Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
86. Pesta


__ADS_3

Mang Kosim mendapatkan kendaraan untuk kembali ke villa. Ia menyewa ojek yang mangkal untuk membawa mereka bertiga pulang.


Riko yang tidak ingin istrinya berboncengan dengan laki-laki lain meskipun itu tukang ojek, meminta menyetir sendiri motor tersebut, dan tukang ojek yang di minta motornya berboncengan dengan teman seprofesi nya menuju villa.


Mereka pulang setelah pergi selama tiga jam, dan itu membuat ayah Jamal menunggu mereka di pendopo di sisi kanan Villa bermain catur bersama Tegar dan beberapa pekerja pria seperti Mang Kosim.


"Kenapa kalian lama sekali perginya? Ayah sampai mengira kalau kalian kenapa-napa? " ucap ayah Jamal dengan nada khawatir.


"Maaf ayah! " jawab Anika dan Riko bersamaan.


Setelah membayar ongkos ojek, mereka masuk ke dalam Paviliun kanan karena Anika sudah benar-benar mengantuk, itu terlihat jelas karena sudah beberapa kali ia menguap dan matanya sudah sangat sayu menahan kantuk.


Tanpa mengganti pakaian, Anika langsung terlelap begitu tubuhnya menyentuh kasur. Riko hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang tampak berubah ketika sedang hamil.


Riko membersihkan diri di kamar mandi, dan begitu selesai ia membawa baskom dan handuk kecil. Dengan telaten ia melepaskan pakaian Anika dan mengelap seluruh tubuh istrinya dengan hati-hati karena takut Anika terbangun.


Selesai di lap menggunakan handuk, Riko mengambil pakaian bersih dan memakaikannya ke tubuh istrinya. Ia menaikkan selimut hingga ke batas dada karena cuaca di villa lumayan dingin meski jam sudah menunjukkan pukul 10.30.


Di sini tidak menggunakan AC karena tanpa AC pun cuaca akan tetap dingin karena daerah ini daerah pegunungan yang mempunyai hawa yang sangat dingin di bandingkan di tempat-tempat lain.


Riko keluar kamar dengan menutup pintu kamar dan pergi keluar paviliun menemui ayah Jamal dan yang lainnya di pendopo depan.


"Ko, be-beneran ya a-apa yang di katakan Mang Ko-kosim tadi itu? " tanya ayah Jamal ketika Riko baru saja bergabung.


"Beneran, Yah! Riko aja sampai merinding dan geli sampai sekarang! " jawab Riko dengan wajah bergidik geli.


"Sepertinya itu bawaan hamil nya Neng Anika, Tuan! " celutuk salah satu teman bermain ayah Jamal.


"Mungkin aja, Mang! Tapi tetap aja serem dan ngeri saya nya! " jawab Riko dengan agak prustasi.


"Mau di larang nanti dia nangis, gak di larang takut dia kenapa-napa! " ucap Riko dengan galau.


"Biarkan saja lah, yang penting kita awasi jangan sampai lepas kendali! Yang penting dia bahagia dulu, karena orang hamil itu sensitif sekali. Bisa saja hari ini ia bermain dengan ular, bisa saja besok lain lagi yang ia mau! " ucap Suster Sumi yang tiba-tiba datang ikut bicara.


Suster Sumi datang dengan membawa minuman dan camilan dengan di bantu asisten perempuan yang sudah berumur dan meletakkan semua itu di meja samping mereka bermain catur.


"Silahkan di minum dan di makan camilannya, Mamang-mamang dan Tuan-tuan! " ucap Suster Sumi dengan ramah.


Mereka menyantap hidangan yang sudah di bawakan Suster Sumi dengan lahap. Sedangkan Suster Sumi sudah pergi ke rumah utama untuk membawakan makanan ke paviliun kanan untuk Anika.


Ia sudah mendapat tugas dari Tata untuk memperhatikan makanan dan nutrisi Anika selama ia tinggal di villa ini dan mengawasinya diam-diam jika dia melakukan hal yang nekad yang membahayakan dirinya sendiri.


"Jadi beneran ya, Sum? Apa yang di gosipin para pekerja tadi? " tanya Ibuk dengan nada khawatir.


"Benar, Nyonya! " jawab Suster Sumi dengan menganggukkan kepala.


"Ya Allah... Ada-ada saja kelakuan perempuan hamil! Tapi apa yang di inginkan Anika serem juga, jadi kepikiran saya nanti jika Tata hamil, apa akan seekstrem itu ngidam nya atau biasa aja! " ucap Ibuk sedikit berkhayal.


