
Kondisi area kekuasaan Mbok Nah yaitu dapur berantakan karena ulah Bagas dan Bisma. Dapur menjadi kotor karena entah berapa kali mereka menggoreng pisang tapi tidak satupun yang menyerupai bentuk kipas.
Jangan kan menggoreng, membuka pisang dengan pisau aja mereka tidak bisa. Tangan mereka berdua kaku saat mereka memegang pisau, alhasil jari mereka berdua berdarah terkena mata pisau.
"Akh.... Aku ingin menghilang saja dari planet ini!!! " teriak Bagas dengan wajah frustasi.
Tata cemberut mendengar teriakan Bagas dan Bagas langsung ciut saat melihat wajah lecek kakak ipar nya itu.
"Iya, iya.. Gak usah cemberut gitu! Ntar ponakan aku jelek lagi mukanya kalau kakak cemberut gitu! " celutuk nya pasrah saat melihat muka Tata.
"Pintar banget anak-anak aku mengerjai Om nya! " gumam Dave terkekeh pelan.
Mau tidak mau Mbok Nah yang membantu mengupas pisang tersebut. Karena kalau tidak di bantu, sampai bangkotan pun mereka berdua tidak akan lulus membuka pisang dengan pisau.
Mami Sita langsung mengirim video saat Bagas dan Bisma mulai memasak pisang goreng dari awal pada grup kakak beradik tersebut.
Ting... Ting... Ting...
Bunyi pesan masuk tiada henti dari ponsel Mami Sita.
(What the hell... ??? ) pesan dari Bude Ditha.
(Mereka lagi mengabulkan ngidam Tata yang mau makan pisang goreng kipas dari tangan mereka berdua) balas Mami Sita dengan emot seringai.
"(Daebak... Gak aku sangka anak bawel ku mau melakukan semua itu! Di rumah boro-boro bantuin masak, cuci ****** ***** sendiri aja gak mau! ) pesan Bude Ditha dengan bertepuk tangan.
(Iya, si irit ngomong juga mau-mau aja di kerjain Tata, mana pakai rok balet lagi! ) pesan Bude Wati mengomentari anaknya.
(Hahahaha) Mami Sita memberikan emot ngakak.
(Ciri-ciri Paman yang sayang ponakan) pesan Bude Rini ikut nimbrung.
(Bukan karena sayang ponakan, tapi sayang sama diri sendiri karena takut di sleding Tata) Bude Ditha dengan emot ngakak gulung gulung.
(Betul itu! Tapi lucu juga lihat mereka pakai rok balet gini! niat banget itu bayi ngerjain Om nya!) Bude Wati ikutan ngakak.
(Kayaknya nanti begitu lahir, anak-anak nya Dave bakalan bikin sakit kepala keluarga besar kita! Lihat aja dari pertama Tata hamil selalu cari gara-gara! ) balas Mami Sita dengan emot senyum menutup mulut.
(Hahaha... cucu nya kamu Yu) pesan Bude Rini.
(Jadi gak sabar pengen mereka cepat-cepat lahir! Penasaran banget aku, laki apa perempuan ? ) balas Bude Ditha dengan emot gemes.
(Iya Mbak, itu bayi tampaknya kompak bener gak mau nunjukin gender nya! Masa satu dari enam di USG gak ada yang mau lihatin gendernya, apem apa monas! Kan tambah gemes aku! ) balas Mami Sita dengan emot manyun.
(Hahahaha... Tuh kan, dari dalam perut aja doyan ngerjain orang! Pasti nanti kalau gede bikin bapak emaknya minum bodrex tiap hari karena kelakuan anak-anak nya) pesan Bude Wati dengan emot ngakak.
(Hahahaha, benar tuh! ) balas Bude Wati dengan memberikan jempolnya.
(Dah ah, aku mau lihat hasil pisang goreng kipas ala Bagas dan Bisma! ) pesan Mami Sita mengakhiri chat nya.
Mami Sita menutup ponsel nya dengan senyum-senyum sendiri.
Akhirnya setelah berkutat selama dua jam membuat pisang goreng kipas ala Bagas dan Bisma, sepiring pisang goreng di sajikan di depan Tata yang sedang rebahan di kursi roda. Kursi roda khusus yang sandaran nya bisa di turunkan seperti jok mobil, hingga Tata bisa baring kalau capek duduk.
"Apa-apaan ini? Kenapa bentuknya bukan kayak pisang goreng kipas tapi kayak balok kayu? " komen Abeth dengan mengangkat satu pisang dengan ujung jemari nya.
"Iya, mana pisang goreng kipas nya! Berantakan kayak gini juga, gosong lagi! " Dave ikutan mencemooh hasil karya mereka.
