
Wajah Dave langsung berbinar cerah mendengar bisikan istrinya itu. Ia langsung tersenyum lebar dan memasuki ballroom dengan langkah tegap dan senyum yang selalu terukir di bibirnya.
"Dasar lakik! Giliran di janjikan kayak gitu aja langsung cepat sekali berubah moodnya! " batin Tata menggerutu dalam hatinya.
Acara malam ini pun di isi dengan beberapa permainan yang di ikuti oleh pria lajang dan gadis lajang yang menjadi ajang mereka untuk bertemu jodoh. Tidak terkecuali dengan sepupu-sepupu Dave yang begitu antusias mengikutinya termasuk Nana dan Susan.
Arkan yang sedang menyapa para tamu dari kalangan para pebisnis menggantikan Dave tidak menyadari jika sang gebetan ikut game tersebut.
Tata hanya geleng-geleng kepala melihat kehebohan Susan dalam game tersebut karena berpasangan dengan salah satu peserta seorang pria yang lumayan tampan.
"Kayaknya si Arkan bakalan ada saingan nya nih! " celutuk Dave dengan menunjuk dagunya ke arah Susan yang tertawa bahagia dengan pria tersebut.
"Kurang garcep si kunyuk itu! Di gaet cowok lain baru tau rasa! " ucapnya lagu dengan nada sinis.
"Itukan salah Mas yang selalu ngasih Arkan kerjaan mulu! " cibir Tata menyalahkan suaminya.
"Cih, emangnya ia gak bisa melakukannya sambil kerja! Masa nembak cewek harus pakai waktu full segala! Kalau suka ya bilang aja suka, ribet amat! " sahut Dave santai.
"Emangnya Mas ngomong suka gak tau tempat dan kondisi! Di mana-mana itu ya, kalau nyatain cinta harus dengan suasana yang romantis! Ini gak! Setiap ketemu nyatain cinta, entah itu dimana tempat nya! " sindir Tata dengan sinis pada suaminya.
"Curhat nih yee.... ! " ledek Dave dengan menoel pinggang istrinya.
"Au ah gelap... ! " jawab Tata ketus.
"Gara-gara si kunyuk itu, kita jadi berantem kayak gini! Ntar deh Mas bikin acara romantis buat nyatakan cinta untuk yang sekian ribu kalinya! " ucap nya lagi dengan meraih tangan Tata dan mencium punggung tangan Tata dengan lembut.
Tata tersenyum malu-malu melihat kelakuan suaminya di atas panggung pelaminan. Wajahnya bersemu merah dengan menundukkan kepala nya yang sekali-kali melihat Dave yang menatap nya dengan penuh cinta.
(Dasar Tata bucin, baru di gituin Dave aja udah klepek-klepek kayak gituππ)
Suara tepuk tangan membuyarkan adegan malu-malu pasangan suami istri yang di mabuk cinta.
Acara malam ini pun dominan di hadiri tamu Papi yang dari luar negeri dan juga teman-teman nya Henry dan Abeth yang juga rata-rata dari luar negeri.
"Mas, rata-rata yang datang Bule semua nya ya? " bisik Tata saat mereka berjalan dan menyalami tamu undangan satu persatu.
"Iya sayang, malam ini sepertinya kebanyakan teman-teman nya Papi! " jawab Dave berbicara di telinga Tata.
Berbeda dengan acara tadi pagi hingga sore, mereka hanya duduk di atas pelaminan karena tamu undangan yang datang memberikan ucapan selamat. Tapi malam ini mereka lah yang mendatangi para tamu dan menyapa mereka yang sedang berbincang sambil berdiri.
Mereka duduk di pelaminan hanya sesaat sampai acara game selesai di lakukan. Setelah itu mereka turun dan menyapa para tamu satu persatu secara bergiliran.
Tiba-tiba Dave melepaskan pegangannya pada tangan Tata dan berdiri di tengah-tengah. Ia mengangkat tangan nya satu ke atas seolah-olah memberikan isyarat. Lampu pun padam dan semuanya menjadi gelap gulita.
