
Semua yang ada di ruangan itu terkejut melihat kedatangan Ibuk Tata dengan berlinang air mata sambil memegang dadanya. Tidak hanya Tata, Sandi juga kaget dengan kedatangan perempuan yang melahirkan nya ke dunia ini. Tanpa ia sadari, air mata nya juga keluar melihat kedatangan sang Ibu.
"Ibuk.... " bisik nya lirih dengan suara tertahan di tenggorokan.
"Katakan sekali lagi sama Ibuk, apakah Ibuk gak salah dengar Dek?? Apa kuping Ibuk sudah mulai bermasalah!! " tanya Ibuk lagi tanpa mengalihkan pandangan nya pada Sandi.
"I-Ibuk... " ucap Tata tanpa sanggup menjawabnya.
Ibuk terus berjalan mendekati Sandi yang masih duduk di kursi.
"Plak... "
"Plak... "
Dua buah tamparan Ibuk layangkan pada pipi kiri dan kanan Sandi hingga mukanya tertoleh ke samping. Begitu selesai memberikan tamparan pada putra yang ia rindukan, Ibuk langsung bersimpuh sambil menangis memukul dadanya yang sesak dan duduk di lantai yang dingin.
"Ya Allah... !! Apa salah dan dosa ku Ya Allah!! Kenapa Putra yang aku lahir kan mempunyai hati iblis seperti ini!! Aku yang mengandung nya selama sembilan bulan, dan aku yang melahirkan nya susah payah dengan taruhan nyawa Ya Allah.. !! Apa dosa ku Ya Allah!! Hatiku sakit Ya Allah, hatiku hancur Ya Allah!! Allahu Akbar.. Allahu Akbar!! " jerit Ibuk pilu dengan memukuli dadanya.
Tata yang melihat tubuh rapuh ibunya langsung berlari mendekat dan memeluk tubuh rapuh itu dengan erat.
"Ibuk... " ucap Tata sambil menangis.
"Huaaaaaaaa.... " jerit Ibuk menangis keras dengan tubuh tuanya terguncang dan napas tersengal-sengal.
Tata mengeratkan pelukan nya dengan menahan sesak melihat Ibuk nya begitu terluka mendengar semua ini.
Sandi yang merasa ikatannya mengendur berhasil meloloskan tangannya hingga ia bisa berdiri dan melepaskan diri dari ikatan tersebut. Ia berjalan pelan mendekati perempuan yang telah melahirkan nya ke dunia ini.
"Ibuk... " panggilnya dengan suara serak.
Mendengar suara Sandi, ibuk melepaskan pelukan Tata. Saat itu juga Sandi jatuh bersimpuh di depan sang ibu sambil menangis.
Ibuk menghapus kasar air mata di pipinya, ia mencengkram erat baju di leher Sandi dengan mengguncang nya dengan kuat.
"Katakan pada Ibuk Sandi!! Apakah selama kau kecil Ibuk mendidik mu dengan cara yang salah?? Apakah Ibuk memberikan mu makan dengan cara yang haram?? Katakan pada Ibuk apa yang salah selama ini Sandi?? " teriak Ibuk dengan wajah penuh amarah.
"Ibuk pontang panting bekerja mencari sesuap nasi halal agar kelak yang kau makan menjadi berkah! Ibuk peras keringat siang malam agar kau bisa sekolah, hidup layak seperti orang lain meskipun bapakmu selalu menyakiti dan menyiksa tubuh Ibuk! Ibuk tidak peduli asalkan anak Ibuk bisa makan dan sekolah seperti teman mu yang lain. Tapi ternyata semua kerja keras Ibuk sia-sia, kau lebih jahat dan lebih bejat dari bapak kandung mu Sandi!! Kelakuan kau lebih dari seekor binatang!! Lebih dari seorang iblis!! Ibuk sakit hati, Ibuk benar-benar kecewa dengan semua kelakuanmu Sandi!! Rupanya memang benar darah lebih kental daripada air! Kasih sayang, pengorbanan dan doa Ibuk selama ini tidak berhasil menjadi kan mu seorang laki-laki yang penuh tanggung jawab, yang mempunyai hati dan penyayang terutama pada istri dan anak-anak mu!! " ucap Ibuk lagi dengan napas tersengal-sengal mengeluarkan semua unek-unek nya.
