
"Kenapa Bude kaget gitu? Kayak lihat hantu aja! " tanya Tata dengan wajah santai dan kembali lembut seperti biasanya.
Ia lalu dengan cuek meminum orange jus di hadapan semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"Tenang aja... Aku sudah bilang pada Mbok Nah kok untuk membuat orange jus untuk semuanya! " ucap Tata begitu melihat Giselle meneguk ludahnya.
"Bude kira kamu masih marah Nak! Makanya langsung pergi ke dalam! " ucap Bude Wati dan duduk di samping Tata.
"Gak ada gunanya aku marah lama-lama untuk orang bebal kayak mereka Bude! Aku tadi langsung ke dapur karena tenggorokan ku seret karena haus dan sekalian cuci muka biar setannya pergi! " jawab Tata dengan santai meneguk orange jus nya.
"Syukurlah.... " sahut Bude Rini dengan tersenyum bahagia.
"Oh iya, ngomong-ngomong Eyang dimana? " tanya Tata lagi dengan melihat merek semua.
"Eyang mu pergi masuk ke dalam rumah sebelum Dave datang dan tidak kembali lagi ke sini setelah memutuskan hubungan dengan Pak lek Batari! " jawab Bude Ditha.
Mami Sita masih terdiam dengan pandangan menerawang. Entah apa yang ia pikirkan sehingga wajahnya terlihat cemas dan sedikit frustasi.
"Mi... Mami kenapa? Mami.... " panggil Tata dengan keras.
"Eh iya sayang.... " jawab Mami Sita tersadar dari lamunannya.
"Mami kenapa bengong? Lagi mikirin apa? Tata minta maaf ya Mi, udah bertindak kasar gitu sama Mas Dave! " tanya Tata lagi dengan menunjukkan wajah bersalah nya.
Ia meletakkan orange jus nya di atas meja dan berjalan ke tempat Mami Sita duduk. Tata dengan santai duduk di tengah-tengah Mami Sita dan Papi Dayton. Abeth yang sedari tadi melihat gelas orange jus Tata langsung menyambar gelas tersebut dan meminum habis jus tersebut dalam sekali minum. Semua orang melongo melihat kelakuan Abeth yang tidak seperti biasanya dan yang di perhatikan hanya memberikan cengiran nya dengan dua jari tangan tanda damai.
"He.... He.... He.... Sorry.... Habis orange jus nya menggoda banget sih, melambai-lambai minta di habiskan! " ucap Abeth asal dengan cengengesan.
"Dasar kang nyerobot! " ucap Bude Wati dengan geleng-geleng kepala.
"Maafin Tata ya Mi.... Pasti Mami kaget lihat Tata kayak tadi! Tata emosi Mi liat perempuan ular itu memeluk Mas Dave! Tata gak rela tubuh Mas Dave di peluk perempuan lain! " ucap Tata dengan manja menyandarkan kepalanya di bahu Mami Sita.
"Mami gak papa sayang! Awalnya Mami memang kaget, tapi bukan kaget kamu merobek kemeja Dave. Mami kaget karena reaksi kamu hanya sebatas itu untuk perempuan gila seperti Ajeng, kamu terlalu lembut untuk perempuan tidak punya malu seperti dia! Seharusnya kamu lakukan seperti yang di katakan Bude Ditha tadi! " jawab Mami Sita dengan membelai rambut Tata.
"Emangnya Bude Ditha ngomong apa tadi Mi? " tanya Tata penasaran.
"Gak ngomong apa-apa kok, Nak! Bude Ditha tadi hanya ngelantur! " sahut Bude Rini cepat sebelum Mami Sita bicara.
"Sembarangan bilang aku ngelantur! " omel Bude Ditha dengan mendorong bahu adiknya.
"Ta... Mami cemas banget sekarang ini! Mami terngiang-ngiang ancaman Galang tadi yang berkata akan menuntut balas! Mami takut terjadi apa-apa sama kamu Nak! Resepsi kalian hanya dua bulan lagi, dan Mami takut Galang melakukan hal nekad sebelum pesta kalian di gelar dengan membahayakan dirimu, Nak! " ucap Mami Sita hampir mau menangis.
