Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kesepakatan


__ADS_3

"Kau/kau....." tunjuk Tata dan perempuan itu berbarengan.


Mereka sama-sama kaget begitu melihat satu sama lainnya. Perempuan itu langsung menundukkan wajahnya, muka yang tadi terlihat angkuh langsung ciut seperti kerupuk melempem terkena angin.


"Ternyata Jakarta ini kecil juga ya? Jadi kau lah yang menghasut warga kampung untuk mengusir Bang Kadir dengan memfitnah nya dengan tuduhan palsu? Sepertinya kau suka sekali mempermainkan hidup orang lain ya? Bagaimana jika hidup mu aku permainkan seperti itu? " ucap Tata dengan mendekati perempuan itu dan mengusap pelan bahu perempuan tersebut.


Perempuan itu memejamkan matanya dengan tubuh gemetaran dan berkeringat dingin.


"Sial banget nasib gue! Kenapa perempuan ini bisa kenal dengan Kadir ya? Sial banget! Mata nya itu begitu menakutkan, seperti mau makan gue hidup-hidup! Bisa-bisa nya Ajeng mengangkat senjata dengan perempuan menakutkan ini! Ya Tuhan... Lepaskan aku dari perempuan iblis ini! " batin perempuan itu dengan terus berdoa di dalam hatinya.


Tiger berjalan mendekati Tata dengan membawakan sebuah kursi dan meletakkannya berhadap-hadapan dengan perempuan tersebut sambil memberikan sebuah berkas ke tangan Tata.


Tata menarik kursi tersebut sehingga menimbulkan bunyi decitan yang memekakkan telinga dan duduk di kursi tersebut dengan angkuhnya seraya membaca berkas yang di berikan Tiger tadi.


"Kasih Panca wati! Mau di panggil Kasih apa di panggil Wati? Nama yang cukup bagus untuk seorang kacung nya Ajeng! " sahut Tata dengan nada mengejek.


Perempuan itu mendongak wajahnya dengan raut tidak percaya jika Tata mengenal Ajeng.


"Kenapa? Kaget kalau aku tahu kamu itu kacung nya Ajeng? Iya? Cuih... Kalian pikir aku tidak tahu apa yang kalian lakukan dengan sengaja menabrak ku waktu itu? Pakai ini dong! " ejek Tata lagi dengan menunjuk pelipisnya.


"Sekarang kau mencari masalah dengan Abang ku dan membuat kedua keponakan ku di usir malam-malam. Padahal waktu itu Kayla sedang sakit, jika saja aku tidak datang mungkin entah kemana mereka malam itu! " ucap Tata dengan dingin.


"Ma-maaf! A-aku ti-tidak tahu kau me-mengenal Kadir! A-aku juga bu-bukan suruhan nya A-ajeng! " jawab perempuan itu terbata-bata(baca episode 92).


"Jadi, karena aku tidak mengenal siapapun kau bisa seenaknya menuduh orang tersebut sembarangan dengan tuduhan palsu pula! Iya?? " ucap Tata seraya membentak sehingga membuat perempuan itu melonjak ketakutan.


"Ma-maaf kan aku! A-aku mengaku salah! A-aku sakit hati Kadir menolak perasaan ku dan tidak pernah lagi datang ke tempat aku berjualan! Padahal dulu walaupun sebentar, Bang Kadir sempat datang meski cuma hanya minum teh! " jawab perempuan yang bernama kasih itu dengan wajah menyimpan rasa dan perasaan.


"Aku marah dan kecewa karena tanpa sengaja melihat ia tertawa bahagia bersama perempuan itu di depan rumah kontrakan Kadir! Hatiku sakit ketika ia hanya diam saja ketika melihatku tanpa mau menyapa jika kami saling mengenal. Aku tidak rela Kadir bahagia sementara aku nelangsa seorang diri! " ucapnya lagi dengan terisak-isak.


"A-aku gelap mata ketika tanpa sengaja melihat Kadir memegang pipi perempuan itu di rumahnya dan dengan foto rekayasa yang aku edit, aku melaporkan Kadir kepada ketua RT. Tapi mereka tidak mempercayai ucapan ku, karena tidak di tanggapin aku melaporkan foto editan tersebut ke rombongan ibu-ibu yang hobi bergosip. Tapi lagi-lagi semua nya berantakan karena Pak RT dan semuanya tidak percaya jika Kadir seperti itu dan kalian semua datang membuat rencana ku semakin berantakan dan hancur! Aku sangat membenci Kadir dan perempuan itu! Aku tidak rela Kadir di miliki perempuan itu dan aku sangat mencintai Kadir. Hu.... Hu... Hu.... " sahutnya lagi dengan menangis terisak-isak.


