
Tata benar-benar memanggil Angel untuk menemuinya di rumah sakit. Malam itu juga Angel terbang dari Medan ke Jakarta karena tidak ingin Tata menunggu lama kedatangan nya.
"Mudah-mudahan kakak gak shock saat melihat video ini! " gumam Angel pelan sesaat ia sudah di dalam pesawat.
Di rumah sakit Dave tidak berani mengajak istrinya bicara karena melihat raut muka istrinya yang tidak bersahabat seperti mau makan orang.
"Apa sih perkataan Angel yang membuat raut muka istriku jadi berbalik 180°! Mudah-mudahan bukan hal yang membuat sisi iblis istriku bangkit! " batin Dave dengan menghela napas pelan.
Keadaan Tata tidak baik-baik saja saat mendengar ucapan Angel yang membuat nya berpikir dengan keras hal apa yang akan di perlihatkan Angel pada nya hingga melarang siapapun selain dirinya melihat semua itu.
Flashback beberapa menit sebelum nya.
"Halo Angel! Temui aku sekarang di rumah sakit ! Ada yang harus aku tanyakan padamu terkait kakak iparku dan anak-anak nya! Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi! " ucap Tata begitu panggilan di jawab Angel.
"Baik Kakak! Aku lagi di Medan sekarang, aku akan terbang malam ini juga ke Jakarta! " jawab Angel dari seberang sana.
"Oke! Aku tunggu di sini! " ucap Tata lagi.
"Iya Kak! Oh ya bisa kah nanti hanya kita berdua saja karena apa yang aku tunjukkan begitu sensitif dan penuh privasi! Karena bagaimana pun juga ini menyangkut harkat dan martabat seorang wanita! " pinta Angel yang membuat Tata risau dan cemas secara bersamaan.
"Apa maksud mu Angel! Kau jangan buat aku menebak yang bukan-bukan! Katakan apa yang kau rahasiakan! " tanya Tata dengan nada tegas.
"Maaf kakak! Aku tidak bisa mengatakan langsung di telepon! Kakak nanti bisa melihat langsung karena lidah ku berat untuk mengatakan nya! " Jawab Angel penuh dengan teka-teki.
"Baiklah kalau begitu, aku tunggu segera di sini! Hanya ada kau dan aku ! " ucap Tata mengalah.
Flashback Off.
Pagi harinya..
Tata memutuskan untuk memompa Asi nya karena ia ingin fokus dengan pembicaraan nya dengan Angel beberapa jam lagi.
Ia bahkan sudah meminta Dave agar memberitahu keluarga nya untuk tidak berkunjung seharian ini dengan alasan ada kunjungan dari sahabat-sahabatnya.
Ia juga meminta Dave nanti menunggu nya di luar sembari melihat keadaan anak-anak mereka dari luar ruangan.
"Mas beneran gak boleh ikut ya yank?? Mas kan pengen tahu juga apa yang di rahasiakan Angel?? " bujuk Dave dengan memainkan rambut Tata yang menutupi sebagain muka nya.
"Gak Mas!! Ini hanya di lihat oleh perempuan saja, dan Mas gak boleh lihat! Nanti aja aku ceritain apa yang aku lihat sama Mas! " tolak Tata dengan tegas dan keukeh.
"Ish pelit banget!! Ya udah cium dulu sini! " ucapnya pasrah dan langsung melu mat bibir Tata sebelum Tata menjawab mau.
Bukan hanya sebentar, Dave mengambil vitamin C nya hingga bibir Tata sedikit membengkak dan hampir kehabisan napas.
"Dasar Bule mesum! Gak ngasih aba-aba main nyosor aja kayak soang! " gerutu Tata dengan menormalkan napasnya.
"Hehehehe... "sahut Dave cengengesan dan lagi-lagi mencuri kecupan di bibir sang istri.
Tata kembali melanjutkan kegiatannya memompa Asi untuk sang anak sebelum Angel datang. Setengah jam kemudian Angel datang setelah Dave menyerahkan botol Asi si kembar kepada Suster Mila.
"Kakak ipar, adakah disini ruangan yang kedap suara untuk kami bicara? Rasanya gak etis aku bicara di ruang rawat seperti ini! Aku takut nanti mengganggu kenyamanan pasien lain jika mendengar suara yang gaduh memekakkan kuping! " tanya Angel dengan wajah serius.
"Hei.. !! Apa yang kau bicarakan!! Kau pikir aku nanti akan ngereog gitu?? " seru Tata sewot.
