
Hari ini tepat dua hari mereka berbulan madu di salah satu pulau lokal di kota Male, Maldives.
Abeth sedang melakukan aksi mogok bicara pada sang suami atas protes nya yang hanya di kurung saja dalam kamar.
"Come on honey... Mau sampai kapan kamu diam seperti itu?? " tegur Henry dengan wajah putus asa.
Abeth tetap diam, bahkan ia memalingkan wajahnya ke kiri. Henry duduk di atas tempat tidur dengan memegang kedua bahu Abeth agar melihat ke arah dirinya.
Ia mencium seluruh wajah Abeth agar ia luluh dan tertawa karena geli seperti biasanya. Tapi Abeth malah semakin diam dan menampilkan wajah datar nya di hadapan sang suami.
"Oh Elizabeth cintaku, sayangku, kasihku, belahan jiwa ku, jantung hatiku! Aku mohon akhiri lah aksi diam mu ini?? Aku lebih suka kau cerewet dan bawel dari pada seperti ini! " rengek Henry karena benar-benar frustasi bagaimana lagi agar istrinya kembali bicara.
Abeth bertambah diam mendengar rengekan plus kata-kata lebay suami nya itu. Ia beranjak dari tempat tidur menuju balkon untuk menghirup udara segar.
Henry mengikutinya di belakang seperti anak ayam, ia bahkan memeluk istrinya dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di dalam leher sang istri.
"Dasar Bule nyebelin! Bikin bini kesel aja! Katanya gak akan di kamar terus, nyatanya sudah dua hari di kamar aja kelonan mulu! Ini lagi pakai cium-cium leher kayak gini! udah tau bini nya marah malah mancing-mancing lagi! " Batin Abeth dongkol setengah mati pada suaminya.
"Honey.... Ayo ngomong! Aku gak bisa didiamkan kayak gini, berasa lagi ngomong sama patung tau gak! " ucap Henry dengan menciumi leher belakang Abeth.
Sekuat tenaga Abeth menahan agar desa han nya tidak keluar karena Henry menciumi titik sensitif nya. Abeth lemah jika leher belakang nya di cium seperti itu. Belum lagi hembusan nafas Henry yang panas menggelitik telinga nya.
Tidak ingin pertahanan nya lepas, Abeth melepaskan diri dari pelukan sang suami dan memilih berjalan ke pinggir kolam renang dan duduk lesehan di sana dengan kedua kaki ia masukkan ke dalam air.
Henry semakin manyun karena istrinya masih kuat diam, padahal ia tadi sengaja memancing birahi istrinya dengan mencium leher belakang sang istri. Ia tahu jika leher belakang adalah hal yang begitu sensitif bagi seorang wanita termasuk istri tercinta nya.
Saat ia hendak mengikuti sang istri, tiba-tiba ponsel nya di dalam kamar berbunyi nyaring. Dengan langkah kesal ia mau tidak mau kembali masuk untuk mengambil ponselnya.
Sementara itu hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di kamar sebelah. Tata juga merajuk alias ngambek karena Dave tidak membiarkan ia istirahat dengan tenang.
Ia baru saja selesai mandi junub untuk kesekian kalinya nya. Hari ini saja sudah 5 ronde mereka mereguk kenikmatan di atas ranjang hingga kamar tersebut tercium bau percintaan panas mereka.
"Aku benci Mas... Gara-gara Mas, aku sampai gak bisa jalan gini! Jangan kan jalan, berdiri aja lutut ku gemetaran! " ucap Tata ketus dengan kedua tangan melipat di dadanya.
"Hehehehe... Mau gimana lagi lah sayang, salahkan aja si junior yang gak puas-puas nya sama apem tembem kamu! Tapi kamu suka kan di bikin melayang sama junior?? " jawab Dave terkekeh dengan menggoda istrinya.
"Dih, gak mau ya??? Gak mau nolak! " ucap Tata sembari memalingkan wajahnya.
