Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Permintaan Arkan


__ADS_3

Tata yang tiba-tiba menangis saat selesai berciuman membuat Dave kalang kabut. Ia duduk di atas tempat tidur dan mengangkat Tata hingga duduk di atas pangkuan nya.


Isak tangis Tata masih terdengar dan Dave masih setia memeluk nya dengan erat sembari menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik sang istri.


"Maaf ya sayang?? Maaf jika Mas lancang menciumi kamu! Maaf ya?? " bisik Dave lembut di telinga Tata.


"Apa Mas udah gak cinta lagi sama aku? Apa Mas udah bosan sama aku ? Apa karena aku gendut Mas udah gak sayang lagi? " tanya Tata yang membuat Dave menautkan alis nya.


"Siapa yang bilang seperti itu, sayang ku?? " ucap Dave dengan gemes.


"Aku nonton di tivi istri yang sedang hamil di tinggal kan suaminya karena gendut dan gak cantik lagi! Terus Mas juga gak mau ketemu aku selama dua minggu ini! Setiap aku bangun tidur Mas masih tidur dan gak pernah ketemu padahal masih satu rumah! " jawab Tata yang masih terisak isak.


"Ya salam.. Istri Mas cantiknya kebangetan gini di bilang gak cantik! Kalau ada yang bilang kamu gak cantik, berarti katarak orang itu! Siapa bilang kamu gendut hhmm?? Seksi gini di bilang gendut! " ucap Dave gemes dengan tingkah aneh istri nya.


Ia meremas gundukan kembar favoritnya yang tiba-tiba berubah menjadi besar semenjak istrinya hamil.


"K-kamu gak pakai bra sayang?? " tanya Dave yang baru menyadari jika tidak ada penghalang saat ia menyentuh gundukan kembar istrinya.


"Nggak... ! Kan emang setiap malam aku gak pakai! Ini juga gak aku pakai! " jawab Tata malu-malu dengan menuntun tangan Dave menyentuh lembah Surgawi.


"Oh shitt.... ! " umpat Dave saat ia menyentuh lembah Surgawi yang tanpa penutup itu dengan geram.


Hasrat nya langsung naik dan tanpa di komando anakonda nya langsung terbangun dan siap tempur.


"Sudah mulai nakal hhmmm! " bisik Dave gemes dengan meremas lembut gundukan kembar favorit nya dari balik piyama yang di pakai sang istri.


"Mmaaassssss! " desah Tata lepas.


"Ada apa sayang?? Apa kurang lembut pijatannya? " tanya Dave dengan suara berat dan serak.


Ia menyentuh dagu Tata agar menatap wajah nya, mata yang sayu tertutup kabut gairah membuat Dave tidak bisa mengabaikan nya. Ia melabuhkan ciuman nya pada bibir sang istri yang membuat nya mabuk kepayang. Sebulan lebih ia tidak mendapatkan jatah karena kasihan pada kondisi istrinya membuat Dave kalap.


Ciuman yang penuh nafsu dan gairah membuat ia tidak memberikan istrinya jeda untuk mengambil nafas sebanyak mungkin.


"Mas ih... Aku kan gak bisa napas tau gak! " rengek Tata manja dengan memainkan rambut suaminya.


"Mas gak tahan sayang! Puasa selama sebulan membuat Mas lupa diri! " jawab Dave saat mereka jeda sebentar.


Ia kembali mencium bibir istrinya dengan lembut dan begitu hati-hati. Berciuman dengan posisi Tata duduk di pangkuannya dengan kaki mengangkang membuat Dave semakin bringas. Ia bahkan sudah membuka kancing piyama Tata hingga tubuh atasnya sudah toples.


Dave memberikan banyak tanda di leher, dada dan bahkan di sekitar gundukan kembar favoritnya itu.


Suara desa han membuat suasana di dalam kamar semakin panas dan Dave langsung menekan tombol senyap suara pada dinding dekat tempat tidur mereka.


"Men desah lah sekuat nya sayang! Mas suka mendengar nya! " bisik Dave sembari menggigit cuping telinga Tata.


