Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Rezeki anak sholeh...


__ADS_3

Tata memasuki ruang perawatan Dika mantan suaminya yang di dalam nya ada polisi yang berjaga dan seorang perawat yang memantau kondisi Dika.


Ia terenyuh melihat kondisi Dika yang sebagian wajahnya tertutup alat bantu kehidupan. Tubuhnya kurus, rambutnya agak memanjang seperti tidak terurus sama sekali dan terdengar suara komputer yang bunyi nyaring menandakan jika masih ada kehidupan di tubuh kurus itu.


Ia memakai pakaian khusus yang di berikan polisi yang berjaga dan berjalan pelan mendekati Dika. Dengan mendekati telinga Dika, Tata menyampaikan isi hati nya.


"Mas.... Itu dulu panggilan yang aku sematkan padamu! Dan sekarang panggilan itu aku berikan untuk suamiku yang sekarang Mas Dave! Apa kabar Bang! Aku tidak menyangka jika kita akan bertemu di situasi yang seperti ini! Apa yang terjadi padamu Bang? Kenapa kau jadi seperti ini? Apa kau menyesal sudah menyakiti aku sehingga kau lampiaskan dengan menyakiti dirimu sendiri? Jujur saja aku dulu masih sakit hati pada penghianatan mu Bang, tapi balik lagi aku berpikir kalau semua ini juga ada peran ku yang tidak bisa menjadi istri yang baik untuk mu! Tapi sekarang ini aku malah bersyukur dengan kejadian itu aku bisa bertemu dengan suamiku yang sekarang, yang begitu mencintai ku dan takut akan kehilangan diriku! Aku tidak pernah penyimpanan dendam padamu Bang, atau pada Mama mu! Aku hanya ingin kalian berubah dan mempertanggungjawabkan kesalahan kalian agar kalian bisa hidup lebih baik lagi! Jika kau ingin meminta maaf dengan memanggil namaku, aku sudah memaafkan mu Bang! Aku benar-benar sudah memaafkan mu! Berusaha lah untuk kuat dan sadar Bang, jangan biarkan mereka yang menyayangi mu bersedih seperti Bang Kadir, Anika dan Nana yang selalu menunggu engkau sadar dan sehat kembali! Aku pamit pulang Bang! Semoga Allah mengangkat penyakit mu hingga tidak tersisa! " bisik Tata di telinga Dika.


Tidak ada jawaban, hanya suara monitor yang berbunyi nyaring dengan gambar garis EKG yang menunjukkan aktivitas tubuh Dika.


Tata menatap sebentar tubuh lemah Dika sebelum ia berbalik menuju pintu untuk keluar dari ruangan tersebut. Begitu tubuh Tata tertutup pintu, Dika mengeluarkan air mata nya dengan tubuh yang masih tidak bergerak.


Kadir dan Riko menunggu Tata di depan pintu dengan perasaan cemas akan keadaan Dika. Mereka sontak mendekati Tata begitu melihat pintu terbuka dan Tata keluar. Mereka kembali lesu saat Tata menggelengkan kepalanya tanda Dika masih seperti semula dan belum sadar juga.


"Maaf ya Bang kalau sampai sekarang ini Bang Dika belum juga sadar, padahal Tata sudah datang ! " ucap Tata dengan wajah sendu.


"Gak papa Ta... Namanya juga usaha, dan setidaknya Dika sudah mendengar suara mu! Mudah-mudahan ia berjuang untuk sembuh setelah mendengar suara mu tadi ! " jawab Kadir dengan optimis.


"Aamiin.... Mudah-mudahan aja ya Bang! " sahut Tata mengamini doa Kadir.


Dave berjalan mendekati istrinya saat Tata berbincang dengan Kadir di depan pintu ruangan Dika.


"Sudah selesai sayang?? " tanya Dave lembut.


"Sudah Mas, oh ya Bang kalau begitu kami pamit pulang dulu ya? Ko, jagain Bang Kadir agar memperhatikan kesehatan nya! Kau juga jangan lupa untuk istirahat karena ada Anika yang membutuhkan mu! " ucap Tata dengan berpesan kepada Riko sekalian pamit pulang.


"Iya Kak... ! Terimakasih sudah datang! " jawab Riko patuh dan menganggukkan kepalanya.


Tata dan Dave pun berjalan meninggalkan Kadir dan Riko yang kembali duduk menunggu di luar.


"Mas, bentar lagi mau Magrib! Kita ke masjid depan aja dulu ya sambil nunggu waktu Magrib! Mau langsung jalan pulang pun tanggung banget nanti sampai rumah Magrib nya keburu abis! " ucap Tata dengan menunjuk masjid yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit tersebut.


"Benar juga ya.. ! Ya udah kita nunggu di masjid saja sekalian sholat maghrib di sana! " sahut Dave mengikuti ucapan istrinya.