__ADS_1
"Mami.... Mami dengerin Tata! Tata gak akan biarkan mereka tadi menyakiti Mami atau menyakiti anggota keluarga kita! Apa lagi menyakiti Tata, Mami dengarkan? Mami jangan cemas dan khawatir! Tata janji akan melindungi kalian semua dari orang-orang yang berniat jahat dengan kita! " sahut Tata dengan lembut dan memeluk Mami mertuanya dari samping.
"Apa yang di katakan Tata benar sayang... Papi tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti anggota keluarga kita! Papi juga tidak akan diam jika mereka menyentuhmu sehelai rambut pun sayang! " ucap Papi Dayton dengan mengecup lembut kening Tata setelah mengecup kening istrinya.
"Terimakasih Papi... " jawab Mami Sita dan Tata barengan dan memeluk Papi Dayton bersamaan.
"Aku kok gak di cium... " rengek Abeth protes dan langsung duduk di sebelah Papi nya.
"Duh... Princess nya Papi! " ucap Papi Dayton dengan mengecup lembut kening Abeth dan memperlakukan nya seperti anak kecil.
Mbok Nah dan Lastri datang dengan membawa nampan berisi gelas yang sudah terisi orange jus. Mata Abeth langsung berbinar seperti melihat harta karun dan langsung berdiri mengambil segelas dan langsung meminumnya sekali duduk.
"Oh ya... Ngomong siapa yang memberitahu kalian jika di rumah ada kekacauan? " tanya Bude Wati heran.
"Marcell, dia menghubungi Giselle dan mengatakan kalau di rumah ada banyak orang yang berteriak-teriak dengan marah-marah. Tapi ia tidak tahu apa yang mereka katakan, makanya Tata memutuskan untuk pulang saja begitu kami baru selesai belanja. " jawab Abeth.
"Lalu yang menghubungi Mas Dave siapa? " tanya Tata balik.
"Aunty sayang... Aunty meminta Dave datang agar bisa memberikan keterangan jika kalian sudah menikah, tapi Aunty tidak tahu kalau kejadian nya bakalan kayak tadi! " jawab Aunty Ela dengan wajah sangat menyesal.
"It's okay Aunty... Jangan merasa bersalah seperti itu karena Aunty gak salah! Tata senang karena bisa melihat wajah pias perempuan itu waktu Tata mengatakan kalau Tata istrinya Mas Dave! " ucap Tata dengan lembut menatap Aunty Ela.
"Duduk di sana! Jangan dekat-dekat Tata ya Mas! Tata masih kesal sama Mas! Masih sakit hati! " ucap Tata menunjuk ke arah sofa kosong di sebelah Henry kakak iparnya pada Dave suaminya.
"Kok gitu sih sayang... Mas kan sudah mandi.....Nih udah bersih dan wangi! Gak ada bau perempuan lain lagi! " sahut Dave dengan wajah memelas.
"Gak mau! Pokoknya tetap duduk di sana dan jangan mendekat! Tata masih jengkel sama Mas! Bukan nya di lepasin pelukannya malah di biarin aja! Enaknya di peluk perempuan lain yang bukan istrinya! " omel Tata lagi dengan wajah cemberut dan bibir manyun.
"Dah lah... Mami mau ke dalam dulu! Mau istirahat, capek! " ucap Mami Sita bangkit dan tersenyum penuh arti pada kakak-kakaknya.
"Iya, Bude juga! Ayo Rin, Mbak Yu kita istirahat saja sekalian makan! Aku lapar lagi ini! " sahut Bude Ditha ikutan berdiri dan menarik tangan Bude Wati dan Bude Rini.
"Abeth juga, ayo sayang kita masuk, istirahat! " ucap Abeth sambil bangkit dan menarik tangan Henry suaminya.
"Lah, lah... Kok pada Bubar! " teriak Dave kelimpungan karena ia semakin terpojok.
"Selamat berjuang Son! Papi kasih tahu peraturan dalam rumah tangga, satu : perempuan tidak pernah salah, dua : perempuan selalu benar, tiga : balik lagi pada poin pertama dan kedua! Selamat berjuang! Fighting! " bisik Papi Dayton dengan tersenyum kecil.