"Kau tega membuat istrimu menjadi pelampiasan nafsu bejat laki-laki gila Sandi!! Dimana pikiran mu selama ini, dimana Sandi!! Astaghfirullah hal Azim Ya Allah.. Astaghfirullah hal Azim.. !! Ampunilah aku atas dosa-dosa anak-anak ku Ya Allah.. Ampunilah aku Ya Allah.. !! " teriak Ibuk lagi dengan menangis kembali sembari memukul dadanya.
"Ibuk.. Jangan begini, nanti Ibuk sakit!! " ucap Tata mendekati sang ibu dan memegang tangan Ibuk nya.
"Katakan apa salah Ibuk Dek!! Apakah selama ini Ibuk salah mencarikan seorang ayah yang penuh tanggung jawab, penyayang tanpa pilih kasih antara kalian berdua, memberikan kehidupan yang layak tanpa merasakan susah sekali pun!! Apa Ibuk salah melakukan semua itu?? " tanya ibuk dengan suara pelan sambil mengusap air matanya.
Tata menggelengkan kepala nya menjawab pertanyaan sang Ibu. Mak Ijah menangis pilu dengan tubuh bergetar di pelukan Anika yang juga ikut menangis. Mereka berdua ikut merasakan sakit dengan kelakuan jahat Sandi pada istri dan anaknya itu.
"Ma-maaf Buk.. Ma-maaf!! " ucap Sandi lirih dengan wajah menunduk.
"Jangan minta maaf pada Ibuk! Minta maaflah pada istrimu, itupun kalau ia mau memaafkan mu!! Ibuk sangat kecewa padamu Sandi!! Hati Ibuk sungguh terluka!! Rasanya seperti luka yang di siram air garam, sungguh sangat sakit dan pedih!! " sahut Ibuk dengan suara lemah syarat akan rasa kekecewaan yang besar.
Mendengar ucapan Ibuk nya membuat hati Sandi sakit dan nyeri. Dada nya terasa seperti di tusuk ribuan jarum mendengar nada kekecewaan dari suara Ibuk nya. Selama ia hidup Ibuk nya tidak pernah sekalipun memanggil nama nya bahkan saat marah juga. Ibuk nya selalu memanggil Abang, tapi hari ini adalah pertama kali Ibuk nya memanggil nama nya yang berarti kesalahan yang ia lakukan melewati batas toleransi sang Ibuk.
Sandi menangis dalam diam dengan kedua tangan terkepal erat saat ibuk nya menolak tangan nya yang saat itu hendak menyentuh tangan keriput sang Ibuk. Ibuk menjauhkan tangan tuanya saat hendak di sentuh Sandi.
__ADS_1
Ibuk perlahan bangkit dari duduk nya dengan tubuh gemetaran dan lemas, dadanya terasa sakit dan sesak, kepalanya tiba-tiba sakit dengan hebat seperti di tusuk ribuan jarum hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri.
"Ibuuuukkkkk... " teriak Tata kencang sembari merengkuh tubuh ibuk nya agar tidak jatuh di lantai.
"Maaaassss!! " pekik Tata memanggil suaminya.
Dave yang kaget langsung berlari ke arah istri dan mertuanya tanpa memperdulikan barang pecah belah yang berantakan menghalangi jalan nya. Tak hanya Dave, Arkan, Tiger dan Angel ikut mendekat Tata dan Ibuk nya tidak terkecuali Anika dan Mak Ijah.
"Ayo Mas bawa Ibuk ke rumah sakit!! " ajak Tata dengan muka cemas dan khawatir.
Dave hanya mengangguk dan langsung menggendong tubuh rapuh Ibuk dengan kedua tangannya di depan. Ia dengan setengah berlari keluar dari sanggar latihan tersebut bersama yang lainnya. Arkan terlebih dahulu berlari untuk membukakan pintu mobil nya dengan dirinya yang menyetir mobil tersebut.
Saat hendak memasuki mobil, Tata menghentikan langkah nya dan menatap Tiger dengan tajam.