"Eh Nyai Dasima! Sekate-kate kalau ngomong! Emang elu kira gampang bikin pisang goreng kipas kayak yang di jual-jual sono hah! Elu bikin aja ndiri kalau menurut elu gampang! Lama-lama elu gue tukar tambah jadi kakak gue! " teriak Bagas berang dengan logat Jakarta nya.
Para orang tua langsung pergi dan tidak mau ikut campur urusan anak-anak mereka. Yang jelas mereka sudah mengawasi kinerja Bagas dan Bisma dalam menggoreng pisang meskipun hasilnya tidak sesuai ekspetasi mereka.
__ADS_1
"Emang nya aku motor pakai di tukar tambah! Enak aja! " Abeth ikutan sewot.
Ia mendekati Bagas dan memiting leher Bagas dengan ketiak nya hingga Bagas megap-megap kayak ikan kekurangan air.
"Dasar kakak laknat! Ketek elu bau Njirr ! Lepasin gue! " teriak Bagas berusaha melepaskan leher nya dari ketek Abeth.
Tata asyik memakan pisang goreng kipas yang tidak berbentuk kipas dengan begitu nikmat nya dengan di suapi Dave.
"Jangan sayang, itu gosong, pahit! Kayak yang goreng nya juga pahit! " cegah Dave saat Tata memegang pisang goreng yang agak kehitaman.
"Asem lu Mas... ! Seenaknya bilang gue pait! " gerutu Bisma ikutan kesal.
"Enak kok Mas! Gak pait! Mas mau?? " jawab Tata sambil menawarkan pada suaminya.
Dave menggeleng cepat, mana mau ia memakan makan yang gak jelas bentuknya. Bisma tersenyum senang karena jerih payah nya selama dua jam di makan Tata tanpa protes kayak kedua kakak sepupu nya. ****** emang mereka berdua, bukan nya berterimakasih malah menghina, kayak mereka bisa aja goreng pisang berbentuk kipas, begitu kira-kira umpatan Bisma untuk kedua sepupunya.
Tata yang asyik memakan pisang yang tidak layak di sebut pisang tidak memperdulikan pergulatan kakak beradik Abeth dan Bagas yang jambak-jambakan, gigit-gigitan hingga pukul-pukulan di lantai.
"Mas... Minum.. ! Aku udah kenyang! " ucap Tata dengan meminta minum pada suaminya.
Dave meminum kan air putih pada istri nya dengan pelan-pelan, lalu menyeka bibir nya yang basah dengan tisu.
"Aku capek Mas... ! Mau istirahat! Nanti elus-elus punggung aku ya sampai tidur! " pinta Tata dengan menutup mulut nya karena menguap.
"Kak, kalau gitu aku pulang dulu ya! Kan udah goreng pisang nya! " ucap Bisma pamit begitu Tata mau pergi.
"Hati-hati bawa motor nya! " sahut Dave yang bicara karena Tata hanya mengangguk pelan.
Bisma mengangguk dan mengambil tas ransel nya yang ia letakkan di atas meja makan.
"Woi curut! Mau pulang gak! " teriak Bisma pada Bagas.
"Anterin gue! " jawab Bagas lagi.
"Anjirr itu orang! Kalau gak mau ngantar napa nawarin! " omel Bagas kesal.
Ia duduk di kursi bersama Abeth memakan pisang goreng yang jauh dari yang di inginkan. Dasar saudara, tadi begadoh jambak jambakan, tendang tendangan eh malah santai makan kayak gak ada masalah. Itulah mereka, mereka seperti itu hanya bergurau saja, tidak benar-benar dari hati. Makanya para orang tua serta Eyang gak pernah ikut campur karena mereka bukan sungguhan bertengkar.
Di lantai atas, Dave memutuskan untuk tidak kembali ke kantor. Ia sedang di atas tempat tidur mengusap usap pinggang Tata yang pegel dan nyeri.
Ia sedih melihat kesusahan sang istri dalam mengandung anak-anak mereka. Bawa satu anak aja berat, apalagi bawa enam kayak istrinya. Makanya Dave sebisa mungkin menjaga mood sang istri, karena ia mengerti bagaimana susahnya menjadi ibu hamil. Ia juga tidak lagi meminta hasrat nya semenjak Tata sering mengeluh sakit pinggang. Entah karena sehati atau apa, ia tidak pernah terpancing hasrat nya semenjak sang istri kerap kesakitan pinggang setiap mau tidur.