"Kalau gitu, tunggu Non Tata nikah aja dulu, Nyonya! Baru kita tahu gimana ngidamnya kalau Non Tata sudah hamil! " celutuk Mak Ijah sambil membereskan meja makan.


"Iya juga ya... " jawab Ibuk dengan sedikit kekehan nya.


Mereka kembali mengobrol sambil menyiapkan makanan untuk Anika.


"Nyonya, saya duluan ya ke Paviliun kanan, nanti keburu Non Anika nya bangun! " pamit Suster Sumi dengan sopan.


"Ya sudah, pergilah! " jawab Ibuk memberikan izin.


Di Paviliun kanan, Anika masih tertidur dengan pulas sambil memeluk guling. Ia bahkan tidak menyadari jika Suster Sumi sudah mengetuk pintu kamarnya berulangkali. Karena merasa Anika masih tidur, Suster Sumi meletakkan nampan makanan di meja luar sambil duduk menonton televisi.

__ADS_1


🌿🌿🌿


Kediamannya Dave...


Dave bersiul senang ketika ia berkaca sambil memakai kemejanya.


Ia bahkan tidak menyadari jika Mami nya sudah memperhatikan dari tadi sewaktu ia baru keluar dari kamar mandi.


"Ya ampun Mami! Ngapain sih berdiri di situ? Ngagetin aja tau gak, Mi ! " ucap Dave kaget sambil mengusap dadanya yang bidang.


"Mami gak ngagetin kamu kok! Orang Mami sudah berdiri di sini satu jam yang lalu! Kamu nya aja yang gak peka! " jawab Mami Sita sambil memutar matanya dengan malas dan jengah.


"Harap maklum aja, Mi ! Anakmu itu sedang kasmaran, jadi apapun yang ada di hadapannya tidak terlihat sama sekali, cuma Tata lah yang ada di matanya! " sindir Papi yang tiba-tiba nongol dekat pintu kamar Dave.


"Nah, itu Papi tahu! " celutuk Dave membenarkan sindiran Papinya.


"Kamu yakin mau menghadiri acara itu? Kenapa gak Arkan aja seperti biasanya? " tanya Mami berusaha mengubah keinginan Dave.


"Yakin lah, Mi! Lagian sudah waktunya aku menampakkan diri, sebelum mengambil alih Ryder Corp sepenuhnya! " jawab Dave dengan yakin.


"Tapi Mami khawatir dengan Tata? Pasti nantinya kamu sibuk dengan kolega kamu dan mengabaikan Tata! " ucap Mami lagi dengan sedikit cemas.


"Mami gak usah khawatir, Dave gak akan pernah meninggalkan mantu Mami sendiri. Kalaupun terjadi juga, menantu Mami itu pasti akan mudah berbaur dengan orang lain karena ia mempunyai potensi menarik perhatian orang! " jawab Dave menenangkan hati Mami nya.


"Ya sudah kalau gitu! Awas saja kalau kamu sampai meninggalkan Tata sendiri! Mami akan mencarikan jodoh yang lain untuk Tata! " ancam Mami nya dengan mata melotot.


"Iya, iya.... Enak saja main jodohkan dengan sembarangan orang! Sebelum itu terjadi akan aku pastikan Tata sudah berada dalam pelukanku! " gerutu Dave dengan kesal mendengar ancaman Mami nya.


Mami Sita meninggalkan Dave yang masih berdandan di dalam kamarnya menyusul Papi Dayton yang sudah duluan turun ke lantai bawah.


Setelah merasa sudah sempurna, Dave kemudian keluar dari kamarnya dan langsung turun menuju arah taman belakang untuk pamit kepada kedua orang tuanya.


"Mi, Pi, Dave pamit dulu ya? Mau jemput menantu Mami dulu! " ucap Dave dengan menyalami tangan kedua orang tuanya seperti yang di lakukan Tata.


🌿🌿🌿


Tata sedang berada di kamarnya sedang di dandanin Sandra dan Nana yang sangat heboh mengubah penampilan Tata.


"Heran lihat kalian berdua! Yang mau ke pesta itu aku, tapi yang heboh dan semangatnya itu kalian berdua. Sampai rempong kayak gini lagi! " omel Tata dengan kesal karena menjadi bahan eksperimen Sandra dan Nana.


"Tentu saja kami bersemangat! Kapan lagi coba buat kau itu menjadi perempuan paling cantik di pesta seperti ini! " jawab Sandra dengan antusias.