"Untuk jaga-jaga aja Kak! Daripada nanti kejadian kan barabe kita nanti! " jawab Angel tidak mau kalah.
"Pakai ruang pribadi Papi aja yang di lantai paling atas! Papi punya ruangan sendiri jika mengontrol keadaan rumah sakit ini! Mas rasa ruangan Papi pasti ada peredam suaranya, jadi kalian bebas bicara di sana! " ucap Dave yang membuat Angel teriak kegirangan.
"Oke lah ! Minta kan kunci ruangan Papi ya Mas! Bilang aja aku ada perlu sebentar di sana sama Angel! " pinta Tata pada suaminya.
Dave langsung menelpon sang Papi untuk minta kunci ruangan Papi Dayton di rumah sakit tersebut.
__ADS_1
"Yank, kata Papi pakai aja ruangan nya dan kuncinya tanggal pernikahan Papi sama Mami ! " ucap Dave setelah panggilan telepon nya selesai.
"Wah daebak.. ! Kayak hotel ya ruangan nya pakai kunci kombinasi, bukan kunci manual! " ucap Angel dengan takjub.
"Ya udah, ayo kita ke sana! Mas tunggu di sini aja ya, siapa tau nanti ada yang datang bilang aja aku ada urusan sebentar! " ajak Tata dengan memakai jaket untuk menutupi pakaian pasien di tubuhnya.
"Ayo Kak! " sahut Angel dengan membawa tas laptop di tangannya.
Tata mengecup pipi Dave sebelum keluar ruang rawat nya berjalan menuju lift bersama Angel ke lantai paling atas bangunan rumah sakit ini.
Begitu mereka sudah keluar, Dave mengutak-atik ponsel pintar nya dan membuka CCTV yang terhubung ke ruangan pribadi Papi nya.
Tata menekan tombol kombinasi untuk membuka pintu ruangan tersebut dan klik bunyi pintu nya langsung terbuka. Angel menatap penuh kekaguman pada ruangan tersebut yang seperti sebuah hotel mewah.
"Gilak Kak! Ini ruang kerja apa hotel ya.. Mewah banget, meskipun ada meja kerjanya! Betah banget kalau kerja ruangan nya kayak gini! " ucap Angel dengan mengitari ruangan tersebut.
Tata hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Angel, ia langsung duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Jangan basa basi lagi Jel! Aktifkan peredam suaranya sekarang juga! Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi! " ucap Tata datar hingga membuat Angel menghentikan aksinya.
Ia cepat-cepat duduk dan mengeluarkan laptop nya dan mengutak-atik jemarinya di atas keyboard laptop.
"Sudah Kak! " ucap nya dengan tersenyum lebar.
"Sekarang katakan apa maksud perkataan mu di telepon malam itu! Kau membuat aku bingung dan bertanya-tanya Njel! " sahut Tata dengan tangan melipat di dada.
"Oke Kak! Sebenarnya aku udah meretas CCTV kediaman rumah tempat kakak ipar kakak dan anak-anak nya di rumah orang itu, Datuk rajo Saleh! Meskipun tidak banyak, aku berhasil mengambilnya dan menyimpan nya di laptop ini! Tapi, aku menemukan sesuatu yang mengejutkan di komputer pribadi anak Datuk tersebut Kak! Aku minta kakak siapkan mental kakak saat melihat video ini. Lihatlah video ini dulu sebelum kakak lihat rekaman CCTV di rumah itu! " ucap Angel dengan sangat hati-hati sambil menghadapkan layar laptop ke depan muka Tata.
Begitu play di klik Angel, Tata langsung melihat video tersebut dan dia langsung berdiri dengan tangan menutup mulutnya dengan wajah shock.
Matanya melihat ke arah Angel dan Angel menganggukkan kepala nya sebagai isyarat Tata meneruskan menonton video tersebut.
Tata kembali duduk dan matanya melihat ke layar laptop. Selama menonton, wajah nya memerah penuh amarah, kedua tangannya terkepal erat hingga urat tangan nya menonjol keluar.
Tata jongkok di lantai ubin sambil menangis histeris memukuli dada nya yang sesak. Bahunya naik turun dengan suara tangisan menyayat hati siapa pun yang mendengar nya.
Pintu ruangan terbuka, Dave masuk dengan wajah khawatir. Ia langsung berlari ke arah sang istri dan memeluk nya untuk menenangkan Tata.
Mencium bau parfum yang ia kenal, Tata menguat kan suara tangisannya sambil memeluk erat pinggang sang suami. Ia menenggelamkan dirinya di dalam pelukan Dave dengan menumpahkan tangisan nya.
