
Tata yang melihat reaksi Dave hanya diam saja, ia tidak membantah dan tidak membenarkan. Selagi itu tidak mengganggu dan mengusiknya ia hanya menganggapnya angin lalu.
Ia tidak perduli dengan hadiah atau sanjungan orang padanya, ia hanya bersikap ramah dengan orang yang ramah juga kepadanya, begitu juga sebaliknya.
Melihat reaksi Bos nya membuat wajahnya Arka berubah kecut dan sebel.
"Bos, kenapa memarahi saya? Saya hanya menyampaikan apa yang mereka katakan untuk Nona Tata! Lagi pula tidak mungkin saya melarang orang yang ingin memberikan hadiah, yah walaupun dengan maksud tertentu! " ucap Arka protes.
"Protes sekali lagi, gaji mu aku potong 50% dan tidak ada bonus lagi untuk bulan ini! " ucap Dave dengan nada mengancam.
Arka langsung kicep mendengar ancaman Dave dan ia kembali diam sambil mengumpat Bos nya itu dalam hati.
Tata tersenyum kecil melihat Arka yang langsung ciut karena ancaman Dave.
Mereka semua masuk ke dalam mobil dan kali ini Arka yang ikut duduk di depan menemani Pak sopir.
Tata tiba di rumahnya pada pukul 23.30,karena sudah malam Dave hanya mengantar Tata sampai pintu masuk utama saja, tidak sampai ke dalam rumah seperti biasanya.
Ia lalu pergi setelah melihat Tata masuk ke dalam rumahnya. Di perjalanan pulang Dave teringat dengan kado yang ia rampas dari Arka sewaktu hendak masuk ke dalam mobil tadi. Ia mengambilnya dan membukanya dengan kasar.
Terdapat sebuah kotak ukuran sedang berwarna merah darah dan ketika di buka, ia terbelalak kaget ternyata isinya sebuah gelang tangan yang teramat mewah terbuat dari emas putih dan di hiasi permata langka berwarna biru dengan tiga titik yang membuatnya terlihat begitu wah jika di pakai.
Dave melihat ada secarik kertas di bawah gelang tersebut dan ia meremas kertas tersebut dengan wajah merah padam menahan amarah.
" Gelang yang sangat cantik dan mewah ini cocok sekali jika di pakai di tangan perempuan cantik dan anggun seperti diri mu "
By R. J
Ketika sudah sampai di rumah, Arka membuka kan pintu mobil dan langsung memberikan kotak tersebut ke tangan Arka.
"Aku tidak mau tahu, cari semuanya informasi tentang orang yang memberikan kado ini! Cari sampai ke lobang semut sekali pun seperti apa orang itu dan juga cari semua usahanya baik yang legal maupun yang ilegal. Dan berikan semua informasi itu di meja ku besok pagi! " titah Dave dengan wajah datar dan dingin.
Arka melongo dengan wajah shock mendengar perintah kilat Bos nya itu dan ia langsung memasang wajah sedih karena alamat malam ini ia akan bergadang dan tidak bisa tidur jika belum memiliki informasi itu.
"Nasib jadi bawahan, apes banget sih malam ini! Mau istirahat sambil mimpiin yayang Susan, eh di suruh lembur lagi! Nasib, nasib! " gumamnya dengan wajah lesu.
Arka lalu melihat isi kotak tersebut, matanya terbelalak kaget seperti Dave pertama tadi yang terkejut melihat isi kotak tersebut dan langsung menjerit dan menangis dalam hatinya.
"Hu... Hu... Hu.... Apes banget jadi bawahan! Gara-gara jealous aku harus menderita malam ini! Hu.... Hu... Hu... " batin Arka yang menangis dalam hati.
"Sepertinya si Bos bakalan punya saingan baru yang akan memperebutkan Nona Tata! " gumam Arka dengan lirih.
Arka lalu masuk ke paviliun yang ada di belakang rumah Dave, karena sudah malam ia juga tidak mau kembali ke apartemen nya yang jaraknya lumayan jauh jika dari rumah utama keluarga Ryder.
Arka mempunyai kamar sendiri di Paviliun tempat semua pekerja di rumah besar ini. Mereka memang di manjakan dengan fasilitas yang sangat memadai dari tempat-tempat lain yang hanya memberikan kamar seadanya untuk para pekerja nya seperti yang di alami pekerja di rumah Ajeng.
πΏπΏπΏ
Keesokan harinya...
