Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
60. Kadir dan Anika syok


__ADS_3

Kadir langsung mengajak Anika dan anak-anak pergi dari rumah itu dengan perasaan yang dongkol.


"Keterlaluan pemilik rumah ini! Kalau pun tidak suka, ya jangan bersikap begitu di hadapan anak-anak. Kami bukan pengemis yang meminta sumbangan. " gerutu Kadir sambil mendorong motornya keluar dari pekarangan rumah tersebut.


"Bang, gimana kalau kita ke restoran yang dulu di kelola Bang Dika? Siapa tahu Bang Dika masih di sana sebagai pengelolanya? " usul Anika tiba-tiba.


"Iya juga ya? Kenapa Abang tidak kepikiran kalau Dika mengelola restoran milik Tata? " jawab Kadir dengan tersenyum lebar.


"Kita mau kemana Pa? Kita gak jadinya ketemu nenek? " tanya Kayla ketika menaiki motor.


"Kita mau ke tempat yang ada Om kalian! Mudah-mudahan nenek kalian juga di sana! " jawab Kadir dengan semangat.


Kadir pun melajukan motornya menuju restoran Tata untuk menemui Dika ataupun Mama mereka.


Sesampainya di sana, mereka langsung menemui salah satu karyawan yang kebetulan bertindak sebagai penyambut pengunjung dan pelanggan restoran.


"Permisi Mbak, boleh saya tanya? " ucap Kadir sopan


"Silahkan Pak! " jawab karyawan tersebut dengan ramah.


"Apakah ada lelaki yang bernama Dika bekerja di restoran ini? " tanya Kadir lagi.


"Dika yang mana ya Pak? Setau saya, yang bernama Dika cuma satu orang, itupun dia di kantor polisi! " jawab karyawan tadi dengan malas.


"Dika yang sebagai pengelola restoran ini! " ucap Kadir sedikit tersinggung dengan sikap karyawan tersebut.


"Oh Dika yang suami parasit nya Bu Tata! Itu saya tau! Bapak pergi saja ke kantor polisi karena ia ada di sana! " sahut karyawan tersebut dengan wajah malas seakan-akan enggan meladeni ucapan Kadir.

__ADS_1


"Apa?? Kantor polisi? Apa maksudnya Mbak! Saya semakin tidak mengerti! " jawab Kadir dengan wajah kaget.


"Maaf ya Pak! Saya tidak tahu Bapak ada hubungan apa dengan orang yang bernama Dika tersebut. Asal Bapak tau, kalau laki-laki yang bernama Dika itu ketahuan mencuri sertifikat restoran ini di ruangan pribadi Bu Tata. Terus yang terbaru ini, laki-laki yang bernama Dika itu juga menculik ibunya Bu Tata di depan restoran ini berkomplot dengan ibu dan pacarnya itu sehingga di tangkap polisi. Kalau Bapak tidak percaya silahkan saja ke kantor polisi biar Bapak bisa lihat video nya! Sudah ya Pak! Saya lagi banyak kerjaan, nanti bisa-bisa saya gak dapat bonus karena gak becus kerja! " ucap karyawan tersebut dengan langsung pergi meninggalkan Kadir yang tampak syok terlihat dari mukanya.


"Ya Allah, ini gak mungkin terjadi! Ini pasti salah! Pasti bukan Dika adikku orang nya! " ucap Kadir pelan dengan wajah pias karena syok mendengar kabar tersebut.


Ia lalu berjalan dengan gontai menuju tempat Anika dan anak-anak nya menunggu.


"Gimana Bang! Ketemu gak Bang Dika nya? " tanya Anika penasaran.


"Lebih baik kita pulang saja ke rumah! Sudah terlalu sore dan juga Dika lagi tidak ada! Ayo kita pulang! Nanti Abang ceritakan di rumah! " jawab Kadir sambil mengajak mereka pulang.


Kadir pulang dengan membawa sejuta pertanyaan di dalam hatinya. Ia masih tidak percaya jika Dika yang melakukan semua kejahatan itu dan Mama nya juga sebagai kaki tangan Dika.


Begitu sampai di rumah, Kadir meminta Kayla untuk menonton televisi dan Anika meletakkan Kana di atas karpet kecil di depan TV agar ia leluasa bermain sambil menonton televisi.


"Bang, ada apa? Kenapa Abang diam saja semenjak keluar dari restoran Kak Tata? " tanya Anika dengan penasaran dan duduk di samping Abang nya.


