Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kemana Abeth?


__ADS_3

**Jangan heran jika suami minta berhubungan setiap hari karena itu adalah fitrah dalam dirinya, tidak bisa di bendung, jadi kalau suami tidak melampiaskan dan istri menolak maka efeknya akan membuat suami emosional.


karena ****** yang bergejolak dalam dirinya adalah api dan udara, dan itu penuh kelembaban. Jadi, tidak ada istilah seminggu sekali. Kapan di butuhin maka harus di lampiaskan.


Kalau ****** yang harus di keluarkan tidak di keluarkan, ia akan bergejolak di tubuh laki-laki dan akan mengacaukan semua nya. Dan bahkan kalau sampai pada puncaknya, dia berani melakukan perbuatan-perbuatan yang berbahaya hanya karena masalah ****** yang tertampung.


Kasus banyak laki-laki yang memukul istrinya, berkata kasar pada istrinya, karena di telusuri permasalahannya cuma satu yaitu kebutuhan biologis nya bermasalah dengan sang istri.


Untuk itu, bersyukur lah seorang istri jika punya suami yang tidak meminta setiap hari, seminggu tiga kali atau empat kali karena mengerti dengan kesibukan sang istri di rumah yang juga capek mengurus rumah dan mengurus anak yang terkadang rewel.


#Ustadz Khalid basalamah**#


"Sis, kalian pakaian nya kompak sekali hitam semuanya! " ucap Giselle mengomentari pakaian Tata dan Abeth yang kompak warnanya.


Tata memakai jaket hoodie hitam, sedangkan Abeth memakai kemeja hitam oversize dengan logo paris dan menara Eiffel di bagian kanan depan.


"Kebetulan aja ya kan Ta.. ! " jawab Abeth meminta pendapat Tata.


"Yoi.... " jawab Tata memberikan jempolnya.


"Jadi nanti sehabis spa kita belanja dulu sebelum pulang! " ucap Abeth dengan di sambut sorak kegirangan Giselle yang emang doyan belanja.


Mereka bertiga berbincang seru selama perjalanan dan Tohir hanya tersenyum kecil melihat kekompakan anak majikannya bersama sang ipar. Sedari tadi Tohir selalu melihat kaca spion dengan wajah heran dan curiga. Tata yang menyadari ekspresi Tohir enggan untuk bertanya karena tidak ingin Abeth dan Giselle cemas, ia menunggu saat yang tepat untuk bicara empat mata dengan Tohir.


"Nona-nona yang cantik, kita sudah sampai! " ucap Tohir saat mereka sudah sampai di basement mall.


"Makasih ya Mang... ! " ucap mereka kompak.


Tohir hanya mengangguk, mereka bertiga pun segera berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai atas mall. Sesaat hendak masuk ke dalam lift, Tata tiba-tiba menyuruh mereka berdua naik duluan.


"Ya ampun, hampir lupa! Kak, Giselle! Kalian naik aja duluan! Ponsel aku ketinggalan di mobil, aku mau ambil dulu! Kalian tunggu aja nanti di depan lift atas! " ucap Tata seraya menepuk pelan jidatnya.


"Astaga.... Ya udah! Cepetan nyusul ya Ta! Kita tunggu di atas! " jawab Abeth dengan geleng-geleng kepala.


Tata memberikan jempolnya dan berlari-lari kecil menuju parkir mobil. Tohir yang baru mau duduk di dalam mobil kaget melihat Tata balik lagi ke mobil.


"Loh Den Ayu?? Ada yang ketinggalan ya? Kok balik lagi? " tanya Tohir sambil kembali keluar mobil.


"Gak Mang! Masuk aja ke mobil Mang, saya mau ngomong! " jawab Tata dingin dengan wajah datar.


"Glek.... " Tohir menelan ludahnya mendengar nada suara Tata dan ekspresi Tata yang berubah 180 derajat.


"A-ada apa Den Ayu? A-apa saya melakukan kesalahan! " tanya Tohir ketika mereka sudah duduk di dalam mobil dengan mengelap keringat di keningnya.


"Gak Mang! Katakan pada saya apa yang membuat mamang sepanjang perjalanan terus melihat ke belakang melalui kaca spion? " jawab Tata sembari bertanya.


