
Begitu selesai menghibur temannya, pria itu perlahan berjalan menjauh mencari tempat yang nyaman untuk menelpon Bos nya. Ia tahu jika ia akan di marahi habis-habisan, untuk itulah ia mencari posisi yang nyaman agar ia tidak berdiri lama-lama dan kakinya juga tidak kesemutan karena kelamaan berdiri. Ia duduk di bawah pohon mangga yang lebat daunnya tadi tidak ada buahnya sembari menunggu panggilan nya di jawab.
"Apa ada kabar bagus? " tanya seseorang dari seberang sana langsung saja tanpa berbasa-basi.
"Maaf Bos, kami kehilangan jejak nya! Padahal... "
"Aku tidak butuh alasan mu! Kalau kau dan temanmu tidak bisa bekerja dengan benar, kau bisa katakan langsung padaku dan aku akan senang hati menyuruh orang lain yang lebih kompeten dalam bekerja! " potong orang itu dengan nada dingin dan terdengar begitu mencekam.
Pria itu sedikit menjauhkan ponsel tersebut dari telinga nya dengan menarik pelan napasnya sebelum mendekatkan kembali ponsel tersebut di telinganya.
"Beri kami satu kesempatan lagi Bos, kali ini kami tidak akan mengecewakan anda dan juga Bos besar! Aku mohon! " ucap nya dengan nada memelas.
"Baik.. ! Aku beri satu kesempatan lagi untukmu dan rekan-rekan mu, jika dia masih lolos maka aku tidak segan-segan untuk mematahkan kaki kalian semua! Jangan bikin aku tidak punya muka di hadapan Bos besar! Ingat itu! " jawab orang itu lagi dengan suara tegas dan langsung menutup panggilan tersebut begitu saja.
Pria itu menghela napasnya dengan kasar begitu telpon terputus tanpa sempat ia menjawab nya.
"Bagaimana pun juga aku harus bisa menemukan laki-laki itu dan jangan sampai si Bos datang langsung ke sini dan mematahkan kaki kami semua! " gumam pria itu penuh tekad seraya mengepal tangannya dengan begitu erat.
Ia lalu bangkit menuju temannya yang ternyata sudah menunggunya di depan mobil van dengan wajah yang sangat ingin tau. Ia mengangkat sebelah tangan nya sebagai tanda jangan bertanya sekarang ini dan temannya mengangguk paham kemudian langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
Sementara itu Tiger yang mendapat telepon dari anak buahnya mengeram kesal karena buronan yang mereka cari berhasil kabur. Yah, laki-laki yang di telpon tadi adalah Tiger dan pria yang duduk di bawah pohon tadi adalah anak buah nya yang selama ini selalu bekerja dengan kompeten tanpa banyak bicara ataupun bertanya.
"Jangan terlalu keras pada anak buah mu, beri ia kesempatan sekali lagi untuk membuktikan dirinya. Toh, bukannya selama ini ia bekerja tidak pernah gagal dan apa salah nya jika kali ini ia gagal. Aku rasa istri ku bukan pemimpin yang arogan terhadap anak buahnya, bukan begitu Lion?? " ucap Dave dengan wajah datar seraya memandang ke arah luar gedung.
__ADS_1
"Eh... Iya Mr.. ! Kakak tidak pernah bersikap arogan pada kami semua, tapi Tiger memang seperti itu pada anak buahnya Mr! " jawab Lion yang sedikit kaget dan kikuk saat Dave melempar batu padanya.
Saat ini Dave berada di salah satu markas rahasia Tata yang berada di puncak gedung apartemen tertinggi di kota Jakarta. Begitu ia mendengar laporan dari Tiger dan menyuruh salah satu asisten di rumah nya untuk belanja kebutuhan Nada selama di apartemen nya, ia langsung minta bertemu dengan mereka semuanya untuk membicarakan hal penting menyangkut kakak ipar istri nya.
"Sepertinya laki-laki pecundang itu kabur karena tidak ingin di masukkan ke dalam penjara! " celutuk Angel seraya jari jemarinya menari-nari di keyboard laptopnya.
"Kenapa kau bilang begitu? " tanya Lion menoleh ke arah Angel.
