
Dave langsung mematikan ponselnya begitu panggilannya di putus Arkan. Ia masuk kembali ke kamar dan menuju ruang walk in closet untuk berganti pakaian menjadi celana pendek dan kaos oblong.
Ia keluar kamar menuju lantai bawah untuk makan malam dan membiarkan Tata tidur di kamar.
"Dimana Tata? Kenapa turun sendiri? " tanya Eyang Putri begitu melihat Dave seorang diri.
"Udah tidur Eyang... ! Kecapean seharian marah-marah dan jutekin Dave! "jawab Dave jujur tapi yang terakhir bohong.
"Kamu yang bikin istrimu marah-marah?? Emang Tata marah apaan?? " tanya Mami Sita kepo.
"Apa aja... Udah itu galaknya itu minta ampun! " jawab Dave dengan bergidik ketakutan.
"Pms kali Kak... ! " ucap Giselle ikut nimbrung.
"Emang... ! "jawab Dave enteng.
"Dasar bahlul..! Kenapa gak ngomong dari tadi kalau Tata lagi PMS?? Muter-muter aja ngomong nya! " ucap Mami Sita kesel.
Dave masa bodo dengan kekesalan Mami nya dan meneruskan makan nya tanpa memperdulikan obrolan keluarganya.
"Oh ya Buk, Pak dan semuanya! Besok Jeng Besan udah balik ke Jakarta, katanya gak tenang mikirin Tata karena musibah kemarin itu. Tadi sore Jeng Besan ngabarin Ayu sebelum dua anak itu pulang! " ucap Mami Sita memberitahu semua orang yang ada di meja makan.
"Jelas aja Ibu nya Tata khawatir dengan anak nya, meskipun sang anak sudah menikah, orang tua gak akan lepas perhatian dan kasih sayang nya pada sang anak! Lagian juga persiapan resepsi mereka kan juga sedikit lagi rampung, jadi biar di siapkan dari sini sajalah mana yang kurang! " tambah Eyang Putri ikut menanggapi.
"Mi, Pi, Eyang, Grandma, GrandFa, dan semua nya! Dave mau ke kamar dulu! " ucap Dave pamit ke atas duluan begitu makannya selesai.
Dave tidak menuju kamar nya, tetapi masuk ke ruang kerja nya karena pekerjaan nya masih banyak dan malam ini ia berniat untuk mengerjakan nya.
"Aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ku sebelum hari resepsi kami di gelar! Aku akan mengambil cuti 2 minggu untuk berbulan madu ! Kalau tidak di kerjakan dari sekarang alhasil aku tidak bisa mengajukan cuti honeymoon karena pekerjaan belum selesai! " ucap nya pelan dengan mulai mengoperasikan laptopnya.
🌿🌿🌿
Pagi harinya...
Tata bangun pagi-pagi sekali saat azan subuh berkumandang. Ia melihat bagian kosong di sebelahnya dengan kening berkerut.
"Kenapa masih rapi? Mas Davin kemana ya? Apa mungkin balik lagi ke rumah sakit? " gumam nya dengan lirih seraya duduk di atas kasur.
Sadar kalau ia sedang datang bulan, ia pun turun dari kasur dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ia memakai pakaian santai stelan kaos lengan panjang bergambar Donal bebek di depan nya yang berwarna lilac.
Ia keluar kamar dan melintasi ruang kerja yang pintunya tidak tertutup rapat.
"Pasti yang masuk lupa lagi tutupnya pas keluar! " ucap Tata pelan hendak menutup pintu ruang kerja.
__ADS_1
Saat tangannya memegang handel pintu, mata nya tanpa sengaja melihat sosok yang tertidur bertumpu lengannya di atas meja sambil duduk.
"Mas Dave.. ?? Jadi semalaman tidur di sini?? Ya ampun.. Pasti gak enak banget tidur sambil duduk begini! " ucap Tata memasuki ruang kerja tersebut.
"Mas, bangun Mas.. ! Sholat subuh dulu Mas! Ntar waktu nya habis! Bangun Mas.. ! " ucap Tata menggoyang bahu suaminya.
Karena tidak juga bangun Tata pun mendekatkan wajahnya di dekat wajah Dave yang terlihat damai saat tidur.
