
Sekar memijit pelipisnya yang tiba-tiba sakit dan ia tidak habis pikir dengan suaminya yang tidak mau di salahkan.
"Mas, kami memang butuh uang dari kamu! Tapi yang kami butuhkan juga bukan hanya uang! Kasih sayang, perhatian, bukan hanya tentang uang, uang dan uang! Apa kamu ingat, sudah berapa lama kamu tidak makan malam di rumah bersama aku dan Ajeng, kapan terakhir kali kamu bangun pagi di samping ku dan kita sarapan bersama, dan kapan kita pernah jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama Ajeng, Mas? Kapan? " cerca Sekar dengan meluapkan unek-unek nya pada Galang.
Galang hanya terdiam mendengar keluhan yang di ungkapkan Sekar padanya selama ini.
"Apa kamu pernah tau apa yang selama ini aku inginkan dan Ajeng inginkan setiap akhir pekan? Aku ingin selalu menghabiskan waktu hanya berdua denganmu! Sedangkan Ajeng hanya ingin berkumpul dan curhat kepada kamu sebagai ayahnya! Tapi semua itu tidak kita dapatkan. Setiap kamu pulang ke rumah kamu sibuk di ruang kerja kamu saja, kalaupun keluar hanya untuk makan ataupun sarapan. Tidak pernah lagi menghabiskan waktu berkumpul bersama kami duduk santai sekeluarga hanya untuk saling bertukar cerita! Hanya itu yang kami inginkan Mas, hanya itu! Sampai Ajeng nekad seperti ini pun kamu tidak mau di ganggu oleh panggilan dari ku! " tambah Sekar lagi dengan berapi-api.
"Kamu kan tahu kalau bisnis aku sedang maju-majunya Sekar?? Apa kamu mau aku bangkrut hanya karena hal sepele seperti itu! Kayak anak kecil saja pakai minta perhatian segala! Lagipula apa yang terjadi pada Ajeng itu kan tanggungjawab kamu sebagai ibunya! Seharusnya kamu yang lebih memperhatikan Ajeng dari pada aku! Jangan hanya keluyuran saja! Seharusnya kamu yang harus memperhatikan tindak tanduk Ajeng di rumah! " balas Galang menyalahkan Sekar dengan nada marah.
"Keterlaluan kamu Mas! Bisa-bisanya kamu menyalahkan aku! Apa kamu pikir Ajeng itu anak TK yang tindak tanduknya harus mesti aku awasi selama 24 jam? Begitu maksud kamu?? " jawab Sekar bertambah emosi karena disalahkan Galang.
"Ya, Mana yang bagusnya lah caranya agar bisa selalu di pantau! Kamu kan ibunya, pasti tahulah gimana mengawasi anak perempuan kamu! " jawab Galang yang semakin membuat Sekar bertambah gondok.
"Oh, jadi karena aku ibunya hanya aku yang harus berpikir memutar otak untuk mengawasi Ajeng, begitu maksud kamu Mas? Apa di dalam otak kamu itu hanya itu yang kamu pikirkan? Pikir lagi Mas pakai otak kamu itu, Kalau bukan kamu yang menghamili aku maka Ajeng tidak akan ada di dunia ini, Mas! Yang jadi orang tua Ajeng itu bukan hanya aku saja, tetapi kamu juga Mas! Kamu ayahnya Mas, kamu lah yang nanti yang akan menikahkan Ajeng kalau ia akan menikah! Dimana tanggungjawab kamu sebagai seorang ayah untuk Ajeng?? Jangan cuma menyalahkan aku, seharusnya kamu salahin diri kamu sendiri yang tidak becus menjadi seorang ayah! " ucap Sekar dengan berteriak kencang melupakan emosinya sambil menunjuk-nunjuk Galang.
Wajah Galang langsung merah padam di marahi dan ditunjuk-tunjuk Sekar dengan tangan kirinya. Pada saat ini akan membalas kata-kata Sekar, seorang perawat mendatangi mereka dengan wajah yang sangat marah.
"Pak, Buk! Kalian ini tidak punya otak ya?? Ini rumah sakit, bukan pasar! Kalau kalian mau bertengkar jangan disini! Pergi saja ke ring tinju, adu kekuatan di sana! Pasien butuh ketenangan! Kalau kalian masih juga mau bertengkar, jangan salah kan saya kalau nanti security di sini melempar kalian keluar dari rumah sakit ini! " hardik seorang perawat yang mendatangi mereka berdua dengan marah-marah.
Sekar yang memang masih di kuasai api amarah langsung kembali on darahnya di tegur seperti itu dengan perawat rumah sakit.
"Heh, kamu! Baru jadi perawat aja belagu banget! Kamu belum tau siapa saya! Keluarga saya bahkan bisa beli rumah sakit ini tau gak! Bahkan saya juga bisa beli harga orang mis queen seperti kamu itu! Tau kamu! Gak usah ikut campur urusan orang! " balas Sekar dengan membentak perawat itu juga sambil marah-marah.
__ADS_1
"Hellow.... Saya gak peduli anda itu siapa? Yang pastinya saya tidak akan tinggal diam kalau anda dan suami anda itu membuat onar di rumah sakit ini! Saya juga gak takut kalau di berhenti kan karena membela hak pasien di rumah sakit ini! Ngandalin kekayaan keluarga aja bangga! Huh! " jawab perawat itu juga tidak kalah tajam nya sambil berjalan pergi dengan wajah merendahkan Sekar.
