Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Melarikan diri


__ADS_3

Tiba-tiba saja Kusno salah satu pekerja di rumah Sekar masuk menemui mereka dengan wajah panik.


"Maaf Tuan, Nyonya.. ! Itu anu di luar, itu di luar ada polisi dan wartawan! Me-mereka ingin bertemu dengan Nyonya Sekar dan Tuan Galang! " ucap nya dengan gugup dan agak terbata-bata.


"Apa kau bilang? Polisi? " ucap Batari dengan wajah kaget.


Ia tidak menyangka masalah ini jadi semakin besar dan melibatkan polisi dan wartawan.


Sekar juga sangat terkejut dan tampak ketakutan mendengar polisi ingin bertemu ia dan suaminya.


"Dimana suami mu Sekar! Dimana dia?? " tanya Kemuning dengan tidak sabaran.


"A-aku gak tahu di mana Mas Galang, Mbak! Mas Galang jarang pulang dan hampir tidak pernah pulang! " jawab Sekar agak takut-takut.


"Astaga Sekar... !! Kalian itu bener-bener ya?? Keterlaluan suami kamu itu, keadaan genting begini ia malah gak ada! " ucap Kemuning dengan memijit keningnya.


"Katakan pada polisi untuk menunggu sebentar! Dan jangan biarkan para wartawan masuk ke dalam rumah! Kalian berjaga lah di luar! " perintah Batari pada Kusno.


"Baik Tuan! " jawab Kusno dengan patuh.


"Asih, kamu bujuk Ajeng di sini! Jangan biarkan ia melakukan hal yang gila! Ayo Sekar kita ke bawah menemui polisi! " ucap Kemuning memberi perintah pada Kinasih dan menarik tangan Sekar agar berdiri.


"Ga Mbak.. ! Aku gak mau! Aku gak mau masuk penjara! Aku gak mau! Pak, tolong selamat Sekar Pak! Sekar gak mau di penjara! Tolong Sekar Pak! " ucap Sekar menolak saat tangan nya di tarik paksa Kemuning.


Ia berusaha merayu dan membujuk ayahnya dengan muka memelas minta dikasihani dan air mata yang mengalir di pipinya.


Ia bahkan duduk di lantai dengan menangis meronta-ronta seperti anak kecil hingga membuat Kemuning agak kepayahan untuk membawa nya ke depan.


"Bersikap lah dewasa Sekar! Kau harus bertanggungjawab apa yang sudah kau perbuat! Berani berbuat berani bertanggungjawab! Sudah cukup kamu membuat Bapak malu dan kecewa! Sekarang kita temui Pak polisi di bawah! " ucap Batari dengan tegas pada Sekar.


Sekar mau tidak mau berdiri dan Kemuning mengambil kesempatan dengan memegang erat tangan Sekar agar ia tidak kabur. Sepanjang jalan ke lantai bawah, ia menangis menyesali nasib dan hatinya ia mengutuk orang yang sudah merekam semua itu dan menyebarluaskan nya.


Tidak ada seorangpun yang bisa melacak siapa yang memberikan video tersebut pada pihak penyiaran. Angel menghapus habis jejak mereka terutama saat pemberian video itu pada orang mereka di sebuah stasiun televisi. Tidak ada satupun yang menyadari jika salah satu petinggi di penyiaran televisi tersebut orang nya Tata karena ia selalu bermain cantik agar kelompok mereka dan pimpinan mereka tetap tersembunyi.


Bahkan yang membuat polisi bingung adalah video tersebut tidak bisa di hapus oleh pihak Cyber mereka dan di dalam video itu sudah tercantum jika videonya akan hilang sendiri setelah tiga hari.


Kemuning, Batari dan Sekar tiba di lantai bawah dan langsung menemui polisi yang menunggu mereka di ruang tamu.


"Selamat pagi ! Dengan Ibu Raden Sekar Batari! Kami membawa perintah untuk menangkap anda atas pelaku pornoaksi dan di jerat pasal pornografi dan pornoaksi ! Silahkan ikut kami ke kantor polisi! " ucap salah satu dari mereka bertiga dengan nada tegas dan sopan.


"Gak Pak polisi! Jangan tangkap saya! Saya hanya korban! Saya gak mau di penjara! Tangkap saja orang yang menyebarluaskan video itu Pak! Jangan tangkap saya! Saya mohon... ! " tolak Sekar dengan linangan air mata.

__ADS_1


"Silakan anda berikan penjelasan anda di kantor polisi, Nyonya! Kami hanya menjalankan perintah dan berikan semua keterangan anda pada pihak penyidik. Nanti akan terlihat apakah anda korban atau pelaku! " ucap polisi yang satunya lagi dengan tegas.


