Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
36. Mencari rumah untuk anak-anak


__ADS_3

Susan sangat geram mendengar cerita Tata tentang Dika suaminya, dan dia juga menyerah kan file rekaman Dika dan gundik nya ke tangan Susan.


"Elo udah liat video ini Tet? " tanya Susan begitu flashdisk ini di dalam genggamannya.


"Gak sudi! " jawab Tata sambil geleng-geleng kepala.


"Bagus deh kalau gitu! Eh ngomong-ngomong elo kapan ada di Jakarta? Gak di Medan? " tanya Susan dengan kepo.


"Eh orang Jakarta! Kemana logat Medan nya? Mentang-mentang sudah lama di Jakarta sudah loe gue aja omongan nya! " sindir Tata dengan keras.


"Sudah ilang di makan usia! Gak lucu pauk! Orang betawi pake logat Medan! " cerocos nya tidak mau kalah.


"Serah dah serah!! " ucap Tata dengan malas.


"Pulang yuk! Sebentar lagi mau magrib! Ikut ke rumah aku kau boneka! Tidak terima penolakan! " ucap Tata lagi dengan tegas.


Lagi-lagi Susan merengut dengan kesal mendengar titah Tata yang tidak bisa di bantah.


Mereka berdua pulang dengan menaiki kendaraan Tata, karena kebetulan Susan tadi datang dengan menggunakan taksi online.


"Bah, ini rumah mu Tet? " tanya Susan kaget bin kagum.


"Bukan, rumah tetangga. Aku cuman numpang tidur! " jawab Tata sekenanya saja.


"Dasar kampretos! Di tanya serius malah ngelawak! " ucap Susan kesal.


"Ayok masuk! Kelamaan berdiri gak akan ada yang mau ngasih sumbangan! " ajak Tata sambil berjalan.


"Assem!! " jawab Susan dongkol.


"Ha... Ha... Ha... " Tata tertawa melihat Susan semakin dongkol.


Mereka masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam dan di sambut semua penghuni rumah kecuali Sandra karena belum pulang dari restoran.


"Assalamualaikum Ibuk? Ibuk sehat? Masih ingat gak ibuk dengan Susan? " tanya Susan sambil menyalami tangan ibunya Tata.


"Ibuk itu stroke dodol! Bukan amnesia pake gak ingat segala! " toyor Tata ke kepala Susan.


"Heh pauk! Yang ku tanya itu Ibuk? Bukan kau! Ya kali aja Ibuk gak ingat aku karena pangling kalau aku sekarang sangat cantik dari waktu sekolah dulu! " jawab Susan dengan pede nya.


"Huek !! " ucap Tata dengan memperagakan orang muntah.


"Ini nak Susan ya? Yang dulu ke rumah selalu bawa roti bentuk buaya itu? " tanya Ibuk dengan ragu-ragu.


"Iya Buk! Ini Susan, yang dulu setiap datang ke rumah bawa roti buaya. Terus rotinya di kasih ke beo nya Bang Tigor. Alasannya karena bosan setiap hari di suruh makan roti buaya mulu! " jawab Susan dengan kekehan pelan.


"Gimana orang tua mu Nak? Sehat semuanya? " tanya Ibuk lagi.


"Nyak sama Babe sudah gak ada Buk! Mereka sudah di panggil Allah 3 tahun yang lalu! " jawab Susan dengan mimik sedih.


"Innalillahi wainnailaihirojiun.. " ucap Ibuk dan Tata barengan.


"Maaf ya Nak! Udah bikin kau sedih dengan pertanyaan Ibuk! " ucap Ibuk nya Tata dengan tidak enak.


"Ga papa kok Buk.. Mau gimana lagi, semuanya sudah kehendak Allah. " jawab Susan dengan santai.


"Kalian ngobrol lah dulu! Sudah lama kali kalian gak pernah jumpa kan? Ibuk mau istirahat dulu. " ucap Ibuk sambil pergi di dorong Mak Ijah.


"Tet, sejak kapan Ibuk kena stroke? " tanya Susan ketika mereka berjalan menuju gazebo belakang.

__ADS_1


"Sejak aku nikah selama seminggu, Ibuk sudah di vonis stroke. Jadi sekarang ini sudah delapan bulan dan alhamdulillah berkat terapi Ibuk sudah lancar lagi bicara. " jawab Tata penuh syukur.


Mereka pun mengobrol sambil tertawa cekikikan di temani makanan kecil yang di suguhkan Bu Vira.


🎍🎍🎍


Kadir sedang bersiap-siap untuk pergi mencari rumah untuk ia dan anak-anak nya tinggal. Karena ia sudah tidak enak tinggal bersama anak-anak nya bersama Kang marbot. Ia tidak mau lagi merepotkan orang lain lagi.