Tohir menarik napas lega mendengar jika ia tidak melakukan kesalahan.


"Itu Den Ayu! Waktu kita baru beberapa meter keluar dari rumah saya melihat ada mobil hitam dengan plat xxxx mengikuti kita dari belakang. Awalnya saya kira hanya kebetulan saja karena rutenya mungkin sama, tapi saat saya sengaja berbelok jalan adam Malik mereka masih di belakang kita, dan saat saya ambil lagi jalan persimpangan jalur ke Kuningan, eh mobil itu tetap di belakang kita. Jadi saya yakin sekali jika mobil itu memang membuntuti kita dari rumah tadi, dan mereka berhenti beberapa meter sebelum saya belok ke mall ini, Den Ayu! " jawab Tohir dengan lancar.


Tata terdiam dan berpikir sejenak sebelum ia memberikan beberapa pesan untuk Tohir.


"Tetap standby Mang dan waspada apa pun yang terjadi! Jangan pernah matikan HP karena siapa tahu kami nanti butuh pertolongan mamang! Jika terjadi sesuatu pada kami bertiga, langsung hubungi suami saya atau pun hubungi nomor ini! " pesan Tata mengingatkan Tohir dengan memberikan sebuah nomor tanpa nama.


"Aduh Den Ayu! Kok mamang jadi takut begini ya? " sahut Tohir dengan cemas dan tampak ketakutan.


"Berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa Mang! Saya pergi dulu, nanti Kak Abeth bosan lagi kelamaan menunggu saya! " ucap Tata sambil membuka pintu mobil dan keluar.


Ia pun langsung berjalan menuju lift, menyusul Abeth dan Giselle yang sudah tampak bosan menunggu orang yang keluar dari lift.


"Nah, itu orang nya nongol! " tunjuk Abeth dengan wajah lega.

__ADS_1


"Dari tadi kakak liatin orang keluar lift, tapi yang keluar bukan kamu! Hampir aja kakak telpon Mang Tohir nanyain keberadaan kamu! " ucap Abeth saat Tata sudah berdiri di samping nya.


"Ponsel nya jatuh di bawah, jadi kudu nyari dulu Kak! " jawab Tata mencari alasan yang pas.


"Ya udah, yuk kita ke salon! " ajak Giselle dengan menarik tangan mereka berdua.


Tidak jauh dari mereka berdiri, dua orang pria masuk dalam kerumunan dengan mata mengawasi rombongan Tata berjalan menuju salon langganan Abeth di mall itu.


"Sel....! Kamu mau pijat seluruh badan juga gak? Kalau mau biar di pesan sekalian juga? " tanya Abeth pada Giselle.


"No... ! Aku mau potong rambut sama meni pedi aja! " jawab Giselle menolak.


Karena Giselle tidak mau, jadi cuma mereka berdua lah yang melakukan pijat seluruh badan dengan meminta satu ruangan saja.


Terapis pijat tidak bisa menahan tawanya saat melihat tubuh Tata yang tengkurap hanya menggunakan CD penuh dengan jejak dari suaminya. Tidak terkecuali Abeth yang juga ikutan tertawa karena saat di kamar ia hanya melihat sekilas karena sang Mami buru-buru menutup tubuh Tata dengan selimut.


"Maaf ya Mbak... ! Bukan maksud saya lancang, hanya saja melihat tubuh Mbak membuat saya teringat saat saya masih jadi pengantin baru 5 tahun lalu! " ucap terapis pijat tersebut dengan sopan meminta maaf.


"Ya Allah Ta.... Kakak gak nyangka sebegitu ganas nya adik kakak membuat tubuhmu penuh dengan tato! " sahut Abeth dengan wajah tidak percaya.


"Santai aja lah Mbak... ! Mau gimana lagi, wong suaminya emang kayak gitu kelakuan nya, mau di apain lagi lah! Terima aja nasib di bikinin tato kayak gini! " jawab Tata cuek sembari memejamkan matanya.


"Dulu saya kira saya aja yang punya suami kayak gitu, eh nyatanya hari ini saya ketemu Mbak yang juga sama kayak saya dulu! Makanya saya tadi tidak bisa menahan tawa karena teringat dengan diri sendiri yang juga seperti itu! Tapi nanti setelah punya anak, berkurang sendiri kok Mbak tato nya karena anak pasti protes tubuh emaknya di bikin kayak gini. Buktinya anak saya seperti itu, ia marah saat menemukan satu saja tato di tubuh saya! Beliau memarahi Papa nya habis-habisan! " cerita Mbak terapis sambil tangan nya bekerja.