"Hahahaha.... " Dave tergelak kencang dengan ucapan sang istri.
"Pokoknya aku gak mau tau ya Mas, besok pagi kita harus jalan-jalan keluar! Udah dua hari di kamar aja kayak ayam ngeram! Sumpek tau cuma di dalam kamar, kerjaan nya cuma kelonan aja! " ucap Tata lagi dengan tegas dan mata melotot.
Melihat istrinya seperti itu bukan membuat Dave takut, tapi Dave makin bertambah gemes karena istrinya terlihat lucu dan imut dengan mode seperti itu.
"Ih... Gemes nya! Pengen Mas makan lagi tau gak! " sahut Dave geram dengan mencolek gundukan kembar nya Tata.
"Gak ya Mas, enak aja! Ini aja masih gemetaran kayak gini mau nambah lagi! Bentar lagi juga mau magrib! Awas kalau Mas macam-macam! " ancam Tata dengan menjauhkan diri dari singa kelaparan nya.
"Mas kan cuma semacam sayang! Tenang aja, Mas gak minta sekarang kok! Mas akan mulai lagi setelah makan malam di bawah langit seperti tadi malam! Mas kepengen melihat wajah cantik mu yang bermandikan keringat di bawah cahaya bulan! Begitu cantik, seksi dan menggairahkan! " ucap Dave dengan mengedipkan mata nya.
Wajah Tata bersemu merah mendengar ucapan frontal yang keluar dari mulut suaminya. Tak ingin suaminya makin besar kepala, ia berlari keluar menaiki ayunan yang ada di dekat sofa untuk bersantai.
__ADS_1
Dave makin tergelak kencang melihat wajah malu-malu sang istri.
Ia sengaja tidak mengejar sang istri keluar dan memutuskan untuk mengecek email yang masuk dalam MacBook nya.
πΏπΏπΏ
Sementara itu di bagian dunia lainnya tepatnya Jakarta, Sandra sedang di ancam oleh Mami dan Papi nya di kediaman Tata.
"Pokoknya Mami gak mau tau ya Cassie! Mau gak mau kau harus secepatnya menikah dengan Kadir! Apa kata orang lihat kalian tinggal bersama seperti ini? Walaupun di sini banyak orang, dan kalian gak ngapa-ngapain Mami gak peduli! Kalian harus menikah secepatnya! Gak boleh nolak! Kau dengar itu, Cassie??? " ucap Mami Bertha dengan suara menggelegar dan mata melotot.
"Mami... Bisa gak sih matanya jangan di bikin serem kayak gitu?? Tuh lihat, mata Mami kayak mau copot tau gak! " sahut Sandra dengan wajah pura-pura takut.
"Pletak... ! Anak nakal! Berani kali kau bilang Mami kayak gitu! " ucap Mami Bertha men jitak kepala anak bungsu nya.
"Betul yang di katakan Mami kamu itu Bontot nya Papi.. ! Kami ingin kalian menikah! Tidak baik laki-laki dan perempuan tinggal bersama tanpa ikatan meskipun di lingkungan rumah yang banyak orang nya! " ujar Papi Koh dengan lembut.
Papi Koh memberikan nasihat nya dengan lemah lembut, tidak berapi-api dan penuh semangat seperti istrinya. Bukan orang Medan namanya kalau bicara lemah lembut seperti agar -agar.
"Tapi Pi, Sandra takut Mas Kadir belum siap untuk berumah tangga! Masa iya belum di lamar aku udah ngebet pengen di kawinin! " jawab Sandra mencari alasan.
"Hush, bahasa kau itu kawin! Nikah, emang kau kira kucing pakek di kawinin! " tegur Mami Bertha dengan mendelik kearah anaknya.
"Iya Mami, iya! N-I-K-A-H alias nikah! " jawab Sandra dengan suara mengeja.
