
Untung saja tadi Tata cepat-cepat berjalan hingga ia sampai di ruang keluarga berbarengan keluarga yang lain hingga aksi suaminya tadi tidak di ketahui mereka.
Mami Sita meminta Mbok Nah menyiapkan kudapan dan minuman untuk menemani mereka ngobrol di ruang keluarga. Elea dan Yudistira duduk mengapit Dokter Aisyah yang berada di tengah-tengah kedua anak kecil itu tersenyum kecil melihat wajah tidak sabaran gadis cantik bermata hazel tersebut.
"Ayo Nek, kasih tau kita apa jawaban nya! Dari tadi Elea tanya gak ada yang bisa jawab! " ucapnya lagi dengan melirik ke arah sang Daddy.
Sebenarnya semenjak Dokter Aisyah melakukan USG pada janin Tata, Elea sudah bertanya pada Henry dengan berbisik kenapa bulatan kecil di layar itu di sebut adiknya, padahal tidak mirip bentuknya dengan seorang manusia. Ia juga bertanya kenapa adiknya mesti di dalam perut Mami nya dan masih banyak lagi pertanyaan nya yang langsung bikin kepala Henry pusing tujuh keliling.
Karena tidak ingin Elea bertanya lebih banyak lagi, dengan asal menjawab Henry berkata jika pertanyaan itu hanya bisa di jawab Dokter Aisyah bukan orang biasa seperti mereka.
Karena itulah saat Dokter Aisyah hendak keluar ia menghentikan nya dengan memegang ujung hijab Dokter Aisyah tadi.
Henry pura-pura melihat ke sembarang arah menghindari sindiran gadis kecil bermata indah tersebut.
"Adik bayi bisa di dalam perut Mami dan Mommy karena kekuasaan Allah SWT yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Omi, Elea, Mami, Papi dan semua orang yang ada di sini termasuk nenek awalnya di ciptakan dari segumpal darah. Lama kelamaan ia terus tumbuh di dalam perut seorang Ibu hingga terbentuk fisik yang sempurna seperti bayi yang selama ini Elea lihat.
Di samping itu kenapa di dalam perut, itu karena perut seorang ibu adalah tempat ternyaman untuk segumpal darah bisa tumbuh tanpa bisa di ganggu oleh siapapun. Allah melindungi nya selama sang Ibu menjaga janinnya dengan kasih sayang selama kehamilan.
Nah, titik hitam itu gambaran segumpal darah tadi jika di lihat dari alat yang Nenek gunakan tadi, nanti lama kelamaan ia akan tumbuh terus hingga perut Mami kalian membesar.
Kalian dulu juga seperti itu saat di dalam perut Mami dari segumpal darah terus tumbuh dan tumbuh hingga akhir nya kalian lahir ke dunia ini.
Jadi, karena Elea sudah menjadi seorang kakak maka Elea harus membantu Mami dengan tidak manja lagi, selalu bantu Mami jika Mami kesusahan saat mau ambil sesuatu, ingatkan Mami untuk minum susu nya dan jangan lupa berdoa setiap selesai sholat agar Allah memberikan kesehatan untuk Mami dan adik-adik bayi! " jawab Dokter Aisyah panjang lebar dengan bahasa yang mudah di mengerti anak-anak tersebut.
"Kalian mengerti anak-anak manis?? Adik kalian itu bukan di makan Mami dan Mommy, tapi karena rumah yang paling nyaman untuk adik kalian itu tumbuh adalah di dalam perut Mami dan Mommy kalian yang di sebut dengan rahim. Kelak nanti kalian berdua dewasa maka kalian akan mengerti dengan sendirinya! " tambah Dokter Aisyah lagi sambil membelai rambut Elea.
"Elea mengerti Nek! " jawab Elea.
"Tira juga mengerti Nek, itu artinya nanti adik Tira akan membesar dalam perut Mami dan Mommy! " jawab Tira dengan wajah puas.
Begitu mereka selesai bicara Grandpa Luis kembali membawa anak-anak kembar itu masuk dengan tubuh basah karena keringat. Mereka ikut menikmati kudapan yang ada di atas meja hingga waktunya Dokter Aisyah pamit untuk pulang.
Berita kehamilan kedua Tata dan kehamilan Abeth sudah terdengar ke keluarga besar Mami Sita dan Aunty Ela di Inggris. Orang tua Henry pun langsung memutuskan untuk kembali ke Indonesia keesokan paginya dari Jepang. Ibuk juga sudah di beritahu dan akan datang ke Jakarta saat liburan sekolah Amirah dan Aqila sebulan lagi. Sahabat-sahabat Tata juga sudah di beritahu akan kabar bahagia ini yang langsung membuat mereka kaget sekaligus gembira.