"Cklek.... ! "
Sebuah lampu menyoroti Dave yang sedang membungkukkan badannya sedikit sembari melihat ke arah Tata.
"Mau berdansa dengan ku??? " pinta Dave lantang dengan mengulurkan tangannya pada Tata.
Tata yang kaget masih diam saja karena tidak menyangka jika suaminya melakukan seperti itu di depan semua orang.
Tidak ingin suaminya malu dan menunggu lama, Tata menerima uluran tangan Dave dengan malu-malu.
"Mas, aku gak bisa dansa! " bisik Tata di telinga Dave.
__ADS_1
"Gak papa, ikuti Mas aja pelan-pelan sayang! Kalau kamu takut, kamu bisa naik ke atas kaki Mas! " bisik Dave dengan merengkuh pinggang Tata sehingga menempel erat di tubuhnya.
"Mana bisa lah Mas, orang aku pakai sandal tinggi kayak gini! Yang ada kaki Mas sakit lagi aku injak! " tolak Tata halus.
"Kalau gitu ikutin gerakan Mas aja sayang! Ini pertama kalinya Mas berdansa dan Mas hanya akan melakukannya bersamamu! Lihat mata Mas selama kita berdansa, dan anggap saja jika kita hanya berdua saja di sini ! " ucap Dave lembut dengan mengusap lembut pipi Tata.
Dave menjentikkan tangan nya dan musik pun mengalun dengan begitu indahnya membuat siapapun ingin bergoyang tidak terkecuali Abeth dan Henry yang juga ikut berdansa. Jadilah malam itu dua pasang pengantin berdansa dengan begitu mesranya.
Tata yang mulai terbawa suasana terhipnotis dengan tatapan penuh cinta Dave yang tubuhnya terus bergerak sesuai irama musik sedangkan matanya tetap menatap Tata dengan penuh cinta yang begitu besar.
"I love you sayang, sekarang dan selamanya! " ucap Dave dengan lembut pada Tata.
"I love you juga Mas, sekarang dan selamanya! " balas Tata juga sambil tersenyum penuh cinta.
Ia merasa sangat begitu bahagia dengan apa yang ia rasakan sekarang ini. Ia benar-benar tidak menyangka berada dalam fase seperti ini. Di cintai laki-laki yang juga ia cintai dengan begitu besarnya dan berharap bahagia selalu hingga tua dan sampai ajal menjemput.
Sama hal nya dengan Tata dan Dave, Abeth juga tersenyum bahagia dengan pernyataan cinta Henry suaminya.
"I love you honey... " ucap Henry penuh cinta sambil menatap mata istrinya.
"I love you too honey... " jawab Abeth juga dengan penuh cinta.
"But I'm not perfect wife.... " ucap Abeth lagi yang langsung di putuskan oleh Henry.
"I don't care, honey! Persetan dengan anak, aku tidak peduli kita mau punya anak atau tidak, yang penting kita selalu bersama selama nya hingga kita tua nanti. Jika kita mempunyai anak, itu adalah bonus bagi cinta kita. Jangan lupakan jika aku mencintaimu melebihi apa pun meskipun nanti selamanya kita tidak mempunyai anak sekali pun! " jawab Henry menyela ucapan istrinya.
Mata Abeth langsung berkaca-kaca mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya. Mereka berciuman dengan begitu mesra sambil berdansa yang kelakuan mereka itu tidak sengaja di lihat oleh Dave.
Suara tepukan para tamu undangan tidak membuat mereka mengakhiri ciuman mesra mereka berdua.
"Sialan tuh penganten lawas! Kita yang nikah kenapa mereka yang mengumbar kemesraan! Kalau gak ada anak-anak dan Ibu mertua, sudah aku makan juga bibir istriku dari tadi! " gerutu Dave kesal kearah Kakak nya dan iparnya itu.