Nana yang sedang menata rambut Tata hanya tersenyum geli melihat Tata yang tampak jengah dan malas di dandanin sedemikian rupa.


"Nah, perfect.... " tepuk tangan Sandra dengan wajah sumringah.


Ia membantu Tata berdiri dan berjalan menuju cermin besar untuk melihat hasil akhir eksperimen Sandra dan Nana. Tata terbelalak kaget melihat seseorang yang ada di dalam cermin tersebut. Ia mencubit pipinya sendiri agar merasa jika ini bukan mimpi dan halusinasi. Ia melihat dirinya yang sangat berbeda sekali dengan dirinya yang asli yang jika kemana-mana hanya menggunakan bedak my baby dan liptint saja.


"Gimana? Cantik kan? Ternyata perempuan yang tidak pernah dandan kalau di dandanin menjadi sangat berbeda, sangat cantik melebihi ekspetasi. Pasti si Bule makin jatuh cinta ketika melihatmu nanti! " ucap Sandra dengan wajah yang sangat puas.


Tata masih tidak berkedip melihat dirinya sendiri di cermin yang mana membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Ia masih tidak percaya jika perempuan cantik dan anggun yang ada di cermin tersebut adalah dirinya sendiri.


Tata memakai gaun panjang hitam yang menutupi seluruh tubuhnya yang sangat pas di badannya yang langsing. Meskipun tertutup tetapi tidak mengurangi keanggunan dan kemewahan gaun tersebut. Ia sangat cocok memakai gaun malam itu, di tambah lagi dengan hiasan kalung bertahta berlian yang menghiasi lehernya yang jenjang, membuat penampilan nya sungguh sangat memukau. Rambutnya di sanggul asal dengan menyisakan beberapa anak rambut di pipi kanannya menambah kesan glamour dan hiasan rambut di atas kepalanya yang membuatnya seperti seorang princess yang ada di dongeng-dongeng.


"Non, Ada tamu yang datang dan menunggu di ruang tamu! " ucap Bu Vira dari depan pintu.


"Iya, Bu! Tolong bilangin kalau bentar lagi Tata turun! " ucap Sandra yang menjawab.


"Aduh, kenapa aku jadi gugup dan grogi gini ya? Padahal sudah sering bertemu dengan si Bule, tapi kenapa sekarang aku jadi tidak pede kayak gini? Ya Tuhan.... Tolong aku!! Rasanya ingin sekali aku kabur dari situasi yang seperti ini, Rasanya malu memperlihatkan wajah ku yang sekarang ini! Aduh, kenapa aku jadi deg-degan kayak gini?? " Batin Tata gelisah sambil menggigit pelan bibir bawahnya.

__ADS_1


"Ayo turun! Bengong aja! Nanti terlambat loh, datang ke pesta! " tegur Sandra sambil menarik pelan tangan Tata untuk turun ke bawah.


Dave mondar-mandir di ruang tamu dengan kedua tangan di dalam saku celananya. Entah kenapa ia begitu deg-degan menanti Tata turun menemuinya.


Sedangkan Tata turun dengan hati-hati dengan wajah yang sedikit menunduk ketika memasuki ruang tamu.


"Taraaaaa!!!! Sang putri sudah siap di bawa!! " teriak Sandra dengan suara kencang.


Mendengar suara keras Sandra, Dave sontak membalikkan diri dan ia tampak kaget melihat penampilan Tata yang begitu memukau dan tampak memesona persis seperti putri dari negeri dongeng.


Tata tersenyum malu melihat Dave yang melihatnya dengan mata melotot dan tidak berkedip sedikitpun. Dan Dave langsung memalingkan mukanya ketika ia mendengar deheman yang keras dari Sandra.


Sandra membawa tangan Tata kearah Dave dan langsung di sambut Dave dengan lembut dan membawa nya berjalan menuju keluar rumah.


Dave membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Tata masuk duluan kemudian dia menyusul masuk karena Dave pergi dengan membawa sopir.


Ketika sudah berada di dalam mobil, Dave langsung menutup batas antara sopir dan bangku belakang agar sopir tidak melihat jika terjadi sesuatu di kursi belakang.


Ketika mobil sudah berjalan, Dave langsung merengkuh paksa pinggang Tata sehingga duduk Tata bergeser mepet ke tubuh Dave. Tanpa ampun, Dave meraih tengkuk Tata dan ******* lembut bibir Tata yang mereh merona dengan sangat lembut.


