
Abeth melihat Tata dengan wajah bingung. Ia berbalik dan mendekati Tata lagi.
"Loh, emangnya mau ngapain lagi? Kan gaunnya udah di tangan kamu! " tanya Abeth sambil menunjuk gaun yang berada di tangan Tata.
"Ini kan gaun yang mau aku coba, tapi si Mbak tadi ambil gaun rancangan terbaru butik ini untuk kakak! Siapa tahu cocok dengan selera kakak! " jawab Tata santai.
Baru selesai Tata ngomong, Mbak yang mengambil gaun tadi datang dengan sebuah gaun berwarna putih tulang berbentuk kemben dengan bagian dada dan pinggang bertabur batu berlian kecil-kecil, dengan bagian bawahnya yang lebar hingga menyapu lantai yang terbuat dari lace brokat. Gaun yang membuat mata Abeth terbelalak sempurna sehingga membuatnya menjadi seperti kucing yang di sodorkan ikan goreng yang membuat air liur nya menetes.
"Oh my god... I-ini sungguh mewah dan glamour tapi agak terlihat simpel! " ucap Abeth dengan tangan gemetar menyentuh gaun tersebut.
"Bahannya sangat halus dan lembut! " ucapnya lagi dengan memegang bagian bawahannya dan menaruhnya di pipi.
"Ayo Nona-nona silahkan di coba! " ajak karyawan tersebut dengan ramah.
"Ayo Ta, ! Kakak jatuh cinta dengan gaun itu dan tidak sabar ingin mencobanya! " sahut Abeth dengan menarik tangan Tata mengikuti langkah mbak-mbak tadi.
Mereka memasuki sebuah ruangan yang sangat besar yang letaknya tepat di hadapan para suami mereka duduk santai, yang hanya di batasi oleh kaca dengan kain layar penutup. Dua orang pelayan yang datang bersama mbak-mbak tadi ikut masuk ke ruangan tersebut membantu Tata dan Abeth untuk fitting gaun pengantin tadi.
Tata memakai gaun dengan leher v neck yang berenda dengan lengan panjang, terlihat sangat cantik dan seksi karena belahan dada yang agak sedikit terbuka tapi masih terlihat wajar. Bagian bawahnya di buat seperti mermaid membuat nya menjadi begitu indah dan pas di tubuh mungil dan ramping Tata.
Sedangkan Abeth memakai gaun dengan bagian bahu dan leher polos alias mode kemben yang bagian dada dan pinggangnya bertabur batu berlian yang kecil-kecil, dengan bagian bawahnya yang lebar dan panjang menutupi kaki bahkan menyapu lantai sakit lebar dan panjang nya.
Ada sarung tangan yang berenda dan transparan hingga ke lengan membuatnya menjadi begitu mewah dan glamour tapi masih terlihat simpel.
Mbak-mbak karyawan tadi segera keluar dan menghampiri Dave dan Henry yang masih duduk menunggu dengan wajah bosan, pasalnya mereka sudah menunggu selama hampir satu jam lebih.
"Tuan-tuan berdua! Lihat lah penampilan calon pengantin kalian! Prok... Prok... Prok... ! " ucap nya dengan menepuk tangannya tiga kali memberikan kode.
Perlahan-lahan layar di depan mereka terbuka sedikit demi sedikit sehingga menampakkan Tata dan Abeth berdiri bersisian dengan melemparkan senyum terbaik mereka pada pasangan masing-masing.
Dave dan Henry melotot kaget melihat perubahan istri masing-masing dengan pakaian pengantin sehingga membuat Dave menjatuhkan ponselnya karena ia bermain game untuk mengusir jenuhnya menunggu.
Henry menelan air liur nya melihat istrinya begitu anggun dan seksi dengan gaun model kemben sehingga memperlihatkan bahunya yang putih mulus itu.
Terlebih lagi Dave yang hampir keluar bola matanya melihat Tata bertransformasi menjadi seorang putri yang sangat anggun dan cantik dengan memakai gaun tersebut, meskipun agak terbuka sedikit bagian dadanya karena memang berleher v neck.
"Sorry Bro... Hapus tuh air liur mu.. ! " tegur Henry menggoda Dave yang masih tertegun melihat istri mungilnya itu.
Karena masih tidak fokus, Dave menghapus air liur nya seperti yang di katakan iparnya itu tapi semua itu bohong belaka sehingga membuat Henry tertawa ngakak.
"******.... ! " umpat Dave kesal karena di kerjain iparnya sendiri.
