berkas penting perusahaan karena ia hanya tangan kanan merangkap asisten pribadi, bukan pemilik perusahaan. Arka dengan santai mengerjakan pekerjaan nya tanpa memperdulikan wajah dingin dan datar Dave.


Dave yang sedang separuh jalan memegang berkas, langsung menghentikan kegiatan nya karena teringat akan sesuatu. Ia merogoh kantong jaketnya dan mengambil ponsel. Ia mengutak-atik ponsel tersebut dan terlihat menghubungi seseorang.


"Phoenix.... Awasi dan kawal diam-diam kemanapun kekasihku pergi! Jangan sampai lengah dan terjadi sesuatu dengan kekasih ku! Jika tergores saja kulitnya seujung kuku, kalian akan aku panggang hidup-hidup di ruangan eksekusi! " ucap Dave dengan suara tajam dan wajah yang menakutkan.


Setelah mendapatkan jawaban dari seberang sana, Dave menutup kembali ponselnya dan melanjutkan lagi kegiatannya dengan ekspresi yang dingin dan datar.

__ADS_1


"Gila! Serem banget si Bos kalau ia sudah menunjukkan taringnya! Bikin bulu kuduk ku merinding! Meskipun aku sering melihat ia dalam mode seperti itu, tetapi kenapa sampai sekarang aku masih merinding? Padahal bukan sekali dua kali aku melihatnya seperti ini! " batin Arka dengan bergidik ngeri.


Tiga puluh menit yang di butuhkan Dave untuk menandatangani berkas-berkas yang ada di atas meja nya. Ia kemudian bangkit dari kursi kebesarannya menuju lemari pendingin yang ada di samping meja Arka.


Ia membuka minuman kaleng yang ia ambil dan meminumnya sambil duduk kembali di kursi panasnya.


"Bangunkan aku ketika waktu bertemu klien tiba! Aku ingin memejamkan mataku sejenak! " ucap Dave setelah minumannya habis.


Ia lalu meletakkan kaki nya di atas meja dan mulai menutup mata matanya secara perlahan dengan tangan terlipat di dada.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Menjelang makan siang, Sandra sudah meluncur ke rumah kontrakan Kadir dengan membawa berbagai jajanan dan nasi kotak untuk mereka makan siang bersama.


"Tok.... Tok... Tok... Assalamualaikum, Bang! " ucap Sandra dari luar.


"Waalaikumsalam salam! Eh eneng cantik udah datang! " jawab Bi Sum yang membukakan pintu rumah.


"Abang mana Bi? " tanya Sandra dengan meletakkan barang-barang yang ia bawa di bantu Bi Sum ke atas meja.


"Barusan keluar Neng, beli obat untuk neng Kayla! " jawab Bi Sum dengan wajah sedih.


"Apa??? Kayla sakit?? Trus Kayla dimana dan Kana juga gimana? " tanya Sandra beruntun dengan wajah panik.


"Neng Kayla ada di kamarnya, Neng Kana barusan tertidur setelah Bibi kasih susunya! " jawab Bi Sum lagi.


Sandra pun bergegas ke kamar depan dan langsung masuk. Ia langsung masuk dan melihat Kayla sedang terbaring dengan mata terpejam. Sandra berjalan pelan mendekati Kayla, namun baru dua langkah ia berjalan, Kayla membuka matanya dan menoleh. Ia langsung terduduk dengan menangis memanggil Sandra.


"Mama..... Hiks.... Hiks... Mama.... Ila takut! " ucap nya sambil menangis.


Sandra langsung duduk di atas tempat tidur dan meraih Kayla ke dalam pelukan nya. Ia merasa tubuh Kayla agak hangat dan ia semakin mengeratkan pelukan nya dengan mengusap pelan punggung Kayla.


Bi Sum terharu melihat Sandra yang memeluk Kayla dengan penuh kasih sayang dan ia pelan-pelan keluar dari kamar tersebut meninggalkan mereka berdua di sana.


"Cup... Cup... Cup.. Sayangnya Mama! Gak boleh takut, ada Mama di sini! Jangan nangis ya sayang? Mama jadi nangis juga kalau Ila masih nangis kayak gini! " ucap Sandra dengan lembut.


"Mama gak akan pergi ninggalin Ila kan? Ila takut kalau sendiri, Ma? " sahut Kayla dengan suara seraknya.


"Iya... InsyaAllah Mama di sini kok, jagain Ila sama Papa, Bi Sum dan adek Kana! " jawab Sandra lagi dengan membelai rambut Kayla.


"Kamu sudah datang, sayang! " ucap Kadir yang baru datang dari luar.


"Iya, Bang! Baru sepuluh menit yang lalu! " jawab Sandra tanpa melepaskan pelukan Kayla.


"Oh ya ini obat demamnya Kayla! Ayo nak kita makan dulu, abis itu minum obatnya. Biar Kayla gak demam lagi dan bisa bermain lagi dengan dedek Kana! " bujuk Kadir mencoba meraih tubuh Kayla.


"Aku bawa makanan loh Bang untuk kita semua! Ayu sayang kita makan sama-sama! Mau Mama suapin? " ucap Sandra sambil bertanya kepada Kayla.


Kayla menganggukkan kepalanya dan perlahan ia melepaskan pelukannya, kemudian Kadir menggendong nya keluar kamar dan membawanya ke meja makan.


"Bi.... Bibi.... Ayo kita makan sama-sama! " panggil Sandra kepada Bi Sum yang ada di kamar yang kedua bersama Kana yang tertidur.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan ๐Ÿ’•๐Ÿ˜..

__ADS_1


__ADS_2