Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Amarah seorang Tata


__ADS_3

Begitu Tata selesai makan siang, Arkan dan Angel langsung memberitahu nya jika Tiger sudah sampai di Jakarta dan menunggu instruksi dari nya mau di bawa kemana.


Mendengar Abang nya sudah ada di Jakarta emosi Tata kembali memuncak. Dada nya bergemuruh hebat ingin menghajar Abang nya sampai puas.


"Ingat sayang!! Dia masih Abang mu satu Ibu, pikirkan perasaan Ibu mu jika terjadi sesuatu pada Abang mu! Mau bagaimana pun juga seorang Ibu pasti tidak ingin anaknya terluka termasuk Ibuk. Lampiaskan kemarahan mu pada tempat yang tepat karena Mas tidak mau kau kenapa-napa! " nasihat Dave dengan memeluk erat tubuh istrinya.


Tata hanya diam saja karena ia berpikir bagaimana cara ia melampiaskan kemarahannya tanpa menyentuh tubuh Abang nya. Tiba-tiba terbesit ide yang cemerlang di otak nya hingga membuat nya tersenyum menyeringai.


"Angel!! Penuhi sanggar latihan kalian di Markas besar dengan barang pecah belah dan elektronik yang memenuhi semua sudut ruangan!! Katakan pada Tiger untuk membawa laki-laki itu ke sana dan duduk kan di kursi dengan tangan terikat. Usahakan jangan terlalu kencang ikatan nya karena aku ingin ia membuka sendiri ikatan tersebut! " perintah Tata dengan tersenyum devil.


Arkan dan Angel yang melihat senyum devil Tata bergidik ngeri menebak apa yang di rencananya pada laki-laki itu.


"Senyum nya seperti mau makan orang saja! " ucap Arkan pelan yang di dengar Angel.


"Bukan mau makan orang, tapi iblis bangkit dari kubur! Hiyy seram!! " sahut Angel bergidik ngeri.


"Kau kira hantu bangkit dari kubur!! Yang betul itu kebangkitan iblis pencabut nyawa!! Jadi kasihan nasib laki-laki itu nanti, tapi itu sepadan lah dengan kelakuan laki-laki itu yang serupa iblis! " jawab Arkan lagi dengan mengangkat bahu nya.


Angel mengangguk pelan membenarkan perkataan Arkan tadi. Mereka kembali diam karena takut omongan mereka terdengar di telinga Tata.


Angel mengambil ipad nya dan melakukan apa yang di perintahkan Tata menyampaikan pesan pada Tiger. Ia langsung bangkit dari sofa untuk pamit.


"Kakak, kakak ipar! Aku pamit dulu mau ngisi sanggar latihan sesuai permintaan kakak tadi! Aku juga sudah menyampaikan pesan kakak pada Oppa Tiger! " ucap Angel dengan penuh hormat.


"Minta Lion untuk membantu mu mengisi sanggar itu! Satu lagi, siapkan satu tongkat bisbol untuk aku gunakan nanti! " jawab Tata kembali memberikan perintah.


"Tongkat bisbol?? Untuk apa Kak!! " tanya Angel heran.


"Nanti kau juga kau untuk apa!! " jawab Tata acuh.


"Ya udah lah, aku pergi ya Kak! " sahut Angel pasrah.


Sepeninggalan Angel, Dave yang masih bingung ikut duduk di samping Tata atas bed nya.


"Untuk apa tongkat bisbol itu sayang?? Apa yang sebenarnya yang kau rencana kan hmm?? " tanya Dave lembut seraya mencium pelipis Tata.


"Mas lihat aja nanti, yang jelas aku nanti akan melampiaskan amarahku tanpa menyentuh kulit laki-laki itu!! " jawab Tata dengan sangat misterius.


"Ya sudah, Yang jelas istri Mas ini tidak main hakim sendiri! Biarlah hukum Tuhan yang berjalan karena setiap perbuatan pasti ada balasannya! " sahut Dave dengan bijak.


"Iya Mas.. !! Tapi sejujurnya dalam hatiku aku ingin sekali membunuh laki-laki biadab yang sudah melecehkan kakak ipar! Aku ingin sekali menyiksa dan menguliti nya sampai ia memohon untuk mati! Darah ku mendidih seakan-akan aku sendiri yang mengalami nya! " ucap Tata dengan penuh dendam.


"Mas ngerti sayang!! Hanya saja kita tidak bisa melakukan nya karena kita berada di negara yang berbeda. Kecuali mereka mengusik kita duluan baru kita bisa membalasnya! " sahut Dave lagi dengan pendapat nya.


"Benar juga sih!! " ucap Tata paham.


