
Bude Wati yang hendak ke kamar mandi tertegun mendengar suara kecil Tata yang terdengar oleh telinga nya. Ia mengurungkan niat nya untuk buang air kecil dan berjalan menghampiri bed Tata.
Langkah Bude Wati rupanya tak lepas dari pandangan mata para tetua yang melihat Bude Wati mendekati Tata dan Dave.
"Nduk.. ! Gak semuanya perempuan yang melahirkan langsung mengeluarkan Asinya! Bahkan ada yang tidak mengeluarkan Asi sama sekali hingga anaknya besar. Ada juga yang keluar Asi selama sebulan, habis itu Asi nya tiba-tiba aja kering. Biasanya Asi akan keluar di hari kedua dan ketiga karena berbagai faktor. Bude aja dulu hari ketiga baru keluar Asi nya waktu lahiran nya Gendis. Jadi, koe jangan risau dan cemas kalau sekarang ini Asi mu belum keluar. Bayi yang baru lahir tahan tidak mengkonsumsi Asi hingga 3 hari lama nya karena asupan makanan nya waktu di dalam kandungan sebelum ia lahir tercukupi dengan sangat baik. Jangan koe pikirkan yang seperti itu karena nanti Asi mu akan keluar juga! " ucap Bude Wati dengan mengusap punggung tangan Tata.
"Iya Nduk! Bude dulu juga gitu waktu lahiran nya Akta, Bagas, dan Tara! Sehari semalam setelah Bude lahiran baru Asi Bude keluar! Jadi sekarang ini koe gak udah sedih kalau Asi mu belum juga keluar! " sahut Bude Ditha ikut nimbrung.
"Nanti Eyang buatkan jamu pelancar Asi yo nduk! " ucap Eyang Uti.
"Iya, Mami nanti juga akan belikan Booster Asi biar Asi mu melimpah ruah dan si kembar full Asi eksklusif selama 6 bulan. " ujar Mami Sita ikutan komentar.
Mata Tata berkaca-kaca melihat dukungan moril dari keluarga suaminya yang tadi sempat membuatnya sedikit merasa tidak berguna.
"Owalah mantuku.. ! Udah, jangan nangis ya! Menjadi seorang Ibu itu tidak di tentukan dengan memberikan Asi atau susu formula, atau lahiran normal maupun sesar. Semuanya bagus untuk anak, tapi memang jika Asi nya ada lebih baik di berikan Asi saja karena banyak manfaat nya. Tapi jika Asi nya berkurang atau tidak ada sama sekali, berikan susu formula yang khusus untuk anak baru lahir yang memang khusus dikonsumsi bayi newborn. Susu formula juga bagus kandungan nya meskipun tidak sama dengan kandungan Asi, tapi tetap saja sama-sama bagus untuk bayi. " ucap Mami Sita dengan mendekati bed Tata dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Makasih banyak ya Mi, Bude, Eyang! Tata bahagia karena dukungan kalian semua pada Ibu baru kayak Tata! " ucap Tata membalas pelukan mertuanya dengan tersenyum lebar.
"Jangan sungkan sama kami Nduk! Kalau ada yang gak koe ngerti, koe tanya sama kita-kita! Atau Ibuk mu juga pasti tau kalau nanti koe nanya sama dia! " sahut Bude Rini dengan tersenyum.
"Tuh kan sayang! Kamu gak perlu sedih dan galau lagi soal Asi! Kalau kamu masih kurang yakin, nanti kita tanya sama dokter lagi! Atau kita minta ajarkan gimana merangsang produksi Asi biar cepat keluar! " ucap Dave dengan mengusap lembut pipi tembem istrinya.
"Iya Mas! Aku gak sedih lagi kok! Mudah-mudahan besok Asi aku udah keluar! Aku akan selalu berpikiran positif agar hasilnya juga positif! " sahut Tata dengan hati ringan.
__ADS_1
"Nah, bagus itu! Itu baru cucu Eyang! " ucap Eyang Uti dengan memberikan jempol nya.