"Aaaaaarrrrrgggggghhhhhh...... " teriak Dave dengan kencang sambil meremas rambutnya dengan kasar.
Mami Sita yang baru saja turun, langsung berlari ke arah ruang kerja ketika mendengar teriakan Dave yang seperti membutuhkan pertolongan.
"Brak.... " Mami Sita membuka paksa pintu ruang kerja.
"Astaga Mami.... Kasar banget sih buka pintunya! " ucap Dave sambil mengelus dadanya karena kaget.
"Gimana Mami gak kasar jika dengar kamu teriak kencang kayak anak gadis yang mukanya tumbuh jerawat aja! " omel Mami Sita dengan wajah kesal.
"Dih, Mami sensi banget! " jawab Dave cengengesan.
"Ngapain sih teriak-teriak segala! Bikin orang kaget aja tau gak! Mami kira kamu kenapa-napa, bikin orang khawatir aja! " tanya Mami Sita ketus.
"Honey.... Honey.... Kamu gak papa? Kenapa teriak kencang kayak gitu? Papi lagi di kamar mandi Mami teriak gitu! Apa yang sakit, Honey?? " ucap Papi yang datang tiba-tiba dan langsung membolak-balikkan tubuh Mami Sita hingga membuat Mami Sita pusing.
"Astaga Papi??? Mami pusing nih Papi bikin! Yang teriak itu bukan Mami tapi tuh orangnya! " pekik Mami Sita sambil menunjuk ke arah Dave.
__ADS_1
"Apa??? Hei, Boy?? What happen?? " tanya Papi dengan memicingkan matanya.
"45 hari, baru 45 hari. Masih sisa 55 hari lagi, aku frustasi karena masih lama banget nunggu 55 hari! " jawab Dave dengan ambigu.
"Kamu ngomong apaan sih, jangan bikin Mami sama Papi makin bingung? " hardik Mami dengan kesal.
"Itu Mi, masa iddah Tata baru berjalan 45 hari, masih 55 hari sisa nya ! Itu yang bikin Dave frustasi, Dave galau, Dave takut Tata di ambil orang! " jawab Dave dengan menutup kedua mukanya.
"Plak.... Plak... " Mami Sita memukul bahu Dave dua kali karena gemes.
"Aduh Mi, sakit tauk! Mami seneng banget main kekerasan dengan anaknya sendiri! " ucap Dave mengaduh kesakitan padahal Mami Sita hanya memukulnya pelan.
"Biarin, gemes banget Mami sama anak yang bodoh kayak kamu! Dari tadi bikin orang cemas hanya karena masalah sepele kayak gitu! " jawab Mami Sita sebel.
"Mami bilang masalah sepele?? Ini masalah besar Mami?? Asal Mami tahu aja, tadi malam itu ada yang memberikan Tata kado sebuah gelang yang cukup mewah, itu tandanya ada seseorang juga yang sedang mengincar calon menantu Mami! Emangnya Mami mau kalau calon mantu kesayangan Mami itu di embat orang?? Enak aja Mami bilang masalah sepele! " ucap Dave dengan nada kesal.
"Jelas aja lah ini masalah sepele, kamu nya aja yang terlalu lebay membesarkan nya seakan-akan ini masalah besar. Asal kamu tahu aja, jika masa iddah Tata belum selesai, siapa pun! Ingat! Siapa pun tidak akan bisa menikahinya karena masih dalam suasana iddah. Iddah seorang wanita itu masa-masa milik Allah, hak nya Allah sebelum wanita itu selesai masa iddah nya tidak seorang pun yang bisa menikahinya karena itu sudah ketentuan perintah Allah SWT.. Paham kamu?? " jawab Mami Sita panjang lebar dengan wajah geram.
"Oh gitu ya Mi?? Alhamdulillah deh kalau memang seperti itu! " sahut Dave dengan mengangguk-angguk.
"Cih, pendidikan aja yang sampai S3 tapi pengetahuan seperti itu aja gak tahu! " cibir Mami Sita dengan bibir manyun.
"Jelas aja Dave gak tahu, Mi! Soalnya pengetahuan tentang iddah kan gak ada dalam mata kuliah Dave S1, S2 dan S3. Jadi gimana Dave bisa tahu! " jawab Dave sekenanya.