Ia membuka kaos yang ia pakai hingga terpampang tubuh atletis nya yang di tumbuh bulu-bulu halus di sekitar dada, otot-otot perut yang membuat Tata suka menyentuh dan meraba nya.


Dave semakin tidak tahan saat tangan halus istrinya meraba dan membelai tubuh nya. Ia mengangkat tubuh Tata agar posisi nya menyamping hingga ia dengan leluasa meloloskan celana pendek yang di pakai Tata.


"Sempurna.. ! " puji Dave saat tubuh istrinya benar-benar polos tanpa sehelai benang.


Ia membaringkan Tata dan mengungkung tubuh Tata dengan tatapan penuh gairah. Dave menciumi perut Tata yang sudah tampak buncit dengan lembut.


"Papi pengen jenguk kalian semua sayang? Jangan ngambek ya kalau nanti tiba-tiba kalian merasakan gempa yang luar biasa! " ucap Dave nyeleneh pada perut Tata.


"Mas ih... " sahut Tata gemes dengan memukul pelan bahu suaminya.


"Mas bisa mulai nya sayang?? " tanya Dave sembari menatap mata sang istri dalam-dalam.


Tata mengangguk tersenyum lebar dan Dave akhirnya lebaran setelah puasa sebulan lebih lama nya. (Si Bule cepat amat puasa ama lebaran nya, padahal kalau othor masih sebulan lebih lagi mau puasa😏😏)


Dave menyingkirkan anak rambut yang menempel di dahi istrinya sambil mengusap keringat yang keluar setelah mereka bertempur hebat di kasur.


"Kenapa kamu jadi semakin cantik gini sih sayang?? Kalau kamu gak hamil, sudah aku hajar lagi sampai anakonda ku puas! " bisik Dave gemes sembari mengecup dahi Tata dengan lembut.


"Sampai kapan pun anakonda Mas gak akan pernah puas! Besok dan besok nya lagi pasti pengen minta terus! " jawab Tata dengan suara serak.


"Loh, kamu belum tidur sayang?? Kan puasnya hari ini aja, besok minta lagi sampai puas, dan besok nya lagi juga gitu! hehehe.. " ucap Dave dengan terkekeh kecil.


"Gimana aku bisa tidur kalau tangan Mas gak mau berhenti mainin apel aku! " Tata mencebik kesal.


"Hehehe.. Abisnya Mas gemes! Kenapa bisa gede banget kayak gini? Padahal kemaren-kemaren pas banget kalau Mas genggam. Sekarang gak bisa semuanya karena gede kayak gini! " jawab Dave dengan terkekeh sambil terus meremas gundukan kembar istrinya.


"Namanya juga hamil Mas, lagi persiapan untuk produksi Asi si kembar nanti! Lagian gimana gak gede kalau Papi nya si kembar selalu menyusu tiap malam, kecuali sebulanan ini! " ucap Tata menyindir sang suami.

__ADS_1


"Hehehehe... Abisnya enak sih! " jawab Dave tergelak kencang.


"Dah ah, aku mau tidur! Capek banget! " ucap Tata menyingkirkan tangan Dave yang masih setia di dadanya.


"Ya udah tidur aja! Udah malam! Baca doa dulu ya sayang sebelum tidur! " sahut Dave dengan memeluk erat tubuh polos istrinya di dalam selimut.


Tata tidak menjawab, ia hanya merengsek semakin dalam ke dalam pelukan suaminya mencari kehangatan.


🌿🌿🌿


Di tempat yang berbeda, sepasang anak manusia sedang bertempur di atas tempat tidur dengan keringat membanjiri keduanya. Teriakan, desa han, lenguh an, dan rintihan memenuhi kamar mereka.


"Terimakasih sayang! " bisik Kadir sembari mengecup dahi sang istri.


"Hhmmm.. " hanya itu yang terdengar dari mulut bawel Sandra.


Ia benar-benar terkulai lemas usai di hajar suaminya sebanyak dua ronde. Kadir turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi dengan santai nya tanpa sehelai benang.


Ia membersihkan terong hidup yang bisa muntah di kamar mandi. Ia keluar dengan handuk di pinggang dan sebuah handuk kecil yang sudah basah.