"Bisa aja kalau bajingan itu datang ke negara kita dengan kemauan nya sendiri! Kita bisa menangkap nya atau menculiknya saat ia di negara kita hingga ia mati membusuk! " ucap Arkan dengan sinis ikutan nimbrung.


"Wah... Keren!! Betul itu Kak! Kenapa aku gak kepikiran ya?? " ujar Tata sumringah bertepuk tangan dengan ucapan Arkan.


"Arkan.. !!! " panggil Dave dengan suara berat.


"Iya, iya, iya.. !! Gue tau kok! Sensian banget sih jadi orang! Gue kan cuma mengutamakan pendapat aja! Memberi Solusi dari segala masalah! " jawab Arkan dengan wajah cemberut.


"Kamu bukan memberi solusi tapi mencari penyakit menciptakan perang antar negara!! Saat mereka tau anggota keluarga nya hilang saat ke Indonesia, pasti mereka mendesak kepolisian kita untuk mengusut nya sampai tuntas dan pastinya orang-orang mereka akan leluasa berkeliaran di sekitar kita! Jangan anggap remeh seseorang karena kita tidak tau kekuatan mereka yang sebenarnya. Biarkan saja semua berjalan seperti air, jika mereka mengusik kita dengan sengaja maka aku sendiri tidak akan tinggal diam. Aku sendiri yang akan membasmi mereka dengan tangan ku sendiri!! "ucap Dave dengan nada dingin dan penuh intimidasi.


"Iya Bos iya... " jawab Arkan patuh.


Tata yang melihat aura yang mencekam dari wajah suaminya hanya menghela napas pelan. Ia mengerti akan ke khawatiran sang suami jika pihaknya mencari masalah duluan.


"Iya Mas.. ! Aku gak akan menganggu mereka jika mereka tidak mengganggu kita duluan! " ucap Tata dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Bagus sayang!! Itu baru gadis pintar Mas.. !! " sahut Dave dengan wajah kembali lembut.


"Ckckck... Gadis dari mana sih Bos, yang ada emak-emak anak enam!! " cibir Arkan dengan wajah sinis.


"Bodo... " sahut Dave ketus.


Obrolan mereka terhenti dengan suara ponsel Tata, Dave langsung mengambilnya dan menjawab panggilan tersebut.


Tidak banyak bicara dan hanya mendengarkan yang di bicarakan orang tersebut hingga panggilan tersebut mati.


"Kata Angel semua nya sudah siap dan Abang mu sudah ada di sana bersama Tiger sesuai permintaan mu sayang!! " ucap Dave memberitahu Tata.


"Kalau gitu ayo kita ke sana sekarang!! Aku gak mau nunggu lebih lama lagi Mas! Oh ya, bisa kan aku keluar dari rumah sakit beberapa jam saja?? " sahut Tata sembari bertanya menatap sang suami.


"Bisa sayang!! Arkan, urus semuanya dan pastikan istriku di izinkan keluar selama beberapa jam ke depan! " jawab Dave dengan memberikan perintah pada Arkan.


"Oke Bos, tapi abis itu gue boleh nyusul kan?? " ucap Arkan sambil bertanya kembali.


"Terserah kamu lah mau menyusul kami atau tidak! " jawab Dave tidak menolak sama sekali.


"Asyik... !! Kalian tunggu disini sebentar, ntar gue kasih tau lewat pesan! " ucap Arkan dengan wajah sumringah.


Ia langsung keluar dari kamar rawat Tata dan Tata langsung mengganti pakaian pasiennya dengan pakaian yang ada di laci. Seandainya saja ia sudah lama melahirkan maka ia akan memakai jeans kesukaan nya bukan kulot kayak ia pakai sekarang.


"Huh... Laki-laki itu selamat karena aku tidak bisa bergerak bebas seperti dulu, takut jahitan ku sobek kalau bergerak berlebihan! " gerutu Tata dengan wajah kesal.


Dave terkekeh mendengar gerutuan istrinya yang tidak nyaman memakai kulot meskipun sama-sama celana. Setelah selesai berganti pakaian, mereka menunggu sejenak di sofa pemberitahuan dari Arkan tentang izin keluar nya.


Lima menit kemudian ponsel Dave berdering dan pesan dari Arkan masuk.


"Ayo sayang berangkat, Arkan langsung menuju parkiran dan menunggu di sana! " ucap Dave sambil berdiri dari duduk nya.


Tata pun ikut berdiri dan mereka berdua keluar ruangan dengan bergandengan tangan. Sementara itu Ibuk dan Mak Ijah sudah hampir sampai di sekitar rumah sakit tempat Tata melahirkan. Saat tiba di parkiran mereka di kagetkan dengan panggilan seseorang dari arah samping.