🌿🌿🌿
Sementara itu di sebuah apartemen, seorang gadis sedang duduk termenung dengan memeluk kedua lututnya dengan pikiran yang bercabang dan berkecamuk.
Ia baru saja mendapat telepon dari ayahnya yang menanyakan keadaan nya dan memberitahu kabar kebahagiaan Tata yang hamil untuk kedua kalinya. Meskipun ayahnya tidak mengatakan apapun, tapi Nana tahu jika ayahnya ingin sekali ia menikah.
"Ya Allah, aku tau ayah pasti sedih karena aku belum juga menikah hingga sekarang! Aku juga tau ayah diam karena tidak ingin membebani aku untuk mencari jodoh! Apa aku terima aja ya tawaran perjodohan dari Kak Tata?? Kak Tata pasti gak akan pilih jodoh sembarangan untuk aku?? Tapi... Aku masih takut mendapatkan jodoh yang salah! " ucap Nana yang berperang dengan segala pemikirannya.
Ia berpikir keras hingga tanpa ia sadari ketiduran di atas sofa nya.
Sebulan telah berlalu setelah kabar kebahagiaan keluarga Ryder saat itu, sekarang ini Tata sedang pergi ke markas utama nya untuk bertemu dengan Tiger bersama semua anak-anak kembarnya.
Tata dan Dave sedari awal sudah sepakat akan mendidik anak-anak mereka dengan latihan fisik beladiri tidak terkecuali dengan Elea. Mereka sudah di ajak Tata mendatangi markas utama sejak berusia tiga tahun. Namun saat berusia 5 tahun seperti sekarang inilah Tata baru memberi izin Lion untuk melatih anak-anak nya dengan bela diri dasar. Tidak hanya itu, mereka juga di bebaskan untuk memilih bela diri apa saja yang mereka mau selagi mereka melakukan nya dengan senang hati dan tidak terpaksa.
Setelah meninggalkan anak-anak nya berlatih bersama Lion dan beberapa guru yang di datangkan khusus oleh Tata, ia langsung meminta bertemu dengan Tiger secara tertutup hanya berdua saja di ruangannya.
"Kau tahu apa yang membuat aku memanggil mu kemari?? " tanya Tata langsung.
Tiger menggelengkan kepalanya dan duduk diam di sofa nya.
__ADS_1
"Apa saat ini kau masih belum mau memulai hidup baru untuk berumah tangga?? " tanya Tata lagi.
"Maaf kakak! Aku bukannya belum mau, tapi aku belum menemukan perempuan yang cocok! Tidak ada orang yang tidak ingin membuat sebuah keluarga tempatnya pulang! " jawab Tiger jujur.
"Jika aku memberikan perintah kau untuk menikahi seseorang, apakah kau akan menolaknya?? " tanya Tata lagi dengan menatap Tiger serius.
"Maksud kakak apa?? " tanya Tiger balik.
"Aku bermaksud ingin menjodohkan mu dengan seseorang yang selama ini sudah aku anggap adikku sendiri! Aku ingin kau menikahinya dan membangun kehidupan rumah tangga dengan nya! " jawab Tata jujur.
"Kau pasti sudah tau siapa orang itu kan?? Aku ingin kau menikah dengan nya karena aku yakin hubungan ini pasti berhasil untuk kalian berdua! " tambah Tata lagi.
Alih-alih menolak, Tiger malah menanyakan hal yang lain yang membuat Tata menyeringai kecil tanpa Tiger lihat.
"Apakah ia mau menikah dengan pria seperti ku Kak?? " tanya Tiger balik dengan insecure pada dirinya sendiri.
"Aku pastikan ia tidak akan menolak permintaan ku yang aku lakukan ini untuk kebahagiaan nya juga! Buatlah Nana jatuh cinta padamu setelah kalian menikah! Aku yakin kau pasti bisa melakukannya! Kalau kau mau aku akan mempersiapkan semua nya dan kau akan ke Bandung bertemu Ayah Jamal dan melamar anaknya! " jawab Tata dengan seringai nya.
Tiger tampak terdiam sesaat sebelum ia menjawab nya karena ia masih sedikit ragu kalau Nana tidak mau menikah dengan nya.
"Aku terima Kak! Aku mau menikah dengan Nana! " jawab Tiger akhirnya dengan mantap.