"Beneran Mbak? " tanya Tata dengan mata masih terpejam.


"Beneran! Suer gak bohong! Nanti Mbak juga bisa buktikan kalau sudah punya anak yang kira-kira sudah pandai ngomong! " jawab Mbak nya dengan serius.


"Boleh di coba itu Ta... ! " sahut Abeth ikut berkomentar sembari tubuhnya di pijat.


"Kalau Mbak gimana? " tanya Abeth pada terapis yang memijat tubuhnya.


"Wah... Bener-bener tuh laki! Bagus deh Mbak ketahuannya sebelum menikah, coba kalau Mbak sudah menikah taunya, bikin hati gak cuma sakit tapi menyesal nikah sama laki-laki model begituan! " omel Abeth berapi-api.


"He... He.. He... Iya sih Kak! Makanya aku sekarang hati-hati pilih calon suami, biar lah di katakan orang pemilih atau perawan tua, yang penting gak salah pilih! " jawabnya lagi dengan terkekeh.


"Emangnya umur Mbak berapa? Maaf kalau pertanyaan saya agak sensitif masalah umur! " tanya Tata ikut nimbrung.


"Tahun ini masuk 22 kak! " jawab nya lagi.


"Itu bukan perawan tua! Goblok lah kalau ada yang ngomong perawan tua umur 22. Semangat Mbak mencari imam yang baik dan sholeh! Mudah-mudahan tahun ini ketemu dan bisa langsung di halalin! " ucap Abeth dengan tulus.


"Terimakasih Kak... ! " jawab nya lagi


Selama satu jam mereka berdua di pijat, selama itu pula mereka saling bercerita tentang apa saja hingga pijatan mereka selesai.


"Aahhhh.... Enaknya rasa badan di pijat kayak gini! Kapan-kapan kalau ada waktu kita pijat lagi ya Kak ke sini! " ucap Tata dengan menggerakkan semua badannya dengan leluasa dan gak pegel lagi jika banyak bergerak.


"Oke.... ! Dah yuk kita keluar! Ntar tuh anak ngomel-ngomel lagi kelamaan nungguin kita! " jawab Abeth memberikan tanda Ok dengan jari tangan nya👌.


"Akhirnya kalian berdua keluar juga! Kelaparan aku nungguin kalian lama banget pijatnya! Yuk ah cari makan dulu sebelum belanja! " ucap Giselle dengan wajah cemberut.


"Lah, salah sendiri di ajak pijat bareng gak mau! Kalian tunggu di luar, aku mau bayar dulu! " jawab Abeth tidak mau kalah dan berjalan menuju kasir.


Setelah membayar semua nya, ia pun segera menemui Tata dan Giselle yang sudah menunggu di luar.


"Yuk guys kita cari makan dulu! " ajak Abeth dengan di sambut wajah sumringah Giselle.


Mereka bertiga memasuki sebuah resto makanan nusantara karena Giselle ingin makan makanan berat. Mereka memasuki resto makanan Sunda yang ternyata resto tersebut milik Tata.


"Jadi ini resto punya kakak?? " tanya Giselle dengan wajah tidak percaya.

__ADS_1


"Beneran Ta.. ? " tanya Abeth juga benar-benar terkejut.


Tata mengangguk sambil tersenyum kecil melihat kekagetan di wajah mereka berdua. Ia membawa mereka berdua ke ruangan privat di resto tersebut.


"Silakan pesan makanan yang kalian berdua suka apapun itu! Tapi, yang ada di daftar menu ya? Kalau gak ada di daftar menu jangan di pesan karena gak ada barangnya! " ucap Tata dengan menyodorkan dua buah buku menu ke hadapan mereka.


"Asyik.... ! Makan enak, makan enak! Pantesan aja semua pelayan hormat sama kakak saat kita masuk ke sini! " pekik Giselle kegirangan.


"Dasar kang makan! Casing luarnya aja Bule, seleranya Indonesia banget! " cibir Abeth pada Giselle.