Tata yang kaget hanya melotot dan terdiam kaku membiarkan Dave melakukan aksinya karena ia bingung mau berbuat apa. Ingin berontak tidak bisa karena tangan kanan Dave memeluk erat pinggang nya dan tangan kiri nya juga menahan tengkuk Tata sehingga Tata hanya pasrah di perlakukan seperti itu oleh Dave.


Setelah merasa cukup, Dave melepas ******* nya dengan tersenyum senang.


"Sekarang aku puas sudah menyingkirkan cat sialan yang menempel di bibir mu itu! " ucap Dave dengan seringai nya sambil mengecup kembali bibir Tata yang sudah hilang lipstik nya sebagian.


"Dasar Bule mesum! Kalau kau tidak suka dengan warna lipstik ku, kenapa tidak kau bilang! Aku bisa menghilangkannya sendiri! Bukan dengan cara seperti ini! " gerutu Tata kesal karena mencoba menutupi jantung nya yang berdebar kencang.


"Tapi aku suka menghilangkannya dengan caraku sendiri! " jawab Dave dengan santainya.


Dave tersenyum geli melihat Tata mengomel sambil mengelap bibirnya yang tampak belepotan lipstik nya dengan tissue yang ada di dalam dompet pestanya. Ia masih mengerutu merutuki dirinya sendiri yang sempat terbawa suasana saat Dave ******* bibirnya, yang mana itu adalah pengalaman pertama nya sebagai seorang wanita.


"Kau tahu, rasanya aku ingin mengurung mu agar tidak bisa kemana-mana dengan penampilan seperti ini! Aku tidak rela jika nanti banyak mata jelalatan yang melihat wajah cantik mu ini! Pokoknya nanti kau tidak boleh jauh-jauh dari ku! Kau hanya milikku dan tidak akan aku biarkan kau di miliki laki-laki lain! " ucap Dave dengan sungguh-sungguh.


Tata senyum-senyum dalam hati mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Dave. Sepanjang perjalanan Tata hanya diam salah tingkah karena Dave tidak henti-henti nya melihat nya dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.


Mobil pun berhenti dan Dave keluar setelah merapikan pakaian nya, ia mengulurkan tangan nya agar Tata keluar sambil menggenggam erat tangannya. Tata langsung melakukan nya ketika keluar dan ia tampak terkejut melihat para awak media sudah berjejer memberikan kilatan kamera membidik mereka untuk di jadikan berita gosip.


Tata sedikit grogi karena ini pertama kalinya ia tampil di depan umum, karena selama ini ia lebih suka berada di balik layar seperti seorang sutradara.


Melihat gelagat Tata, Dave tanpa malu merengkuh lembut pinggang Tata dan berjalan memasuki hotel tempat berlangsungnya acara.


Sepanjang jalan, ribuan pasang mata melihat mereka berdua dengan tatapan kagum dan ada juga yang melihat nya dengan tatapan iri. Seorang pelayan membukakan pintu aula tempat acara berlangsung dan ketika Dave dan Tata masuk, semua mata melihat kearah mereka dengan tatapan bertanya-tanya siapakah gerangan pasangan yang baru datang tersebut.


"Selamat Datang Tuan Ryder! Silahkan duduk di kursi yang sudah kami sediakan! " sambut seorang pria yang masih muda dengan sopan.


"Ayo, sayang! Kita duduk di sana! " ajak Dave dengan mesra karena kesal melihat semua laki-laki manatap Tata dengan tatapan lapar.


"Rasanya pengen aku colok mata mereka satu persatu yang dengan berani nya melihatmu dengan tatapan lapar! " gerutu Dave kesal dengan berbisik ke telinga Tata.


Tata hanya tersenyum kecil melihat gerutuan Dave dan ia berjalan anggun dengan pinggang yang masih di peluk Dave erat dari samping.


Mereka berdua duduk di meja depan seperti yang sudah di katakan laki-laki yang menyambut mereka tadi.


Sepasang mata menatap pasangan Dave dan Tata dengan tatapan marah, cemburu dan benci yang menjadi satu di dalam hati nya. Tangannya terkepal erat menahan amarah melihat kemesraan Dave dan Tata di depan umum.


"Sialan kalian berdua! Awas saja! Aku tidak terima mereka dekat seperti ini! Bagaimana pun caranya, Davin hanya akan menjadi milikku! Milikku!! " batinnya dalam hati dengan wajah merah padam.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat berakhir pekan dengan keluarga...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2