Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Mengatur siasat...


__ADS_3

Tata langsung menyingkir dari dekapan suaminya karena rengkuhan Dave terlepas saat mendengar suara teriakan Arkan. Tata langsung pergi saat Arkan berjalan mendekati suaminya tanpa menoleh sedikitpun karena ia sangat malu kepergok dua kali saat hendak berciuman dengan sang suami.


"Duh... Malu banget sih! Dua kali kepergok ciuman dengan suami sendiri! " gerutu Tata pelan dengan mengipasi wajahnya dengan kedua tangan sambil berjalan ke lantai atas menuju kamar nya.


Begitu istrinya hilang dari pandangan, Dave langsung menghujani Arkan dengan pukulan dan tendangan karena kesal bin gondok.


"Dasar sahabat lacnut! Asisten Durhakim... ! Kutu busuk... ! Tikus got! " Dave membabi buta memberikan makian nya pada Arkan dengan tendangan kakinya dan pukulan tangannya tapi tidak sungguhan dan hanya sebatas bercanda.


"Ampun Bos.... Maaf, saya sengaja! Eh salah, gak sengaja! " jawab Arkan dengan pura-pura merintih kesakitan.


Mereka berdua saling bergulat seperti layaknya anak kecil, dan akhirnya berhenti setelah tubuh mereka kelelahan.


"Ke ruang kerja sekarang! " ucap Dave seraya berdiri dan berjalan ke ruang kerja nya di rumah ini.


Arkan ikutan bangkit dan berjalan di belakang Dave memasuki ruang kerja. Ia lalu menutup pintu begitu mereka sudah masuk ke dalam ruang kerja.


"Ada kabar apa? " tanya Dave dengan wajah serius sambil duduk di kursi kebesarannya dengan tangan bersilang di dada.


Ia tahu kedatangan Arkan pasti ada hal yang penting, karena Arkan tidak akan datang menghampiri dirinya di rumah ini jika tidak ada hal serius yang akan ia sampaikan langsung kepada Dave.


"Orang-orang ku baru saja mengabarkan jika Galang melakukan pertemuan tertutup di sebuah tempat yang tidak biasanya ia datangi di waktu siang hari! " ucap Arkan dalam mode serius dengan menyerahkan beberapa lembar foto dari balik jaketnya.


Dave meraih foto-foto tersebut, dan di sana tampak Galang Papa nya Ajeng memasuki sebuah klub yang di dalam nya terdapat perempuan-perempuan psk dan klub tersebut salah satu dari usaha ilegal yang ia punya.


"Akhirnya ketahuan juga belangnya tua bangka ini! Selama ini ia tidak pernah menginjakkan kakinya di tempat laknat ini pada saat siang hari, dan hari ini ia memberikan kita kabar yang sangat bagus! " ucap Dave dengan seringai nya yang menyeramkan melihat foto-foto tersebut.


"Kau benar, hanya saja kita tidak bisa menyelusup masuk untuk mengetahui apa yang sedang mereka rencana kan di dalam sana! Penjagaan di sana lumayan ketat, aku tidak mau orang-orang ku ketahuan oleh pihak mereka! " jawab Arkan dengan wajah datar.


Saat ini mereka berdua dalam mode yang sesungguhnya, di balik tingkah konyol mereka berdua, mereka adalah rekan yang hebat dalam menyembunyikan ekspresi mereka sesungguhnya. Mereka hanya akan bersikap konyol dan hangat di hadapan keluarga dan teman dekat saja. Tapi jika dengan orang lain yang bukan keluarga ataupun sahabat mereka kembali ke mode seperti ini yaitu dingin, datar serta kejam saat berhadapan lawan-lawannya.


"Berharap ada keajaiban dari seseorang yang membantu kita untuk mengetahui rencana mereka yang sebenarnya! " ucap Dave lagi dengan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dengan mata menatap langit-langit ruang kerja nya.


🌿🌿🌿


Dikamar yang berbeda Tata membuka laptopnya untuk melakukan chat e-mail dengan tiga kaki tangannya. Sebelum membuka laptopnya, ia terlebih dahulu mengunci pintu kamarnya agar ia tahu jika ada yang menerobos masuk dan bisa menyembunyikan laptopnya saat pintu itu di ketuk.