"Kalau tidur kayak gini gak kelihatan muka mesum nya! Coba kalau udah bangun, somplak nya langsung keluar! Tapi kalau marah kayak malaikat maut pencabut nyawa, serem banget! " gumamnya dengan menelusuri wajah suaminya dengan jemarinya.
Ia menyentuh alis tebal suami nya, mata yang tertutup, pipi dan rahang sebelah kanan karena pipi sebelah kiri menempel di meja hingga ke bibir sang suami.
"Tapi kalau di pikir-pikir lucu juga ya.. Kok bisa aku jatuh cinta sama laki-laki yang gak aku bayangin sama sekali! Gak pernah aku kepikiran mau punya suami Bule, yah meskipun casing nya doang Bule karena semua isi nya Indonesia banget! Dulu kalau liat film nya si Bontot, kayaknya Bule itu orangnya cool, jaim dan begitu berkharisma kayak di novel-novel! Lah, yang jadi lakik ku malah kebalikan nya. Orang nya mesum akut, jahil, seneng banget cari gara-gara sama Mami nya, sering ngelakuin hal yang gak masuk di akal dan yang pastinya aku sayang banget sama si Bule separo ini! Hi... Hi... Hi... ! " ucap Tata dengan tertawa cekikikan mengatai suaminya di depan orang nya langsung.
"Sudah puas bicaranya sayang??? " ucap Dave tiba-tiba.
"Astaghfirullah.... ! " sahut Tata yang melonjak kaget hingga terduduk di lantai.
"Akh.... Mas jahat banget! Bangun gak bilang-bilang, kan jadi jatuh nih! Duh, sakit banget lagi pantat nya! " omel nya dengan wajah kesal.
Tanpa banyak bicara Dave langsung membungkukkan badannya dan mengangkat Tata sekali angkat mendudukkan nya di atas pangkuannya.
"Lah, kenapa di duduk kan di sini?? " ucap Tata protes dan berusaha untuk turun.
"Duduk diam di situ! Mas mau sholat dulu! " ucap Dave begitu ia selesai mendudukkan Tata di atas tempat tidur.
"Ish.. Dasar nyebelin! Apa coba maksudnya aku di bawa lagi ke kamar! Tau gini mendingan gak usah aja tadi masuk ke ruang kerja! " gerutu Tata dengan wajah cemberut.
Meskipun menggerutu, ia tetap duduk menunggui suaminya yang sedang sholat subuh.
"Driiing.... "
"Driiing.... "
Suara ponselnya yang berdering dengan nama Ibuk tertera di layar nya.
"Iya Buk, assalamualaikum... ! " jawab Tata dengan lembut.
"Waalaikumsalam...Dek, Ibuk berangkat pagi ini jam 9! Kita ketemu di rumah ya? Gak usah jemput Ibuk di bandara! Ibuk datang sama Mami nya Sandra juga! Assalamualaikum! " ucap Ibuk di seberang sana.
"Iya Buk, waalaikumsalam.. ! " jawab Tata lagi.
Dave baru selesai sholat tidak menanyakan siapa yang menelpon karena ia masih mendengarkan jika istrinya itu memanggil Ibuk, jadi itu berarti panggilan dari Ibu mertua nya.
Baru saja selesai membenahi sajadah suaminya, pintu kamar Tata di ketuk keras dan terdengar suara panggilan dari luar.
__ADS_1
"Dave... ! Tata... ! Kalian sudah bangun belum?? Dave, Tata! " panggil seseorang dari luar pintu kamar.
"Kayak suara Mami?? " ucap Dave heran.
"Bukan kayak lagi Mas, itu memang Mami! Gimana sih, masa suara Mami sendiri gak ngenalin! " sahut Tata ketus.
Ia langsung berjalan membukakan pintu kamar. Terlihat wajah Mami mertuanya sangat panik.
"Syukur lah kalian berdua sudah bangun! Mami benar-benar bingung dan panik ini! " ucap Mami Sita dengan agak lega.
"Ada apa Mi, kenapa Mami panik begini? Apa ada masalah gawat? " tanya Tata agak khawatir.