"Kang, aku titip Kayla ya di sini? Aku mau cari kontrakan dulu bawa Kana! Repot mau bawa Kayla juga. " ucap Kadir memohon kepada Kang marbot.


"Kayla bawa ke rumah saya aja Nak Kadir? Di rumah kan ada Anisa cucu saya, jadi Kayla bisa bermain dengan Anisa di rumah. Dari pada di sini, kasihan sendirian. " ucap seorang Ibu-ibu yang kebetulan sedang berbincang dengan Kang marbot.


"Saya mah oke-oke aja Mas, lagian kan Kayla anaknya penurut gak neko-neko. Tapi kalau Kayla mau di rumah Bu Yati, silahkan saja. " jawab Kang marbot tidak keberatan.


"Ila mau main sama Anisa aja Pa? Kemaren Anisa mau ajak Ila main masak-masakan. " ucap Kayla mau ikut Bu Yati.


"Ya sudah, Ila jangan cengeng ya kalau Papa pulangnya telat. Papa mau cari rumah dulu untuk kita. Patuh ya Nak sama nenek Yati! Ini uang kalau Ila mau jajan. " pesan Kadir dengan lembut sambil memberikan uang pecahan 10rbu untuk Kayla.


"Iya Pa.. "jawab Kayla dengan mengangguk.


Setelah menitipkan Kayla dengan Bu Yati, Kadir pun segera pergi mengendarai motornya dengan Kana dalam gendongannya mencari rumah.


Sudah hampir satu jam ia berkeliling mencari rumah yang layak untuk anak-anak nya, namun tidak ada yang pas di hatinya. Semuanya bagus, tapi lingkungan nya yang tidak bagus untuk tumbuh kembang anak-anak nya.


"Pa, atu au mimik! "rengek Kana kehausan.


"Iya sayang! Kita cari tempat istirahat dulu ya? " jawab Kadir sambil mengusap pelan rambut anaknya.


Kadir melajukan motornya pelan-pelan mencari tempat untuk berteduh melepaskan lelahnya. Akhirnya ia menemukan tempat di bawah pohon mangga dekat warung nasi yang kebetulan ada bangku untuk duduk.


Ia menghentikan motornya di bawah pohon itu agar tidak panas ketika akan di kendarai. Ia memesan sepiring nasi untuk makan siang sambil momong Kana yang minum susu.


"Iya Bu, terimakasih! Gak papa Bu, biar sama saya saja! " jawab Kadir dengan mengangguk ramah.


"Gak usah sungkan Mas, anaknya di sana saja. Bisa sambil baring-baring, siapa tahu tertidur. Saya lihat seperti nya anaknya Mas matanya terlihat sayu seperti mengantuk. " ucap Mbak pemilik warung tersebut dengan yakin.


"Terimakasih banyak Mbak! " ucap Kadir ketika sudah meletakkan Kana di atas tikar bersama anaknya Mbak pemilik warung.


Setelah memastikan Kana anteng meminum susu, Kadir kembali makan di bawah pohon dengan di temani angin yang bertiup sepoi-sepoi. Ternyata apa yang di katakan Mbak pemilik warung nasi memang benar, Kana sudah tertidur dengan posisi mulut masih menggigit silikon dot nya.


"Mau kemana sampean Mas bawa anak balita dalam gendongan? " tanya seorang pria yang umurnya sedikit tua dari nya tersebut duduk di samping nya sambil merokok.


"Gak usah takut Mas, saya suami pemilik warung nasi ini! Saya kasihan bawa anak kecil panas-panas begini? Soalnya saya juga dulu pernah begitu bawa anak cari pekerjaan karena istri sedang sakit, sedangkan anak lagi aktif-aktifnya. Karena gak ada yang jagain ya terpaksa saya bawa. " ucap suami pemilik warung nasi tadi panjang lebar.


"Saya bukan takut Mas, saya hanya malu untuk cerita masalah saya. " jawab Kadir tersenyum kecut.


"Pak, Lala bangun! Ambil dulu gih, Ibuk mau cuci piring dulu! " panggil Mbak pemilik warung kepada suaminya.


"Sebentar ya Mas, mau ambil anak saya dulu! " ucap suami pemilik warung sambil berdiri berjalan masuk warung tersebut.


Tidak lama ia pun keluar bersama anak perempuan kecil yang memakai empeng di mulutnya.


"Anak sampean pulas banget tidurnya Mas! Padahal anak saya berisik, gak keganggu sama sekali! " adu suami pemilik warung sambil tersenyum.


"Kecapean kayaknya Mas, soalnya sudah lebih dari satu jam-an saya bawa keliling. "jawab Kadir dengan wajah sedih.


"Sampean mau cari kerjaan ya Mas? "tanya suami pemilik warung tersebut.