"Tiger.... Apa ada kabar yang ingin kau laporkan pada ku?? " tanya Tata dan pesan tersebut terkirim.


"Ada Kak, Galang melakukan pertemuan tertutup di salah satu klub ilegal miliknya! " balasan chat Tiger.


"Siang-siang begini?? " tanya Tata dengan emot heran.


"Benar! Dan ada seseorang juga yang memata-matai Galang selain kita! " balas Tiger lagi.


"Apa mereka berbahaya? Dan apa mereka bisa mengancam orang-orang mu? " tanya Tata lagi.


"Sepertinya tidak Kak, dan aku jamin jika mereka tidak tahu kalau kita mengetahui keberadaan mereka! " jawab Tiger lagi.


"Ya sudah, kalau begitu tetap awasi Galang dan orang yang mengawasi Galang! Jika mereka teman, jangan kau ganggu mereka. Tapi jika mereka musuh, habisi mereka langsung tanpa meninggalkan jejak! " perintah Tata lagi dengan pesan terkirim.


Tiger memberikan jempolnya dan Tata membuka e-mail Lion untuk mengirimkan pesan padanya.

__ADS_1


"Lion.... Bagaimana situasi sekarang ini? " tanya Tata dan pesan terkirim.


Tata menunggu agak lama balasan email dari Lion. Ia pun berbaring tengkurap di atas tempat tidur.


"Maaf Kak baru balas! Situasi sekarang masih terkendali! Kediaman Galang masih belum menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan. " begitu bunyi balasan e-mail Lion.


"Kalau begitu aku ganti tugas mu Lion.... Kau hubungi Tiger dan gabung lah bersama nya untuk mengawasi Galang dan tangan kanannya yang bernama Bima itu! Aku akan memberikan perintah lagi sesaat setelah aku menghubungi Angel! " ucap Tata lagi dan pesan pun terkirim.


"Baik kak! Aku tunggu perintah selanjutnya! " bunyi balasan e-mail Lion.


Setelah menutup e-mail Lion, Tata langsung membuka e-mail Angel.


"Angel.... Retas kamera di klub milik Galang bagaimana pun caranya dan jangan sampai ketahuan jika kau menyadap kamera CCTV mereka! " perintah Tata melalui pesan e-mail.


"Beres kakak! Tunggu lima menit saja! Nanti akan aku sambung langsung pada perangkat kakak! " balasan e-mail Angel untuk Tata.


Tata langsung duduk di atas kasur karena tadi ia masih golek-golek santai di tempat tidur. Terdengar bunyi bip pada layar laptopnya, dan Tata langsung mengambil headset untuk mendengar kan suara dalam rekaman tersebut.


Ia membuka langsung video tersebut dan terlihat jelas Galang dan tangan kanan nya sedang di dalam sebuah ruangan bersama seorang pria yang berbadan kekar dengan separuh wajah nya di hiasi tato.


Beberapa jam yang lalu saat kedatangan Galang.


Galang turun dari mobilnya di parkiran sebuah klub saat parkiran tersebut terlihat tampak sepi. Ia turun dengan menggunakan topi hitam untuk menutupi sebagian wajahnya agar tidak di kenali orang jika ada yang tidak sengaja ketemu.


Ia menekan topi yang ia pakai agar menutupi sebagian wajahnya saat akan memasuki klub tersebut. Begitu masuk ia langsung di sambut dua laki-laki yang berbadan kekar dan langsung di arahkan ke sebuah ruangan yang hanya terdapat seorang lelaki yang bertato di sebagian wajahnya.


Lelaki yang bertato itu langsung berdiri dan menunduk hormat saat Galang masuk ke ruangan tersebut. Galang langsung duduk di hadapan lelaki itu. Dan tidak lama kemudian, tangan kanan Galang masuk juga ke ruangan tersebut. Akhirnya hanya mereka bertiga yang ada di dalam ruangan tertutup itu.