Terdengar dengkuran halus istri nya yang menandakan sang istri sudah tertidur. Dave pelan-pelan turun dari atas tempat tidur dan menaikkan selimut hingga batas perut buncit nya Tata. Ia mengecup lembut bibir nya Tata sebelum ia keluar kamar.
"Jaga istri ku! Kalau ada apa-apa, panggil aku di bawah! " pesan Dave pada kedua suster yang duduk di sofa dekat pintu kamar nya.
"Baik Mr.. ! " jawab mereka berdua serempak.
Dave segera turun ke bawah mencari keberadaan Eyang dan GrandMa nya yang sedang duduk santai di teras samping sembari menikmati semilir angin sambil minum teh.
GrandMa dan GrandFa akan tetap di Jakarta sampai Tata melahirkan, begitu juga dengan Eyang Kakung dan Eyang Uti yang juga tetap di Jakarta. Tapi seminggu yang lalu Eyang Kakung pulang ke Jogja bersama Papi Dayton karena ada urusan sedikit di sana.
Karena kasihan lihat Eyang Uti yang bersikeras mau ikut, Papi Dayton memutuskan jika ia saja yang menemani Eyang Kakung selama urusan nya selesai.
"Dave cariin dari tadi ternyata di sini! Mami sama Ibuk mana?? " ucap Dave sembari duduk di antara kedua perempuan sepuh itu.
"Owalah Le, Le.. ! Udah mau jadi Bapak masih manja aja! " ucap Eyang Uti saat kepala Dave bersandar di bahu Eyang nya.
Tubuhnya yang jangkung membuat posisi mereka menjadi agak aneh karena Dave membungkukkan tubuhnya.
"Gak enak posisi nya Eyang, ! Nah, gini baru enak! " ucap Dave dengan duduk tegak.
__ADS_1
Ia menyandarkan kepala Eyang dan GrandMa nya pada kedua bahunya. Jadi posisinya persis dengan laki-laki yang punya dua wanita, tapi bukan wanita simpanan alias pelakor, tapi wanita sepuh kesayangan nya.
"Ada apa Nak? Apa ada yang mengganggu pikiran mu?? " tanya GrandMa dengan lembut membelai punggung tangan cucu nya.
"GrandMa tau aja kalau Dave lagi banyak pikiran! " jawab Dave dengan membuang napasnya dengan kasar.
"Hei... I'm your GrandMa! Dari kecil aku tau sifat mu! Jika kau sudah manja gini, pasti ada yang kau pikirkan! Kata kan pada GrandMa apa yang membuatmu risau? "ucap GrandMa lagi dengan menepuk lengan kekar nya.
"Kau itu tidak akan manja sama kami kalau gak ada sesuatu yang mengganggu mu! Apa kau kepikiran dengan istri mu?? " sahut Eyang Uti menebaknya.
"Iya Eyang! Dave sedih melihat keadaan Tata sekarang ini! Baru 6 bulan aja ia sudah kesusahan kayak gitu, apalagi sampai 9 bulan. Rasanya Dave ingin sakit nya pindah pada Dave saja. Sekarang aja kalau mau tidur harus di usap dulu pinggang nya karena pegal-pegal dan nyeri. Sebentar bentar kebangun karena masalah pinggang nya, belum lagi mual dan muntahnya gak juga ilang setiap pagi! Dave benar-benar kasihan Eyang, GrandMa! " curhat Dave dengan wajah sedih.
"Mau bagaimana lagi, itulah resiko yang di tanggung oleh perempuan hamil. Maka nya dalam agama kita posisi Ibu itu lebih tinggi tingkatan nya dari seorang ayah. Bagaimana ia lelah dan bersakit-sakitan saat mengandung, saat melahirkan dengan taruhan nyawa dan begitu lahir ia akan menyusui anaknya hingga usia 2 tahun. Tapi seorang ayah juga sangat penting perannya bagi kehidupan anak-anaknya, ayah adalah panutan bagi anak-anak nya. Kamu tau, pada suatu riwayat di zaman Rasulullah SAW berkata, seorang Ibu yang hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun shalat dan puasa. Hal itu terjadi karena, Ibu hamil selalu membawa amanah Allah berupa janin yang ia bawa setiap hari kemana pun. Oleh karena itu, sangat wajar jika Ibu hamil mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah.
Kalau Eyang gak salah ada dalam surah Al-Ahqaf ayat 15 yang artinya: Kami perintahkan kepadamu supaya berbuat baik kepada dua orang, yaitu Ibu dan Bapak nya, ibunya mengandung dengan susah payah dan melahirkan dengan susah payah pula. Mengandung nya hingga menyapih nya , maka ia akan mendapatkan pahala yang setimpal.
