Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Extra part 3


__ADS_3

Nana terdiam mendengar perkataan Tata yang sungguh membuat lidahnya kelu. Hatinya bimbang dan pikirannya bercabang karena terbayang wajah sedih ayahnya.


"Nana boleh mikirin dulu gak Kak?? " tanya Nana dengan menatap wajah Tata.


"Tentu saja kamu boleh mikirin nya karena ini hidup kamu! Hanya saja satu yang harus kamu tau kalau kakak gak akan menjerumuskan kamu pada laki-laki yang salah! " jawab Tata sembari menganggukkan kepalanya.


Senyum Nana terbit saat mendengar ucapan terakhir kalimat Tata, ia mengangguk pelan pada Tata.


🌿🌿🌿


Kediaman Ryder..


Abeth masih bergelung dengan selimutnya saat suaminya Henry sudah siap dengan pakaian kantor.


Ia menautkan alisnya melihat keanehan istrinya itu pada pagi ini, karena semenjak mereka menikah hingga usia pernikahan mereka 6 tahun Abeth tidak pernah bangun kesiangan kecuali kalau mereka lembur ngadon sehabis sholat subuh.


"Beib... Apa kau sakit?? " tanya Henry dengan naik keatas tempat tidur dan menyentuh kening istrinya.


"Tidak panas! " gumamnya pelan.


"Jangan ganggu aku Hon, aku ngantuk banget! Biarkan aku tidur dulu! " ucap Abeth dengan nada ketus.


Henry turun dari atas tempat tidur mendengar suara istrinya yang terdengar ketus dan seperti tidak senang.


"Ya sudah, aku pergi ke kantor dulu! Kalau perlu apa-apa kasih tau Mami atau Grandma ya Beib.. " sahut Henry mengalah dengan mengecup kening Abeth.


"Hmm... " jawab nya sambil menarik erat selimut nya.


Dengan pelan Henry membuka pintu kamar dan menutupnya kembali agar Abeth tidak terganggu dengan suara pintu. Ia lalu turun ke lantai bawah dan menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama.


"Kenapa kau turun sendiri Henry? Kemana istrimu?? " tanya Mami Sita yang sedang menuangkan teh untuk suaminya.


"Masih tidur Mi! " jawab nya jujur.


"What the hell??? Tidak pernah cucuku itu tidur di saat pagi begini? Apalagi sampai membiarkan suaminya sendiri menyiapkan sarapan! " ucap Grandma dengan wajah kaget.


"Aku juga tidak tau Grandma! Aku kira tadi sakit, tapi pas aku sentuh keningnya gak panas kok biasa aja! Malah aku di ketusin nya karena ganggu dia tidur! " sahut Henry lagi.


Grandma dan Mami Sita saling berpandangan satu sama lain hingga akhirnya Grandma memberikan kode lewat matanya.


"Ya sudah kalau begitu! Nanti biar Mami yang lihat keadaan istrimu! Sekarang ayo sarapan dulu sebelum ke kantor! " ucap Mami Sita dengan menyerahkan roti bakar yang sudah di olesi selai srikaya.


"Terimakasih Mi... " jawab Henry dengan tersenyum.


Ia pun memakan sarapan nya dua buah roti bakar dan secangkir teh hangat sebagai pengganjal perut nya di pagi ini. Setelah memakan sarapan nya, ia pun pamit berangkat ke kantor dengan menyetir sendiri mobil nya.


"Kenapa wajah kalian berdua tampak berseri-seri seperti itu?? " tanya Papi Dayton yang datang sambil menyeka keringat yang menetes di lehernya.


Ia baru saja selesai berolahraga di ruang gym bersama Daddy nya. Di usianya yang sudah setengah abad, Papi Dayton tetap berolahraga agar tubuhnya tetap sehat dan bugar. Begitu juga dengan Grandpa yang juga masih menjaga kondisi tubuhnya di usia senja 70 tahun. Meskipun banyak keriputnya, tapi tubuhnya masih terlihat tegap dan bugar karena rajin berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat.


"Sepertinya kita akan punya cucu baru Pi! " jawab Mami Sita dengan tersenyum lebar.


"Alhamdulillah... Tata hamil lagi ya?? " sahut Grandpa dengan tersenyum bahagia.


"Bukan Tata Honey.. ! Tapi Abeth cucu perempuan kita yang hamil! " jawab Grandma dengan melihat ke arah suaminya.


"Apa???/What???? " teriak Papi Dayton dan Grandpa barengan dengan wajah terkejut.


"Darimana Mommy tau kalau Abeth hamil?? Apa mereka yang mengatakan nya kepada Mommy?? Apa ini sungguh-sungguh dan bukan prank?? " tanya Papi Dayton pada ibunya.


