Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Lebih dari satu..


__ADS_3

Jantung Dave berdetak begitu kencang seakan-akan akan melompat keluar, ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


"Ini sungguh luar biasa, perhatikan mata Bapak dan ibu semuanya di layar monitor. Kalian lihat ada sebuah kantong dengan beberapa titik hitam. Titik hitam tersebut itulah yang di sebut janin yang awalnya berupa segumpal darah berkembang menjadi embrio hingga terbentuk janin! " ucap Dokter Aisyah pada semua orang terutama pada Tata dan Dave.


"Alhamdulillah... ! " teriak semua orang memekik kegirangan dan saling berpelukan.


"Ja-jadi Tata beneran hamil Tante?? Bukan busung lapar?? " tanya Tata masih tidak percaya tapi air matanya sudah mengalir.


"Tentu saja beneran hamil! Bukan busung lapar, mana ada busung lapar ada detak jantungnya! Dengarkan baik-baik! " jawab Dokter Aisyah dengan menyetel beberapa tombol hingga terdengar bunyi.


"Dug... Dug... Dug... Dug... "


Meskipun masih gak pelan namun suara itu membuat tubuh Dave lemas seketika. Jika tidak berpegangan pada ranjang tempat Tata berbaring, mungkin ia sudah luruh ke lantai saking tidak percaya nya.


Mami Sita berpelukan dengan Papi Dayton, Ibuk dengan Mak Ijah, Eyang kakung dengan Eyang Uti, Pakde Bude dengan istri dan suaminya masing-masing, Abeth berpelukan dengan Henry sambil menyentuh perut nya sendiri.


Mereka semua menangis sambil tersenyum bahagia mendengar kabar gembira ini yang memang terbukti bukan feeling saja.


"Ya Allah, kamu beneran hamil sayang! Anak kita, bibit nya Mas tumbuh subur! Ya Allah, Mas masih gak percaya jika Mas benar-benar akan jadi seorang Papi! Dan kamu akan jadi Mami! Dan kita akan di panggil Papi Mami sayang! Ya Allah, terimakasih sayang! Terimakasih! " ucap Dave berulang-ulang kali menciumi seluruh wajah Tata tanpa terlewati seinci pun.


Tata hanya tersenyum tanpa bisa berkata apa-apa karena ia benar-benar bahagia dan semua itu tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata.


"Masih ada satu lagi kejutannya! Jangan sampai ada yang pingsan nya?? Kalian sudah lihat bukan, titik hitam itu adalah janin. Kejutannya adalah titik hitam itu bukan hanya satu, tapi ada enam. Kita hitung sama-sama, satu, dua, tiga, empat, lima, enam titik hitam. Itu artinya Tata mengandung janin kembar enam, atau istilah medis nya sextuplet. " ucap Dokter Aisyah sambil menunjuk layar monitor tersebut pada semua orang.


"Gubrak... "


Dave, Ibuk dan Mami Sita pingsan seketika setelah mendengar Dokter mengatakan bahwa Tata hamil kembar enam.


"Dokter gak bohong kan?? Cucu saya beneran hamil kembar enam?? " tanya Eyang kakung sambil menggenggam tangan Eyang Uti.


"InsyaAllah saya yakin Tuan! Letaknya juga terlihat jelas meskipun mereka baru berusia 6 minggu! Ini adalah peristiwa langka yang terjadi di Indonesia, tetapi tidak di negara Pakistan sana! Di negara pakistan banyak yang mengandung dan melahirkan bayi kembar lebih dari dua. Tahun 2014 lalu, di Pakistan lahir bayi kembar enam empat perempuan dua laki-laki dan semua nya sehat dengan sang ibu juga sehat! Jadi, ini memang bukan rekayasa karena ini benar-benar terjadi. " jawab Dokter Aisyah lagi dengan tersenyum lebar.


"Subhanallah ya Allah... !" ucap mereka semua dengan penuh rasa syukur kecuali yang pingsan.


Papi Dayton menangis tersedu-sedu bersama Abeth yang memeluk nya. Ibuk masih pingsan di pelukan Mak Ijah, Mami Sita di angkat Henry dan di duduk kan di atas kursi, lalu setelah itu ia membopong Dave bersama Pakde-pakde nya dan di taruh samping Mami Sita.


Sedangkan Tata juga menangis dengan mata tidak mau berpaling dari layar monitor yang masih menandakan titik-titik yang di sebut Dokter calon anak-anak nya.


Tak lama berselang, Dave sadar dari pingsan nya dan melihat Papi nya mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


Dave langsung terduduk dan menatap Papi nya dengan wajah masih kaget.