Mbak-mbak karyawan butik itu tersenyum geli melihat para pria yang keduanya sama-sama terpesona dengan pasangan masing-masing. Mereka berdua memberikan jempol sebagai tanda jika mereka menyukainya sehingga membuat Tata dan Abeth tersenyum bahagia.
Layar kembali tertutup karena Abeth dan Tata akan berganti pakaian lagi dengan pakaian mereka yang tadi. Saat membuka pakaian yang ia kenakan , Tata terbelalak kaget melihat label harga yang membuatnya bisa mati mendadak. Wajahnya berubah pucat dan tangannya mendadak gemetaran sehingga membuat Abeth menjadi heran. Ia memutuskan untuk mendekat dan menunda membuka gaun tersebut dari tubuhnya.
__ADS_1
"Ada apa?? Kenapa wajah mu pucat begitu? Kayak barusan ketemu hantu saja! " tanya Abeth dengan menautkan kedua alisnya.
"I-ini Kak... ! Harga nya ternyata segini! " ucap Tata terbata-bata dengan memperlihatkan label harga gaunnya pada Abeth.
"Oh.... 6,9 milyar... ! Lumayan lah untuk gaun segitu! " jawab Abeth santai saat melihat harga tersebut.
"Apa???? " pekik Tata pelan dengan suara tercekat di tenggorokan.
Abeth segera melepaskan gaunnya dan memakai pakaian nya kembali. Ia melihat label gaun yang ia pakai tadi dan memperlihatkan nya pada Tata.
"Lihat ini..! Gaun ini saja hanya 22,7 milyar, padahal lumayan banyak butiran berlian nya kakak lihat tadi! " ucap Abeth santai.
"Apa??? " pekik Tata lagi dengan tubuh lemas.
"Itu terlalu mahal hanya untuk gaun pengantin saja! Ya Allah... Rasanya semua tulang-tulang ku langsung lunak menjadi bubur mendengar harga yang setinggi itu untuk orang seperti aku ini! " ucap Tata lagi dengan lemah.
"Ha... Ha... Ha.. Gak udah kaget gitu adikku sayang... ! Keluarga Ryder tidak akan miskin jika membeli gaun pengantin untuk kita berdua! Lagi pula gaun mu itu harga nya hampir sama dengan gaun pengantin yang di kenakan istri pangeran William Kate middleton waktu mereka nikah dulu! Kau tahu, bahkan yang kakak punya ini masih di bawah milik Serena Williams yaitu senilai 50 milyar. " ujar Abeth dengan tertawa geli melihat wajah pucat Tata.
Mendengar ucapan Abeth lagi membuat jiwa miskin Tata meronta-ronta. Ia semakin lemas mendengar gaun nya hampir sama dengan gaun pangeran Inggris.
"Dah yuk kita keluar! Ntar pria-pria di luar bingung lagi karena kita gak keluar-keluar! " ajak Abeth seraya menggandeng lengan Tata.
Tata berat sekali menggerakkan kakinya keluar dari ruangan tersebut karena di kepalanya masih berseliweran beli gaun pengantin sekali pakai dengan menguras kantong begitu. Meskipun ia mampu dan bisa membelinya dengan uang nya sendiri, tapi ia merasa berat jika uang sebanyak itu hanya untuk gaun pengantin saja.
Dave langsung menghampiri mereka dan kaget melihat wajah istrinya tampak begitu pucat seperti mayat hidup.
"Ya Allah sayang... ?? Kamu kenapa? Kamu sakit?? " ucap Dave dengan menuntun Tata untuk duduk di sofa
"Tangan kamu sampai dingin kayak gini! Kamu ketemu hantu di ruang ganti tadi? " tanya Dave lagi dengan seenaknya.
"Sembarangan.. ! Ini lebih dari hantu Mas.. ! " jawab Tata dengan lemah.
Abeth tergelak kencang mendengar jawaban Tata sehingga membuat Dave memicingkan matanya pada sang kakak.
"Tata shock lihat harga gaun yang kami coba tadi! Padahal gak mahal-mahal amat menurut kakak! " ucap Abeth masih dengan tertawa geli.
Baru mau mengomentari ucapan kakaknya, mbak-mbak karyawan butik menghampiri mereka.
"Gimana Tuan dan Nona-nona? Apakah kalian suka dengan gaun tadi? Atau ada yang lebih menarik dari gaun tadi? Biar kami carikan lagi sesuai keinginan Nona-nona! " ucapnya dengan ramah.