Ibuk menoleh kearah suara itu dan tersenyum sumringah melihat siapa yang menyapa nya.


"Ya Ampun Anika! Kamu ngapain di sini Nak?? Mau jenguk Tata ya?? " ucap Ibuk bertanya setelah Anika mencium pipi dan tangan nya.


"Gak Bu.. !! Anika baru aja ke dokter kandungan pasang KB. Pengen sih jenguk kakak tapi Revan Anika tinggal di rumah sama Mama Ratih! " jawab Anika dengan tersenyum manis.


Mereka asyik mengobrol di parkiran hingga ucapan Mak Ijah menghentikan obrolan mereka.


"Nyah, itu bukannya Non Tata ya?? Kok udah keluar dari rumah sakit?? Bukan nya masih tiga hari lagi ya Nyah!! " ucap Mak Ijah menunjuk kearah sepasang pria wanita yang berjalan hendak memasuki mobil.


Ibuk dan Anika kompak menoleh ke arah yang Mak Ijah tunjuk. Mereka kaget karena itu benar-benar Tata dan Dave.


"Benar Buk!! Mereka mau kemana ya, kok kayak nya buru-buru banget!! " sahut Anika dengan penuh tanda tanya.


"Adek.. !! Adek.. !! " panggil Ibuk dengan agak kencang.


Mungkin karena suasana parkiran agak ramai panggilan Ibuk tenggelam karena banyak nya suara orang dan mobil.


"Jah, Ayo kita susul mereka! " ucap Ibuk dengan kembali masuk ke dalam mobil.


"Anika ikut Buk!! " seru Anika yang ikutan masuk di bangku depan dekat sopir.


"Son.. !! Cepat ikuti mobil yang di masuki Tata dan Dave di depan! Jangan sampai kehilangan jejak ya Son! " perintah Ibuk pada Samson.


"Oke Nyah! " jawab Samson dengan menghidupkan mesin mobil.


"Ka, kamu gak papa ikut Ibuk ngejar kakak kamu?? Gimana dengan Revan?? " tanya Ibuk pada Anika saat mobil sudah berjalan.

__ADS_1


"Gak papa Buk, nih Anika lagi chat sama Mas Riko! " jawab Anika santai.


Tata dan Dave tidak tau jika mobil yang di kendarai Arkan di buntuti oleh Ibuk. Mereka tidak menyadari jika Samson mengendarai mobil tepat di belakang mobil setelah mobil mereka.


"Mereka mau kemana ya?? Kok bisa keluar padahal masih tiga hari lagi Tata di sana!! Kenapa perasaan ku kembali tidak enak ya!! " ucap Ibuk dengan lirih dan dada berdebar kencang.


Di sanggar latihan milik Tata, Sandi meronta minta di lepaskan ikatan nya pada Tiger.


"Lepaskan gue brengsek!! Sialan kalian, beraninya main keroyokan! " teriak Sandi dengan sangat marah.


Berbagai umpatan dan kata-kata kasar keluar dari mulut pria itu namun satupun tidak di gubris oleh Tiger yang selalu memasang wajah datar hingga Sandi kecapean sendiri.


"Tap.. Tap.. Tap.. Tap.. Tap... "


Suara langkah kaki yang akan memasuki sanggar latihan tersebut terdengar sangat jelas, bukan hanya satu langkah kaki tapi ada tiga langkah kaki hingga akhirnya tiga orang itu menampakkan wajah nya di depan Sandi.


"Apa kabar Abang ku tersayang!! " sapa Tata dengan menyeringai devil.


Mata Sandi melotot melihat kedatangan adik perempuan nya yang sangat ia hindari. Tiba-tiba tenggorokan nya seperti di cekik tangan tak kasat mata melihat senyum iblis yang di perlihatkan adiknya itu.


"Angel!! Mana tongkat bisbol yang aku minta! " teriak Tata dengan lantang.


Terdengar suara langkah kaki memasuki sanggar latihan. Seorang wanita cantik membawa sebuah tongkat bisbol yang agak lumayan dan memberikan nya pada Tata.


Dengan tersenyum girang Tata mengambil tongkat bisbol tersebut dari tangan Angel dan menaruh nya di bahu dengan memegang nya sebelah tangan.


"Kalian semua minggir lah ke tepi! Ini urusan ku dengan Abang ku tersayang! Jangan ada yang ikut campur jika tidak ingin menjadi sasaran amarah ku! " perintah Tata dengan begitu dingin dan datar.


Sandi kembali memucat mendengar suara dingin adiknya yang tanpa ia sadari membuat nya gemetar ketakutan.