Dengan telaten ia membuka selimut dan membersihkan lembah Surgawi istrinya dari sisa-sisa pertempuran mereka dan tumpahan lahar yang masih tercecer di bagian bibir lembah Surgawi Sandra.


Ia menelan ludah nya saat bibir lembah terbuka lebar dan melambai-lambai seakan-akan minta di belai lagi.


"Tahan Kadir, tahan! Sejak kapan kamu jadi bringas kayak orang kesurupan gini?? Kamu mau bikin istri kamu gak bisa jalan besok pagi karena di hajar terus?? Aish.... Benar-benar nguji iman banget! " batin Kadir frustasi.


Ia cepat-cepat membersihkan lembah tersebut dengan handuk dan menutupi tubuh polos istrinya dengan selimut sebelum ia khilaf lagi menggarap tubuh sang istri.


Ia kembali ke kamar mandi sambil membawa bokser dan menaruh handuk kecil tadi di keranjang pakaian kotor.


Ia memakai bokser dan ikut masuk ke dalam selimut merajut mimpi bersama-sama.


🌿🌿🌿


Lain Kadir, lain Dave dan lain lagi dengan Arkan. Disaat Dave dan Kadir tertidur sehabis mereguk kenikmatan dunia, Arkan sedang sibuk mereguk berkas-berkas yang menumpuk di meja kerja nya.


"Kalau gue kerja mulu sampai lembur kayak gini, gimana gue bisa kawin ama ayang beb??? " keluh Arkan dengan memijit kening nya.


"Aaarrrggghhh.... Dasar Bos sialan! Pokoknya gue harus bilang ama tuh Bule biar cari Aspri baru buat bantu gue!! " teriak Arkan malam-malam dengan sangat kesal.


Ia melihat jam yang ternyata sudah jam 2.30 pagi. Ia merenggangkan otot-otot nya yang sudah sangat pegel dan kaku.


"Ah, lumayan enak meskipun ini bukan kasur empuk di rumah ku! Hoam... " ucap Arkan sembari menguap karena matanya sudah tidak bisa kompromi lagi.


Ia tertidur di ruang kerjanya hingga terbangun karena suara pemberitahuan speaker keamanan perusahaan yang selalu berbunyi setiap jam 7 pagi.


"Gini amat jadi anak yatim-piatu, mau punya bini di kasih pekerjaan yang gak habis-habisnya gini! Mana gak ada yang siapin makan, pakaian, apalagi yang perhatian! " gumam Arkan dengan wajah lesu karena harus bangun lagi padahal baru beberapa jam tidur.


Untung saja ia selalu bawa baju ganti dan ruang kerjanya ada kamar mandi, jadi ia gak perlu susah lagi mau mandi di toilet umum.


"Pokoknya hari ini aku harus ketemu sama Ibu Negara! Aku mau minta keadilan dan kesejahteraan karyawan! " gumam nya penuh tekad sambil memakai pakaian nya.


Tepat jam 8 pagi, ia sudah bergelut kembali dengan setumpuk berkas-berkas yang ada di mejanya. Ia terlihat begitu serius hingga melupakan sarapannya, dan itu terbukti dengan perutnya sudah mulai bernyanyi dengan riang.


"Minyak sayur??? Pesan kan sarapan untuk saya di kantin! " perintah Arkan pada seseorang pada telpon yang ada di meja nya.


"Nama saya... "


Ucapan seseorang tersebut di potong begitu saja oleh Arkan dengan menutup sambungan telepon nya hingga membuat orang tersebut mengumpat nya habis-habisan.


Di luar ruangan Arkan, seorang perempuan yang bertubuh gemuk tapi pintar sedang mengomel ngomel seorang diri karena perintah seseorang.


Meskipun kesal ia tetap pergi ke lantai lima tepatnya kantin perusahaan untuk membelikan sarapan untuk atasannya itu.


"Nih Pak sarapan nya! Nama saya itu Sania Pak, bukan minyak sayur! Enak aja sembarangan ganti nama orang! " protes perempuan bertubuh gemuk itu dengan mendengus kesal.


"Di mana salah saya? Salahkan aja sama orang tua kamu yang ngasih nama merek minyak sayur kemasan! Btw makasih ya! " jawab Arkan santai sembari mengedipkan matanya.