"Jadi nama mu Cobra! " tanya Galang dengan menatap tajam laki-laki itu.


"Iya Tuan! Itu nama saat aku menjadi pemimpin geng pembunuh bayaran ini! " jawab laki-laki bertato itu dengan santainya.


"Aku tidak ingin kau membunuh seseorang! Cukup kau hancurkan saja hidupnya, kau boleh bersenang-senang dengan nya, setelah itu kau buang dia di jalanan seperti seonggok sampah! " ucap Galang dengan tersenyum sinis.


"Berikan fotonya Bima! " perintah Galang pada Bima, tangan kanan nya.


Bima langsung meraih sesuatu di balik jaket kulitnya dan melemparkan sebuah amplop coklat di hadapan laki-laki bertato itu.


Laki-laki itu meraih amplop coklat dan langsung membuka nya. Ternyata sebuah foto seorang wanita yang sangat cantik dan menawan namun tampak begitu misterius jika di lihat dari tatapan matanya.


"Anda ingin aku berbuat pada perempuan secantik dan semulus ini? " tanya Laki-laki bertato kepada Galang.


"Seperti yang aku katakan tadi, kau hanya cukup menghancurkan hidup dan harga diri perempuan itu, kau boleh bersenang-senang dengan nya sampai kau bosan, setelah itu kau buang dia di jalanan seperti seonggok sampah! " jawab Galang dengan tersenyum bahagia.


Ia lalu meraih sebotol Vodka yang di suguhkan atas meja dan menuangkan nya ke dalam sebuah gelas. Ia dengan santai meminum nya sedikit demi sedikit seakan meresapi dan menikmati minuman haram itu.


"Tapi bayarannya lebih mahal dari menghilangkan nyawa seseorang! " ucap laki-laki bertato itu seraya menyimpan foto tersebut dalam balik pakaian nya.


"Tidak masalah, berapapun yang kau minta akan aku penuhi! Uang mukanya aku bayar sekarang, sedangkan sisanya aku bayar nanti saat tugas mu sudah beres! " jawab Galang dengan sombongnya.


Ia lalu menggerakkan kepalanya ke kanan arah Bima dengan memberikan tanda agar menyerah uang muka pada laki-laki bertato itu.

__ADS_1


Bima mengeluarkan sebuah amplop tebal yang berisi uang dari dalam tas yang ia bawa pada laki-laki bertato. Laki-laki itu melihat isi amplop dan tertawa riang dengan menyimpan uang itu di balik pakaian nya.


"Oke.... Anda tinggal terima beres Tuan! Aku pastikan anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan! Geng kami bukan hanya memberikan janji tapi memberikan bukti! Terimakasih atas kerja samanya! Ha.... Ha.... Ha... " ucap laki-laki bertato dengan tawa bahagia dan bangkit dari duduknya dengan sedikit menunduk pada Galang sebelum ia keluar dari ruangan tersebut.


Setelah laki-laki bertato itu keluar dari ruangan, Galang lanjut menikmati minuman nya.


"Tuan, anda yakin akan mempekerjakan geng itu? Aku hanya khawatir nantinya bisa menyeret kita dalam masalah yang lebih besar lagi! " tanya Bima yang terlihat agak ragu.


"Tentu saja aku yakin! Mereka adalah orang-orang yang di rekomendasikan rekan kita dalam bisnis perempuan pengisi klub ini beberapa bulan lalu! Aku akan memberi pelajaran pada keluarga yang sok itu dengan menghancurkan harga diri menantu yang mereka agung-agung kan itu! Ha.... Ha... Ha.... Rasanya aku tidak sabar melihat bagaimana hancur dan terluka nya mereka saat menantu kesayangan mereka hancur bagaikan seonggok sampah! " jawab Galang dengan tertawa begitu bahagia.


