Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
46. Rencana Tata


__ADS_3

Sudah tiga hari Nyonya Retno hanya berdiam diri di dalam rumah Dian. Ia sengaja bersembunyi agar wajah lebamnya tidak di lihat banyak orang karena ia malu.


Nyonya Retno hari ini hanya sendirian di rumah itu, Dian pergi bekerja dan tidak akan pulang selama dua hari, begitu katanya ketika pamit pagi hari.


Saat ini wajah Nyonya Retno sudah mulai membaik, lebamnya sudah berkurang dan hanya menyisakan luka di sudut bibirnya saja. Ia sudah bisa bicara dan makan walaupun kadang-kadang masih terasa sedikit sakit dan ngilu.


"Seperti nya sudah lumayan berkurang memar di wajah ku ini! Aku akan menjenguk Dika di kantor polisi! Dika secepatnya harus bebas dari sana! " gumam Nyonya Retno memandangi wajahnya di cermin.


Ia bersiap-siap keluar rumah untuk menjenguk anaknya di penjara. Ia sudah menutupi sedikit memar yang masih terlihat dengan alas bedaknya dan tidak lupa memakai masker agar tidak ada yang mengenali dirinya ketika berada di jalanan.


Dengan mengendarai ojek, Nyonya Retno tiba di kantor polisi dalam waktu 10 menit.


Karena ia kecepatan datang, ia harus menunggu selama setengah jam untuk bisa menemui Dika.


Seorang pria tengah mengawasi Nyonya Retno dari belakang dan sengaja duduk dengan posisi membelakangi nya. Pria itu diam-diam menempelkan sesuatu di bawah tas yang di pakai Nyonya Retno ketika ia lengah.


Setelah memastikan benda yang di tempelkan tadi benar-benar aman, pria tersebut segera beranjak dari sana dengan pura-pura menelpon.


Nyonya Retno bangkit dari duduknya ketika petugas memberitahu kan kalau sudah di perbolehkan untuk menjenguk tahanan.


Dika yang di antar ke ruang pengunjung bingung melihat orang yang ingin menemuinya memakai masker. Ia terbelalak kaget ketika melihat masker tersebut di lepas, dan ia menangis sambil berjalan mendekati orang tersebut.


"Mama, Dika kangen banget sama Mama? Apakah Mama sudah sembuh betul? Dika kira Dika mimpi bertemu Mama. " ucap Dika ketika memeluk Mamanya dengan menangis pelan.


"Mama juga kangen kamu Nak! Maafkan Mama yang baru bisa menjenguk mu di tempat ini? " ucap Nyonya Retno dengan wajah sedih.


"Gak Ma, Dika yang harus meminta maaf. Gara-gara Dika Mama jadi babak belur seperti ini! " jawab Dika dengan mengusap lembut pipi Mama nya.


"Ini bukan salah mu Nak! Ini salah perempuan sialan itu! Istri durhaka seperti itu tidak pantas untuk di kasihani! Lihatlah dirimu, mana ada istri yang patuh dan taat memasukkan suaminya sendiri ke dalam penjara. Istri seperti itu tidak akan masuk surga, yang durhaka dan dzolim kepada suaminya sendiri. " ucap Mama Dika berapi-api menjelekkan Tata di depan Dika.


"Iya Ma, Dika terima jika Tata menyakiti Dika, tapi Dika tidak terima kalau dia juga menyakiti Mama, apalagi sampai kayak gini! " jawab Dika dengan tangan terkepal.


"Jangan kau sebut lagi namanya di hadapan Mama! Mama benci dengan nama itu! " ucap Mama nya dengan ketus.


"Oh ya, apa rencana mu selanjutnya Nak? Mama ingin sekali membebaskan mu dari tempat ini, tapi Mama bingung caranya? " tanya Nyonya Retno dengan sendu.


"Mama jual aja mobil Dika, dan uangnya di jadikan jaminan. " jawab Dika serius.


"Tapi, itukan mobil kesayangan mu Nak? Nanti kamu tidak punya kendaraan lagi untuk kemana-mana! " uvap Nyonya Retno dengan tidak rela.

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi Ma, Dika sudah gak tahan tinggal di tempat sempit dan dingin seperti ini! Lebih baik Dika bebas agar bisa membalaskan dendam kita kepada perempuan itu! " jawab Dika pasrah.


"Baiklah kalau tidak ada jalan lain lagi. Hari ini Mama akan menjual mobil mu itu. Mama akan mengeluarkan mu dari sini Nak! Bersabarlah dan tunggu Mama datang lagi! " ucap Nyonya Retno dengan menangis sedih.


Mereka berdua kembali menangis sambil berpelukan, Nyonya Retno segera melepas pelukannya karena waktu jenguk nya sudah habis.


Nyonya Retno pergi dengan berat hati, dan Dika masih duduk melihat Mama nya pergi sampai hilang dari pandangan nya.


🎍🎍🎍


Di sebuah ruangan kedap suara, Tata duduk di kursinya sambil mendengar kan rekaman percakapan Dika dan Mama nya ketika dipenjara tadi.


Yah, memang benar kalau pria yang meletakkan sebuah alat di tas Nyonya Retno adalah salah satu orang-orang terbaik yang di miliki bawahan Tata.


Tata mendengarkan pembicaraan tersebut dari awal hingga akhir dan merekamnya dalam sebuah kaset.