Perempuan yang bernama Sania keluar dari ruangan Arkan dengan wajah kesal dan menghentakkan kaki nya di lantai saking geram nya pada sang atasan.


"Pokoknya hari ini semuanya harus selesai dan aku akan minta keadilan pada Ibu Negara! " gumam ia penuh tekad sebelum memakan sarapan nya.


Dengan keyakinan penuh di hatinya, Arkan berhasil menyelesaikan semua pekerjaan yang di bebankan padanya jam 15.25. Ia bergegas membereskan meja kerjanya sambil mematikan perangkat komputer yang ada di meja kerjanya.


"Yur, sebelum pulang tolong bilangin CS untuk membersihkan ruangan aku! Dan jangan lupa besok kita meeting jam 9 di hotel Cahaya dan persiapkan semuanya! Bye Bye... " pesan Arkan sebelum masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Sania melengos kesal karena Bos nya itu masih aja seenaknya mengganti nama nya seenak jidat. Kadang minyak sayur, kadang di panggil Yur seperti barusan dan terkadang di Misa, kayanya singkatan dari minyak sayur.


"Kampret itu emang Bos! Untung aja Bos besar gak terlalu peduli ama orang kecil kayak aku! Tapi walaupun si Bos kampret nyebelin tapi hanya ia dan Bos besar aja yang gak terlalu peduli dengan fisik aku! Mereka gak memandang fisik aku sebagai hinaan atau pun bahan ejekan, bahkan mereka gak pernah komentar fisik aku selama dua tahun bekerja di sini! " sungut Sania mengumpat atasan nya itu.


Meskipun ia ngomel-ngomel, ia tetap melakukan semua perintah Arkan dengan menyuruh CS membersihkan ruangan Arkan sebelum ia pulang.


Sementara itu, Arkan sudah sampai di kediaman Ryder dengan wajah di buat sebegitu menyedihkan.


"Kali ini aku harus bisa meyakinkan Ibu Negara dengan semua perkataan aku! Aku kan juga pengen bahagia! Semangat Arkan! Semangat menjemput impian! " gumam nya menyemangati diri nya sendiri.


Dengan penuh percaya diri, ia keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk kediaman keluarga Ryder setelah bertegur sapa dengan penjaga yang berjaga di gerbang depan.


Ia memencet bel dan Mbok Sri membukakan pintu dengan tersenyum manis pada nya.


"Assalamualaikum Mbok Sri yang cantik berseri wangi sepanjang hari?? " sapa Arkan dengan sejuta rayuan maut nya.


"Waalaikumsalam Den Arkan! Ayo masuk, makin ganteng aja si Mbok lihat! Tapi sayang masih Jones alias Jomblo ngenes! " jawab Mbok Sri meledek Arkan.


"Gak perlu di tegaskan juga kali Mbok Jomblo ngenes nya! " sungut Arkan dengan wajah cemberut.


"Hehehehe... Abisnya Den Arkan betah banget mempertahankan gelar Jomblo nya dari lahir! " jawab Mbok Sri dengan terkekeh kecil.


"Au ah gelap... Oh ya emaknya si kembar mana Mbok? Arkan mau ketemu karena ada hal darurat! " sahut Arkan sambil bertanya.


"Lagi di taman belakang Den! Susul aja ke sana! Oh ya mau minum apa? " jawab Mbok Sri saat mereka melewati ruang santai.


"Apa aja deh Mbok! Yang penting jangan air kobokan atau air bekas cucian piring! " ucap Arkan santai.


"Bisa aja Aden bercanda nya! " sahut Mbok Sri terkekeh geli.


Mereka berpisah karena jalan nya berbeda jalur, ia berjalan hingga keluar dan melihat sepasang suami istri sedang duduk pangku-pangkuan dengan di jaga dua perawat yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.


"Assalamualaikum semuanya! " ucap Arkan begitu ia mendekati mereka berdua.


"Waalaikumsalam.. ! Ngapain kamu kesini! " jawab Dave dan Tata serempak.


"Belum juga duduk udah di semprot! Eh Bos laknat! Gue datang kesini mau minta keadilan! " ucap Arkan dengan nada kesal bin gondok.