"Itu Ta, kakak kalian! Abeth mengamuk di rumah sakit! Henry dan orang tuanya sudah kewalahan menenangkan kakak kamu! Sekarang Papi, Eyang dan Grandfa kalian sudah ke rumah sakit untuk membantu menenangkan kakak kamu! Mami cemas dan panik karena takut Abeth melukai dirinya sendiri! " jawab Mami Sita resah dengan meremas tangan nya sendiri.
"Ya Allah... Emang kenapa kakak tiba-tiba mengamuk Mi? " tanya Tata lagi ikutan cemas.
"Iya Mi... Gak mungkin Abeth mengamuk kalau gak ada sebab nya! Itu bukan sifat Abeth banget! " Dave juga ikutan berkata.
"Henry pergi ke mushola mau sholat subuh, orang tua nya juga ikut karena mau ke kantin pesan minuman hangat. Karena kakak kalian masih tidur, Henry menitip kakak kalian dengan perawat jaga yang kebetulan masih menunggu temannya untuk bertukar shift. Gak lama Henry pergi, kakak kalian bangun dan perawat tersebut masuk karena di panggil kakak mu! Ia minta di bantu ke kamar mandi dan perawat itu menyampaikan pesan Henry. Mereka mengobrol dan perawat itu keceplosan bilang kalau Abeth operasi pengangkatan sel telur karena satu sel telur nya rusak. Kakak mu marah dan meminta perawat tersebut berkata jujur akibat operasi ini karena ia merasa jika ada yang di sembunyikan mereka. Akhirnya kakak mu tahu jika ia akan sulit untuk memiliki anak dengan cara alami. Ia langsung berteriak histeris dengan melemparkan semua yang ada di dekatnya. Karena panik perawat tersebut meninggalkan kakak mu sendiri karena pergi mencari Henry. Itu cerita yang diceritakan Henry sama Mami! " jawab Mami Sita dengan air mata mengalir di pipinya.
"Ya Allah... Jadi itu penyebab nya! " ucap Tata dengan muka prihatin.
"Dari awal Dave sudah berkata untuk jujur pada Abeth, tapi kalian ngotot mau merahasiakan nya karena takut perasaan Abeth terluka! Kalau begini keadaan nya mau apa lagi!Siapa yang tidak terluka jika keluarga nya merahasiakan hal yang sebesar ini dari dirinya! Kalau aku jadi Abeth aku juga akan marah! " sahut Dave dengan wajah datar dan dingin.
"Mas.... ! " tegur Tata dengan lembut menyentuh lengan suaminya.
"Iya, Mami ngaku salah! Tapi Mami benar-benar gak mau kakakmu terpuruk dengan kenyataan pahit tentang dirinya! Tolong kalian bantu Papi menenangkan Abeth! Mami mohon Dave.. ! " ucap Mami Sita dengan mengatupkan kedua tangan nya memohon dengan berurai air mata.
"Astaghfirullah hal adzim Mami.. ! Gak usah kayak gitu! Tanpa Mami minta kita akan bantu bicara sama kakak! Gak pantas orang tua memohon seperti itu pada anak nya! " ucap Tata dengan nada tegas.
"Mendingan Mami tenangin diri dulu ya di kamar! Istirahat dan berdoa agar kakak tenang dan mau menerima semua nya dengan lapang dada! " tambahnya lagi dengan lembut sambil menuntun Mami Sita ke kamarnya.
Tata menuntun Mami mertuanya ke kamar nya dan mendudukkan nya di atas tempat tidur. Mami Sita tampak begitu sedih dan terguncang dengan keadaan anak perempuan nya.
"Mami istirahat dulu ya?? Sebentar lagi Tata dan Mas Dave akan pergi ke rumah sakit! " ucap Tata dengan lembut sambil menyelimuti tubuh Mami Sita hingga ke pinggang.
Bersambung..
Selamat membaca dan selamat beraktivitas kembali di hari senin..
Gak terasa udah senin lagi.. Selamat liburan untuk yang akan libur Natal dan tahun baru🥳🥳🥳..
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..
Lope-lope sekebun jagung 🌽🌽🌽untuk reader ku tercinta 🥰🥰🥰🥰..
__ADS_1