"Kau terlalu memaksakan diri mu! Kau yang membuat hatimu sakit, bukan Bang Kadir! Jika kau mau menerima jika kalian tidak berjodoh, mungkin sakit hatimu tidak akan seperti ini! Kau perempuan egois yang memaksakan kehendak dan keinginan mu tanpa memikirkan apakah orang itu suka ataupun tidak! Kau dan temanmu Ajeng itu sama saja! Sama-sama egois dan memaksa kehendak kalian! Kalian pikir dengan berdalih kalian sangat mencintai kalian bisa memaksakan semua yang kalian inginkan! Tidak semua yang kalian inginkan bisa terkabul dan semua itu sudah kehendak Allah yang sudah mengatur semuanya! " jawab Tata dengan datar dan tanpa ekspresi.


"Sekarang pilihan ada di tanganmu Kasih! Atau aku panggil kau Wati? Pilih menghilang dari kami semuanya sejauh mungkin atau aku akan membuat adik kesayanganmu di keluarkan dari sekolah nya secara tidak hormat sehingga ia tidak akan bisa melanjutkan pendidikan nya di Universitas manapun di Indonesia! " ancam Tata dengan bertopang dagu di hadapan Kasih atau Wati.


Kasih atau Wati seketika kaget dengan ancaman Tata yang akan membuat adik yang ia sayangi berhenti sekolah jika ia masih nekat berada di sekitar Kadir. Ia meneguk ludahnya dengan kasar dan sangat takut dengan ancaman Tata.


"Kau jangan khawatir, aku akan jamin biaya pendidikan adik mu jika kau memutuskan untuk menjauh dari kami semua! Bagaimana Kasih? Apa keputusan mu? " ucap Tata lagi dengan santai memainkan kukunya.


Sesaat ia memejamkan matanya dan kemudian menatap mata Tata seraya berkata.

__ADS_1


"Aku memilih pergi jauh, tapi aku tidak tahu mau pergi kemana? " jawab nya dengan jujur.


"Itu soal gampang! Kau tinggal menjalani nya dan orang-orang ku akan mengatur semuanya asal kau benar-benar melakukannya, bukan untuk membohongi kami! Jika kau sedikit saja berniat membohongi kami, aku pastikan adik mu akan menderita dan itu semua karena ulah mu sendiri ! " sahut Tata dengan tegas.


"Baiklah! Aku akan melakukannya, dan aku tidak akan membohongi kalian! Tapi aku mohon, jangan kalian ganggu adikku! Itu adalah mimpi adikku untuk menjadi seorang pramugari! " jawab Kasih atau Wati dengan raut wajah pasrah.


"Bagus! Aku pegang kata-kata mu! Aku juga tidak akan mengingkari janji ku! Kalian urus semuanya! " ucap Tata sambil menepuk pelan bahu perempuan itu dan pergi dari tempat itu.


Tata pergi meninggalkan tempat itu dan memasuki mobil sport nya dengan wajah datar. Ia menunggu di dalam mobil sambil memejamkan matanya. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan kaca mobil yang ternyata pelakunya adalah Tiger.


"Kak, kakak yakin akan mengirim perempuan itu ke daerah yang jauh dari pusat kota Jambi? " tanya Tiger dengan wajah agak sanksi.


"Apa kalian pernah melihat aku hanya bermain-main? Tentu saja aku serius! Aku akan buat perempuan itu merasakan jika tidak enaknya tinggal di tempat yang jauh dari keramaian! Aku ingin perempuan itu belajar jika kita menginginkan sesuatu haruslah dengan kemampuan kita dan jangan lah memaksakan kehendak jika kita tidak punya! Lagi pula aku ingin menjauhkan perempuan itu dari temannya yang bernama Ajeng! Mudah-mudahan ia bisa sadar diri dan bisa berubah menjadi lebih baik lagi jika mungkin sudah merasakan betapa tidak enaknya tinggal di tempat yang agak terbatas! " jawab Tata dengan nada dingin.


"Maaf Kak jika aku menyinggung perasaan kakak! Aku akan melakukan perintah kakak tadi, dan perempuan itu secepatnya akan di kirim ke lokasi tersebut! " ucap Tiger dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa? Oh ya, apakah ada kabar dengan orang-orang kita yang masuk di usaha laki-laki bernama Gilang itu? " tanya Tata dengan menoleh ke arah Tiger.


"Belum ada aktivitas yang menggemparkan Kak, hanya aktivitas biasa saja! Sepertinya mereka sedang berhati-hati dalam melakukan transaksi mereka! Jika ada sesuatu yang mencurigakan pasti orang-orang kita akan memberitahukan kita! " jawab Tiger lagi.


"Baiklah kalau begitu! Kalian urus lah semuanya! Aku pergi dulu! " sahut Tata sambil menghidupkan mesin mobil nya.


Tata pergi meninggalkan lokasi itu, sedangkan Tiger kembali ke gedung tempat anak buahnya menunggu untuk di berikan perintah.


Baru saja mobilnya berhenti di depan rumah, ponsel Tata berbunyi dengan nyaring.


"Ibuk.... " gumam Tata ketika melihat nama yang muncul di ponselnya.