"Bagus! Aku suka jawaban mu! Bawalah kartu ini dan persiapkan lah semua nya untuk lamaran nanti! Ajak Angel untuk membantumu mempersiapkan semua ini karena ia pasti tau apa yang mesti dilakukan! " ucap Tata dengan memberikan sebuah kartu hitam pada Tiger langsung.
Tiger terbelalak kaget saat melihat kartu tersebut. Tidak ada orang yang tidak tau apa arti kartu tersebut. Ia memandang Tata dengan pandangan tidak percaya.
"Ambil saja dan jangan ragu untuk menggunakannya! Aku hanya ingin kau mempersiapkan nya secara sempurna karena kalian sudah aku anggap adikku sendiri! Mendorong kalian ke kehidupan yang lebih baik itu menjadi kewajiban ku semenjak aku mengambil kalian menjadi orang-orang ku! Nanti akan ada giliran Lion dan juga Angel! " ucap Tata santai sembari menatap wajah suaminya dalam layar video call.
Sejak pertama mereka bicara, mereka tidak hanya berdua tapi bertiga dengan Dave yang terhubung dengan video call.
Mendengar perintah berupa ancaman dari Dave, Tiger mengambil kartu tersebut dengan tangan gemetaran.
"Nah, pergilah ajak Angel berbelanja karena aku akan menghubungi calon mertuamu dulu! " ucap Tata lagi dengan memutuskan video call nya dengan sang suami.
"Baik Kak! Terimakasih banyak! Aku keluar dulu! " jawab Tiger segera berdiri dan keluar dari ruangan Tata.
Begitu Tiger pergi, Tata langsung menelpon Ayah Jamal memberitahu jika akan ada laki-laki yang datang ke Bandung untuk melamar Nana. Ia melakukan itu karena ia sangat tau jika Nana pasti menyetujui ucapannya pada saat yang lalu.
"Aku tau kau pasti tidak akan menolaknya Tiger! Aku juga tau kalau kau mencintai Nana secara diam-diam selama ini! Aku juga tau kalau kau masih mengharapkan Nana selama ini hingga kau masih betah menyendiri tanpa mau mencari perempuan lain! Kau patah hati karena Nana menyukai laki-laki lain dan ikut terluka saat Nana patah hati! " ucap Tata lirih setelah selesai menghubungi Ayah Jamal.
Belum lima menit berselang setelah menelpon Ayah Jamal, ponsel Tata berdering dengan nama Nana tertera di layar nya.
"Sudah aku duga! Kau pasti tidak akan menolak perkataan ku waktu itu anak nakal! " ucap Tata menyeringai saat melihat nama orang yang memanggilnya.
"Kalau mau bertemu tunggu aku di rumah nanti sore sekalian kau menginap saja karena besok kita akan pulang ke Bandung! " jawab Tata duluan tanpa memberi kesempatan orang yang menelpon untuk bicara.
Setelah mengatakan semua itu ia langsung mematikan sambungan telepon tersebut. Tata tertawa geli karena ia tau di tempat nya sekarang Nana pasti misuh-misuh dengan kelakuan Tata dan pasti anak itu merutuki nya sepuas hati.
🌿🌿🌿
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk Ayah Jamal dan hari yang menegangkan untuk Tiger serta hari yang mendebarkan untuk Nana.
Pasalnya hari ini di Bandung, di Villa nya Tata akan ada sebuah hajatan pesta pernikahan Alana dan Ferdinand. Nama asli Tiger adalah Ferdinand Antonio Lee seorang anak blasteran China Korea dan Indonesia dari mendiang orang tua nya.
__ADS_1
Suasana Villa dan sekeliling nya sudah penuh dengan tenda yang berjejer untuk tamu undangan dan masyarakat sekitar Villa. Semua keluarga Ryder sudah datang ke Villa tiga hari sebelumnya termasuk semua sahabat-sahabat Tata. Anika dan keluarganya juga sudah sampai barengan dengan keluarga Ryder.
"Butet! Pintar kali kau cari jodoh untuk si Nana! Mana bening pulak lagi calon lakik nya si Nana kayak brondong ku Lee Min Ho! " ucap Sandra di sela-sela santai mereka.
"Iya Tet! Dimana kau dapat laki-laki bening kayak gitu Tet?? Beruntung banget si Nana nikah paling belakangan dapat nya seperti spek artis Korea! " sahut Susan ikut berkomentar sambil memangku putra bungsunya.