"Ya udah yuk... ! Kita jalan kaki saja dan biarkan Mang Samson yang duluan pakai mobil ke sana! " ajak Tata dengan wajah bahagia.


"Oke deh... ! Tunggu sebentar ya... ! " sahut Dave seraya berjalan mendekati mobil mereka dan berbicara sebentar dengan Samson.


"Yuk.... ! " ajak Dave dengan mengulurkan tangan nya agar di genggam Tata.


Tata menyambut uluran tangan suaminya dengan senang hati. Mereka berjalan keluar dari rumah sakit dengan bergandengan tangan menuju masjid yang tidak jauh lokasinya dari rumah sakit tersebut.


🌿🌿🌿


Di sebuah rumah...

__ADS_1


Orang suruhan galang sedang bersiap-siap saat mata-mata mereka yang bertugas mengawasi kediaman Ryder memberikan kabar kalau orang yang mereka incar akhirnya keluar rumah juga.


"Sudah aku bilang kalau mereka pasti akan keluar dari rumah itu! " ucap Ketua mereka dengan sombong nya.


"Bos benar! Apa yang akan kita lakukan sekarang Bos? " ucap anak buahnya sembari bertanya.


"Jangan bertindak gegabah! Kalian bersiap-siap saja lah dari sekarang! Untuk malam ini biarkan saja dulu dan tetap awasi seperti biasanya! Tunggu aba-aba dari ku jika kalian akan bertindak dan jangan mendahului ku karena jika misi ini gagal, maka aku sendiri yang akan melenyapkan kalian dengan pistol ini! " perintahnya dengan memainkan sebuah senjata api yang ia pegang di tangan kanannya.


"Baik Bos.. ! " jawab anak buahnya dengan wajah ketakutan.


Ia pun bergegas meninggalkan Bos nya dan bergabung dengan teman-teman nya yang lain. Sebagian dari mereka kembali mengawasi kediaman keluarga Ryder dan sebagian lagi membuntuti mobil yang di tumpangi Tata ke rumah sakit tadi.


"Ha.... Ha.... Ha.... Sudah saat nya kau berada dalam genggaman ku cantik! Aku rasa aku tidak akan melepaskan perempuan cantik dan menarik seperti mu begitu saja! Aku akan menyimpan mu untuk diriku sendiri! Ha.... Ha... Ha... ! " King Cobra tertawa dengan lantang seraya melihat foto Tata.


Di tempat yang berbeda, Galang yang baru saja melakukan transaksi usaha ilegalnya memasuki markas rahasianya tempat ia menyimpan barang-barang seludupan agar tidak di ketahui siapa pun kecuali Bima tangan kanannya.


"Bagaimana? Apa ada kabar dari pembunuh bayaran itu? Kenapa sudah sebulanan ini tidak ada kabar apa pun? Baik itu dari mereka atau dari keluarga sok suci dan sok baik itu! " tanya Galang dengan gusar.


"Belum ada Tuan! Terakhir kali mereka memberikan kabar dua minggu lalu yang mengatakan jika target tidak keluar rumah dan mereka masih mengawasi kediaman mereka untuk melihat keberadaan target! " jawab Bima dengan serius.


"Ya sudah kalau begitu! Kita tunggu saja beberapa minggu lagi! Kalau tidak ada kabar juga, aku akan mencari orang lain lagi yang bisa di andalkan memberikan mereka pelajaran! " ucap Galang lagi dengan agak sedikit kesal.


Bima hanya diam saja dan kembali melanjutkan pekerjaan nya sebelum Galang kembali marah-marah karena tidak sesuai dengan keinginan nya.


🌿🌿🌿


Ternyata sesampainya di rumah Grandfa dan Grandma nya Dave sudah ada di rumah dan sedang duduk santai bersama keluarga yang lain.


"Kalian sudah pulang? Kalau belum makan malam, langsung aja ke ruang makan! Kami sudah makan semua tadi! " ucap Mami Sita saat mereka berdua menyalami semua orang kecuali Giselle dan Marcell.


"Kami sudah makan Mi... Sengaja makan dulu sehabis Magrib tadi! Oh ya, Tata mau bersih-bersih dulu ya Mi? Soalnya banyak kuman dari rumah sakit! " jawab Tata seraya pamit ke kamar nya.


Mami Sita mengangguk pelan dan ia mencekal tangan Dave saat Dave juga ingin ikut naik ke kamarnya.


"Eits tunggu dulu! Biarin Tata yang mandi duluan! Jelasin sama Mami kalian dari mana saja sih? " ucap Mami Sita sedang isyarat tangannya agar Dave duduk.


"Kasih tau gak ya?? Kasih tau gak?? " sahut Dave pura-pura berpikir πŸ€”..


