
Malam harinya selepas magrib, Mami Sita pulang ke rumah di jemput sang suami dengan Ibuknya Tata yang datang menemani bersama Mak Ijah. Papi Dayton memberikan pesan agar Dave rutin menjenguk si kembar dan mengawasi pengawal yang menjaga ruangan si kembar agar tidak kecolongan di masuki orang yang tidak dikenal.
Arkan membantu Dave dalam mengawasi kamar si kembar sembari melihat si kembar walaupun dari kaca luar.
"Non.. ! Ini Mak masakkan makan malam untuk Non agar Asinya banyak dan cepat keluar! " ucap Mak Ijah menawarkan makanan yang ada dalam rantang yang ia bawa.
Mak Ijah pun membuka rantang dan memperlihatkan isinya pada Tata. Sayur bening daun kelor dengan jagung, ayam goreng berbumbu, dan nasi hangat. Tak lupa buahnya yang sudah di potong dadu dalam sebuah mangkok plastik khusus.
"Mau Mak ! " pinta Tata dengan mata berbinar.
"Ibuk sengaja minta masak Ijah daun kelor yang khasiatnya merangsang produksi Asi mu Dek! Ibuk yakin tak lama lagi Asi mu akan keluar! " ucap Ibuk yang duduk di kursi samping bed Tata.
"Ayo Non makan biarkan Mak suapin! " ucap Mak Ijah dengan sepiring nasi lengkap di tangan nya.
"Biar Tata sendiri Mak! Mak duduk aja di sana! " tolak Tata dan mengambil piring tersebut dari tangan Mak Ijah.
Mak Ijah membiarkan Tata makan sendiri, ia pun duduk di sofa. Dave lagi ke ruangan bayi bersama Arkan guna mengingatkan penjaga ruangan tersebut agar berhati-hati dan mengawasi dengan ketat Dokter atau suster yang memasuki ruangan tersebut selain Suster yang memang di tunjuk sebelum nya.
Tata baru saja selesai makan dan minum saat Dokter Aisyah datang memasuki kamar nya bersama dua orang yaitu bidan dan perawat.
"Assalamualaikum Tata.. ! Gimana keadaan nya sekarang? Udah mulai bergerak pelan-pelan? Atau ada keluhan lain? " sapa Dokter Aisyah sembari bertanya dengan senyuman manis.
"Waalaikumsalam Tante! Alhamdulillah sudah lebih baik! Hanya bergerak di atas tempat tidur aja Tante, soalnya belum berani mau jalan! " jawab Tata jujur.
"Pelan-pelan aja turun nya di bantu suami atau orang tua! Biar ototnya gak kaku dan usahakan berjalan sebentar saja! Apa Asi nya sudah keluar?? " ucap Dokter Aisyah lagi sambil bertanya.
"Belum Tante.. ! " jawab Tata lagi.
__ADS_1
"Ya udah, wajar kok kalau belum keluar Asi nya! Nanti Bidan Maria akan memberikan pelajaran pijatan di sekitar payu dara Tata untuk merangsang produksi Asi. Tata bisa meminta suami untuk membantu melakukan pijatan tersebut setiap dua jam sekali selama 15 menit." ucap Dokter Aisyah dengan menunjuk Bidan yang ia bawa tadi.
"Iya Tante.. ! Oh ya Tante, bisa gak Suster Mila dan Suster Sari yang di tugaskan untuk menjaga anak-anak Tata di ruangan khusus mereka?? " ucap Tata dengan meminta bantuan pada Dokter Aisyah.
"Tentu saja bisa! Nanti akan saya katakan pada Suster yang jaga dengan Direktur rumah sakit juga agar memberikan surat tugas nya! Kalau begitu saya permisi dulu ya.. Mari Bu, Tata! " sahut Dokter Aisyah dengan mengangguk dan menyapa Ibuk Tata dan Mak Ijah sebelum keluar dari ruangan Tata.
"Saya permisi dulu ya Bu Tata mau ambil boneka peraga sembari menunggu suami Ibu datang! Kita akan langsung melakukan pijat Laktasi atau pijat Oksitosin. " ucap Bidan Maria keluar sebentar.
"Iya Bu Bidan, silakan! " sahut Tata ramah.
Bidan Maria pun keluar dari ruangan Tata dan tinggal mereka bertiga saja di ruangan tersebut.
"Non, biar Mak aja ya yang nyari Den Dave! Dari pada kita nunggunya datang nanti kelamaan itu Bidan di sini! " ucap Mak Ijah memberikan usulan.
"Iya deh Mak! Kalau Mak bingung ruangan nya Mak tanya sama perawat yang Mak temui untuk minta tolong di antar kan. " sahut Tata mengizinkan Mak Ijah mencari suaminya.
"Alhamdulilah ketemu Den Dave di sini! " ucap Mak Ijah dengan wajah lega.