"Jaga dan awasi laki-laki itu dengan nyawa mu Tiger!! Pastikan ia tidak kabur karena nyawa mu taruhan nya jika ia berhasil kabur! " ucap Tata dingin sebelum masuk ke dalam mobil.
Tiger mengangguk paham dan membalikkan tubuhnya memasuki markas besar mereka. Angel ikut masuk mobil yang di sopir Samson bersama Anika dan Mak Ijah.
Tata mengangkat kepala Ibuk nya ke atas paha nya sembari memegang tangan sang Ibuk. Sementara Dave duduk di depan bersama Arkan yang menyetir mobil.
"Mas.. !! Tangan Ibuk dingin banget kayak es!! Aku takut Ibuk kenapa-napa!! " ucap Tata dengan suara bergetar.
"Hush.. !! Tidak boleh ngomong begitu sayang!! In Syaa Allah Ibuk baik-baik aja dan selalu doakan Ibuk agar cepat sadar!! " sahut Dave menegur ucapan Tata.
"Maaf Mas!! Aku hanya takut Ibuk pergi ninggalin aku kayak ayah!! Aku takut Mas!! " jawab Tata dengan air mata yang terjun bebas di pipinya.
"Selalu berpikir positif sayang!! In Syaa Allah Ibuk masih bersama kita hingga si kembar besar!! Banyak-banyak berdoa agar Ibuk sehat seperti dulu dan jangan berpikir negatif melebihi ketentuan Allah! Ajal itu rahasia Allah dan kita tidak bisa memajukan atau memundurkan nya jika sudah datang waktunya! " nasihat Dave dengan menatap lembut wajah khawatir istrinya di belakang.
Tata menangis sambil memeluk tubuh Ibuk nya dan berulangkali memberikan kecupan kecil pada wajah pucat sang Ibuk.
"Tata sayang sama Ibuk, tetaplah di sini Tata sampai anak-anak Tata besar ya Buk!! " bisik Tata dengan lirih di telinga sang Ibuk.
Tata merapikan jilbab sang Ibuk sembari berdzikir dan berdoa agar Ibuk nya segera sadar. Tangan nya tak lepas menggenggam tangan sang Ibuk.
Melihat istrinya sudah tenang, Dave langsung menghubungi direktur rumah sakit agar menyiapkan dokter dan perawat untuk menyambut mereka yang sebentar lagi akan sampai di rumah sakit.
Lima belas menit kemudian mobil yang di kendarai Arkan memasuki pelataran rumah sakit milik keluarga Ryder. Di depan pintu IGD sudah ada dokter serta perawat menunggu mereka dengan sebuah bed pasien.
Begitu mobil berhenti, Dave langsung keluar dan membuka pintu belakang menggendong tubuh Ibuk lalu meletakkan nya ke atas bed pasien.
Tata menyusul keluar dan berlari mendekati bed pasien yang di dorong perawat menuju ruang IGD untuk segera di tangani.
Dave meraih tubuh Tata ke dalam pelukan nya hingga Tata menumpahkan tangisan nya ke dalam hangatnya pelukan sang suami. Tak lama kemudian Mak Ijah datang bersama Anika dan Angel.
Mereka duduk di kursi tunggu dengan wajah sembab dan diam membisu. Tak lama kemudian Riko datang menghampiri Anika dan Anika kembali menangis di pelukan suaminya.
"I-Ibuk Mas.. !! Ibuk... !! " ucapnya dengan suara serak.
"Sssttttt... Yang tenang ya sayang!! Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan!! " ucap Riko menenangkan Anika yang menangis di pelukan nya.
Tak lama berselang seorang dokter wanita keluar dari ruang IGD yang langsung menemui Tata.
"Bagaimana keadaan Ibuk saya Dok?? " tanya Tata dengan jantung berdetak kencang.
__ADS_1
"Kalian keluarganya?? " tanya Dokter itu balik.
"Saya menantu nya dan istri saya anaknya! " jawab Dave datar.
"Pasien mengalami serangan jantung ringan karena shock berlebih hingga pasokan oksigen nya terhambat ke jantung! " ucap Dokter tersebut dengan wajah prihatin.
"Allahu Akbar.... " ucap Tata dengan tubuh yang lemas seperti jelly.
Untung saja Dave sigap menahan tubuh Tata dengan lengan kokoh nya hingga tidak terjatuh di lantai.