"Kau itu ya, paten kali kalau ngeles! Selalu ada jawaban dari muncung kau itu! " ucap Mami Bertha dengan ketus.
"Kan keturunan dari Mami... ! " jawab Sandra dengan lirih takut kedengaran sang Mami.
"Sudah, sudah! Papi harap kau pikirkan lagi apa yang kami katakan tadi Nak! Kami hanya ingin kebahagiaan mu saja! Sudah cukup kau hidup sendirian seperti ini, kau berhak bahagia dengan laki-laki yang mencintaimu! Apa kamu gak mau punya anak sendiri? Anak yang lahir dari rahim mu? Memberikan Kayla dan Kana seorang adik?? Apa kau tidak mau menginginkan semua itu?? Sudah cukup kau menyandang status janda mu itu, masa iya masih bertahan dengan label janda! " ucap Papi Koh panjang lebar.
"Hua.... Mami kok serem banget omongan nya! Pakai ngomong mati segala! Gak lucu tau gak! " rengek Sandra dengan bibir mengerucut dan hendak menangis.
"Kau itu ya, Mami ini bicara kenyataan nya Cassie! Apa kau mau kami mati dulu baru mau menikah dengan Kadir?? " ujar Mami Bertha lagi dengan setengah mengancam.
"Mami.... Aku kan gak ada bilang agak mau! Tapi kan semua nya balik lagi sama Mas Kadir sendiri? Emang Mami sama Papi gak keberatan aku nikah sama duda anak dua kayak Mas Kadir? Aku gak mau Mas Kadir merasa terbebani menjadi menantu dari Liu Wongso Tjahjadi dan Bertha Marsaulina Harahap! " jawab Sandra dengan ribuan alasan nya.
"Alah... Kenapa pulak kami keberatan? Kadir gak kami gendong kok! Lagi pula dari mana kau tau kalau Kadir terbebani jadi menantu kami? Hah!! Alasan aja kau itu?? Kadir juga udah bilang pada Papi kau kemarin kalau dia siap menikahi mu! Pakai bilang pulak Kadir terbebani! " cibir Mami Bertha yang membuat Sandra menganga tidak percaya.
"Beneran itu Pi?? " tanya nya pada sang Papi.
Papi Koh mengangguk kan kepalanya membenarkan ucapan sang anak.
"Nah, mau cakap apa lagi kau sama Mami, Hah! " sahut Mami Bertha dengan menatap tajam anaknya.
Sandra menghela napasnya dengan kasar, ia menatap wajah kedua orang tuanya dengan seksama.
"Baiklah, aku akan menurut permintaan Mami Papi. Aku akan menikah jika Mas Kadir melamar aku! Tapi aku gak janji kapan waktu nya karena semua itu terserah Mas Kadir! " jawab Sandra akhirnya menyerah karena tidak bisa memberikan alasan lagi.
"Nah, gitu dong! Coba dari tadi gak banyak ngeles kau, udah clear masalah nya! " ucap Mami Bertha dengan tersenyum senang.
"Asyik.... Bentar lagi punya cucu baru! Anak nya Calvin udah besar dan gak mau di mainin lagi! " batin Mami Bertha bersorak-sorai gembira.
__ADS_1
Setelah mengatakan jawaban nya, Sandra pamit keluar dari kamar orang tuanya dan langsung menuju kamar nya.
Begitu ia masuk kamar, ternyata Susan sudah menunggu di dalam.
"Cemana? Mami Papi ngomong apa sama kau Tot? " tanya Susan kepo.
Sandra menghempaskan tubuhnya di atas kasur dengan posisi tengkurap. Ia membenamkan seluruh wajahnya di bantal beberapa saat sebelum akhirnya ia berbaring telentang.
"Mami Papi nyuruh aku cepat-cepat nikah sama Mas Kadir! " jawab Sandra dengan wajah frustasi.
"Bagus itu! Aku juga setuju klen cepat-cepat nikah! Terus masalah nya di mana sampek mukak kau frustasi kayak gitu? Kayak orang habis patah hati aja kau! " tanya Susan lagi dengan wajah heran.