Tidak lama kemudian satu persatu para tamu undangan ikut berdansa bersama pasangan nya masing-masing tidak terkecuali Susan yang sedang di dekati oleh laki-laki lain.
Arkan tampak emosi saat Susan menerima uluran tangan pria yang bermain game tadi untuk berdansa berdua. Ia langsung meninggalkan tamu yang tadi menyapanya hingga ia lupa akan keberadaan calon kekasih nya itu.
Baru beberapa kali bergerak, Susan langsung oleng saat Arkan tiba-tiba datang dan melepas paksa tautan tangan nya pada pria itu dengan sekali hentakan.
"She is mine... ! " ucapnya dengan tegas sembari menatap tajam pria tersebut.
Ia langsung mendekap erat pinggang Susan hingga wajah mereka bertatapan satu sama lainnya dengan jarak hanya selembar kain saking dekatnya.
Jantung Susan berdetak dengan kencang saat tatapan mata Arkan menghunus jantung nya. Ia memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan debaran jantungnya agar tidak terdengar oleh Arkan. Ia begitu bahagia saat mendengar ucapan Arkan tadi yang mengatakan jika ia adalah milik laki-laki itu.
"Kau hanya milikku! Tidak ada seorang pun yang bisa memiliki mu selain aku! Jangan pernah berpikir untuk dekat dengan laki-laki lain ataupun berusaha mencintai laki-laki lain selain aku! Ingat itu! " ucap Arkan dengan tangannya memegang pipi Susan agar melihat padanya.
Susan yang reflek hanya menganggukkan kepala nya patuh pada ucapan Arkan.
"Good Girl.... Kau hanya milikku sayang! Milik seorang Arkansas ! " ucapnya lagi dengan membelai pipi mulus Susan tanpa melepaskan tatapan matanya.
Ia menyentuh bibir Susan dengan jempolnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Susan.
Ia mengecup lembut kening Susan hingga membuat tubuh Susan seperti kesetrum aliran listrik seribu watt.
Hatinya memanas mendapat perlakuan mesra dari Arkan hingga membuat ia tersenyum malu-malu dengan wajah merah seperti tomat matang.
__ADS_1
"Aku suka wajah malu-malu mu itu, sayang! Kalau saja ini bukan pesta si Bos galak itu mungkin dari tadi sudah aku makan bibir mu sayang! Aku masih bisa menahan diri untuk saat ini! " ucapnya lagi dengan suara yang berat sembari jempolnya terus mengusap bibir Susan dan matanya melihat bibir tersebut tanpa berkedip.
Wajah Susan semakin memerah dengan ucapan vulgar Arkan yang to the point aja dalam mengatakan keinginannya itu.
Untung saja para anak-anak dan lansia seperti Eyang-Eyang,Grandma GrandFa sudah kembali ke kamar yang sudah disiapkan pihak keluarga Ryder tidak terkecuali dengan Kayla dan Kana. Ibuk juga ikutan bersama mereka untuk beristirahat duluan karena acara tersebut juga tidak mengharuskan ia berada di sana hingga selesai. Apalagi banyak tamu-tamu Asing yang membuat Ibuk agak tidak nyaman dan memutuskan untuk istirahat duluan bersama anak-anak dan Mak Ijah.
"Gerak cepat juga itu kunyuk! Sok mesra pula dia di depan ku! " ucap Dave kesal dengan melihat ke arah Arkan.
"Apaan sih Mas, sirik aja dari tadi sama orang lain! Kayak dia gak mesra aja! " sahut Tata dengan geleng-geleng kepala melihat kekesalan suaminya.
"Kalau bukan karena ini pesta kita sudah aku bawa kamu ke dalam kamar sayang! Mereka membuat hatiku panas saja! " omel Dave lagi dengan mengeratkan pelukannya pada pinggang Tata.