"Pi, tadi Dave bermimpi kalau Tata hamil kembar enam! Anaknya Dave bukan cuma satu Pi, tapi enam! " kata Dave pada Papi nya.


"Plak... ! Itu bukan mimpi dodol! Tuh Tata masih di atas bed pemeriksaan! " ucap Abeth gemes sambil memukul kepala adiknya yang mendadak oon.


"Adawww sakit Kak! " pekik Dave kesakitan memegang kepala nya.


"Sakit kan??? Itu berarti bukan mimpi! " omel Abeth dengan kesal.


Bude Wati berhasil menyadarkan Mami Sita dan Ibuk dengan bantuan Suster Sari dan Suster Mila.


Dave yang menyadari jika semua itu bukan mimpi langsung bangkit mendekati bed Tata dan mencium kening Tata begitu lama.


"Maaf sayang! Mas kaget dan benar-benar gak percaya jika kita akan punya anak lebih dari satu, dan tidak tanggung-tanggung langsung di kasih enam sekaligus! " ucap Dave dengan jemari mengusap air mata di pipinya.


Ia juga mengusap air mata yang mengalir di pipi istrinya. Tata hanya tersenyum lebar karena mulutnya tidak mampu lagi berkata apa-apa saking shock nya.

__ADS_1


"Sudah ya Tata, Mr. Ryder! Karena masih berusia 6 minggu, jadi detak jantung nya masih agak lemah dan belum terdengar dengan begitu jelas banget! Bulan depan kita akan periksa lagi dan nanti detak jantung nya akan terdengar lebih kencang dari pada ini! " ucap Dokter Aisyah lagi sambil meletakkan kembali stik USG di tempat nya.


Suster Sari dengan sigap membersihkan bekas gel yang ada di atas perut Tata dan memasangkan kembali kancing celana Tata yang tadi sempat di turun kan sedikit.


"Saya resep kan beberapa Vitamin, penguat kandungan dan penambah darah untuk Tata! Di makan ya semua nya! Semua janin nya sehat dan beratnya juga normal yaitu 2-5 milimeter atau kira-kira sebesar kacang. Saya saran kan agar Tata di trimester pertama ini untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan dan makan makanan yang bergizi seperti sayuran hijau, buah, telur, daging, susu dan biji-bijian. Selain untuk tumbuh kembang janin, makanan bergizi ini juga menjaga si ibu dari masalah gizi buruk! " ucap nya lagi sambil mencatat beberapa resep di kertas.


Saat ini Tata sudah duduk di depan Dokter Aisyah bersama Dave dengan saling berpegangan tangan.


"Apakah ada pantangan untuk istri saya Tante? " tanya Dave yang ikut-ikutan Tata memanggil Tante pada Dokter Aisyah.


"Tidak ada pantangan untuk ibu hamil, tapi di saran kan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang belum di masak alias mentah, setengah matang serta lalapan. Tidak di anjurkan juga meminum kopi dan minuman beralkohol. Dan yang terpenting adalah agar tetap menjaga suasana hati ibu hamil, karena jika suasana hatinya buruk tentu saja berpengaruh pada kondisi janin nya yang juga ikut memburuk. Jika sang Ibu hamil bahagia, maka janin nya juga pasti akan bahagia. " jawab Dokter Aisyah dengan sangat ramah.


"Apa ada lagi yang ingin kalian tanya kan kepada saya?? InsyaAllah saya tidak akan bosan menjawab nya, jadi jangan sungkan untuk bertanya! " tanya Dokter Aisyah lagi pada Tata dan Dave.


"InsyaAllah untuk saat ini cukup Tante! Sepertinya istri saya masih shock dengan kabar bahagia ini hingga ia tidak mampu lagi berkata-kata! " jawab Dave dengan sopan.


"Hehehehe... Itu adalah anugerah yang patut di syukuri, karena tidak semua orang bisa mendapatkan anugerah yang luar biasa ini! Jadi, jagalah anugerah ini dengan sebaik-baiknya! " ucap Dokter Aisyah terkekeh pelan.


"Iya Tante! Terimakasih banyak atas nasihat nya! InsyaAllah saya akan sekuat tenaga menjaga istri dan anak-anak saya agar mereka semua selalu sehat! " sahut Dave dengan sepenuh hati.


Dokter Aisyah memberikan secarik kertas pada Dave. Tata menyalami punggung tangan Dokter Aisyah dengan Dave juga ikut apa yang dilakukan istrinya sebelum mereka beranjak meninggalkan kursi mereka.


Papi Dayton mendekati meja Dokter Aisyah dengan memeluk pinggang istrinya yang masih tampak shock.


