
"Ibuk, nanti masakin sambel cumi cabe ijo di kasih kerang sama jengkol ya Buk? Adek pengen makan itu? Nanti kita mampir ke pajak beli bahan-bahan nya! " ucap Tata sehabis makan dan langsung bergelayut manja di lengan Ibuk nya.
"Alhamdulillah... Mood anakku udah balik lagi! " batin Ibuk tersenyum dalam hatinya.
"Iya, nanti Ibuk masakin sambel nya! Tapi, emangnya adek gak papa nanti ikut Ibuk sama Mak Ijah masuk pajak untuk belanja?? " jawab Ibuk dengan mengusap tangan anaknya.
"Gak papa lah, adek lagi pengen jalan-jalan ke pajak Buk! " jawab Tata lagi.
Dave yang mengira istrinya sudah kembali jinak, berjalan mendekati sang istri.
"Sayang, Mas ikut ya? Mas kan juga pengen ikut kamu ke pajak! " pinta Dave dengan suara lembut.
"Gak! Mas ngapain sih kesini! Tata lagi bete sama Mas! Entah kenapa dengar suara Mas dan lihat wajah Mas membuat Tata kesal dan emosi! Rasanya Tata ingin sekali membuat wajah Mas itu babak belur! " tolak Tata dengan nada ketus.
"Ayo Buk, kita pulang! Tata capek, pengen tiduran! " ucapnya lagi dengan memeluk manja perut Ibuk nya.
"Ya Allah... Segitu amat sih Bini ama anak aku! Untung sayang! Kamu dendam apa sih Nak sama Papi! " batin Dave menangis dalam hati.
"Yang sabar yo Le! Ayo kita pulang! " ucap Eyang kakung menepuk pelan bahu Dave.
"Iya Son... Anggap saja ini ujian pernikahan kalian! " sahut Papi Dayton lagi pada nya.
"Banyak-banyak sabar ya Dave! Semangat! " ucap Pakde Toto dan Pakde nya yang lain dengan memberikan gerakan semangat dengan otot ๐ชmereka.
"Gak cuma kamu kok Dave! Mami juga di benci cucu Mami! Hiks... Hiks... Hiks... " ucap Mami Sita dengan drama nya.
"Gak udah ngomong! Ngomong sekali lagi aku cekik kalian semua! " bentak Dave pada Arkan dan semua sepupunya yang baru saja hendak membuka mulut mereka.
Setelah mengatakan itu, ia langsung pergi menyusul mereka untuk pulang.
Sepeninggalan Dave dan para orang tua, pecah lah gelak tawa Arkan dan para sepupu Dave termasuk sahabat-sahabat Tata serta Anika dan Nana.
Selama mereka di Pematangsiantar, Tata dan keluarga nya tinggal di rumah yang sengaja di persiapkan orang tua Sandra untuk mereka semua.
Letaknya juga tidak jauh dari rumah pribadi orang tua Sandra, hanya berjalan kaki selama 10 menit saja.
Begitu Dave sampai di rumah dua lantai itu, ia mendapati semua keluarganya termasuk Ibu mertuanya sedang duduk di ruang tengah.
"Loh, katanya Ibuk tadi mau belanja ke pajak! Kok masih di sini! " tanya Dave dengan heran.
"Gak jadi Nak! Mak Ijah aja yang ke pajak sama Tegar ! Tata berubah pikiran dan minta di kelonin tidur! " jawab Ibuk dengan suara lembut.
"Oh, jadi Tata udah tidur Buk? " ucap Dave mangut-mangut.
"Udah, kalau kamu mau ke kamar pergi saja! Tapi jangan berisik ya Nak, takut nya Tata kebangun dan berubah lagi mood nya! " sahut Ibuk lagi pada Dave.
"Iya Dave! Sepertinya mulai sekarang sampai delapan bulan ke depan kamu harus bisa bersabar lebih banyak lagi! Bukan mudah menghadapi mood perempuan hamil! Sekarang kita harus pikirkan bagaimana bisa membawa Tata ke rumah sakit tanpa membuat nya marah! Eyang udah gak sabar untuk melihat dugaan Eyang ini! Meskipun feeling Eyang gak akan salah, tapi Eyang pengen bukti nyata nya agar Tata tahu jika apa yang ia alami ini murni bawaan bayi dalam kandungan nya! " ucap Eyang Putri mengusap lembut kepala Dave yang bersandar di bahu nya.
"Iya Eyang, Dave mengerti! Hanya saja Dave sedih banget! Masa iya masih dalam perut aja Dave di benci anak sendiri! " rengek Dave seperti anak kecil pada Eyang nya.