"Aku masih takut Bon, aku takut jika apa yang di katakan mantan mertua aku dulu kalau aku itu mandul! " jawab Sandra hendak menangis.
"Astaghfirullah hal adzim Bontot! Sejak kapan kau pesimis begitu? Kau mau mendahului Allah mengklaim diri sendiri mandul hah! Sadar Tot, sadar! Ucapan itu adalah doa! Kau mau malaikat lewat dan mengaminkan ucapan mu itu hah! " teriak Susan dengan mengguncang tubuh Sandra.
"Astaghfirullah hal Adzim.... Astaghfirullah hal adzim.. ! Maaf, aku khilaf! " ucap Sandra istighfar dengan mengusap wajah nya dengan tangan.
"Awas kalau kau ngomong kayak gitu lagi! Kalau Butet ada di sini habis kau di marahin nya ngomong kayak gitu! " sahut Susan dengan wajah kesal.
"Iya maaf, aku kelepasan! Aku benar-benar takut Bon? Aku takut Bang Kadir kecewa dan aku takut tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Kadir! " jawab Sandra hampir menangis.
"Ya Allah Bontot... Itu semua ketakutan mu aja! Aku yakin Bang Kadir orang nya gak kayak gitu? Bang Kadir itu beda dengan si brengsek Arman yang berada di ketek emak nya! Mana Bontot yang selalu optimis dan selalu berpikiran positif itu?? Masa iya takut cuma gara-gara itu! Kau gak lihat bagaimana si Butet, bagaimana ia mempunyai laki yang selingkuh dan menguras dompet nya itu? Apakah ia takut dan trauma? Nggak kan? Jadi, jangan kau ingat lagi perkataan toxic mantan mertuamu itu! Aku yakin kau akan melahirkan adik-adik Kayla dan Kana yang banyak! " ucap Susan memberikan nasihat nya.
"Huwaaaa.... " Sandra menangis kencang setelah mendengar nasihat Susan.
"Alamak.... Di nasehatin malah mewek! " ucap Susan tepok jidat.
Ia membiarkan Sandra menangis sepuas hatinya dan berbaring di sisi Sandra.
Setelah beberapa saat, tangisan Sandra pun memulai mereda dan akhirnya tidak terdengar lagi.
"Tumben ini anak diam aja! "pikir Susan dalam hatinya.
Ia pun duduk dan bergerak dengan merangkak di atas Sandra untuk melihat keadaan Sandra yang posisinya membelakangi nya.
"Yassalam... Tuhan ku.. ! Bisa-bisanya ia tidur habis menangis! Ckckck... ! " decak Susan dengan geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabat nya itu.
Ia lalu menyelimuti Sandra dan beranjak pergi keluar kamar. Ia memutuskan untuk kembali ke kamar nya saja.
Malam ini Sandra tidur sendiri di kamar nya karena Kayla dan Kana serta Papa mereka Kadir menginap di rumah mertua Anika.
Anika merengek meminta Kadir untuk menginap di rumah itu dengan persetujuan kedua mertuanya.
**Bersambung...
Duh, Bontot, bontot.. Ternyata oh ternyata ia nya trauma dengan kegagalan pernikahan nya dulu πππ..
Mudah-mudahan Bang Kadir bisa membuat Sandra lupa akan trauma nya ya ππ..
Tampaknya tidak lama lagi akan ada pesta pernikahan lagiππ..
__ADS_1
Oh ya, othor berencana akan menamatkan kisah Tata dan Dave.. othor minta saran dari reader semua nya,.. Othor takut reader bosan karena cerita nya gak tamat-tamat dan kayak sinetron tersanjung pula.. Othor bingung bin galau mau gimana, tamatin apa lanjut terus???
Mohon saran nya ya reader ku semua nyaβΊβΊβΊ**