"Aku juga tidak lupa bagaimana ekspresi wajah perempuan sok tau itu saat menatap mata Putri ku Ajeng! Aku akan membuat nya hancur tak tersisa agar ia tahu siapa Galang ini yang sesungguhnya! Penghinaan pada putri ku akan aku balas pada mereka semua terutama pada perempuan sialan itu dan si Davin brengsek! Laki-laki brengsek itu meremehkan dan merendahkan cinta yang di berikan Putri ku untuk nya! Aku akan membuat mereka hancur seperti gelas ini! Ha.... Ha.... Ha..... " ucapnya lagi dengan mata penuh dendam dan mencengkram erat gelas yang ia pegang hingga melemparnya ke dinding.


"Praaaang!..... " suara gelas yang hancur.


Tata yang melihat dan mendengar percakapan mereka hanya diam saja tanpa ekspresi. Ia lalu mengcopy rekaman tersebut pada sebuah flashdisk yang sudah ia persiapkan sebelum membuka rekaman video tersebut.


Ia kemudian menaruh flashdisk tersebut pada sebuah amplop kecil yang terdapat dalam koper miliknya. Tata melipat amplop itu dengan lipatan yang rapi hingga menjadi kecil seperti sebesar penghapus pensil anak sekolah. Ia memasukkannya ke dalam sebuah plastik klip kecil sebelum ia masukkan lagi ke dalam botol bedak my baby ukuran sedang yang masih banyak isi bedaknya.


Tata menyimpan bedak tersebut di atas meja yang ada di samping tempat tidur. Ia lalu membuka pintu kamar dan turun ke lantai bawah menuju dapur.


"Mbok Sri... Ada simpanan kotak kecil gak? Tata mau ngirim paket nih ke rumah Tata! " tanya Tata pada Sri yang sedang mencuci piring.


"Ada Den ayu! Sebentar saya ambil kan! " jawab Sri dengan membilas tangan nya terlebih dahulu.


Ia lalu menuju beberapa rak penyimpanan dan jongkok untuk mengambil sebuah kotak kecil bekas susu.


Sri lalu berdiri kembali dan menyerahkan kotak bekas susu pada Tata.


"Ini Den ayu... ! " ucap Sri sambil menyerahkannya pada Tata.


"Terimakasih ya Mbok.... " jawab Tata dengan tersenyum ramah.


Ia lalu pergi ke lantai atas menuju kamarnya untuk mengambil bedak tadi. Setelah memasukkan bedak ke dalam kotak tersebut, Tata langsung membungkusnya dengan koran dan menuliskan beberapa kata-kata yang hanya di mengerti penjaga di rumahnya. Setelah itu, ia membungkus lagi kotak tersebut dengan koran lagi hingga tulisan tadi tertutup sempurna.


Tata keluar dari kamarnya dengan membawa kotak berisi bedak di tangannya turun ke lantai bawah. Ia kembali ke dapur untuk meminta kantong plastik pada Sri lagi yang memang masih berada di dapur.


"Mbok, minta kantung plastik ya satu! " pinta Tata pada Sri.


"Iya Den ayu... " jawab Sri dengan langsung ke tempat penyimpanan kantong plastik dan kantong kertas.


Saat melihat Tata memasukkan kotak yang terbungkus kertas koran itu ke dalam kantong plastik, Sri pun berkomentar.


"Maaf Den ayu, itu kotak mau di bawa kemana pakai kantong plastik segala? Kenapa gak di masukkan dalam kantong kertas saja? " tanya Sri dengan sopan.


"Mau di kirim ke rumah saya Mbok, Dari Bandung kemarin saya gak sengaja ke bawa bedaknya ponakan saya! Sekarang mau saya kirim kan ke rumah pakai kurir paket! Sayang kan kalau sampai beli lagi, padahal ini juga baru di beli waktu mau ke Bandung.. Wah, boleh tuh Mbok! Kenapa Mbok baru ngomong kalau ada kantung kertas? Jadi gak perlu repot-repot gini saya bungkus pakai koran! " jawab Tata dengan wajah bahagia.


"Ada apa ini ??? Asyik bener Mami lihat? " tanya Mami Sita yang tiba-tiba datang dari arah belakang Tata.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers tercinta ku....

__ADS_1


Maaf baru bisa Up, bocil lagi pada rewel minta di temani main🤦‍♀️...


__ADS_2