__ADS_1
"Hehehehe... Bukan di benci Le, tapi perasaan ibu hamil itu begitu sensitif dan mood nya berubah-ubah. Itu karena pengaruh hormon, nanti kamu tanyakan saja sendiri pada Dokter kandungan saat kita bawa Tata untuk di periksakan! " jawab Bude Wati dengan terkekeh geli.
"Iya Nak! Yang sabar ya dalam menghadapi mood istri kamu! Pergilah masuk ke kamar, mumpung Tata masih tidur! Ibuk mau masak pesanan istri kamu dulu! Tuh, sepertinya Mak Ijah udah pulang! " ucap Ibuk pada Dave.
Dave mengangguk pelan dan beranjak masuk ke dalam kamar. Ia membuka pintu kamar pelan-pelan supaya istrinya tidak terbangun.
Terlihat Tata sedang tidur pulas di atas tempat tidur dengan posisi miring ke kanan. Dave perlahan mendekat dan jongkok di depan perut istrinya.
"Papi gak nyangka jika kerja keras Papi membuahkan hasil! Tapi Papi sedih banget, kamu benci sama Papi! Padahal Papi sayang banget sama kamu Nak, baik-baik ya Nak di perut nya Mami! " ucap Dave pelan di depan perut datarnya Tata.
Ia mengusap lembut perut Tata dengan wajah yang sangat bahagia. Ia lalu naik ke atas tempat tidur dan memposisikan dirinya ikut miring berhadapan dengan punggung Tata.
Dengan gerakan perlahan, ia membalik tubuh Tata menjadi menghadap diri nya. Ia mengusap lembut pipi Tata dan memberikan ciuman lembut di kening nya dengan agak lama.
"Terimakasih ya sayang! Kamu udah memberikan kebahagiaan yang tak terkira untuk Mas dan keluarga besar Mas! Meskipun kamu gak mau dan gak suka lihat wajah Mas, Mas akan terima semua mood kamu dengan ikhlas sayang! Semoga Allah selalu melindungi mu dan anak kita! " ucap Dave dengan penuh cinta di telinga Tata.
Entah pengaruh alam bawah sadar nya atau apa, Tata semakin menenggelamkan tubuhnya kedalam pelukan hangat sang suami. Dave tersenyum senang karena Tata tidak terganggu dan memeluk tubuhnya dengan begitu erat.
...****************...
Sementara itu, karena pernikahan mereka hanya di hadiri keluarga besar saja, Kadir dan Sandra sudah masuk ke kamar sebelum Adzan Asar berkumandang.
"Padahal hanya keluarga saja, tapi rasanya kok badan aku capek banget! " keluh Sandra saat mereka masuk ke dalam kamar.
"Iya sih sayang! Keluarga sih emang yang datang, tapi banyak nya itu loh kayak warga sekampung! Ini hanya keluarga saja, bagaimana kalau teman-teman Papi Mami dan yang lainnya di undang ya? Bisa-bisa gak kelar-kelar pernikahan kita saking banyak tamunya! " sahut Kadir ikut berkomentar.
"Benar banget Mas! Duh, gak kebayang aku capek nya gimana! Untung aja hanya keluarga dekat saja! Jadi kita bisa istirahat lebih cepat! " ucap Sandra membenarkan kata suaminya sambil menghapus make up di wajahnya.
"I-iya Mas... ! " jawab Sandra tiba-tiba gugup.
Begitu pintu kamar mandi tertutup, Sandra langsung menarik koper suaminya yang teronggok di pojok lemari.
Ia dengan cekatan mengangkat koper yang tidak terlalu berat ke atas tempat tidur. Membuka koper dan mengambil pakaian suaminya untuk sholat serta sarung. Tak lupa pula ia mengambil perlengkapan onderdil sang suami alias pakaian dalam.
"Astaga, kenapa aku jadi gugup dan grogi gini ya?? Kayak perawan aja! Hehehehe! " ucap nya dengan terkekeh pelan.
Ia mondar-mandir dengan meremas kedua tangan nya di dalam kamar. Keadaan Sandra sungguh persis perawan yang baru mau pecah telor.
"Duh, bagaimana nanti kalau Mas Kadir langsung mau ehem-ehem ya? Kok aku jadi gugup dan malu gini sih! Duh, jantung ku berdebar kencang kali kayak mau melompat keluar! " gumam Sandra dengan menggigiti kuku jempol nya.
"Ceklek... "
Pintu kamar mandi terbuka, dan Kadir keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggang nya dan rambut yang masih basah.
Sandra langsung melongo kaget melihat pria yang bergelar suami beberapa jam yang lalu bertelanjang dada di dalam kamar nya.
"Subhanallah.. Sungguh indah ciptaan_Mu! " ucap Sandra lirih tanpa sengaja.