"Dokter! Mulai hari ini anda akan menjadi Dokter pribadi menantu kesayangan saya! Nanti akan ada orang yang datang ke sini memberikan surat kuasa agar Dokter bisa fokus menangani menantu saya. Dokter masih bekerja di sini seperti biasanya, tetapi jika menantu saya membutuhkan Dokter, maka Dokter harus siap kapan pun itu waktunya! Saya juga membutuhkan perawat yang handal untuk di rumah saya, agar bisa mengontrol menantu saya dan saya juga minta rekomendasi Dokter akan ahli gizi terbaik yang akan saya pekerjakan untuk di rumah saya! Saya harap Dokter tidak menolak permintaan kecil saya ini! " ucap Papi Dayton dengan nada tegas tapi wajah yang masih bersahabat.


"Terimakasih atas semuanya Mr. Suatu kehormatan bagi Dokter tua seperti saya bisa melayani keluarga Mr. Dengan senang hati saya akan menerima permintaan Mr. Saya akan merekomendasikan suster-suster saya saja untuk membantu menantu Mr di rumah. Saya juga akan merekomendasikan ahli gizi terbaik untuk Mr. Kira-kira kapan mereka di butuh kan Mr?? " jawab Dokter Aisyah dengan sangat antusias.


"Kalau bisa besok pagi, karena sekarang sudah malam! Kalau begitu kami semua permisi dulu Dokter! Assalamualaikum.. ! " ucap Papi Dayton dengan mengangguk pelan.


"Iya Mr, Sama-sama! " jawab Dokter Aisyah juga dengan menunduk sopan.


🌿🌿🌿


Begitu mereka semua nya sudah pergi, Suster Sari dan Suster Mila bergegas mendekati Dokter Aisyah.


"Ya Allah Dok, sewaktu mereka masuk jantung saya berdebar kencang, saya takut melakukan kesalahan yang bisa membuat mereka memecat saya! Dan alhamdulillah ternyata mereka tidak se menakutkan kabar di luar sana! " ucap Suster Sari dengan wajah lega.


"Iya Dok, apa lagi lihat anaknya itu! Wajah nya dingin banget kayak es, eh giliran sama istrinya malah lembut kayak agar-agar! Malahan langsung pingsan waktu dokter bilang anaknya kembar enam! Hi.. Hi.. Hi.. Hi... " Suster Mila tertawa cekikikan sambil menutup mulut nya.


"Kalian benar, melihat mereka saja saya juga ketar ketir ! Apalagi sampai melakukan kesalahan yang bisa membuat mereka marah! Jika mereka hanya klien VVIP mungkin masih bisa santai, tapi mereka kan pemilik rumah sakit ini, jadi jangan sampai melakukan kesalahan yang fatal. Oh ya, apakah kalian berdua mau saya rekomendasi kan menjadi perawat Nona Tata selama proses kehamilan ini?? Soalnya saya masih sanksi dengan Suster yang lain, saya takut mereka tidak bisa di percayai bekerja di sana! Karena orang yang kita layani ini bukan kaleng-kaleng, dan saya tidak mau ambil resiko jika mereka berbuat hal yang fatal. Apakah kalian berdua mau?? " sahut Dokter Aisyah sambil mengatakan keinginannya pada kedua Suster tersebut.


"Mau Dokter! Saya mau dan saya siap melayani Nona Tata! " jawab Suster Mila antusias.


"Saya juga mau Dokter! Saya gak mau mensia-siakan kesempatan ini! InsyaAllah saya akan bekerja sungguh-sungguh! " jawab Suster Sari juga sangat bersemangat.


"Alhamdulillah kalau begitu! Jadi saya tinggal mencari ahli gizi sesuai permintaan Mr. Ryder! Oh ya, lebih baik kalian berkemas karena besok pagi kalian sudah bekerja di rumah Mr. Ryder! " ucap Dokter Aisyah dengan wajah lega.


"Tapi Dok, bagaimana dengan rumah sakit ini? Apakah kami harus bikin surat pengunduran diri? " tanya Suster Sari dengan raut wajah bingung.


"Iya ya Dok! Kalau kami langsung bekerja besok, otomatis kami tidak bekerja di sini lagi? Bukankah di sini kalau kita mengundurkan diri harus sebulan sebelum itu ya Dok? " sahut Suster Mila juga.


"Tadi Mr. Ryder bilang akan ada orang yang datang menemui saya nanti, dan nanti akan saya katakan hal ini pada beliau! Yang penting sekarang ini kalian berdua siap-siap saja! Toh, kalau pemilik rumah sakit ini sudah bicara, direktur pun tidak bisa banyak komentar karena mereka di sini juga bekerja! Sekarang ayo kita bereskan tempat ini dan kembali ke ruangan awal! " jawab Dokter Aisyah yang langsung membuat kedua Suster tersebut tersenyum lega.