Kadir menghela nafas dengan pelan seraya menatap adiknya dengan penuh arti. Ia pun menceritakan semua yang di katakan karyawan tadi tanpa ia tutupi. Anika menangis begitu mendengar semua yang dikatakan Kadir tadi.


"Ya Allah, Bang! Kalau memang benar apa yang di katakan karyawan Kak Tata itu, berarti Bang Dika memang keterlaluan banget. Pasti Mama yang meracuni pikiran Bang Dika hingga bisa melakukan hal bodoh seperti itu! " ucap Anika dengan wajah prihatin.


"Kamu benar Ika! Abang juga tidak habis pikir! Kenapa Mama bisa menjebloskan anaknya sendiri ke penjara dan melakukan hal yang memalukan seperti ini! Besok Abang mau menemui mereka di kantor polisi! " ucap Kadir membenarkan perkataan adiknya.


"Ika ikut Bang! Ika mau tau alasan Mama ngelakuin semua ini! " sahut Anika dengan wajah memelas.


Kadir menganggukkan kepalanya, mereka masuk ke dalam rumah karena sudah masuk waktu maghrib.

__ADS_1


Keesokan harinya, Anika sudah mempersiapkan keperluan Kana untuk di titip sebentar dan juga keperluan Kayla ke sekolah. Setelah semuanya beres, Anika dan Kadir berangkat dari rumah bersama anak-anak untuk mengantar Kayla duluan ke sekolah, kemudian mengantar Kana ke tempat biasanya Kadir titipkan sewaktu belum bertemu Anika.


Mereka berdua langsung pergi ke kantor polisi tanpa menunggu lama, mereka di persilahkan masuk menemui petugas kepolisian atau polisi yang menangani langsung kasus ini untuk mengetahui bagaimana kronologi yang sebenarnya sebelum menemui para tersangka.


"Silahkan duduk! Saya petugas yang menangani kasus saudara Dika dan komplotan nya! Ini adalah rekaman CCTV pada saat Saudara Dika mencuri sertifikat milik korban! Ini juga rekaman pada saat saudari Retno mengamuk di restoran korban dan melakukan kekerasan terhadap korban! Dan yang terakhir ini rekaman saat ketiga tersangka menculik ibu korban ketika mau masuk ke restoran! Silahkan lihat sendiri karena ini bukan rekayasa atau semacamnya! " ucap petugas kepolisian menyambut Kadir dan Anika dengan ramah sambil menghidupkan laptop di hadapan Kadir dan Anika.


Kadir dan Anika tampak syok dan tidak percaya jika orang terdekat mereka bisa melakukan hal yang memalukan seperti ini. Anika tampak terpukul sekali ketika melihat Mama nya menghancurkan isi restoran Tata dan melakukan kekerasan terhadap Tata walaupun Tata juga membalasnya. Rasanya ia tidak punya tenaga lagi untuk bangkit atau sekedar bicara karena lidahnya tiba-tiba kelu dan berat untuk mengeluarkan suara. Ia hanya bisa menangis sedih karena sangat menyayangkan perbuatan jahat Abang dan Mama nya itu.


"Bang, Ika rasanya gak sanggup untuk jalan, badan Ika lemas! Ika gak nyangka banget kalau Mama bisa melakukan yang seperti itu dengan Kak Tata, Bang! Ika malu Bang! Ika gak punya muka lagi untuk menemui Kak Tata! " ucap Anika dengan suara serak karena menangis.


Kadir memeluk tubuh adiknya yang mana langsung membuat Anika bertambah kencang menangis. Ia juga sangat sedih dan kecewa dengan perbuatan Mama dan Dika terhadap adik iparnya itu.


"Kalau kamu gak kuat, kamu tunggu di sini saja! Biar Abang yang menemui Mama di ruang jenguk tahanan. " ucap Kadir dengan lembut sambil mengusap punggung adiknya yang masih bergetar dengan tangisan yang sangat pilu.


"Gak Bang! Ika juga mau menemui Mama, meminta alasan ia melakukan hal yang rendah seperti itu, agar Ika bisa tau mana yang benar dan mana yang salah! " jawab Anika menolak untuk menunggu.


Mereka pun pergi bersama menemui Mama mereka setelah tangisan Anika reda.


Anika menunggu dengan gelisah dengan sesekali menggigit kukunya menunggu kedatangan Mama nya. Anika dan Kadir menoleh kebelakang ketika terdengar suara langkah kaki berjalan mendekati mereka.


"Mama/kalian! " ucap mereka secara bersamaan


"Mau apa kalian datang ke sini! Darimana kalian tahu Mama ada di sini! " tanya Nyonya Retno dengan wajah ketus.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya..

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2