"Kami suka mbak.. ! Kami ambil dua-duanya ya.. ! Antar kan ke alamat ini, tanggal ini juga.. ! Jangan sampai telat nya.. !" jawab Abeth cepat agar Tata tidak bisa menolaknya.
Ia langsung memberikan sebuah kartu hitam pada karyawan tersebut untuk melakukan pembayaran.
Lidah Tata kelu dan tenggorokan nya terasa seperti di cekik kuat dan membuatnya sulit untuk bicara dan menolak membeli gaun itu.
__ADS_1
"Minum dulu sayang, agar kamu gak pucat gini! Abis dari sini kita makan dulu biar kamu ada tenaga dan gak sakit! " ucap Dave dengan membuka botol mineral yang di atas meja, yang memang di siapkan pelayanan butik yang lain untuk menjamu pelanggan mereka.
Tata menelan air mineral itu dengan susah payah hingga akhirnya meneguk nya beberapa tegukan.
"Sudah selesai! Ayo kita pulang! " ajak Abeth menghampiri mereka berdua dengan bergelayut manja di lengan suaminya.
"Kita makan siang dulu! Sebentar lagi juga mau dzuhur! " sahut Dave dengan membantu Tata berdiri.
"Mas... Kaki ku lemas.. !" rengek Tata yang memang kakinya lemas saking shock nya dia.
"Ya Allah sayang... ! Ayo Mas gendong! " ucap Dave dengan wajah kasihan.
"Gak ah malu.. ! Di tuntun aja Mas... ! " tolak Tata lembut.
"Ngapain malu! Udah nurut aja! " jawab Dave santai dengan langsung menggendong Tata di depan dengan bridal style.
Tata langsung menutup wajahnya yang malu di dada suaminya saat mata para pelayan butik melihat mereka dengan tersenyum geli.
Begitu sampai di dalam mobil, Dave langsung tancap gas menuju salah satu rumah makan favorit nya dengan Abeth dan Henry duduk di belakang.
"Oh Tata,, come on.. ! Jangan shock gitu! Sekarang kamu harus terbiasa jika kamu menjadi menantu salah satu orang kaya di Indonesia dan keluarga berpengaruh di Inggris! Kalau kamu pergi ke Inggris, kamu akan lebih kaget lagi melihat bagaimana mewahnya rumah Grandfa dan Grandma kita di sana! Apalagi perusahaan keluarga Ryder adalah salah satu perusahaan besar di negara itu! Ayolah... Jangan perlihatkan wajah shock kamu itu! Gak lucu tau! " ucap Abeth panjang lebar berusaha membuat Tata mau menerima semuanya.
"Emang nya harga gaun nya berapa sih sampai istriku pucat kayak ketemu hantu gini? " tanya Dave yang menyetir pada Abeth dengan melihat dari kaca.
"Gaun nya Tata 6,9 M dan gaun ku 22,7 M.. ! Gak mahal kan?? " jawab Abeth santai.
"Oh... Kirain di atas 100 M.. ! " ucap Dave juga santai.
"Masih wajar itu! Kenapa gak pakai kartu ku aja sayang? Kan uangnya lebih dari cukup? " sahut Henry ikut berkomentar.
"Kata Mami semuanya harus menggunakan uang keluarga Ryder! Itu juga kartu khusus untuk pesta ini di kasih Mami tadi pagi! " jawab Abeth dengan santai.
Mendengar obrolan suami dan iparnya membicarakan uang segitu banyak seperti membicarakan uang seribu dua ribu semakin membuat dada Tata sesak karena jiwa miskinnya berontak mau keluar.
"Hua.... Pokoknya Tata gak mau tau ya Mas.. ! Nanti sehabis resepsi gaunnya kita jual dan uangnya bisa kita kasih anak yatim, kaum dhuafa dan fakir miskin se-Indonesia! Titik gak pakai koma! Kalau Mas gak mau,gak ada jatah Mas untuk setahun! " seru Tata dengan kencang menangis kejer tapi tanpa air mata.
Dave, Henry dan Abeth saling berpandangan satu sama lain mendengar seruan Tata hingga akhirnya mereka bertiga tergelak kencang.
"Huahahaha..hahahhaha.... "
Bersambung...
Aduh aduh Ta... Nama nya juga holang kaya! Pastinya gak seberapa duit kayak gitu!🤑🤑🤑Emangnya othor nyari duit sampai jungkir balik dapatnya gak sampai seujung kuku gaun pengantin kamu😤😤😤....
Dah lah, ntar udah resepsi uang hasil jual gaunnya untuk othor aja.. mayan bisa beli kacang rebus dua kontainer ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤..
__ADS_1