"Bukan Mas, saya lagi nyari kontrakan yang nyaman buat saya dan anak-anak saya! "jawab Kadir dengan gelengan kepala.

__ADS_1


"Wah, kebetulan sekali itu Mas, rumah saya baru saja kosong kemarin. Penyewa yang lama pindah karena sudah punya rumah baru, jadi gak ngontrak lagi. "ucap suami pemilik warung dengan antusias.


"Oh ya, dari tadi ngobrol belum kenalan. Saya Deni Mas, istri saya Ayu. "ucap Deni memperkenalkan dirinya dan keluarga nya pada Kadir.


"Saya Kadir Mas, yang tidur anak saya Kana, terus yang saya titip Kayla namanya. " jawab Kadir ikut memperkenalkan diri.


"Buk, Ibuk... Kemari sebentar! " panggil Deni kepada istrinya.


"Kenapa Pak?Apa Lala rewel? " tanya istrinya dengan khawatir.


"Bukan Buk, ini loh Mas Kadir rupanya nyari rumah kontrakan. Apa kontrakan kita sudah ada yang mau? "jawab Deni dengan bertanya kembali.


"Owalah.. Kirain Lala rewel. Belum ada penyewa sama sekali Pak! Kenapa Bapak gak ajak lihat-lihat dulu biar Mas nya tau gimana kondisi rumahnya? " ucap Ayu dengan ramah.


"Oh iya ya... Ayok Mas ikut saya lihat-lihat rumahnya, siapa tahu cocok untuk anak-anak sampean. Mumpung anak sampean sedang tertidur pulas. " ajak Deni dengan semangat.


"Yo Mas, silahkan lihat-lihat dulu! Anaknya biarkan saja di sini, mumpung masih tidur. " ucap Ayu mempersilahkan Kadir mengikuti suaminya.


Akhirnya Kadir ikut dengan Deni melihat keadaan rumah Deni yang akan di kontrakan.


🎍🎍🎍


Sandra memekik kaget begitu melihat Susan ada di rumah Tata. Mereka berpelukan erat saling melepas kangen karena sudah sangat lama mereka berpisah.


"Ya ampun! Gak nyangka kali aku bisa ketemu lagi dengan kau Bon! "ucap Sandra dengan tidak percaya.


"Iya, aku juga gak nyangka kalau Tata yang jadi klien aku! Dan kau juga ikut Tata rupa nya Tot. " jawab Susan membenarkan ucapan Sandra.


"Gimana kalau kita jalan-jalan hangout di mana gitu? " usul Tata tiba-tiba.


"Wah, ide bagus itu! " ucap Sandra dan Susan barengan.


"Assalamualaikum... " ucap seseorang dari arah pintu masuk rumah.


"Waalaikumsalam.. " jawab mereka bertiga juga barengan.


"Sudah pulang Na? "tanya Tata ketika melihat ternyata Nana yang pulang.


"Sudah Kak! "jawab Nana dengan tersenyum menyapa semuanya.


"Gimana kalau kamu ikut kita-kita hangout sambil jalan-jalan santai ala ciwi-ciwi kece. " Sandra kepada Nana.


"Iya betul itu! Oh ya, Bon kenalin nih Alana, panggilannya Nana. Adik ipar ku! " ucap Tata memperkenalkan Nana dengan Susan.


"Kalau kakak-kakak semua gak keberatan aku ikut, aku mau. Udah lama banget juga gak refresing jalan-jalan. " jawab Nana kegirangan.


"Oke guys, come on.. " ucap Sandra penuh semangat.


Mereka berempat pun pergi dengan menggunakan satu mobil dengan Tata yang bertindak sebagai supir dadakan. Mereka menuju salah satu Mall besar di kota Jakarta ini.


Begitu sampai mereka langsung menyerbu bioskop, karena Susan ngotot ngajak nonton dulu. Setelah nonton selama hampir dua jam, mereka pun memasuki Foodcourt untuk memberi makan cacing yang sudah berdemo di dalam perut.


Ketika mereka sedang enaknya makan, tiba-tiba seseorang datang dan langsung mengguyur kepala Tata dengan teh botol yang ada di meja Tata.


Perbuatan tersebut membuat semua pengunjung kaget dan terlebih lagi dengan Nana dan Tata.


"Oh, jadi gini kelakuan seorang istri itu! Mengusir suami dan mertua dari rumah sehingga suami dan mertua nya luntang lantung di jalanan. Sedangkan dia enak-enakan di sini, makan di tempat bagus sambil ketawa-ketawa! Puas kamu sudah usir kami dari rumah?? Puas?? " teriak Nyonya Retno sambil berkacak pinggang.


Bersambung..

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers tercinta...


__ADS_2