Angel menaikkan kaca mata nya yang melorot sebelum menjawab pertanyaan Lion.
"Orang-orang ku baru saja melaporkan jika pihak Johor sudah melaporkan laki-laki itu ke pihak berwajib di daerah tersebut beberapa bulan sebelum istrinya kabur dari rumah, dan laporan tersebut di rahasiakan dari orang awam alias tidak di ketahui oleh masyarakat sekitar karena khawatir ada yang memberitahu laki-laki itu jika ia bertemu dengan seorang yang ia kenal. " jawab Angel tanpa melihat ke arah Lion.
"Itu artinya pihak Johor mencari nya secara diam-diam untuk kepentingan pribadi? " tanya Lion lagi.
"Skandal... Skandal apa yang kau maksud? " tanya Dave akhirnya buka suara setelah tadi ia hanya diam dan menyimak saja pembicaraan Lion dan Angel.
"Eum... Aku tidak bisa menjelaskan nya secara gamblang kakak ipar, karena ini menyangkut harkat dan martabat seorang perempuan! " jawab Angel dengan agak hati-hati karena takut Dave tersinggung.
"Aku mengerti.. ! " sahut Dave mengangguk paham dengan perkataan Angel.
"Kalian semua harus secepatnya menyelesaikan pencarian kakak ipar ku di Medan, aku tidak ingin dia di temukan lebih dulu oleh orang dari Johor. Kalian tahu kan apa akibatnya jika dia tidak kita temukan terlebih dahulu? Aku tidak mau istriku kenapa-napa karena tidak berhasil menemukan kakak nya, dan pastikan Martin datang ke apartemen untuk membawa anak itu ke rumah sakit. Kalau saja kondisi istriku tidak seperti ini mungkin ialah yang akan membawa keponakan ke rumah sakit! Aku pulang dulu sebelum Tata mencari keberadaan ku! " ucap nya lagi dengan nada datar pada mereka bertiga.
Setelah mengatakan semua itu, ia langsung keluar dari ruangan tersebut menuju kotak besi yang akan membawa nya turun ke lantai paling bawah alias basement.
__ADS_1
Lion langsung menghubungi Martin agar segera membawa keponakan Tata ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut kaki nya.
"Jel, emangnya skandal apa sih yang tidak mau kau katakan pada Mr tadi? Aku penasaran! Kasih tau dong Jel? " desak Lion kepo setelah ia memutuskan sambungan telpon dengan Martin.
"Sejak kapan Oppa jadi emak-emak kepo dan julid gini? " sahut Angel dengan memicingkan matanya.
"Sejak sekarang jel.. ! " jawab Lion ketus.
"Hehehehe... Maaf Oppa, bukan nya aku gak mau bilang tapi ini tentang aib seseorang yang tidak lain adalah seorang wanita. Jadi, aku tidak bisa mengatakannya selain orang itu sendiri yang mau bercerita tentang hal tersebut! " sahut Angel dengan nyengir memperlihatkan senyuman lebarnya.
"Huh, pelit! " ucap Lion dengan wajah merenggut.
Tiger tetap berdiri tegak seperti patung melihat interaksi kedua rekannya tapi kuping nya tetap menyimak baik-baik percakapan mereka berdua.
Mbok Lastri langsung pulang begitu ia selesai menata barang yang ia beli di dalam kulkas dan menjelaskan barang apa saja yang ada di dapur dan bagaimana cara menggunakan nya karena Nada sempat bertanya bagaimana ia memasak karena tidak ada kompor. Lastri memperlihatkan keberadaan kompor yang tertutup otomatis karena itu kompor listrik yang canggih dan mengajari Nada cara menggunakan nya.
Begitu sampai di rumah, ternyata Dave juga baru pulang dari menemui orang kepercayaan nya Tata.
"Gimana Mbok? Apakah sudah selesai? " tanya Dave begitu ia berjalan masuk ke dalam rumah.
"Sudah Raden, " jawab Mbok Lastri dengan memberikan jempol nya.
"Apa nya yang selesai Mas? " tanya Tata tiba-tiba sudah berada di belakang Dave.
__ADS_1
Bersambung..