"Mami dan Mommy baru menduganya dari cerita Henry, Papi! Tapi perasaan Mami berkata kalau kali ini Abeth benar-benar hamil, dan Mommy juga bilang merasakan hal yang sama! Kita tunggu saja dulu bagaimana keadaan Abeth dalam semingguan ini! Apakah semakin aneh atau hanya hari ini saja! " jawab Mami Sita dengan jujur pada suaminya.


Mendengar jawaban istrinya membuat Papi Dayton menghela napas pelan.

__ADS_1


"Kalau begitu selama semingguan ini bersikap lah biasa saja seolah-olah itu bukan hal yang aneh sebelum kita memastikan kebenarannya! Daddy hanya takut dugaan kita hanya harapan palsu untuk mereka berdua! " ucap Grandpa dengan nada sendu.


Grandma mengusap lembut lengan suaminya untuk menguatkan pria tua di samping nya agar tidak terlalu sedih dengar keadaan cucu perempuan mereka.


"Iya Dad.. ! " jawab Mami Sita dan Papi Dayton dengan pelan.


Abeth dan Henry sudah tiga kali menjalani program bayi tabung untuk bisa memperoleh momongan. Namun ketiga nya gagal dan tidak berhasil sama sekali. Hal itu membuat semua keluarga menjadi sedih, apalagi setelah Tata dan Dave memutuskan untuk tinggal sendiri 2 tahun lalu. Mereka sedih berpisah dengan anak-anak kembar itu meskipun Tata sering mengajak anak-anaknya berkunjung di kediaman Omi dan Opi mereka.


Di tempat yang berbeda, Dave uring-uringan setelah mereka meeting pagi itu. Ia memarahi semua karyawan nya untuk tidak menggunakan parfum lagi jika berangkat ke kantor.


"Pokoknya mulai hari ini kalian semua tidak di perbolehkan ke kantor memakai parfum! Baik itu parfum murah maupun yang mahal sekalipun, aku tidak peduli! Jika ada yang berani melanggar maka akan aku pecat hari itu juga! Kalian semua dengar?? " teriak Dave dengan menggunakan microphone.


"Baik Presdir! " jawab mereka serempak.


"Oke.. ! Sampai pada teman kalian yang lain yang belum mengetahui pengumuman ini! " ucap Dave dengan nada dingin.


Setelah mengatakan hal itu ia kembali naik ke dalam lift menuju lantai khusus miliknya. Arkan dan Henry yang melihat semua itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap Dave yang aneh pagi ini.


"Mengapa mereka berdua sama-sama bersikap aneh ya hari ini?? " gumam Henry yang terdengar di telinga Arkan.


"Apa maksud mu dengan mereka dude??? " tanya Arkan dengan menautkan alisnya.


Sambil berjalan menuju lift, Henry pun menceritakan keanehan istrinya pada pagi ini dan juga keanehan Dave di sini. Tidak hanya mereka berdua yang menggibah Dave, bisik-bisik karyawan juga terlihat membicarakan keanehan Bos mereka meskipun Dave tidak mendengar bisikan mereka.


Arkan dan Henry duduk di ruangan mereka di sebelah ruangan Dave dengan mengerjakan pekerjaan mereka. Hingga waktu makan siang mereka tidak di perkenankan untuk masuk ke ruangan Dave karena bau parfum mereka yang kata Dave membuatnya mual dan pusing.


Bahkan jika ada berkas yang akan di tandatangani mereka harus meletakkan nya di meja luar samping pintu masuk ruangan Dave.


Dave yang sedang berkutat dengan laporan di hadapannya tiba-tiba menghentikan pekerjaan nya karena sekelebat bayangan makanan terbayang-bayang di pikirannya.


"Kayaknya enak banget makan rujak dan asinan bogor siang-siang gini! Tapi kalau gak makan nasi nanti Ibu Negara pasti mencerca ku habis-habisan! Aha... Minta belikan OB aja karena My Ruby gak bakalan nanya sama OB! " ucap Dave seraya menelan air liur nya membayangkan lezatnya makanan tersebut.


Ia pun menekan tombol interkom yang terhubung langsung dengan sekretariat sekretaris yang ruangannya di ujung dekat lift.


"Anto! Suruh OB membelikan aku rujak yang pedas dengan irisan mangga yang banyak dan asinan bogor juga sekarang! Jika sudah ada letakkan di meja dekat ruangan ku! Katakan jangan lama-lama membeli nya! Beli dulu dengan uang sekretariat dan masukkan dalam tagihan ku! " ucap Dave dengan tegas di interkom.


Ia lalu menutup panggilan tersebut dan duduk santai di kursi nya sambil menunggu pesanan nya datang.


🌿🌿🌿


Saat ini Tata sedang berkumpul di sebuah area permainan bersama emak-emak kece dengan membawa anak mereka masing-masing kecuali Susan yang meninggalkan anak bungsunya bersama sang kakak di rumah.