Tanpa menunggu lama ia pun mengangkat panggilan dari Ibuk nya. Tata diam mendengarkan apa yang di katakan sang ibuk sambil sesekali berkata iya dan ia tidak banyak bicara karena Ibuk nya yang berbicara banyak. Hampir 30 ia mendengarkan omongan Ibuk nya di telepon, Tata menutup telepon begitu Ibuk nya menyudahi obrolannya.


Tata menarik dalam-dalam napasnya kemudian menghembuskan nya keluar sembari memasukkan ponselnya ke dalam kantong jaketnya. Ia lalu keluar dari mobil yang ternyata sudah berdiri Toni di luar untuk membawa mobil ke parkiran.


Setelah memberikan kunci mobil kepada Toni, Tata masuk ke dalam rumah yang langsung di sambut dengan pemandangan yang bikin melongo.


Bagaimana tidak, Anika menangis tersedu-sedu di atas sofa dengan memangku mangkok berisi buah-buahan. Sedangkan Riko duduk di lantai beralas karpet sembari memegang mangkok yang satunya dengan wajah yang tidak bisa di tebak.


"Ngapain kalian berdua kayak gitu di depan tivi? " tanya Tata dengan heran.


"Hu.... Hu.... Hu... Kakak, ayo kita pulang ke Bandung? Anika kangen masakan Ibuk, Kak! Masakan pelayan di sini gak seenak masakan Ibuk! Ayo kak kita pulang ke Bandung! " rengek nya menangis tapi mulutnya tetap mengunyah buah dengan di cocoli sambal yang di pegang Riko.


"Astaga ini anak! Kamu itu nangis pengen pulang apa nangis kepedesan? " ucap Tata dengan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Dua-duanya kakak! " Riko yang menjawab.


"Iya bener! Kakak mau? Enak banget loh kak rujak nya! " ucap Anika lagi sambil menyodorkan irisan pepaya ke arah Tata.


Riko memberikan kode dengan geleng-geleng kepala kepada Tata tanpa kelihatan Anika karena posisi Tata menyamping.


Melihat kode dari Riko Tata menolak secara harus dengan mengatakan jika ia sudah makan berat.


"Ya sudah kalau begitu! Kita akan pulang ke Bandung tiga hari lagi! " ucap Tata yang langsung mendapat kehebohan dari Anika dengan bertepuk tangan.


"Yeay... Yeay... Kalau gitu Anika siap-siap dulu! " ucap nya dengan langsung berdiri.


"Eit.... Tunggu dulu di sini! " cegah Tata dengan mencekal lengan Anika agar ia berdiri di samping Tata.


Tata berjalan ke layar interkom dengan memanggil Kania agar datang ke ruang keluarga sekarang juga.


"Mulai sekarang kamu akan bersama Kania, dia yang akan membantumu jika kau perlu sesuatu! Biarkan Kania yang membantumu berkemas, kamu cukup menjaga diri agar si dedek gak kenapa-napa! " ucap Tata dengan tegas.


"Baik kakak! " jawab Anika dengan wajah cemberut.


Kania datang dan Tata langsung memberikan instruksi kepada Kania agar ia melakukan apapun yang dapat membantu Anika sampai nanti ia melahirkan. Setelah mendapat arahan dari Tata, Kania dan Anika pun pergi ke lantai atas ke kamar Anika.


"Untung aja kakak cepat menahan Anika tadi, coba kalau gak pasti ia sudah berlari naik ke atas! " ucap Riko sambil mengurut dada nya karena lega.


"Perasaan kakak waktu dulu sebelum hamil Anika orangnya jutek dan cuek! " ucap Tata dengan mengambil irisan nanas dan mencocol nya di bumbu rujak.


"Iya dulu, tapi semenjak hamil berubah jadi cengeng, gampang merajuk dan suka ngambekan! " jawab Riko ikut komentar tentang istrinya sendiri.


"Huek... Puih.... Puih... Hah... " Tata meludahkan rujak yang di makannya ke tissue dan memasukkan nya ke dalam tempat sampah.


"Rujak apaan gak ada manis-manis nya! Mana pedesnya gila lagi! " omel Tata dengan meminum air putih dengan sekali teguk.


"Ha.... Ha.... Ha... Itulah makanya tadi Riko melarang kakak makan ya karena itu! Rujak ini hanya Anika aja yang bilang enak! " ucap Riko sambil mengetawai Tata.


"Astaga Anika! Apa gak papa ia makan yang pedes-pedes kayak gitu? Kenapa kamu gak larang Ko? " sahut Tata dengan tidak habis pikir.


"Jiah... Kakak kata Riko gak pernah larang? Justru makin Riko larang ia semakin kencang nangis nya! Dulu di Bandung juga kayak gitu, ya udah Riko biarin aja asal Anika dan si dedek gak kenapa-napa! " jawab Riko dengan wajah cemberut.


"Ada-ada aja kelakuannya! " gumam Tata dengan geleng-geleng kepala.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2