"Aku kira kita gak akan ketemu lagi sampai kita mati Bang! Tapi nyatanya kita bertemu lagi dengan keadaan seperti ini! " ucap Tata dengan santai berjalan mengelilingi tubuh Sandi.


"Apa yang kau inginkan Thalita! Apa ini sikap seorang adik pada abangnya yang lebih tua?? Dimana sikap hormat mu pada Abang?? " sahut Sandi mencoba untuk tidak gentar.


"Sikap apa yang kau inginkan dari aku Bang! Memeluk mu manja sambil berkata aku merindukan mu gitu?? Cih, tidak sudi aku melakukan hal kotor itu pada bajingan gak punya hati macam kau Bang! " jawab Tata dengan sinis.


"Kurang ajar kau sama Abang mu Thalita!! " teriak Sandi emosi.


"Jangan berteriak di depan ku sialan!! Brak.. Brak!! " teriak Tata tidak kalah emosi dengan mengayunkan tongkat bisbol yang ia pegang ke sebuah guci hingga pecah berantakan.


Nyali Sandi menciut melihat keganasan Tata menghancurkan guci besar tersebut dengan sekali ayunan.


"Laki-laki bajingan dan brengsek seperti kau tidak pantas di hormati!! Kalau saja kau bukan Abang ku sudah aku hajar kau dengan tangan ku sendiri! " ucap Tata dengan suara kencang dan kembali menghancurkan sebuah televisi ukuran besar.


"Laki-laki yang menjual istrinya sebagai jaminan hutang tidak layak hidup di dunia ini! laki-laki itu harus mati biar tidak menjadi sampah masyarakat!! Aku benci dengan mu Bang! Aku benci mempunyai darah yang sama dengan mu!! Kenapa bisa Ibuk kita melahirkan anak laki-laki yang tidak punya hati dan jahat seperti mu Bang!! Kenapaaaa???? " teriak Tata lagi membabi buta menghancurkan barang-barang yang ada di ruangan tersebut.


"Bagaimana bisa kau tega membuat istrimu sendiri menjadi pelampiasan nafsu bejat orang gila Bang!! Apa kau tidak mikir jika adik mu ini juga seorang perempuan!! Apa kau tidak mikir kalau anakmu juga seorang perempuan Bang!! Jawab!!! " teriak Tata lagi dengan linangan air mata.


Dengan membabi buta Tata menghancurkan beberapa buah guci besar, televisi hingga lemari pendingin juga ia hancurkan menggunakan tongkat bisbol.


"Kau tega berbuat seperti itu Bang!! Bagaimana jika Ibuk tau jika menantu perempuan satu-satunya di cambuk dan di siksa hingga di perkosa selama beberapa bulan oleh bajingan sialan itu!! Bagaimana bisa kau berbuat seperti itu Bang!! Bagaimana bisa!! Hu... Hu... Hu... ! Malang sekali nasib kakak ipar ku!! Aku menyesal tidak mencari keberadaan nya dari dulu, aku menyesal!! Hu.. Hu.. Hu.. !! " ucap Tata dengan menangis pilu bersimpuh di lantai yang penuh dengan barang yang pecah.


Omongan Tata semuanya terdengar jelas sampai keluar karena pintu sanggar tersebut tidak di tutup separo. Tiga pasang mata yang melihat apa yang terjadi dan mendengar jelas semuanya menangis dalam diam. Bahkan seorang wanita paruh baya memegang erat dadanya yang sakit dan sesak mendengar kenyataan yang sungguh membuat nya tidak bisa bernapas dengan leluasa.


"Nyah, yang kuat Nyah! Saya percaya Nyonyah perempuan yang kuat! Jangan biarkan emosi mempengaruhi Nyonyah! Ada menantu Nyonyah dan cucu-cucu Nyonyah yang masih butuh Nyonyah! " ucap Mak Ijah memegang tangan Ibuk dengan isak tangis kesedihan.


Yah, tiga pasang mata yang melihat itu adalah Ibuk, Mak Ijah dan Anika. Mereka mendengar semua nya perkataan Tata dari awal hingga akhir meskipun mereka berdiri di luar.


Ibuk mengangguk paham dan dengan tubuh gemetaran dan langkah kaki yang terasa lemas ia melangkahkan kaki memasuki sanggar latihan tersebut hingga membuat Dave dan lainnya terbelalak kaget.


"A-apa telinga Ibuk tidak salah dengar Dek?? " tanya Ibuk dengan suara serak dan wajah berlinang air mata.

__ADS_1


"I-Ibuk... " ucap Tata mendongakkan wajahnya dengan raut terkejut.


Bersambung...


__ADS_2