Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
93. Menghitung hari


__ADS_3

Tata menghabiskan waktu di mall bersama Ibu-ibu tadi dan cucunya membelikan mereka berbagai macam barang yang ia ketahui jika cucu Ibu itu anak yatim piatu yang di tinggal orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan.


Ibu itu sengaja libur bekerja sebagai pembantu rumah tangga karena sudah hampir setahun ia tidak membawa cucunya jalan-jalan ke mall, walaupun hanya masuk untuk melihat-lihat saja.


Tata bahkan mengajak cucu Ibu itu bermain di pusat permainan anak-anak yang langsung di sambut antusias anak tersebut. Ia bermain dengan gembira bersama anak yang lain hingga ia merasa lelah dan puas.


Tata juga mengantar mereka pulang ke rumah kontrakan mereka yang ada di pinggiran kota Jakarta yang masih berupa bangunan semi permanen.


🌿🌿🌿


"82, 83,84,85,86,87,88,89,90........" Dave menghitung dengan menggunakan kerikil kecil di halaman belakang rumahnya.


"Astaghfirullah ya Allah, seperti nya dulu masa kanak-kanak putra ku rupanya tidak pernah senang dan bahagia! Buktinya di usia yang seharusnya ia sudah mempunyai anak ia malah mainin kerikil dan menghitungnya seperti anak kecil. Apa mungkin aku dulu terlalu mengekang nya terus di rumah ya waktu kecil ?? " gumam Mami Sita dari depan pintu memperhatikan Dave.


"Ngeliatin apa sih Ndoro, serius amat? " Tanya Mbok Sri sambil memegang sapu ijuk.


"Tuh, liatin si anak yang masa kecilnya kurang bahagia! " jawab Mami sambil mengangkat dagunya ke arah Dave.


"Astaga Raden? Ngapain mainan ini batu kerikil ?? " pekik Mbok Sri langsung mendekati Dave.


Mami Sita mengikutinya dari belakang dan duduk di bangku yang ada di belakang Dave duduk.


"Jangan di ambil lah Mbok batunya! Dave lagi menghitung hari ini, sekarang tinggal 17 hari lagi yang tersisa! " ucap Dave mencegah Mbok Sri ketika ingin membereskan batu-batu yang di kumpulkan Dave.


Mbok Sri melongo mendengar omongan Dave, begitu juga dengan Mami Sita yang ikutan heran dengan ucapan anaknya.


"Apa maksud kamu bicara seperti itu? Makin ngelantur aja ini anak! Ngigau ini pasti! " omel Mami Sita dengan wajah heran.


"Ish... Enak aja Mami bilang aku ngigau! Aku ini lagi menghitung hari masa iddah Tata selesai.. Jadi dari hari ini tinggal 17 hari lagi masa iddah Tata akan selesai genap tiga bulan 10 hari! " jawab Dave dengan wajah kesal di katain ngigau.


"Apa??? Jadi dari tadi kamu menghitung batu ini cuma menghitung kapan berakhir nya masa iddah Tata selesai?Begitu?? " tanya Mami Sita dengan wajah tidak percaya.


"Iya?? Emang nya kenapa Mi? " tanya Dave balik setelah menjawab pertanyaan Mami nya.


"Astaghfirullah ya Allah!! " ucap Mami Sita menepuk pelan dahinya.

__ADS_1


Mbok Sri tertawa geli mendengar omongan anak majikan nya yang begitu menanti masa iddah kekasihnya dengan tidak sabaran.


"Astaga Le, le... Sri, panggilin Nah kemari! Suruh ia bawa kendi yang di atas meja makan tadi ke sini! " perintah Mami Sita kepada Mbok Sri.


"Baik Ndoro! " jawab Mbok Sri sambil pergi masuk ke dalam rumah.


"Ngapain sih Mi di bawa keluar segala kendi nya? " tanya Dave heran.


"Untuk menyiram kepala koe yang kebangetan banget sih gak ada isinya! " omel Mami Sita dengan kesal.


"Astaga Mami... Tega banget sih ngatain kepala anaknya gak ada isinya! " pekik Dave tidak terima.


"Mbuh lah, ora ngurusi... Punya anak lanang satu-satunya kebangetan banget Gusti.. Gusti... Wes Nah, sini kendi nya! Saya mau minum! " ucap Mami Sita keki sambil menyuruh Mbok Nak mendekat.


"Njih Ndoro! " jawab Mbok Nah sopan.


Mami Sita pun mengambil kendi yang di letakkan Mbok Nah di meja kecil di sebelah kursinya dan menuangkan isi nya ke gelas yang sudah di siapkan Mbok Nah, kemudian meminumnya beberapa tegukan.