"Kalau gitu, kenapa kita gak kabur aja? Kan kita udah menyapa semua nya yang datang dan pastinya tidak ada lagi yang bakalan datang karena sekarang sudah pukul 22.30,hanya tinggal beberapa jam lagi menjelang perayaan tahun baru! " ucap Tata dengan mengedipkan matanya pada sang suami.
"Ide bagus sayang! Cup! " sahut Dave dengan wajah sumringah.
"Kita akan merayakan tahun baru berdua di dalam kamar! " ucapnya lagi setelah mengecup sekilas bibir istrinya.
Ia melepaskan rengkuhan nya pada tubuh Tata dan langsung berjalan keluar dari keramaian pasangan yang berdansa dengan begitu mesranya satu sama lain. Meskipun tidak semuanya yang berdansa tapi rata-rata pasangan muda semuanya berdansa dengan begitu mesra, bahkan pasangan yang tua pun tidak ketinggalan seperti Mami Sita dan Papi Dayton ikutan berdansa.
Mereka mengendap-endap keluar dari ballroom dan langsung berlari menuju lift dengan tertawa bahagia seperti baru saja lolos dari ruang tahanan.
"Ya Allah... Rasanya kayak baru saja lolos dari sarang penyamun! Hahahaha... " ucap Tata tertawa dengan napas naik turun.
Ia tidak menyadari jika tertawa nya itu membuat hasrat suaminya bangkit apalagi dengan napas nya yang naik turun itu membuat bagian dadanya yang sedikit rendah ikut bergoyang naik turun pula.
Saat pintu lift berbunyi, Dave langsung menarik tangan Tata untuk masuk dan ia mendorong tubuh Tata ke dinding dengan kedua tangannya berada di kedua sisi dinding mengurung Tata yang menatap nya dengan mata tidak berkedip.
Tanpa ampun ia pun melu mat bibir merekah Tata dengan begitu kasar dan menuntut hingga membuat Tata ikut membalas ***** an suaminya juga dengan kasar. Mereka saling membalas meng hisap dan melu mat, saling bertukar saliva dengan kedua tangan Tata memeluk leher suaminya dan tangan kiri Dave meraih tengkuk Tata agar ciuman mereka semakin dalam lagi. Sedangkan tangan kanan Dave mulai menyusup di area dada memainkan gundukan kembar milik istri nya dari luar.
"Aaaakkkhhhh.... " suara erang an Tata keluar saat tangan Dave meremas gundukan kembar milik nya itu.
Dave semakin bersemangat memainkan gundukan kembar tersebut secara bergantian meskipun hanya dari luar saja saat mendengar suara desah an istrinya.
Bibir dan lidahnya juga semakin dalam mengobrak-abrik semua isi mulut Tata hingga ia melepaskan ciuman nya pada bibir Tata dan berpindah pada bagian leher.
Tangan Tata yang awalnya memeluk erat leher suaminya mulai berpindah dengan menarik rambut belakang suaminya untuk menetralisir perasaan yang mulai minta lebih dan lebih.
"Mas..... Aaakkkhhh... ! " desah Tata lagi saat bibir kenyal Dave menyusuri lehernya dan memberikan beberapa jejak di sana.
**Bersambung...
Hayoo... Gimana rasanya saat sedang semangat-semangatnya langsung di berhentikan tiba-tibaππ.. Rasanya seperti sedang asyik mandi dan sampoan eh tiba-tiba air keran nya matiππππ€π€π€
π¨ : Gila elu Thor! Baru juga bagian leher udah di cut aja! Tanggung nih
Othor : Bodo amat ! Gue jomblo bego! Enakan aja elu enak-enakan.
π¨ : Ya elah Thor! Gak kasihan apa sama si Juniorππ
Othor : Gak!! Emang gue pikirin π€π€
π¨π© : Udah Mas biarin aja othor nya! Nanti kita santet online othor nya karena udah bikin kita nanggung kayak gini! Othor kan sirik, sirik tanda tak mampuπ€£π€£π€£
Othor : Teganya kalian berduaππππ
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semua nya...
Semoga hari kalian menyenangkan ππ**