🌿🌿🌿


Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, tanpa aba-aba Dave langsung menggendong Tata di depan gaya bridal style.

__ADS_1


"Astaghfirullah Mas... ! " pekik Tata pelan sambil memeluk erat leher suaminya.


"Ih, bikin kaget aja tau gak! " ucap Tata gemes sambil mencubit pelan dada bidang suaminya.


"Akhirnya kamu bicara juga sayang! Mas gak mau kamu kecapean berjalan hingga ke mobil! Pokoknya mulai sekarang kamu gak boleh ngapa-ngapain! Kalau mau apapun, bilang sama Mas biar Mas yang kerjakan! " sahut Dave santai.


"Tapi... "


"Papi setuju! Pokok nya mulai malam ini kamu tidak boleh kecapean sedikit pun! Biarkan semua orang yang bekerja! " potong Papi Dayton mendukung putra nya.


Tata memajukan mulut nya karena kesal mereka memperlakukan ia seperti orang sakit parah.


"Aish... Nyebelin banget sih! Aku kan bukan sakit parah yang perlu di bantu kayak gini! Aku kan cuma hamil, hamil gitu loh! " batin Tata yang hanya bisa mendumel dalam hati.


"Eyang juga setuju, apalagi calon cicit Eyang juga gak cuma satu! Eyang gak mau calon cicit Eyang kenapa-napa! Lebih baik mencegah dari pada mengobati kan! " sahut Eyang Kakung juga mendukung suaminya.


"Sudah, sudah! Aku kita pulang! Tidak baik perempuan hamil malam-malam di luar! Lagi pula sudah waktunya Tata istirahat! " lerai Eyang Uti agar mereka tidak panjang lagi bicara.


"Iya, betul itu! Tata harus istirahat! Oh ya, Buk, Pak! Kami semua mau langsung pulang aja! Besok kami akan ke rumah kamu lagi Yu! " ucap Pakde Toto pada kedua Eyang dan Mami Sita.


"Iya Buk, Pak.. ! Kami juga mau pamit ! " ucap Pakde Vian dan Bude Ditha ikutan pamit.


"Kami juga Buk, Pak.. ! " sahut Bude Rini dan Pakde Hasan juga.


"Yo wes lah! Ati-ati di jalan! " ucap Kedua Eyang barengan.


Satu persatu mereka semuanya pulang ke rumah masing-masing dengan di jemput sopir nya. Dave dan keluarga nya langsung menuju parkiran karena Tohir dan Jaka sudah menunggu di parkiran.


Jaka menyopiri kedua Eyang serta Papi Mami, Tohir membawa Ibuk dan Mak Ijah, sedangkan Dave membawa mobil sendiri.


Mereka pulang dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata. Sepanjang jalan, Dave tidak henti-hentinya mencium tangan kanan istri nya, hingga membuat Tata jengah.


"Mas, fokus nyetir mobil nya napa?? Aku juga gak bakalan kemana-mana! Di pegangin aja terus kayak anak kecil! " ucap Tata dengan agak ketus.


"Biarin! Mas tetap fokus kok! Pokoknya Mas mau pegangin kamu terus! " jawab Dave tidak peduli.


"Ya, tapi aku risih Mas di cium mulu tangan nya! Awas aja, ntar aku kasih terasi tangan aku biar Mas cium bau terasi! " sahut Tata dengan nada geram.


"Mas cuci biar gak bau terasi! " jawab Dave lagi.


"Ish... Mas nyebelin! Gak usah pegang-pegang lagi! " ucap Tata kesal sambil menarik kembali tangannya saat di genggam Dave lagi.


"Hehehehe... " Dave hanya terkekeh melihat Tata kesal.


Akhirnya mereka sampai juga di rumah, dan lagi-lagi Dave menggendong Tata hingga ke lantai atas kamar mereka.


"Ayo sayang ke kamar mandi dulu, cuci kaki dan sikat gigi! " ajak Dave begitu membuka pintu kamar.


Ia membiarkan Tata berjalan karena sudah di dalam kamar mereka.


"Iya Mas, aku juga mau ambil wudhu! Kan belum sholat isya, tadi kan hanya sholat magrib! " sahut Tata sembari membuka pintu kamar mandi.


"Barengan aja! Mas juga mau wudhu! Kita sholat berjamaah mulai sekarang! " seru Dave yang sedang merenggang kan tubuh nya.


Bersambung


Selamat tahun baru imlek buat yang merayakan nya🥳🥳🥳🥳🤩🤩🤩🤩

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semua nya 🤗🤗🤗


Selamat weekend bersama keluarga tercinta.


__ADS_2