"Aku juga pengen istirahat! Capek! Selamat berjuang, Brothers! Semoga beruntung! " bisik Giselle langsung lari kabur.
Dave semakin gusar melihat semua orang menyemangatinya seakan-akan mau berangkat perang saja. Ia melirik istrinya yang masih tampak cemberut dan merajuk.
__ADS_1
"Aduh, gimana ini! Aku bingung kalau sudah begini! Seumur hidup belum pernah membujuk perempuan ngambek, apalagi yang ngambek istri sendiri! Aha... Lihat Google aja! Biasanya kan google selalu tau! " batin Dave dengan wajah sumringah.
Ia lalu membuka ponsel nya dengan mengetik cara membujuk perempuan yang ngambek. Tata yang melihat suaminya memainkan ponsel semakin gondok bin kesal setengah mati.
"Dasar laki-laki gak peka! Udah tau istrinya ngambek, bukannya di bujuk malah mainin HP! Awas aja kalau minta jatah! Gak aku kasih! Eh iya lupa, segelnya kan belum di buka, gimana mau kasih jatah! Hi.... Hi... Hi.... " Tata cekikikan sendiri dalam hati dengan wajah masih kesal.
Dave semakin bingung dan frustasi saat di google mengatakan untuk memberikan ciuman manis, merayu, memberikan hadiah atau bunga, dan membelikan tas dan semacam nya. Ia frustasi karena semua itu tidak sesuai dengan selera istrinya. Ia sangat tahu istrinya perempuan yang tidak bakalan mau di bujuk dengan hal sepele seperti itu.
Ia menarik rambutnya dengan kasar karena sangat frustasi. Ia kembali melirik istrinya yang masih dalam mode diam, dengan wajah di tekuk.
"Ah.... Masa bodo mau marah atau mau di gebukin sekalian! Yang penting deketin aja dulu! Bisa gila kalau aku lama-lama di anggurin kayak gini! " batin Dave pasrah dan bangkit dari tempat ia duduk.
Perlahan tapi pasti, ia duduk di bawah atau lebih tepatnya di lantai dengan memegang betis Tata. Dave sudah seperti anak kucing yang minta di elus dan di angkat dengan menggesekkan tubuhnya pada kaki babunya.
"Sayang.... Udah dong marahnya! Jangan ngambek lagi dong?? Mas benar-benar bingung kalau kamu ngambek kayak gini! Mas berani sumpah deh sayang, Mas udah berusaha melepaskan tangan perempuan itu dari tubuh Mas! Suer takewer-kewer! " ucap Dave dengan wajah memelas dengan dua jari mengangkat sumpah.
"Ayolah sayang... Masa iya masih pengantin baru udah marahan kayak gini! " rengek Dave dengan menggoyangkan paha Tata.
Tata menepis tangan Dave yang bertumpu di pahanya. Ia masih memasang mode ngambek dan kesal.
"Ayolah sayang ku... Cintaku.... My ruby... Kita baikan ya.. Mas bisa gila kalau kamu ngambek kayak gini, sayang! Seumur hidup Mas belum pernah membujuk perempuan marah atau perempuan ngambek! Jadi, udah dong ngambeknya! Ya... Ya... ! " rengek Dave lagi dengan mengusap lembut paha Tata dengan wajah nelangsa nya.
Di balik tembok, Mami Sita, Bude Ditha, Bude Rini, Bude Wati, Abeth, dan Giselle mengintip Tata dan Dave dengan kepala bersusun tangga. Eyang Kakung yang baru turun dari lantai atas melihat mereka dengan wajah heran.
"Apa yang kalian lakukan di sini?? " tegur Eyang kakung dengan suara beratnya.
"Ssssstttttttt..... " ucap mereka serempak tanpa membalikkan tubuh mereka.
"Ekhemm..... " ucap Eyang kakung berdehem agak keras tapi tidak kedengaran sampai ke tempat Tata dan Dave.
Mereka semua terdiam dan pelan-pelan langsung membalikkan tubuh mereka dengan wajah pucat.
Bersambung....
Alhamdulillah bisa Up lagi...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers ku tercinta...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
Lope-lope sekebun sawit, karena othor cuma punya kebun sawit di depan rumah alias kebun orang 🤭🤭🤭...
__ADS_1