"Sekarang bagaimana keadaan Ibuk kami Dok?? " tanya Dave lagi.
"Alhamdulillah tidak apa-apa! Hanya saja karena di suntikan obat jadi pasien akan tertidur beberapa jam ke depan. Usahakan jangan memicu hal ini lagi karena jika pasien kembali pingsan dan shock kami tidak bisa mengatakan apa-apa lagi! Tambah lagi karena pernah stroke maka resiko serangan jantung nya besar jika pasien kembali pingsan. " jawab Dokter itu lagi dengan jujur.
"Terimakasih atas penjelasan nya Dokter!! " ucap Dave dengan mengangguk ramah.
"Sama-sama Tuan!! Pasien bisa di pindahkan ke kamar perawatan sekarang! " jawab Dokter itu memberitahu Dave.
Dave mengangguk paham dan segera menyuruh Arkan memesan kamar VVIP yang di lantai sama dengan ruang rawat Tata. Dave langsung membawa tubuh lemah Tata ke dalam gendongan nya untuk di bawa kembali ke kamar rawat nya di lantai 5 khusus kamar perawatan VVIP.
Sementara Mak Ijah, Anika dan Riko menunggu Ibuk di bawa ke ruang rawat nya, Angel mengikuti Dave yang membawa Tata ke ruangan nya.
Begitu sampai di lantai 5, Angel dengan cepat membuka kan pintu kamar rawat Tata agar Dave leluasa membawa Tata masuk ke kamar rawat nya tanpa susah membuka pintu.
Mungkin karena kelelahan dan pikiran bercabang Tata tertidur dalam gendongan sang suami. Dengan sangat hati-hati Dave menaruh tubuh Tata ke atas bed nya agar Tata tidak terbangun.
"Tolong jaga istriku sebentar! Ada hal penting yang aku urus! " ucap Dave memberi perintah pada Angel.
"Iya kakak ipar!! " jawab Angel patuh.
Dave merapikan selimut Tata hingga ke atas pinggang nya dan memberikan kecupan hangat di kening dan bibir Tata sebelum keluar dari kamar rawat tersebut.
Dave pergi ke ruang rawat bayi-bayi nya melepaskan rindu sehari ini belum bertemu langsung anak-anak nya. Arkan menyampaikan pesan untuk menemuinya di Rooftop rumah sakit.
Setelah puas menyapa anak-anak nya, Dave langsung pergi ke Rooftop untuk menemui Arkan. Ternyata di sana sudah ada Tiger yang berdiri tegap lengkap dengan muka datar dan dingin nya.
"Kenapa?? " tanya Dave begitu ia sampai di antara mereka berdua.
"Apa yang kita lakukan pada laki-laki itu?? " tanya Tiger langsung.
"Kau ini kaku sekali! Basa basi sedikit kek! " sungut Arkan sebel.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan! Jika kita bertindak tanpa sepengetahuan istri ku, maka aku tidak bisa jamin bagaimana ia marah nanti! Tunggu saja kondisinya membaik karena saat ini keadaan sangat sensitif sekali! Oh ya, apa ada kabar dari Martin?? "jawab Dave dengan pandangan lurus ke depan sambil bertanya kembali.
"Masih seperti awalnya! Anak itu harus secepatnya di operasi sebelum bertambah parah karena kata dokter ini sudah sangat terlambat. Harusnya ia sudah di operasi dua tahun lalu, dan operasinya harus di Amerika yang peralatan nya lengkap dan canggih serta dokter nya yang handal! " jawab Tiger lagi.
"Hhmmm begitu ya.. !! Katakan pada Martin untuk menunggu perintah istriku, setelah istriku bangun nanti aku akan memberitahu nya tentang keadaan keponakan nya itu!! Katakan juga pada Martin untuk bersiap-siap membawa kakak iparku bertemu istri ku dan ibu mertua ku! " ucap Dave memberikan perintah nya.
"Hhmmm... " jawab Tiger dengan berdehem saja.
"Ish kau ini! Baru saja aku speechless mendengar kau banyak omong, sekarang kau balik lagi ke mode awalmu irit ngomong! " ucap Arkan dengan ketus pada Tiger.
Bersambung...
__ADS_1