"Kamu ngomong apa sayang? Mas gak kedengaran! " sahut Kadir yang sekilas mendengar ucapan Sandra tapi samar-samar.
__ADS_1
"Gak ngomong kok! " jawab Sandra langsung kabur masuk ke kamar mandi tanpa melihat suaminya lagi.
"Blam.... " pintu kamar mandi tertutup.
"Astaga... Astaga... ! Ke-kenapa badan nya suami ku berubah menjadi bagus dan kekar seperti itu? Ba-bagaimana bisa Mas Kadir punya otot di lengan nya, dan dada nya juga bidang kayak gitu! Duh, aku jadi gak tahan pengen pelukable di sana! Walaupun perut nya gak kotak-kotak amat kayak Oppa Gong Yoo tapi ya Allah, keren banget! Ih.. jadi gregetan pengen pegang ! " ucap Sandra gregetan dan blingsatan sambil memegang dadanya sendiri di kamar mandi.
"Duh, Sandra! Jangan kau nampak kan sisi mesum kau itu dong! Ntar laki kau malah ilfil lihat istrinya yang ternyata mesumnya gak ketulungan! Jaim sikit napa kau! " ucap Sandra memarahi dirinya di depan cermin.
"Dah lah, mendingan aku mandi aja! Tuh, Adzan Asar udah kedengaran! " ucapnya lagi gak peduli dan langsung membuka kebaya pengantin nya.
Begitu selesai mandi, Sandra sadar kalau ia lupa membawa handuk nya hanya karena terpana lihat tubuh bagus dan kekar sang suami.
"Fix lah! Gara-gara terpesona sama badan laki sendiri sampai lupa mau bawa handuk! Bego kali lah kau Sandra, Sandra! " omel Sandra mengumpat dirinya sendiri.
Ia pun membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya sambil berteriak kencang.
"Mas, tolong ambilkan handuk aku di lemari! Aku lupa bawa handuk! Yang warna putih di rak bagian atas ya Mas! " ucap Sandra agak kencang ada suaminya.
Kadir yang sudah siap dengan pakaian sholatnya menyahut tanpa melihat karena ia masih mengancingkan satu lagi baju koko nya.
Ia membuka lemari dan mengambil sebuah handuk warna putih sesuai permintaan sang istri. Ia mendekati kamar mandi dan menyodorkan handuk tersebut karena pintu kamar mandi sudah kebuka sedikit oleh Sandra.
"Terimakasih Mas! " ucap Sandra dari dalam.
Kadir membentang sajadah dua karena ia akan mengajak sang istri sholat berjamaah, hal yang baru pertama kali ia lakukan mengingat waktu menikah dengan Yuli, ia tidak pernah melakukan semua itu. Ia ingin membangun rumah tangga bersama Sandra dengan tidak akan menjauh dari pemilik kehidupan yaitu Allah SWT.
Ia bertekad akan membawa anak dan istrinya menuju Surga nya Allah. Sesuai dengan ayat Al-Quran yang artinya mengatakan "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu (anak istri dan keturunanmu) dari api neraka! " .
"Ceklek... "
Pintu kamar mandi terbuka dan Sandra keluar dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi dada hingga sebatas lutut.
Kadir yang melihat Sandra pertama kali seperti itu langsung menelan air liurnya. Jika tadi Sandra yang terpesona, sekarang giliran Kadir yang menelan ludah melihat tubuh putih mulus Sandra di depan mata meskipun sebagian tubuhnya tertutup handuk, namun tidak mengurangi keseksian yang memanjakan mata lelaki normal seperti Kadir.
Jujur saja, ini pertama kali nya ia melihat tubuh Sandra yang putih mulus selama mereka kenal. Karena selama ini Sandra tidak pernah memakai pakaian yang terbuka di hadapan Kadir.
"Subhanallah, sungguh indah ciptaan mu ya Allah! Kalau bukan karena mau sholat Asar sudah aku terkam tubuh indah itu! Beruntung sekali aku mendapat perempuan yang mendekati sempurna ini ya Allah, karena kesempurnaan hanya lah milikMu ! Bodoh sekali mantan suami mu yang sudah mensia-siakan perempuan seperti mu sayang! " batin Kadir dalam hati.
Saking melamun nya, ia tidak sadar jika Sandra sudah siap memakai mukena dan sudah berdiri di atas sajadahnya.
"Mas, kok bengong! Ayo buruan sholat! Ntar keburu habis waktu Asar nya! " tegur Sandra pada Kadir yang masih bengong dan melamun.
"Astaghfirullah hal adzim... Iya sayang! " jawab Kadir istighfar tersadar dari lamunan nya.
Pasangan pengantin baru itupun sholat Asar berjamaah untuk pertama kalinya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semua nya...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ๐๐