"Gak usah main-main! Mami serius ini! " ucap Mami Sita dengan menatap tajam Dave.


"Galak amat ibu ratu.. ! Kami dari rumah sakit jenguk mantan suaminya Tata yang pingsan dan kritis !" jawab Dave dengan wajah merenggut.


"Mantan nya yang di penjara itu?? " tanya Mami Sita lagi.


"Hooh... " jawab Dave dengan mengangguk.

__ADS_1


"Emangnya dia sakit apa? " tanya Papi ikutan bertanya.


"Belum tau juga, kata kakak nya serangan jantung mendadak dan masih di periksa lebih teliti lagi agar tahu lebih jelas penyakitnya apa! " jawab Dave seraya mengangkat bahunya.


"Kasihan juga ya nasib nya... ! " ucap Mami Sita prihatin.


"Mami kok kasihan sama orang lain sih! Emang gak kasihan sama anaknya? Emang Mami mau Tata kembali peduli lagi dengan mantan nya terus balikan lagi mereka? " protes Dave dengan nada ketus.


"Eh Bule gemblung... ! Oon jangan di pelihara! Buang sana! Kalau Tata masih ada hati sama mantan suaminya itu gak bakalan ia cerai dan nikah sama kamu! Heran Mami, Kadang-kadang kemana itu otak pintar mu waktu sekolah dulu? Kalau Tata peduli itu wajar karena ia masih punya hati nurani buat kasihan sama orang lain! Takut kehilangan sih gak papa, tapi jangan berlebihan gitu, dodol! " ucap Mami Sita dengan memukuli bahu Dave karena geram.


"Dave kan cuma jaga-jaga Mi biar gak kejadian beneran! " sahut Dave membela diri.


"Dasar Bapak sama anak sama saja! Sama-sama cemburuan dan posesif! " gerutu Mami Sita dengan wajah kesal.


"Kok Papi yang di bawa-bawa sih Honey?? " ucap Papi Dayton protes.


"Kenapa? Gak suka karena semuanya itu benar? Iya?? " sahut Mami Sita menatap galak suaminya.


"Bukan itu sayang... ? Maksud Papi itu, Dave yang di omelin masa Papi juga ikutan di omelin! " ucap Papi Dayton dengan lembut.


"Jiah.... Lembut banget tuh omongan kayak agar-agar biar gak di omelin yayang! " ejek Dave seraya berlari ke lantai atas.


Papi Dayton melemparkan bantal sofa ke arah Dave namun tidak kena karena Dave berlari cepat menuju tangga. Semua yang ada di ruangan tersebut tertawa geli melihat perdebatan Mami Sita dengan anak dan suaminya.


Dave memasuki kamar nya dengan mata mencari sesuatu. Ia menuju walk in closet dan tidak ada siapapun di sana, lalu ia keluar lagi dan mendekatkan telinga nya di pintu kamar mandi.


"Ternyata masih mandi rupanya! Eh... tidak di kunci! Asyik... Kesempatan bagus ini, rezeki anak sholeh! Hi...Hi....Hi.....! " ucap Dave bersorak-sorai kegirangan saat ia membuka handel pintu kamar mandi dan terbuka.


Ia pengunci pintu kamar mereka, lalu membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya tanpa ada yang tersisa dan menaruhnya di keranjang cucian kotor.


Ia diam-diam membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam nya dengan berjalan pelan-pelan seperti seorang pencuri.


Tata yang sedang berendam di dalam bath up tidak menyadari kedatangan suaminya diam-diam masuk ke kamar mandi karena ia memejamkan matanya menikmati air yang membasahi seluruh tubuhnya dengan wangi Lavender kesukaannya.


Dave memasukkan kakinya ke dalam bath up yang suara gemericik tersebut membuat mata Tata terbuka dan ia tampak kaget melihat suaminya sudah masuk ke dalam bath up dengan tersenyum penuh arti.


"Astaga.... ! Bisa-bisanya aku lupa mengunci pintu dan memberikan singa lapar kesempatan untuk masuk! " ucap Tata mencibir dengan menepuk pelan jidatnya.


Dave hanya terkekeh mendengar ucapan bermakna cibiran dari istrinya itu. Ia mulai melakukan aksinya bergerilya kedua tangannya di tubuh sangat istri. Tata pasrah dengan aksi suaminya karena ia tidak ada kesempatan untuk lari maupun berkelit dengan keadaan polos seperti ini. Ia menerima nasib nya di kerjain suaminya di kamar mandi entah untuk berapa lama.


Bersambung...


Bisa ae Babang bule mengambil kesempatan 🀭🀭🀭, Tata juga sih pakai lupa kunci pintu nya... Ya terima aja lah tanding gulat nya sama pak suami di kamar mandi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers ku tersayang...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2