Sandra melongo melihat Tata yang sedari datang hingga sudah sejam mereka disini tidak berhenti memasukkan makanan ke dalam mulut nya.


"Tet.. ! Ini sudah satu jam sejak kita di sini! Dari tadi aku tengok gak berhenti mulut kau itu mengunyah makanan! Berapa besar usus kau itu Tet hingga gak kenyang-kenyang juga sampai sekarang! " tegur Sandra dengan wajah heran.


"Iya Kak! Aku lihat kakak juga agak gemukan sekarang alias agak berisi! " sahut Anika ikut berkomentar.


"Hamil lagi kau Tet! " tuduh Susan sambil memainkan ponselnya.


"Gak usah ngaco kau Bon! Mana ada aku hamil! Aku makan karena makanan nya gak bikin aku kenyang Tot! Perut ku sekarang mudah lapar dan ingin terus mengunyah makanan! Rasanya kalau aku berhenti ngunyah kayak ada yang kurang gitu! " bantah Tata dengan keras sembari menjelaskan kenapa ia tidak berhenti mengunyah.


"Serah kau lah Butet! Pening palak aku lihat nya! " sahut Sandra dengan menghela napas kasar.


"Kenapa pulak muka kau jadi kusut kayak gitu Bontot?? Gak biasanya kau diam saja dari pertama datang dan terlihat tidak bersemangat! " tanya Susan dengan tatapan menyelidik pada Sandra.


"Hah... Pening palak ku karena ulah Ibu Bertharia yang selalu menuntut hal lebih pada ku! " jawab Sandra membuang napas nya dengan kasar.


"Emangnya Mami nuntut apa sama kau Tot?? " tanya Tata dengan masih mengunyah kripik pisang di tangannya.


"Gimana aku gak pening coba! Beliau mendesak ku agar punya anak perempuan lagi! Kalian tau sendiri Callian baru berusia 2 tahun dan aku sudah cukup dengan keempat anakku! Tapi Mami ngotot mau cucu lagi dari ku cucu perempuan! Alasannya Kayla dan Kana sudah gak mau di ajak main lagi dan gak asik karena mereka udah gak mau lagi di Jepang rambutnya, atau memakai pakaian yang senada jika akan bepergian! " jawab Sandra dengan mengebu-ngebu.


"Jangan terlalu keras gitu sama Mami! Namanya juga nenek-nenek! Nih, makan dulu keripiknya biar pikiran mu plong! " sahut Tata dengan santainya memasukkan sepotong keripik pisang kedalam mulut Sandra yang lagi mangap.

__ADS_1


"Rese kali lah kau ini Tet! " omel Sandra namun tetap mengunyah keripik pisang tersebut.


"Ya hamil aja lah lagi kau Tot! Mumpung kau melahirkan normal! Aku kalau semua anak-anak ku di lahirkan normal mungkin aku akan hamil lagi dan ngasih banyak anak untuk suamiku! " sahut Susan dengan menutup ponselnya.


"Alah, enak kali kau ngomong Tot! Mau normal maupun sesar tetap aja sakit! Lagian Mami juga ada-ada aja! Salah aja dulu punya anak cuma dua jadi susah mau suruh punya cucu lagi! Kalau aja istrinya Koh Calvin gak di angkat rahim nya mungkin dia lah yang aku desak ngasih Mami cucu perempuan! Jadi serba salah aku di bikin Mami ini! " ucap Sandra melotot menatap Susan.


"Hehehehe... Jangan lah kau marah-marah! Aku kan cuma ngasih saran! " jawab Susan dengan cengengesan.


"Lalu tanggapan Abang gimana Kak? " tanya Anika sambil melihat pada Sandra.


"Beuh... Jangan kau tanya apa tanggapan Abang mu! Pastinya ia yang paling terdepan menyambut antusias idenya Mami sampai-sampai setiap malam ngajakin ngadon bayi! " jawab Sandra somplak yang mengundang gelak tawa teman-temannya.


"Hahahaha.... " terdengar gelak tawa dari sofa yang di duduki mereka berempat.


Suara tawa mereka membuat anak-anak mereka menoleh sesaat ke arah mereka lalu melanjutkan kembali bermain di arena tersebut tanpa menghiraukan apa yang ibu mereka tertawa kan.


"Aku kalau gak kebobolan pasti masih tetap punya dua anak! Tapi setidaknya setelah Aksa lahir aku gak bakalan takut hamil lagi karena sudah steril! " ucap Susan bercerita.