"Ya Allah Gusti.... Gusti.... Kalau seandainya bisa di tukar tambah, aku yo wes tukar tambah iki anak dengan yang lebih pintar dikit, gak koyo ngono.. " ucap Mami Sita dengan menghela nafas kasar.


Mbok Nah yang masih berdiri di samping Mami Sita terkikik geli mendengar omongan majikannya akan anak laki-laki nya itu.


"Jahat banget sih Mi, lebih kayak ibu tiri! Masa anak sendiri di doakan kayak gitu! Emang Mami mau anaknya ini jomblo sampai ke liang lahat! " teriak Dave protes dengan ucapan Mami nya.


"Allahu Akbar ini anak.... Udah, cepetan pergi sana! Dasar Bule kompeni borokokok... Kelakuannya bikin orang pusing aja! " pekik Mami Sita mengusir Dave sambil memijit keningnya.


Dave yang di usir Mami nya langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap menemui Tata di rumahnya.


Dua puluh menit kemudian, Dave sudah siap dan rapi dengan dandanan kasualnya yang membuat wajah tampan Bule nya semakin bersinar dan macho. Ia keluar rumah sambil bersiul kecil memasuki mobilnya yang sudah siap di depan teras. Ia melajukan kendaraan nya dengan sesekali bersenandung mengikuti lagu yang ia putar untuk menemaninya selama berkendara.


"Tata sayang, Babang tamvan datang.... " ucap Dave ketika memasuki gerbang rumah Tata.


Ia memarkirkan mobilnya di parkiran yang langsung di sambut beberapa security di rumah Tata yang menaruh hormat padanya. Dave membalas mereka dengan melambaikan tangannya, kemudian berlari-lari kecil menuju pintu dan memencet bel.


Tak lama berselang, Tata keluar dengan berdandan yang sama yaitu memakai pakaian kasual yang sama-sama memakai kaos bewarna putih.

__ADS_1


"Ya ampun.... Ternyata kita memang sudah jodoh sayang! Lihat, kita bahkan memakai pakaian yang sama warna nya! Padahal kita kan gak janjian! " ucap Dave dengan pede nya.


Tata yang melihat Dave sudah berdiri di hadapannya hanya menghela nafas pelan dan sedikit memicingkan matanya melihat pakaian mereka sama-sama putih.


"Kok bisa ya? " gumam Tata dengan heran.


"Ya bisalah... Itu artinya hati kita sama, sama-sama sudah terkoneksi layaknya jaringan internet. Jadi apa yang kamu pikirkan juga sama dengan apa yang aku pikirkan! " jawab Dave sok tahu.


"Dih, itu cuma kebetulan aja! Dah lah, aku mau pergi dulu ke Resto! " sangkal Tata sambil berjalan menuju parkiran kendaraannya.


Melihat Tata yang berjalan ke arah mobilnya, membuat Dave langsung sigap meraih tangan Tata dan membawanya menuju mobilnya dan memasukkan Tata paksa ke dalam mobil.


"Mulai sekarang kemanapun kamu pergi harus sama aku! " ucap Dave dengan menutup pintu dan berlari memutar, masuk ke sisi bagian setir.


"Dasar posesif! " gerutu Tata pelan tapi tidak membantah ucapan Dave.


Dave pun melajukan kendaraan nya menuju Resto yang akan di kunjungi Tata.


Sepanjang jalan tidak henti-hentinya gombalan yang di lontarkan Dave yang mana membuat Tata tersenyum geli karena merasa seperti bersama abege yang sedang mabuk cinta yang sedang merayu pujaan hati.


"Dasar Bule edan! Untung cakep, kalau kagak udah aku kasih Tegar untuk di eksekusi... Hi.... Hi... Hi... " batin Tata terkikik geli tanpa sepengetahuan Dave.


Mereka pun akhirnya sampai juga di Resto, dan ternyata di sana sudah menunggu Sandra dan Susan.


"Bah, bawak bodyguard kau rupanya Tet? " ucap Sandra meledek Tata.


"Cie-cie.... Udah jadian kayaknya nih! Gak lama lagi bakalan berkibar dong janur kuning! " tambah Susan ikutan meledek Tata.


"Sukak kelen lah... " jawab Tata masa bodo.


Ia pun lalu dengan santai memasuki Resto bersama Dave yang berjalan di samping nya. Ketika hendak menginjakkan kaki ke dalam Resto, tiba-tiba ada yang berteriak menyuruhnya berhenti.


"Berhenti!!! " teriak seorang pria yang bersuara keras dari arah belakang mereka.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf karena baru update setelah sekian lama karena kesibukan di dunia nyata yang sangat-sangat menguras waktu dan tenaga, semoga Up kali ini tidak mengecewakan para reader's sekalian...


Selamat membaca dan selamat berakhir pekan reader's semuanya, dan selamat tahun baru Hijriyah bagi yang merayakannya...


__ADS_2