"Pak, Mbak... ! Tolong aku! Aku gak mau masuk penjara! Tolong aku Pak! Hu... Hu... Hu... ! " teriak Sekar memohon saat di giring petugas kepolisian ke luar rumah.


Saat mereka baru sampai teras rumah, puluhan wartawan langsung menyerbu dan mengabadikannya dalam jepretan foto dan rekaman video. Mereka berbondong-bondong mencerca pihak kepolisian dan Sekar agar mau memberikan konfirmasi terkait berita tersebut.


Sekar diam sambil menangis tertunduk saat polisi memasukkan nya ke mobil patroli untuk di bawa ke kantor polisi.


Batari menangis dalam diam saat anaknya menjadi makanan wartawan pencari berita. Ia sebetulnya sangat rapuh dan sedih melihat Sekar di giring polisi masuk ke mobil mereka, tapi ia menguatkan dirinya sendiri agar tetap kuat dan tegar.


Ia memegang dadanya yang terasa sesak dan sakit. Ia tidak menyangka di masa tuanya akan mengalami hal yang seperti ini.


Sama hal nya seperti Batari, Teguh Kusuma juga langsung pingsan saat istrinya mengabarkan jika ada video Galang beredar di televisi. Salah seorang kerabat mereka di Jakarta sengaja menyimpan video tersebut untuk di perlihatkan kepada Teguh Kusuma dalam kiriman chat grup keluarga mereka.


"Ya Tuhan... Apa yang di lakukan Galang sampai terpikir untuk berbuat kriminal seperti ini?? Apa ini karma untuk perbuatan dosa ku di masa lalu ya Tuhan... ?? " ucap Teguh Kusuma dengan menangis pilu begitu sadar dari pingsannya.


"Mas, jangan terlalu di pikirkan! Nanti Mas jadi sakit loh! Galang itu sudah dewasa dan ia pasti tahu resiko setiap apa yang ia lakukan, Mas! " ujar Ningsih istrinya.


"Apa kau bilang? Jangan terlalu di pikirkan?? Pikir pakai otak mu itu Ningsih! Galang itu anak laki-laki ku satu-satunya! Gara-gara menikahi perempuan seperti mu aku di usir dari keluarga besar Kusuma dan hidup dalam kekurangan seperti ini! " bentak Teguh Kusuma berang.


Raden Mas Teguh Kusuma masih saudara jauh Raden Wijaya Nata Kusuma. Nenek moyang mereka Tuan Kusuma mengeluarkan titah jika setiap keturunan laki-laki akan selalu melekat nama Kusuma. Ibarat kata orang tua Teguh Kusuma masih bersaudara dengan orang tua Nata Kusuma ayahnya Mami Sita.


Hal tersebut lah yang membuat ibunya Galang menjadi begitu terpukul dan kecewa hingga sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia saat Galang berusia 10 tahun. Teguh Kusuma memaksa membawa Galang bersama nya dengan alasan hanya ia orang tua yang masih di miliki Galang.


Hidup dalam kemiskinan dan kekurangan itulah yang membuat Galang menjadi ambisius dan serakah untuk mencari harta, harta dan harta.


Tragedi Teguh Kusuma lah yang sedikit membuat Eyang Nata Kusuma tidak mau menjodohkan anak-anaknya serta semua keturunannya kelak meskipun ia dan istrinya menikah juga ada sedikit unsur perjodohan hanya saja mereka berdua suka sama suka pada pandangan pertama.


Ningsih yang di bentak seperti itu menjadi naik pitam. Ia langsung berdiri dan menjawab perkataan suaminya dengan lantang.


"Hei Teguh Kusuma... ! Aku tidak pernah meminta kau menikahi aku! Kau yang mengemis ingin menikahi aku! Bahkan kau sendiri yang berjanji akan menceraikan istri pertama mu! Apa kau pikir aku mau hidup susah bersama mu kalau bukan karena Ambar dan Utari.. ! Kau seharusnya bersyukur aku tidak meninggalkanmu di saat kau sakit-sakitan dan sekarat waktu dulu! Apakah saat kau sekarat dulu ada saudaramu yang perduli? Apakah ada, hah! Jadi jangan seenaknya kau membentak ku! Dasar tua bangka miskin, sakit-sakitan lagi! Bikin susah saja! " teriak Ningsih dengan marah-marah menunjuk kearah suaminya itu.