"Kamu lihat Mas, di mana harga diri kamu sebagai seorang suami? Istri di hina seperti ini saja kamu hanya diam saja! Dasar tidak berguna! " omel Sekar sambil berjalan pergi meninggalkan Galang.
Sekar pergi ke ruangan tempat Ajeng di rawat karena Ajeng sudah di pindahkan di ruang perawatan kelas VVIP. Galang masih berdiri sambil sandaran di dinding rumah sakit, ia tampak merenung beberapa saat sebelum ikut menyusul Sekar ke ruang rawat Ajeng.
Di depan pintu masuk ruangan Ajeng, Galang tampak sedih melihat putri bungsunya terbaring di atas tempat tidur dengan selang infus dan oksigen menutupi hidungnya. Terlihat Sekar sedang berdiri di samping kanan Ajeng dengan telaten menyeka keringat Ajeng di dahinya dan mengusap pipi Ajeng dengan pelan sambil menangis.
πΏπΏπΏ
Di kediaman keluarga Ryder sedang sibuk dan hiruk-pikuk para keluarga yang di bantu para pelayan menyiapkan apa-apa saja yang akan mereka bawa untuk di jadikan seserahan dalam lamaran Dave ke Bandung esok pagi.
Mami Sita dan kakak-kakak nya hilir mudik mengawasi para pembuat kreasi hantaran dengan terkadang memberikan beberapa arahan jika apa yang mereka buat agak kurang bagus di lihat mata mereka.
Semua keluarga Ryder dan rombongan akan bertolak ke Bandung nanti sore setelah sholat Ashar agar mereka sampai hari belum terlalu gelap dan bisa istirahat sejenak sebelum acara esok paginya
Tidak terkecuali di Bandung, semua halaman villa sudah terpasang dan berdiri dengan kokohnya tenda-tenda yang sudah di hias sedemikian rupa agar membuat suasana semakin meriah. Ibuk Tata memperkerjakan beberapa orang yang ada di sekitar villa untuk membantunya mempersiapkan kedatangan keluarga Dave esok hari.
"Ckck.... Baru lamaran aja udah kayak gini penampakannya, apalagi kalau udah benar-benar nikah ! Bisa-bisa kita bisa pesta tujuh hari tujuh malam kalau kayak gini bentuknya! " gumam Sandra berdecak geleng-geleng kepala sambil berdiri tegak melihat orang yang bekerja lalu lalang di hadapannya.
"Kau kira ini setan pakai penampakan segala! " sahut Susan ikutan berdiri di dekat Sandra.
"Sensi kali lah kau Bon! Kayak kucing mau minta kawin aja kau! Itu kan hanya perumpamaan nya saja nya.. " jawab Sandra ngeles.
__ADS_1
"Alah... Bisa aja kau kalau ngeles! Ngomong-ngomong aku lihat dari atas ada beberapa bodyguard yang kayak preman ku rasa berjaga-jaga di depan gerbang sana! Kau lihat juga gak sih Tot! Kira-kira utusan siapa ya mereka itu? Udah kayak pejabat aja di jaga sama preman yang berotot seperti itu! " sahut Susan kembali bertanya kepada Sandra dengan wajah melihat kearah depan.
"Iya kah?? Mungkin orang suruhan nya di Bule kali Bon! Kali aja dia gak mau ada setan-setan yang berwujud manusia gentayangan mengganggu acaranya nanti, makanya di sewanya para bodyguard seperti preman itu buat jagain villa ini! " jawab Sandra dengan asal.
"Betul juga yang kau bilang itu Tot, secara kan orang ganteng kayak gitu pasti banyak penggemar fanatik nya. Kan lebih baik sedia payung sebelum fans mengamuk! " ucap Susan juga asal.
"Nah, itu kau tahu Bon! Oh iya, ngomong-ngomong dimana si Butet? Kok dari subuh tadi gak nampak ku tengok batang hidungnya! " tanya Sandra sambil menoleh ke arah Susan.
"Oh si Butet! Lagi berperang dia dengan segala macam ***** bengek luluran untuk mempercantik diri di depan calon suami dan calon mertua nanti. Pastinya dia sekarang sedang gondok dan ngumpat-ngumpat itu dalam hatinya, secara kan si Butet paling gak suka dengan hal yang begituan! Ha.... Ha.... Ha... " jawab Susan dengan tertawa kencang menertawakan penderitaan Tata yang sedang di spa di ruangan khusus.
"Ha.... Ha.... Ha... Iya Bon! Benar kali itu! Udah pasti dia sedang berpikir keras ini mencari cara bagaimana bisa keluar dari hal yang seperti itu! Ha.... Ha... Ha... " ucap Sandra juga ikutan menertawakan Tata yang memang sedang gondok dan jengkel di dalam ruangan yang di sebutkan Susan tadi.
"Hatcim.... Hatcim.... Hatcim.... " Tata yang sedang di baluri lulur kuning tiba-tiba langsung bersin-bersin berulang kali.
"Aduh, siapa sih yang ngomongin aku! Kok tiba-tiba jadi bersin-bersin gini! " gerutu Tata dengan wajah kesal.
Tata tidak tahu saja kalau dua sahabat nya sedang menggibah tentang dirinya dan bahkan dua sahabatnya itu sedang menertawakan dirinya yang memang sedang gondok dan kesal di suruh hal yang paling tidak suka ia lakukan.
Bersambung....
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan ππ....
__ADS_1