Angel hanya diam dan memungut laptop yang hancur berantakan di lantai.
Karena tangisan istri tidak kunjung reda, Dave mengangkat tubuh mungil Tata dan membawanya duduk di atas sofa agar tidak kedinginan duduk di lantai.
Angel keluar dari ruangan tersebut entah mau kemana. Dave dengan sabar mengusap punggung Tata yang masih bergetar karena menangis. Tak lama Angel masuk dengan membawa sebotol air mineral dan memberikannya kepada Dave.
"Kakak ipar! Kasih kakak minum dulu biar gak terlalu sesak dan sedikit tenang!! " ucap Angel sambil menyerahkan botol tersebut kepada Dave.
Dave menerima air mineral tersebut dan meminta Tata untuk meminumnya sedikit. Tata menggelengkan kepalanya yang tiba-tiba sakit.
"Kepala aku pusing Mas!! Aku pengen tidur! Bawa aku ke kamar ya?? " pinta Tata dengan suara lemah.
Tanpa menjawabnya, Dave langsung menggendong tubuh mungil Tata dengan bridal style keluar dari ruangan tersebut menuju lift untuk turun ke lantai 5 tempat ruang rawat Tata.
Angel mengekori dari belakang dengan menutup pintu ruangan tersebut terlebih dahulu. Ia memasukkan laptop yang hancur ke dalam tas.
Selama di gendong Dave, Tata yang kecapekan menangis rupanya tertidur dengan mata sembab dan hidung memerah.
Dengan pelan dan gerakan hati-hati Dave meletakkan Tata di atas bed nya sambil mengusap punggung nya agar Tata tertidur pulas.
Tidak ada pembicaraan Dave dengan Angel atas apa yang menyebabkan Tata marah dan menangis histeris seperti itu. Angel bahkan mengutak-atik ipad nya yang sengaja ia bawa untuk berjaga-jaga kalau laptop nya rusak. Dan benar saja, firasatnya tidak meleset karena Tata langsung melempar laptop tersebut ke dinding hingga pecah dan hancur.
__ADS_1
"Kita bicara di Rooftop rumah sakit aja! " ucap Dave datar tanpa mau di bantah.
"Baik kakak ipar! Tapi gimana dengan kakak? Gak mungkin kita tinggal di sini sendiri.. " jawab Angel patuh sembari melihat Tata yang tidur dengan sorot mata prihatin.
"Sebentar.. ! Aku telpon Suster Mila dulu! " ucap Dave sembari mengutak-atik telpon nya.
Setelah berbasa-basi di telepon pada Suster Mila, Dave langsung menyuruh Angel untuk mengikuti nya menuju Rooftop rumah sakit.
Rooftop terlihat agak sepi hanya beberapa pengunjung yang duduk santai bersama dokter atau perawat. Rooftop sengaja di buat untuk tempat dokter dan perawat melepas penat dan lelah. Entah itu untuk makan atau untuk mengobrol sejenak dengan teman sejawat atau bersama keluarga seperti yang terlihat saat ini.
"Apa yang sebenarnya terjadi?? Aku memang melihat kalian di CCTV ruangan Papi, tapi aku tidak bisa mendengar pembicaraan kalian atau suara dari laptop yang di lempar istriku! " tanya Dave dengan mata menatap lurus dinding di depan nya.
"Silahkan kakak ipar tonton sendiri video nya pakai headset ini! Aku tidak mau orang lain mendengar suara video tersebut! Video nya sebagian sudah aku blur karena ini bukan hal yang bebas di tonton lawan jenis seperti kakak ipar! " jawab Angel dengan menyerahkan ipad nya ke tangan Dave lengkap dengan headset nya.
Dave membawa ipad tersebut ke sebuah bangku dan duduk di sana. Ia memasang headset di telinga sebelum menekan tombol play pada ipad tersebut.
Dave menonton dengan mata terbelalak kaget dengan tangan sebelah terkepal erat hingga urat-urat tangan nya keluar karena Dave memakai kaos oblong.
"Bangsat!! Bajingan!! " umpat Dave selama menonton.
Ia memejamkan matanya dengan napas turun naik menahan emosi yang bersemayam di dadanya. Ia meletakkan ipad tersebut di bangku sebelahnya setelah melepaskan headset pada telinganya.
Entah ini kebetulan atau tidak, tiba-tiba suasana Rooftop sepi dan tidak ada lagi orang di sana selain mereka berdua.