Teguh Kusuma kaget dengan kemarahan istrinya. Ia tidak bermaksud marah, hanya saja perkataan Ningsih membuatnya berang karena menganggap Galang hal yang sepele. Sekarang ia paham jika sifat Ningsih yang lembut dan patuh karena ada maksud nya saja. Mereka memang hidup susah, tetapi anak-anak mereka tidak demikian. Pendidikan mereka termasuk Galang waktu kecil terjamin oleh keluarga besar nya karena mereka tetap keturunan dari keluarga Kusuma walaupun Teguh Kusuma sudah di coret namanya dari keluarga Kusuma.


Sementara itu, yang bersangkutan sedang membuka brankas miliknya dan mengeluarkan seluruh isinya berupa beberapa dokumen penting, uang tunai, emas batangan, beberapa batu permata ia masukkan ke dalam koper hingga isi brankas nya ludes. Tak lupa ia memasukkan identitas dirinya serta beberapa pakaian yang ia punya ke dalam koper tersebut.


Ia memasukkan lima gepok uang tunai dolar AS kedalam sebuah amplop untuk Bima asisten setianya.


"Aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum di tangkap polisi! Aku tidak mau masuk penjara dan mendekap dalam bui! Aku harus pergi sekarang! " gumam nya pelan sambil menutup resleting kopernya.


Ia lalu menghubungi seseorang yang selalu ia bantu waktu dulu dan saat genting seperti ini mereka lah yang giliran membantunya untuk bisa kabur ke luar negeri.

__ADS_1


Galang mondar-mandir di markas rahasia nya menunggu kepulangan Bima tangan kanannya. Ia tampak tidak sabaran untuk segera pergi jauh keluar negeri agar bebas dan terhindar dari dinginnya lantai penjara.


Bima yang melakukan semua perintah Galang datang ke rumah bordil milik Galang yang berkedok penginapan sederhana untuk mencari bukti. Namun ia tidak menemukan apa-apa. Ia bahkan pergi ke tempat Galang setiap melakukan transaksi di sebuah gudang terbengkalai sekalian menemui anak buah nya untuk di mintai keterangan.


Bima tidak menyadari jika ia di ikuti oleh anak buahnya Tiger sedari ia keluar dari penginapan sederhana menuju gedung yang terbengkalai tempat Galang setiap melakukan transaksinya.


Alangkah kaget nya Bima saat melihat semua orang-orang nya sudah bergelimang menjadi mayat dengan mulut berbusa dan tubuh yang sudah membiru.


Karena ketakutan, ia langsung berbalik memasuki mobil dan kembali menuju markas rahasia Galang tempat terakhir yang ia kira aman.


"Bos...! Target sudah masuk perangkap! Tidak lama lagi kita akan menemukan sarang mereka! " ucap anak buah Tiger melapor pada Tiger.


"Oke... ! Terus ikuti dia dan jangan sampai ia menyadari jika kalian mengikuti nya! Akan ada perintah lagi dari pimpinan! " sahut Tiger dari seberang sana.


"Baik Bos... ! " jawab mereka patuh.


Tiger yang mendapat laporan dari anak buah nya langsung menghubungi Tata.


Tata yang masih berkeliling di alam mimpi terbangun dengan dering ponsel yang memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya.


"Ya halo... Assalamualaikum.. ! " ucap nya dengan suara serak khas baru bangun tidur.


Ia sedang datang bulan, makanya ia bisa tidur saat semua orang sedang heboh dengan berita Galang dan Sekar.


Tamu bulanan nya datang pada saat ia bangun hendak sholat subuh.


"Kak, orang ku sedang membuntuti asisten Bima! Tidak lama lagi kita akan mengetahui tempat merek menyimpan harta yang mereka kumpulkan! " lapor Tiger dari seberang sana.


Tata langsung melonjak kesenangan dengan kabar gembira yang di lapor kan orang kepercayaan nya itu. Ia langsung duduk di tempat tidur dan memberikan perintah lagi untuk Tiger.


"Kabar bagus! Kalian ikuti saja dia ! Aku sangat yakin saat ini pasti Galang di sana karena dari kemarin kalian bilang jika ia pergi dari rumahnya malam-malam dan tidak kembali lagi! Hubungi orang kita yang ada di kepolisian agar pergi ke tempat itu untuk menangkap Galang! Aku akan ikut menyusul kalian ke sana! " perintah Tata dengan wajah sumringah.


Bersambung...


Duh... hari ini othor lagi banyak kerjaan di dunia nyata, jadi hanya bisa Up sekali saja hari ini dan benar-benar capek jika memaksa untuk lanjut lagi. Sepertinya dalam beberapa hari ini othor hanya bisa Up sehari saja, maaf ya readers belum bisa untuk Up double...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader's ku tercinta...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


Lope-lope sekebon Pete...

__ADS_1


__ADS_2