"Dasar asisten kurang ajar! Mau aku kirim kamu ke hutan Amazon, hah! " sahut Dave tak kalah kesal.


"Dengan senang hati, setidaknya nya gue gak perlu lagi bantuin elo melihat tumpukan berkas yang menggunung mengalahkan gunung Himalaya! " jawab Arkan santai.


"Kampret.... Sialan.. " umpat Dave karena ia kalah bicara.


"Tata calon emaknya kembar enam yang cantik jelita mengalahkan bidadari....Bantuin anak yatim piatu yang nelangsa ini?? Berikan pria menyedihkan ini keadilan dari suami mu yang laknat itu?? " rayu nya dengan wajah sesedih mungkin di hadapan Tata.


"Huek... " Dave pura-pura muntah lihat tingkah konyol Arkan.


"Hahahaha.... ! Aduh, Bang Arkan lucu banget! " ucap Tata tertawa ngakak di atas pangkuan suaminya.


"Gak usah drama kamu! Beraninya merayu perempuan yang punya suami di depan suaminya! Benar-benar mau di sleding ini anak! " geram Dave dengan memberikan tatapan laser nya pada Arkan.


"Bodo.. ! Wahai Ibu Negara yang terhormat! Tolong lah rakyat jelata mu ini! Tolong berikan aku keringanan dan keadilan agar aku bisa seperti rakyat jelata lainnya! Tolong lah aku! " ucap Arkan lagi dengan penuh penghayatan.


"Hahahaha.... ! Udah ah Bang ngelantur nya! Perut sakit nanti kebanyakan ketawa! Emang nya Abang mau keadilan apa?? Emangnya Mas Dave semena-mena di kantor sama Abang! " jawab Tata sambil tertawa geli.


"Banget! Suami kamu itu bahkan bukan hanya semena-mena! Tapi ia sudah seperti seorang kompeni yang memperkerjakan aku gak ada jeda nya! Masak iya dari dulu sampai sekarang aku di suruh ngadapin berkas-berkas setiap hari sampai lupa makan, lupa mandi dan bahkan lupa dengan status diri yang masih jomblo sampai usia 30 tahun lebih ini! Lama-lama aku bisa nikah ama berkas-berkas kalau tiap hari itu yang aku pantengin! " curhat Arkan dengan nada yang sendu.


"Huahahaha.... " Tata semakin tergelak kencang mendengar curhatan Arkan hingga ia memukuli bahu suaminya saking lucunya.


Tidak hanya Tata, Suster Sari dan Suster Mila menutup mulutnya karena tidak ingin tawa mereka keceplosan karena mendengar curhatan absurb pria yang bersama majikan mereka.


"Kamu itu asisten pribadi saya apa anggota Srimulat! Makin hari makin ngaco aja ucapan nya! " ucap Dave mendelik kesal.


"Gimana gak ngaco Bos, wong setiap hari yang di temuin kertas-kertas mulu! Lama-lama muka gue yang berubah jadi kayak kertas! Datar kayak muka elu! " jawab Arkan tanpa merasa takut.


"Kampreett.... " ucap Dave dengan melempar kue lemper pada Arkan.


Arkan menangkap nya dengan tepat, dan dengan santai membuka nya dan memakan nya di hadapan Dave dan Tata.


Ulah nya itu membuat kedua Suster Tata semakin tertawa geli.


"Ya udah, jadi maksud kedatangan Bang Arkan ini mau apa?? " tanya Tata sambil memainkan dada suaminya.


"Tolong carikan aspri baru dong Ta.. ! Yang bisa bantuin Abang di kantor kalau laki kamu kumat bolos nya! Masa iya berkas setinggi puncak gunung Everest Abang sendiri yang kerjain! Kalau ada yang bantu kan enak! Abang kan juga kepengen mengakhiri status Jones nya Abang! Abang juga pengen melamar ayang bebeb Susan Boneka cantik dari India! " jawab Arkan dengan muka memelas seperti orang sakit perut nahan boker.

__ADS_1


Tata tampak berpikir sejenak sebelum menjawab permintaan Arkan yang sebenarnya terbilang wajar.


Bersambung...


__ADS_2