
"Oh.... Apa??? " teriak Tata kaget.
"Terus si Bontot bilang apa lagi Mas? " tanya Tata dengan langsung duduk merapatkan dirinya pada sang suami.
"Semangat banget dengar kabar sang mantan! " ucap Dave dengan nada ketus tanpa menjawab pertanyaan istrinya itu.
Entah mengapa melihat Tata agak antusias begitu membuat hati Dave agak tidak suka dan cemburu karena Tata masih mengingat mantan suaminya itu.
Tata yang tahu kalau suaminya itu cemburu semakin semangat membuat hati suaminya terbakar api cemburu.
"Jadi pengen tahu bagaimana si Bule kalau lagi cemburu? Kalau dulu marah banget sama Arkan saat ada yang memberikan hadiah waktu pesta kala itu! Kalau sekarang gimana ya sikapnya ?Jadi penasaran banget! Hi... Hi... Hi... " batin Tata cekikikan dalam hatinya.
"Bukan semangat Mas... Tapi heran aja kok pihak kepolisian gak ngabarin aku? Padahal waktu kasus emaknya membuat ulah pihak kepolisian langsung nelpon aku! Gitu loh... " jawab Tata santai.
"Ya... tapi gak kayak gitu juga lah ekspresi nya! Kelihatan banget masih peduli! " ujar Dave makin ketus.
"Biar bagaimana pun juga kan kita pernah menikah Mas, dia pernah membuat aku cukup bahagia walau hanya sesaat! Lagian apa untung nya coba memupuk dendam sama mereka, yang ada malah bikin penyakit. " sahut Tata lagi.
"Sandra gak ngomong apa-apa lagi, cuma ngasih tau itu aja! " ucap Dave jujur.
"Oh, gitu aja! Ya udah lah kalau cuma itu! " sahut Tata lagi sembari mendusel-dusel kepala nya di ketiak suaminya.
Melihat reaksi istrinya seperti itu membuat rasa cemburu Dave menguap seketika, apalagi saat kepala Tata mendusel-dusel di bawah ketiaknya mencari kenyamanan.
"Pokoknya aku gak suka kamu membicarakan laki-laki lain termasuk mantan suami kamu ya yank... ! Kamu itu hanya punya aku dan milik aku! Hanya aku saja yang boleh kamu bicarakan! " ucap Dave sungguh-sungguh sembari memeluk erat tubuh istrinya itu.
"Iya Tuan posesif... ! Udah mesum, posesif lagi! Untung sayang! " jawab Tata dengan membalas pelukan suaminya.
"Kamu sih gak peka banget kalau aku itu cemburu! Aku paling gak suka orang yang cintai membicarakan mantan-mantan nya! " ujar Dave berterus-terang.
"Jadi tadi Mas cemburu?? " tanya Tata pura-pura tidak tahu.
"Suami mana sih yang gak cemburu saat istrinya semangat banget mengetahui kabar sang mantan! " jawab Dave dengan wajah masam.
"Uluh.. Uluh... Uluh.... cemburu rupanya suamiku tadi! " ucap Tata mencubit gemes pipi suami nya.
Saat ia sedang bermanja-manja dengan meledek dan menggoda suaminya, ponselnya kembali berdering tetapi bukan dari Sandra melainkan dari Kadir.
Dave segera bangkit untuk mengambil ponsel Tata yang ia letakkan di atas meja rias. Ia lalu menyerahkan ponsel tersebut pada istrinya. Tata mencekal lengan suaminya saat Dave hendak beranjak pergi setelah menyerahkan ponsel tersebut ke tangan Tata.
Tata memberikan isyarat tangan agar Dave kembali duduk di sisi nya di atas kasur sambil memegang ponsel di tangan kanan.
"Bang Kadir... ! " gumam Tata sebelum menjawab panggilan tersebut.
Setelah Dave duduk kembali di sampingnya, barulah Tata menjawab panggilan telepon dari Kadir untuk panggilan yang kedua.
"***Hallo Assalamu'alaikum... ! " ucap Tata menjawab dengan meng loudspeaker panggilan tersebut.
"Walaikumsalam Ta... Maaf kalau panggilan Abang mengganggu waktu santai mu di sore ini! " sahut Kadir dari seberang sana.