Maka dari itu, pesan Eyang hanya satu untuk mu! Dukunglah istrimu dengan memberi perhatian padanya. Sekecil apapun perhatian nya akan membuat perempuan hamil itu bahagia. Rajin-rajin mendoakan istri mu saat sholat agar istri dan anak-anak mu selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Sampai di sini ngerti kan?? " ucap Eyang Uti panjang lebar menasehati Dave.
"InsyaAllah ngerti Eyang! " jawab Dave mengangguk paham.
"Kau seorang Ryder! Seorang Ryder harus kuat dan tidak boleh lemah! Dukung istrimu kalau ia bisa melalui semua ini hingga nanti anak-anak kalian lahir ke dunia ini! Jika kau kuat, maka istrimu juga akan kuat. Begitu pula sebaliknya, jadikanlah dirimu panutan istri dan Anak-anak mu, Dave. Tidak semua perempuan mendapat keistimewaan mengandung bayi kembar, apalagi ini kembar enam! Kembar dua saja susah, apa lagi kembar enam. Jadi, jadikan ini sebagai anugerah terindah dari Tuhan untuk kalian berdua! " tambah GrandMa lagi dengan nasihat nya.
"Iya GrandMa... ! Dave akan menjalani semua nasihat GrandMa! Dave akan selalu mensupport Tata dalam keadaan seperti ini maupun dalam keadaan apapun! " jawab Dave dengan sungguh-sungguh.
"Good... Itu baru cucu GrandMa! " ucap GrandMa dengan menepuk pelan lengan cucu nya.
Dave mencium lembut kening dua perempuan sepuh secara bergantian dengan penuh kasih sayang.
"Ya elah, kirain pergi kemana! Taunya mesra-mesraan di sini! Di cariin Mami tadi! " ucap Abeth tiba-tiba datang dengan tangan melipat di dada.
"Ngapain Mami nyariin aku?? " tanya Dave dengan menautkan alisnya.
"Tata kebangun karena sakit pinggang, tadinya itu suster mau panggil kamu, tapi ketemu Mami yang mau ke atas! Ya udah, Mami lah yang masuk nenangin Tata! " jawab Abeth dengan menjatuhkan bokongnya di kursi single samping Eyang Uti.
"Dave ke kamar dulu ya Eyang, GrandMa! " ucap Dave bangkit sembari memberi kecupan pada pipi kedua perempuan sepuh itu.
Ia langsung berlari masuk ke dalam rumah menuju kamarnya di lantai atas. Saat sampai di atas, Mami Sita baru saja keluar dari kamar nya.
"Ssttt... Jangan di ganggu! Barusan tidur! Nanti kalau bangun ajak makan ya? Mami mau nyiapin makan malam dulu! Bangunin Tata kalau udah Adzan Asar, gak baik tidur lagi setelah Asar! " ucap Mami dengan suara pelan.
Dave mengangguk paham dan membuka pintu kamarnya pelan-pelan agar istrinya tidak kebangun.
🌿🌿🌿
Sementara itu, Sandra yang lagi gak enak badan pingsan di kamar mandi karena lemas dan pusing.
"Assalamualaikum Bu, kenapa sepi rumah? Sandra dan anak-anak kemana? " tanya Kadir pada Bu Vira saat ia memasuki rumah.
"Anak-anak bermain di ruang bermain, Mas! Sama Kania! Kalau Mbak Sandra di kamar, soalnya dari siang Mbak Sandra kelihatan pucat tapi gak sakit katanya. Di pegang juga gak panas, dan sepertinya sedang istirahat di kamar! " jawab Bu Vira pada Kadir.
"Oke Bu, saya ke kamar dulu! " ucap Kadir undur diri dan langsung berlari ke lantai atas menuju kamar mereka.
"Assalamualaikum sayang... ! " panggil Kadir saat membuka pintu kamar.
Kadir menautkan alisnya saat melihat tidak ada siapa-siapa, jawaban pun juga gak ada. Ia masuk sembari meletakkan tas ransel nya di atas meja di dalam kamar.
"Sayang, kamu di kamar mandi?? " tanya Kadir lagi sambil berjalan ke kamar mandi.
"Astaghfirullahalazim sayang... !! " teriak Kadir kaget saat melihat Sandra tergeletak dengan posisi duduk di dekat pintu kamar mandi.
Ia cepat-cepat menggendong Sandra dan membawanya ke atas tempat tidur. Ia memencet tombol interkom yang langsung terhubung dengan Bu Vira yang ada di bawah.
__ADS_1
"Bu... ! Cepetan ke atas! Sandra pingsan! " teriak Kadir saat sambungan nya terhubung.
...Bersambung......