Setahun setelah mereka menikah, Susan baru hamil dan saat usia pernikahan mereka hampir berusia 2 tahun Putra pertama mereka lahir ke dunia di beri nama Arkana Putra Dirgantara. Dua tahun kemudian lahir Putri cantik mereka bernama Shakila Putri Dirgantara. Susan dan Arkan sepakat hanya punya dua anak saja, terlebih lagi dapat sepasang yang menurut mereka berdua sudah pas. Namun hal itu hanya angan-angan saja karena saat Kila berusia 8 bulan Susan di ketahui hamil lagi. Mau tidak mau saat melahirkan Aksara ia langsung steril dengan persetujuan suaminya.


"Sebenarnya apa alasan kakak gak mau hamil lagi! " tanya Anika pada kakak iparnya itu.


Anika dan Riko mempunyai dua orang anak yaitu Revan dan Reksa, semuanya berjenis kelamin laki-laki. Mereka sebenarnya tidak menarget punya anak berapa tapi sampai usia Reksa 3 tahun mereka belum juga di kasih momongan lagi padahal Anika tidak berKB.


"Kakak takut jika yang lahir anak laki-laki lagi! Kan bisa gawat kalau nanti yang ketiga ternyata laki-laki juga, Mami pasti mendesak kakak lagi untuk hamil lagi! Itu yang kakak gak mau! " jawab Sandra jujur.


"Kalau gitu ikut program anak perempuan aja lah kau Tot! Banyak kok aku lihat di tivi-tivi berhasil ikutan program kayak gitu! Kalau mau punya anak laki-laki ikut program bayi laki-laki, kalau mau punya anak perempuan ikut program bayi perempuan! Kau juga bisa ikut program itu Nika, biar kalian sama-sama barengan hamil anak perempuan! " ucap Tata memberikan saran dengan mulut masih mengunyah.


"Wah, boleh juga ide kakak! Kakak tau dokter yang bisa melakukan program itu?? " respon Anika begitu antusias.


"Dokter Aisyah kan juga bisa melakukan program itu Nika selain Dokter kandungan yang lain! Lagipula jika dengan beliau kita gak perlu sungkan lagi karena sudah kenal! " jawab Tata lagi.


"Nah, kau ikuti aja saran Butet tadi Tot! Siapa tahu berhasil, tapi sebelum ikut program kau bicarakan dulu dengan Mami kalau seandainya lahir nanti bukan perempuan seperti yang di harapkan, Mami jangan kecewa dan minta hamil lagi! " sahut Susan memberikan masukannya.


"Bah.. ! Paten kali lah omongan kau itu Bon! Tumben kau pintar kali ini! " ucap Sandra sambil mengejek Susan.


"Sukak hati kau lah Tot! " sahut Susan dengan malas.


Pembicaraan mereka terhenti dengan kedatangan Elea yang menangis menghampiri mereka bersama Revan Putra sulung Anika.


"Hu.. Hu.. Hu... Mami! Lutut Elea sakit! Hu.. Hu.. Hu.. Mami.. ! " adunya dengan muka bersimbah air mata.


"Oh sayang ku! Sini Mami lihat lutut nya! " ucap Tata dengan menaikkan Elea ke atas pangkuan nya.


Terlihat kedua lututnya memerah dan tidak ada luka yang ia duga tadi. Dengan lembut Tata meniup lutut yang memerah itu hingga tangisan Elea berhenti.


"Apakah sudah enakan sayang?? " tanya Tata sambil menghapus air matanya.


Elea mengangguk pelan dan ia meminum minuman yang di sodorkan Revan padanya.


"Terimakasih Kak Revan! " jawab Elea lembut.


"Revan sayang! Kenapa lutut adikmu memerah seperti itu?? Apa ada yang menjahili adikmu?? " tanya Anika dengan lembut pada Putra nya.


"Elea terjatuh Mama! Tadi waktu ia mau naik ia kesenggol kaki anak lain hingga akhirnya Elea terjatuh! Tapi anak itu sudah minta maaf tadi! " jawab Revan dengan lancar.


"Oh Revan sayang! Terimakasih ya sudah membawa Elea ke sini dan menjaga nya sewaktu bermain! " ucap Tata dengan tulus sambil membelai rambut Revan.


"Iya Aunty! Revan akan selalu menjaga Elea kok! " jawab Revan dengan sungguh-sungguh.


"Iya sayang.. ! Elea masih mau main lagi Nak? " tanya Tata pada Putri nya itu.


Elea menggelang pelan dan memeluk erat tubuh Mami nya dengan mata yang masih bengkak dan hidung yang memerah.

__ADS_1


"Ya sudah lah kalau gitu! Revan sayang, panggil adik-adikmu semuanya tidak terkecuali ke sini! Kita akan makan dulu sebelum kita pulang! Kalian semua pasti haus dan lapar setelah lama bermain! " ucap Tata pada Revan dengan langsung di jawab anggukan kepala anak itu.


Bersambung..


__ADS_2