"Loh, emangnya kenapa Mak? Apa terjadi sesuatu sama Tata?? " tanya Dave dengan raut muka tiba-tiba panik.
"Eh bukan Den.. Non Tata gak papa, cuma Aden di cariin Non Tata supaya bisa bantu Non Tata pijat Asi sama Bu Bidan. " jawab Mak Ijah cepat agar Dave tidak berprasangka yang macam-macam.
"Syukur lah kalau gitu! Ayo Mak kita balik lagi ke sana! " ucap Dave menarik napas lega sembari mengajak Mak Ijah kembali ke ruangan Tata.
Mereka berdua pun berjalan bersisian menuju ruangan Tata dan ternyata Bidan Maria sudah ada di dalam lengkap dengan patung setengah manusia yang tergeletak di atas meja kecil yang memang di persiapkan untuk meletakkan patung tersebut.
"Karena Bapak sudah datang, ayo Pak ambil posisi karena kita akan melakukan pijat Oksitosin atau yang lebih di kenal dengan pijat laktasi. " ucap Bidan Maria dengan ramah pada Dave.
__ADS_1
Dave mengambil posisi di belakang Tata yang sudah duduk manis di atas bed nya sesuai arahan Bidan Maria yang juga memposisikan dirinya di belakang patung setengah itu.
"Ayo Pak, posisikan kedua tangan Bapak seperti yang saya lakukan seperti ini pada payu dara Ibu! " ucap Bidan Maria yang langsung membuat muka Tata bersemu merah karena malu.
"Bukan seperti itu Pak! Agak geser sedikit ke kanan! Nah, itu yang benar! " ucap Bidan Maria lagi saat Dave kurang betul posisinya.
"Pertama-tama posisikan kedua telapak tangan pada bagian depan payu dara, dan gerakkan satu keatas dan satu kebawah seperti yang saya lakukan sekarang ini! Ulangi gerakan yang tadi hingga 15-20 kali. Kedua buat gerakan melingkar di sekitar area pu ting sebanyak 15-20 kali, lalu urut secara perlahan seperti ini dengan pelan mulai dari arah bawah hingga mengerucut ke bagian pu ting. " ucap Bidan Maria memperagakan pijat laktasi tersebut pada patung yang ia bawa.
Dave mengikuti arahan tersebut dengan serius dan tekun meski pada awalnya ia juga malu sama seperti ekspresi istrinya tadi.
"Bu Bidan, kira-kira berapa kali dan berapa lama melakukan pijat laktasi ini?? " tanya Dave penasaran.
"Sehari dua kali Pak! Selama 30 menit. Lebih bagus dilakukan sebelum Ibu tidur, seperti malam ini! " jawab Bidan Maria dengan ramah.
"Jika sudah selesai pada bagian payu dara, Bapak pindah lagi pijat nya pada punggung belakang Ibu seperti ini! lakukan dengan gerakan pelan yang seperti ini ya Pak! Nah, iya seperti itu! Bapak hebat sekali! Saya rasa tidak lama lagi Asi Ibu akan keluar karena Bapak sudah nampak ahli dalam memijat punggung Ibu! " ucap Bidan Maria dengan tersenyum bangga pada ke tanggapan Dave dalam mengikuti instruksi nya.
"Hehehehe.. Bu Bidan bisa aja! Gimana sayang, enak gak pijatan aku tadi? " sahut Dave merendah sembari bertanya pada sang istri.
"Enak Mas! Nanti punggung aku pijat lagi kayak tadi ya Mas, soalnya efek pijatan Mas langsung ngena ke bagian dada aku! " jawab Tata jujur.
"Oke sayang! " ucap Dave dengan wajah sumringah.
"Saya senang banget lihat suami yang selalu membantu dan mensupport istri seperti Bapak ini! Karena banyak di luaran sana para suami tidak perduli dengan keadaan istri setelah berjuang melahirkan anak nya! Mereka kira setelah bayi keluar persoalan sudah beres, karena nyatanya itu baru awalnya saja. Makanya banyak di luaran sana para Ibu baru sering mengalami baby blues karena sikap sang suami dan orang di sekitar nya yang membuat Ibu baru seperti itu. Mudah-mudahan Bapak dan Ibu selalu mensupport satu sama lain nya dan bahagia selalu bersama anak-anak! Kalau begitu saya permisi dulu ya Pak, Bu! Semoga Asi Ibu segera keluar dan bisa mengAsihi anak-anak Ibu! Saya permisi! " ucap Bidan Maria dengan tersenyum bahagia dan pamit pada Ibuk dan Mak Ijah juga.
"Terimakasih Bu Bidan atas pelajaran nya tadi! Semoga Bu Bidan selalu sukses! " jawab Dave sebelum Bidan Maria menutup pintu ruangan Tata.
"Sama-sama Pak! Mari Pak, Bu! " sahut Bidan Maria mengangguk sopan.
__ADS_1
Bersambung...