"Bangsat.. !! Bajingan!! Laki-laki iblis!! Biadab!! Bugh... Bugh... Bugh... " teriak Dave melampiaskan emosinya dengan memukuli dinding sambil mengumpat.
Angel menutup matanya melihat pandangan yang mengerikan tersebut dengan tubuh bergetar ketakutan. Sungguh aura Dave saat ini seperti iblis yang terbangun dari tidur panjang nya. Suasana nya juga agak seram seakan-akan ia mengeluarkan sihir dari tubuh nya yang membuat orang ketakutan.
"Gilak! Aku pernah lihat kakak ngamuk dan marah kayak orang kesetanan! Tapi sekarang ini aku lihat kakak ipar melebihi saat kakak marah dan ngamuk! Ini mah seperti kemarahan raja nya iblis! " batin Angel dengan memejamkan matanya.
"Hentikan Bro!! " teriak seseorang kencang dari belakang.
Arkan langsung berlari dan menahan Dave saat akan memukuli dinding yang saat ini penuh dengan darah nya.
"Kenapa kau melampiaskan amarahmu ke dinding hah!!! Kau mau tangan mu hancur ?? Kalau mau mau marah kau bisa melampiaskan nya di arena pertarungan!! Bukan di dinding ini! " teriak Arkan kencang dengan mata tajam menatap Dave.
"Kau lihat sendiri video yang ada di sana! Rasanya sekarang ini aku ingin membunuh orang dan memutilasinya hingga potongan terkecil! " jawab Dave dengan nada dingin dan tanpa ekspresi menunjuk ipad yang tergeletak di bangku.
Ternyata sebelum naik ke Rooftop Dave menghubungi Arkan untuk menemuinya di Rooftop rumah sakit. Beruntung Arkan datang tepat waktu untuk menghentikan kegilaan Dave karena Angel sendiri takut untuk menghentikan nya apa lagi mendekati nya.
Arkan berjalan menuju bangku tersebut dan membuka video yang dikatakan Dave mendengar nya sambil duduk menggunakan headset.
Sama seperti Dave, ekspresi Arkan menggelap dengan napas memburu dan tangan terkepal erat.
"Apa maksud video ini?? Siapa bajingan yang di dalam video ini berbuat melebihi binatang buas? Bagaimana bisa video ini ada pada kalian terutama kau! " tanya Arkan dengan suara berat dan menunjuk ke arah Angel.
"Wanita di video itu kakak ipar kakak! " jawab Angel datar.
"Apa??? Gila itu orang!! Siapa laki-laki ini?? Aku ingin membunuhnya sekarang juga dengan tangan ku! Bajingan yang tidak punya hati ini harus aku lenyapkan!! Ya Tuhan, aku bisa gila di buatnya!! Bajingan itu memancing jiwa psikopat ku!! " pekik Arkan penuh emosi sambil menjambak rambut nya sendiri.
"Laki-laki itu adalah anak dari Datok Rajo Saleh salah satu pejabat di Johor Malaysia. Bang Sandi abangnya kakak membuat surat perjanjian jaminan hutang nya pada Datuk Rajo Saleh dengan menyerahkan istrinya sebagai penebus hutang karena anak-anak nya saat itu masih kecil. Aku menemukan video ini di file rahasia dalam laptop laki-laki yang punya kelainan seksual ini! Kalian tenang saja, semua video laknat ini sudah aku hapus bersih pada laptop bajingan itu! " ucap Angel yang membuat Arkan semakin shock.
"Astaga Dave!! Kakak iparmu sungguh gila!! Dialah bajingan yang sesungguhnya!! Bangsat!! An**ng!! B**i!!! " umpat Arkan mengabsen semua penghuni kebun binatang.
"Ya.. Dialah bajingan yang sebenarnya!! Kalau dia bukan ipar ku, sudah aku suruh orang mu untuk melenyapkan nya dari bumi ini! " sahut Dave dingin.
Mereka terdiam untuk beberapa saat sebelum diamnya mereka di usik oleh bunyi ponsel Dave.
"Tuan.. !! Cepetan ke sini!! Nyonya Tata ngamuk mau pergi dari sini!! Saya sudah berusaha menahannya Tuan!! " begitu bunyi pesan yang masuk ke dalam ponsel Dave.
"Sial!! Ayo kita turun!! Tata ngamuk mau pergi!! Aku takut dia berbuat nekat karena masalah ini! " ucap Dave sambil berlari menuju lift untuk turun.
__ADS_1
Bersambung...