Tata tidak menghiraukan ucapan kedua sahabatnya itu, ia asyik mengusap perutnya yang membuncit besar sembari merasakan gerakan bayi-bayinya di dalam perut nya.
Saat ini mereka sedang menunggu kedatangan tukang hena yang akan menghias tangan para emak-emak tersebut dengan hiasan hena. Karena kesibukan mereka yang ikut mempersiapkan semuanya mereka lupa untuk ikut menghias tangan mereka dengan hena.
"Kak, ini yang akan merias hena sudah datang! " ucap Anika yang datang dengan dua orang wanita bersama nya.
"Oh iya, silahkan duduk Mbak! " sahut Tata dengan sopan dan ramah.
"Iya Nyonya terimakasih! " jawab mereka berdua juga dengan sopan.
"Mbak, inikan mendadak banget nih! Nanti hena nya akan kering berapa lama? Soalnya tiga jam dari sekarang acara nya akan di mulai... " tanya Tata pada kedua perias henna itu.
"Tenang aja Nyonya! Henna nya saya pakai yang khusus, yang setelah satu jam sudah langsung kering dan bisa di cuci. Bahkan hasilnya baru akan hilang seminggu kemudian! " jawab salah satu dari mereka berdua dengan sangat yakin.
"Wah keren! Ayo Mbak saya yang duluan! Teman saya yang perut buncit itu biarkan terakhir aja! " sahut Sandra dengan sengaja.
Dengan cepat ia menarik tangan perias henna yang satunya ke sisinya. Sedang kan yang satunya lagi di minta Tata merias tangan Susan saja dulu. Biar ia dan Anika saja yang terakhir di hias tangan nya.
Mereka pun menghias tangan mereka dengan henna, sementara itu para orangtua sedang mengecek segala persiapan untuk acara akad nikah dan langsung setelah nya acara resepsi sesuai permintaan Ayah Jamal yang ingin acara pernikahan Putri nya di gabungkan saja semuanya.
Saat ini Tiger alias Anand sedang mempersiapkan diri nya untuk melakukan ijab dan berlatih sendiri di dalam kamar nya.
Ia menginap di sebuah bungalow milik Dave selama pernikahan ini dilakukan bersama teman-teman nya yaitu Lion dan Angel. Angel membawa keluarga nya yaitu Ayah dan adik-adiknya untuk menjadi perwakilan keluarga mempelai pria meskipun tidak banyak. Lion yang juga yatim piatu membawa ibu angkatnya sebagai pihak mempelai laki-laki seperti hal nya Angel.
Tibalah saat nya acara yang di tunggu-tunggu yaitu akad nikah Nana dan Tiger alias Anand.
Tiger tampak gugup dan berkeringat dingin saat duduk di kursi yang di sediakan sambil menunggu Pak penghulu datang.
"Santai aja Bro! Jangan tegang sekarang! Nanti aja kalau mau tegang saat malam pertama! " ledek Arkan sambil menepuk bahu Tiger.
"Iya, masa mengalahkan musuh aja bringas banget! Eh giliran mau ijab aja udah grogi gitu kayak maling ketahuan warga! " tambah Dave yang semakin membuat suasana semakin runyam.
"Hahahaha.... " mereka yang mendengar nya tertawa kencang termasuk Lion yang duduk di bangku depan.
Tiger tampak menahan kesal dengan ledekan suami Bos nya di tambah lagi mereka menertawakan diri nya yang memang sungguh grogi saat ini.
Untung saja ucapan nyeleneh Arkan dan Dave tidak terlalu kencang hingga tidak terdengar oleh para orang tua. Tak lama kemudian Pak penghulu datang bersama Ayah Jamal dan Papi Dayton.
"Jangan gugup dan grogi! Tarik nafas dan buang! " ucap Papi Dayton saat di dekat Tiger sebelum ia menuju kursi saksi.
Acara pun segera di lakukan, Pak penghulu meminta Tiger menjabat tangan calon mertuanya yang langsung bertindak sebagai wali mempelai wanita.
"Ananda Ferdinand Antonio Lee, saya nikah kan dan kawin kan Engkau dengan Putri kandung saya Alana Felicia Jadmiko dengan mas kawin uang senilai 100 juta rupiah dan seperangkat alat sholat di bayar tunai! "
"Saya terima nikah dan kawinnya dengan mas kawin tersebut tunai! "
"Bagaimana saksi?? " tanya Pak penghulu pada Papi Dayton dan Ayahnya Riko.
__ADS_1
"Sah... Sah... Sah.... "
Bersambung...