"Dasar Bule Borokokok! Bisa aja kalau ngeles... Ayo Pi, kita tinggalin aja anak ini disini! Mami lapar gara-gara kesal dengan anak satu ini! Untung aja anak laki-laki kita cuma satu ini, coba kalau dua atau tiga, bisa-bisa Mami langsung keok ngadapin semuanya! " sahut Mami sambil menggandeng lengan kekar Papi keluar dari ruang kerja tersebut.
"Ayo Mi... " jawab Papi juga dengan melangkahkan kakinya keluar.
Sepeninggalan kedua orang tuanya, Dave duduk kembai di meja kerjanya sambil senyum-senyum sendiri melihat kalender yang ada di atas meja tersebut.
"Oh iya, kemana si Arka? Udah siang begini kenapa dia belum datang memberikan laporannya! " gumam Dave sambil melihat ke arah pintu masuk ruang kerja.
Karena ini hari Minggu, jadi hal itu juga yang membuat Arka memutuskan untuk menginap saja di Paviliun yang ada di belakang rumah utama keluarga Ryder.
πΏπΏπΏ
Kediaman keluarga Batari.
"Ajeng!! Bangun kamu!! Bangun Ajeng! Sudah jam 9 ini! " Teriak Nyonya Sekar dengan mengguncang tubuh Ajeng dengan keras.
Nyonya Sekar menutup hidungnya ketika mencium bau minuman keras dari mulut sang putri. Ia membuka gorden kamar Ajeng yang tadinya gelap menjadi terang benderang yang mana membuat Ajeng menutup wajahnya dengan bantal karena silau dengan cahaya matahari yang masuk melalui kaca jendela kamarnya.
"Mama apa-apaan sih! Aku masih ngantuk! Mau tidur lagi! " ucap Ajeng masih dengan mata yang tertutup rapat.
"Ini anak di bangunin malah makin lanjut tidur! Ayo bangun, kamu mau Papa kamu tahu semalam kamu mabuk-mabukan? Iya? " ancam Mama nya dengan agak kesal.
Ajeng langsung terduduk ketika Papanya di sebutkan. Jujur saja, ia begitu takut dengan sosok Papa nya, meskipun jarang di rumah dan jarang marah, entah kenapa ketika Papa nya sudah bicara ia begitu takut dan tidak berani membantah omongan nya sama sekali.
Dengan malas-malasan, Ajeng bangun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri agar bau tidak enak dari dirinya hilang.
Begitu Ajeng masuk ke kamar mandi, Nyonya Sekar pun keluar dari kamar Ajeng dan ketika ke ruang tamu, ia mendengar suara mobil yang datang.
"Mas Galang pulang! Untung saja Ajeng sudah mandi, kalau saja masih tidur bisa mampus aku di marahi Mas Galang. " gumam Nyonya Sekar dengan lirih.
Ia pun pergi keluar menyambut suaminya pulang. Galang pulang setelah dua minggu ke pulau seribu untuk mengecek pembangunan proyek yang di jalani perusahaannya.
"Dimana Ajeng? Kenapa sepi sekali? " tanya Galang tanpa ekspresi ketika Sekar mengambil tas kerjanya.
"Di kamar mengurung diri ! " jawab Sekar dengan asal.
"Mengurung diri?? " ulang Galang dengan memicingkan matanya.
"Iya, semalam ia galau karena gagal menarik perhatian Davin. Davin datang membawa perempuan cantik yang tidak tahu siapa namanya. Ia gagal menjalan kan niatnya karena Davin dan perempuan itu kabur tanpa sepengetahuan Ajeng! Itu yang aku tahu. " jawab Sekar lagi mengatakan persis yang di racau Ajeng tadi subuh.
"Anak itu! Apa tidak ada laki-laki lain selain Davin? Dimana harga dirinya sebagai seorang perempuan yang selalu mengemis cinta laki-laki yang sudah terang-terangan menolak nya! " ucap Galang dengan agak kesal.
"Ya, mau gimana lagi! Ajeng nya sudah cinta mati dengan Davin. Jadi laki-laki lain yang lebih dari Davin pun tampak biasa saja bagi anak mu itu! " sahut Sekar dengan santai sambil membolak-balikan majalah yang ia pegang.
__ADS_1
"Terserah lah kalau begitu! Jika ada apa-apa laporkan langsung padaku! Aku mau mandi dulu! " ucap Galang datar sambil naik ke lantai atas untuk membersihkan diri.
Sekar tidak menanggapi ucapan suaminya, baginya pernikahan mereka hanya formalitas semata di hadapan anak-anak mereka dan di hadapan orang-orang.