Giselle dengan antusias memesan makanan yang ia suka dan tak lupa dengan minuman nya dan makanan penutup. Mereka makan dengan lahap dan tidak berapa lama kemudian, Dave dan Henry datang menyusul mereka ke mall. Mereka langsung masuk menemui istri mereka masing-masing.


"Cih.... Tega banget aku di jadiin obat nyamuk! Kambing congek lihat pasangan suami istri bermesraan! Hu...Hu...Hu....Maaaak... Tolong aku Mak! Aku gak mau jomblo! Aku juga mau punya pasangan! " Ucap Giselle sinis saat Dave dan Henry datang tapi kemudian merengek berteriak minta tolong.


"Ha... Ha... Ha... Ha.... ! " mereka semau menertawakan Giselle yang merengek gak punya pasangan.


Dengan di iming-iming Dave belanja sepuas hati, Giselle mau akhirnya jalan bersama mereka karena tadinya ia merajuk gak mau pergi dari resto bersama mereka berempat.


Saat sedang berjalan, seorang anak kecil berlarian dan tidak sengaja menabrak tubuh Abeth yang menyebabkan pakaian Abeth penuh tumpahan ice cream anak tersebut.


"Hu.... Hu.. Hu.... Maaf Nyonya! Millie gak sengaja! Maaf Nyonya! " ucap anak kecil tersebut menangis sambil meminta maaf.


Seorang laki-laki mengejar anak tersebut dan dari wajahnya seperti hendak memarahi anak perempuan itu. Saat laki-laki itu hendak membuka mulutnya, Tata mengangkat tangannya seolah-olah melarang ia bicara.


"Gak papa sayang! Kamu lihat kan tante nya gak marah! Tuh lihat! " ucap Tata lembut sambil jongkok mensejajarkan dirinya dengan tinggi anak tersebut.


"Iya... Tante gak marah kok! Lain kali hati-hati ya sayang, biar kamu gak jatuh dan gak kesakitan! Masih untuk cuma ice cream nya yang jatuh, bisa di beli lagi. Kalau kamu yang jatuh, pasti ke rumah sakit kalau ada yang luka! " sahut Abeth juga ikutan jongkok.


Anak kecil tersebut langsung berhenti menangis dan kembali tersenyum. Namun saat melihat laki-laki yang ikut mengejarnya tadi ia langsung bersembunyi di belakang tubuh Tata.


"Maaf Om.... ! Millie gak akan lari-lari lagi! " ucapnya dengan suara takut-takut di balik tubuh Tata.


"Ya udah... Om gak marah! Tapi janji ya gak lari-lari lagi! " jawab laki-laki itu menghela napas panjang.


"Maaf ya Mbak, Mas, ulah keponakan saya tadi! Udah bikin baju Mbaknya kotor! " ucap nya dengan wajah menyesal melihat ke arah mereka semua.


"Iya gak papa kok! Ayo Ta, temenin kakak ke toilet bersihin noda ice cream nya! " jawab Abeth tersenyum lembut sambil menarik tangan Tata.


"Honey... Dave.. ! Kalian bertiga tunggu kami di sana ! Kami mau ke toilet dulu? " perintah Abeth seraya langsung pergi menarik tangan Tata.


Mereka berdua pergi ke toilet mall yang letaknya agak sedikit jauh dari tempat Dave, Henry dan Giselle menunggu.


Tidak berapa lama, kemudian Tata kembali seorang diri membuat semua orang heran dan bingung.


"Loh sayang?? Kak Abeth mana? " tanya Dave heran sembari kepalanya melihat lagi ke lorong Tata tadi berjalan.


"Iya Ta... Kok kamu berjalan sendiri? Abeth nya mana? " ujar Henry ikut bertanya.


"Lah, bukannya tadi Kak Abeth aku suruh duluan aja karena aku kebelet pipis? " jawab Tata dengan wajah heran.


"Gak ada Kak! Kak Abeth juga gak datang! Kan tadi sama kakak perginya! " ucap Giselle ikutan bicara.


"Apaaa???? " teriak Tata dengan wajah terkejut dan panik.


Bersambung...


Ya Tuhan... Mudah-mudahan Abeth gak papa ya readers 😥😥😥😥..


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers ku semua...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍.,

__ADS_1


__ADS_2