"Dika, Dika! Silahkan saja kau jual mobil mu itu! Aku akan membiarkanmu bebas untuk sementara, dan aku pastikan nanti kalau bukan kau saja yang akan masuk penjara, tetapi ibumu yang sombong itu juga akan merasakan indahnya hotel prodeo! " ucap Tata dengan seringai nya.


"Apa langkah selanjutnya Kak? " tanya Tiger yang duduk di depan Tata.


Tata tidak sendirian di dalam ruangan itu, ia bersama Tiger dan dua orang tangan kanan bayangan milik Tata. Mereka seperti hantu, yang hanya menampakkan diri di saat-saat tertentu saja seperti saat ini.


"Kita ikuti saja permainan mereka. Kau atur orang-orang mu untuk menjadi pembeli mobil itu, dan beli dengan harga mahal dari pasaran. Aku punya rencana yang sangat bagus untuk mereka berdua. " jawab Tata dengan wajah datar dan dingin.


"Oh ya satu lagi, Tolong carikan seorang wanita paruh baya yang perawakan nya mirip dengan Ibuku, bawa dia ke rumah dalam waktu 1x24 jam. Aku punya rencana lain karena aku punya feeling jika mereka mengincar kelemahan ku yaitu Ibu. " perintah Tata lagi dengan memainkan pulpen nya.


"Siap Kak! Aku pamit dulu, takut ada yang melihat ku datang ke sini! " jawab Tiger sambil bangkit dari duduknya.


Tata menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Tiger untuk pergi.


Ia pun kembali berputar-putar dengan kursi nya dengan memejamkan matanya sesaat.


🎍🎍🎍


Nyonya Retno sedang berada di sebuah rumah yang lumayan besar di daerah tempat tinggalnya yang lama. Ia mendatangi seorang rentenir yang dulu tempat ia meminjam atau menggadaikan barang-barang nya.


"Permisi Madam Mona! Permisi! " teriaknya di depan pagar.


Nyonya Retno memanggil sambil memukul pintu pagar agar yang punya rumah keluar. Tidak lama datang seorang wanita bertubuh gemuk dengan dandanan yang menor dan rambut di cat pirang datang dari dalam rumah.

__ADS_1


"Ada apa ini bikin ribut di depan rumah saya! " tegur nya dengan wajah tidak suka.


"Madam, saya Retno! Yang dulu sering menggadaikan barang sama Madam! " ucap Nyonya Retno mencoba mengingatkan wanita tersebut.


"Yang mana ya? Banyak yang menggadaikan barang dengan ku, jadi mana aku ingat lah semuanya! " jawab Madam Mona dengan malas.


"Masa Madam sudah lupa, padahal baru setahun kemarin saya datang kesini menjual perhiasan milik anak perempuan saya sama Madam! " ucap Nyonya Retno berusaha mengingatkan sang Madam.


"Lupa lah aku kalau sudah satu tahun yang lalu! Ada perlu apa kau kemari! " tanya Madam Mona langsung.


"Gak di suruh masuk dulu Madam! Masa ngomongnya di luar pagar begini! " jawab Nyonya Retno sedikit menyindir Madam Mona yang tidak mempersilakan ia masuk.


Dengan wajah berat hati, Madam Mona terpaksa membuka pacarnya dan mempersilahkan Nyonya Retno untuk masuk, walaupun hanya duduk di teras saja.


"Sekarang ada perlu apa datang ke sini! Aku tidak punya banyak waktu, karena mau ketemu orang yang mau membeli rumah ku! " tanya Madam Mona tanpa basa basi.


"Ini Madam, saya mau menjual mobil anak saya merek xxx yang baru di pakai 8 bulan lalu! Apakah Madam berkenan membeli nya? Karena saya sangat butuh uangnya saat ini! Kalau bukan karena keperluan yang mendesak, saya gak mau jual mobil ini, karena ini mobil kesayangan anak saya. " jawab Nyonya Retno dengan sedikit sedih.


"Berapa kau mintak! "tanya Madam Mona langsung.


"Kalau bisa 150 juta! " jawab Nyonya Retno mantap.


"Aku sekarang tidak punya uang cash sebanyak itu! Aku hanya punya 100 juta. Kalau kau mau silahkan dan kalau tidak juga tidak apa-apa! " ucap Madam Mona dengan santai.


"Apa gak bisa di naikkan lagi Madam, kan mobilnya masih bagus banget. Belum juga setahun di pakai. " jawab Nyonya Retno mencoba negosiasi.


"Kalau mau ambil, kalau gak mau ya silahkan cari di tempat lain. " ucap Madam Mona tetap dengan pendiriannya.


Nyonya Retno terpaksa pulang dengan tangan hampa. Ia mencoba menghubungi orang di ponselnya berharap ada yang mau membeli mobil kesayangan Dika.


Sedangkan di rumah Madam Mona, dua orang laki-laki memberikan sejumlah uang di dalam sebuah amplop coklat.


"Bagus! Terimakasih sudah mau bekerja sama dengan kami! Dan ini bayarannya, dan jangan lupa untuk mengabarkan kami jika wanita itu kembali lagi! " ucap laki-laki itu dengan wajah datar.


Setelah mengatakan semua itu, mereka berdua pergi dari rumah tersebut dengan mengendarai sepeda motor.


"Hallo Bos! Tugas pertama sudah selesai! Apa lagi tugas selanjutnya Bos? " ucap laki-laki tersebut menelpon seseorang.


"Baik Bos. Nanti sore kami akan melakukannya, dan membeli mobil tersebut sesuai perintah Bos! " jawab nya lagi dengan tegas.

__ADS_1


Bersambung..


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...


__ADS_2