πΏπΏπΏ
Hari Minggu...
Sandra dan Nana berencana pergi ke rumah Kadir, untuk mengajak anak-anak jalan-jalan di akhir pekan ini.
"Kak, Kak Tata gak di ajak? " tanya Nana ketika sedang masuk ke dalam mobil.
"Udah, tadi katanya dia pengen jadi kaum rebahan hari ini, mumpung gak ada kegiatan! Capek katanya mau jalan-jalan! " jawab Sandra jujur.
"Oh gitu! Ayok kakak kita cusss... " ucap Nana setelah memasang seatbelt nya.
"Come on girl ! " jawab Sandra dengan kencang.
Mobil yang di kendarai Sandra berjalan dengan santai membelah jalanan ibu kota yang sangat ramai di hari minggu karena libur jadi semua orang sudah bisa berbaur kembali meskipun masih menggunakan masker.
Mereka sampai di kontrakan Kadir setelah menempuh perjalanan selama 20 menit. Tampak di teras Kadir menemani Kayla dan Kana bermain masak-masakan dengan Kadir yang bertindak sebagai pembeli.
Mereka berhenti bermain ketika sebuah mobil berhenti di depan teras rumah mereka. Kayla dan Kana berteriak kencang ketika melihat Sandra turun dari mobil.
"Mama !!! Hore Mama datang!! " pekik mereka berdua gembira sambil melompat-lompat.
Tanpa di suruh Kayla mencium tangan Sandra dan Kana ikut melakukan apa yang dilakukan kakaknya itu.
"Ya ampun!! Pintar banget anak sholehah Mama! " ucap Sandra sambil mengusap lembut rambut mereka berdua.
"Tante Nana gak di salam juga nih! " rajuk Nana dengan wajah cemberut ketika turun dari mobil.
"Ila kira Mama datang sendiri! " jawab Kayla sambil meraih tangan Nana dan menciumnya.
Kemudian giliran Nana yang menyalami tangan Abang nya, Kadir. Sedangkan Sandra langsung di tarik anak-anak untuk bermain menggantikan Papa mereka.
"Tumben pagi banget kalian datang ke sini? " tanya Kadir sambil melihat jam tangannya.
"Udah jam 8 Abang! Bukan pagi banget! " jawab Nana dengan ketus.
"Ha... Ha... Ha.... Jelas aja masih pagi banget! Soalnya kan dulu setiap hari Minggu kamu pasti bangun jam 11 siang. Sama seperti Anika, yang malas bangun pagi ketika hari minggu. " ucap Kadir dengan terkekeh geli.
"Ish... Suka banget sih buka kartu marah adiknya sendiri! " sahut Nana dengan wajah mengerutu.
"Ngomong-ngomong udah rapi begini, kalian mau ke mana? " tanya Kadir kepo.
"Mau ajak anak-anak jalan-jalan! Mumpung hari libur dan anak-anak ada di rumah! " jawab Sandra ikut bicara.
"Hore jalan-jalan!! Kayla senang mau jalan-jalan, soalnya Kayla belum pernah jalan-jalan selama tinggal di sini! " ucap Kayla kegirangan karena akan bepergian bersama-sama.
"Ana mau gak ikut jalan-jalan? " tanya Sandra dengan lembut.
"Atu au alan-alan.. " ucap Kana dengan bahasa cadelnya.
"Kalau gitu, ayo kita ganti baju dulu anak-anak! " ajak Nana sambil masuk ke dalam rumah kontrakan abangnya dengan membawa Kayla dan Kana untuk berganti pakaian.
Setelah siap, mereka pun pergi jalan-jalan tidak terkecuali Kadir yang juga di paksa ikut oleh Nana dan Sandra.
Mereka pergi Trans Studio Jakarta, untuk melihat berbagai pertunjukan dan arena bermain yang aman untuk Kana.
Kayla sangat antusias sekali ketika mereka memasuki Trans Studio Jakarta. Ia menunjuk apa saja yang ingin ia mainkan. Sedangkan Kana di bawa Nana ke area bermain anak-anak yang usianya sama dengan Nana.
Kadir memperhatikan mereka dari jauh karena ia hanya ingin menemani anak-anak nya bermain dengan puas.
"Dasar pelakor! Puas kamu sudah mengambil suami saya! Sekarang kamu mau mengambil anak-anak saya lagi! " teriak kencang seseorang di belakang Sandra yang sedang main bersama Kayla.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat berakhir pekan readers semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan ππ..