"Dih, mentang-mentang Kak Tata udah ngasih cicit sama Eyang, mulut Eyang manis banget muji Kak Tata! Sesekali muji Wiwid kek, kan Wiwid bentar lagi mau lulus SMA! " gerutu Wiwid dengan bibir manyun.
"Jiah ngarep! Lulus dulu sono dengan nilai bagus, baru di puji! Belom lulus aja udah minta di puji! " ujar Bagas dengan menoyor pelan kepala Wiwid.
"****** lu... !! "
"Wiwid.. !! Bahasamu! " teriak Bude Rini dengan wajah sangar.
"Ish.. Iya maaf Ma! Aku keceplosan! " ucap Wiwid dengan nada rendah dan menundukkan kepalanya.
Bagas cekikikan melihat Wiwid di marahi Bulek nya karena berkata kasar. Sedangkan Wiwid mengangkat wajahnya dan menatap Bagas dengan tajam seperti silet.
Semua orang yang di ruangan tersebut geleng-geleng kepala melihat perdebatan Bagas dan Wiwid yang selalu berantem setiap ketemu.
"Sudah, sudah! Mendingan kita pulang aja sekarang! Udah mulai sore ini! Kalau gak pulang sekarang, ntar kita magrib di jalan karena jalanan macet kalau udah jam 5 sore! " lerai Pakde Toto dengan melihat jam dinding.
"Iya iya! Betul itu Mas! Ayo kita pulang! Nduk, besok pagi Bude kesini antarkan koe makanan sehat setelah Pakde mu berangkat kerja! Cepat sehat yo Nduk, dan jangan banyak pikiran! " sahut Bude Wati berpesan pada Tata.
Mereka pun berpamitan satu persatu pada Tata dan Dave, tidak terkecuali dengan sepupu-sepupu Dave yang ikut menjenguk.
"Mas.. ! Selamat berpuasa ya selama 60 hari! Hihihi... ! " bisik Bagas dengan tertawa cekikikan.
__ADS_1
"Sialan tuh anak! " umpat Dave pelan dengan hati dongkol.
"Gara-gara tuh anak, aku jadi ingat kalau aku akan berpuasa selama itu! Duh, malang banget nasib koe junior, junior! Sarang mu lagi di tutup sementara selama 2 bulan! " gumam Dave lirih dengan menghela napas nya kasar.
"Kenapa Mas??? " tanya Tata heran.
"Iya.. Kenapa kamu menghela napas kasar gitu??? Kayak orang kesal aja! " tanya Mami Sita ikutan heran.
"Gak papa Mi! Hanya mengeluarkan karbondioksida aja! " jawab Dave ngeles.
Arkan yang dari awal masuk hanya diam malah mengulum senyum pada Bos nya karena ia menduga pasti Bos nya frustasi dengan nasib jatah junior nya.
"Pasti si Bos lagi stress karena gak dapat jatah selama 40 hari! Hahahaha... ! Senang banget lihat muka frustasi nya itu! Hahahaha... " batin Arkan menertawakan Dave dalam hatinya.
Ternyata raut muka Arkan yang mengulum senyum terpantau jelas oleh Dave yang kebetulan memandang ke arah Asisten pribadinya itu.
"Sialan tuh Asisten! Berani-beraninya dia membuat wajah seperti menahan boker kayak gitu! Pasti dia lagi ngetawain aku dalam hati! Durhakim banget tuh Asisten! Awas aja kau! Tunggu aja tanggal mainnya! " seringai Dave dalam hati dengan tersenyum miring.
Melihat senyum yang menakutkan dari Bos nya membuat nyali Arkan ketar ketir dan ia pun cepat-cepat merubah mimik wajahnya menjadi datar dan masa bodo.
"Mas.. ! Kok diam aja! Mana video si kembar yang Mas ambil tadi? Katanya mau tengok kan sama aku?? " ucap Tata membuyarkan lamunan Dave.
"Eh iya.. ! Ini sayang! " jawab Dave dengan cepat berubah ekspresi menjadi tersenyum ceria pada sang istri.
__ADS_1
Bersambung...