"Gak papa kok Bang! Lagipula aku juga gak sibuk kok! Ada apa ya Bang nelpon aku? " jawab Tata langsung tanpa basa basi.
"Ini Ta... Dika di temukan pingsan dan sekarang lagi di rumah sakit Bhayangkara. Kata Dokter Dika terkena serangan mendadak dan sekarang ini keadaannya kritis. Tadi siang Abang sudah kesini sama Sandra, dan sekarang Abang lagi di sini bersama Riko setelah mengantar Sandra dan Kana pulang! Dika masih belum sadar dan sudah beberapa jam yang lalu ia mengigau memanggil namamu Ta. Dokter meminta nama yang di sebutkan tadi untuk datang karena dengan kehadiran mu semoga saja Dika bisa cepat sadar dan keluar dari keadaan kritis nya! Abang tahu jika Dika banyak berbuat salah padamu Ta... Tapi bisa gak kamu datang ke rumah sakit tapi dengan izin suami mu? " sahut Kadir dengan suara serak karena menangis.
__ADS_1
"Innalillahi..... Tata gak bisa janji ya Bang! Tapi insyaallah Tata akan berusaha meminta izin Mas Dave untuk menjenguk Bang Dika! " jawab Tata dengan agak tidak enakan.
"Gak papa Ta... Yang penting Abang sudah menyampaikan saran dokter untuk memanggilmu ke sini! Maaf ya Ta, abang sudah ganggu waktu mu! Assalamualaikum... ! " sahut Kadir mengakhiri panggilannya.
"Ya Bang, waalaikumsalam... ! " jawab Tata dengan menutup panggilan tersebut***.
"Gimana Mas.... ? " tanya Tata begitu panggilan tersebut selesai.
"Apanya yang gimana? " jawab Dave pura-pura tidak tahu maksud istrinya.
"Jangan kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu maksud aku! Boleh gak aku jenguk Bang Dika di rumah sakit? " ucap Tata dengan bertanya kembali pada suaminya.
Dave terdiam mendengar permintaan Tata menjenguk mantan suami nya di rumah sakit. Di satu sisi ia ikut prihatin atas apa yang menimpa Dika, tapi di sisi lain ia takut Tata luluh dan membangkitkan kembali rasa cinta di antara mereka. Meskipun ia sudah mendapatkan Tata seutuhnya, tapi Dave tidak rela jika Tata kembali pada mantan suaminya itu.
"Mas... Aku datang hanya untuk menjenguk sebagai rasa kemanusiaan sesama manusia, bukan untuk kembali atau merajut cinta lagi dengan Bang Dika! Lagipula aku akan pergi ke sana tidak sendirian, tetapi sama kamu juga yang sudah menjadi suami aku! Kita kan tidak tau, mungkin saja ia ingin meminta maaf padaku atau berpamitan padaku untuk yang terakhir kalinya. " sahut Tata lagi dengan menatap dalam wajah suaminya.
"Kamu kok tau sih yank kalau aku berpikir kalau kamu balikan lagi sama mantan kamu itu? " tanya Dave heran.
"Ya tau lah Mas... Orang muka kamu aja bisa menjelaskan semuanya tanpa perlu berkata-kata! " jawab Tata sok puitis.
"Huh... Dasar sok puitis! Tapi janji ya jangan dekat-dekat, jangan pegang-pegang nanti di sana! " ucap Dave merengek dengan memeluk tubuh Tata.
"Iya, janji jangan pegang-pegang! Tapi kalau gak dekat gimana aku ngomong nya Mas? Kan dia gak sadarkan diri? Masa iya ngomongnya jauh-jauhan sambil teriak-teriak? " sahut Tata lagi dengan bingung.
"Benar juga ya... ! Ya udah deh, boleh lah dekat-dekat tapi aku gak mau jauh-jauh dari kamu! " jawab Dave ngalah.
"Iya... Gampang itu kok! Mas dekat aku aja terus jangan kemana-mana! Kalau gitu kita pergi sekarang ya? Aku mau siap-siap dulu! " ucap Tata dengan tersenyum.
"Yakin mau pergi dengan jalan yang kayak gitu? " tanya Dave saat melihat cara Tata berjalan.
"Haaah.... Agak gak rela melihat istri menemui mantan nya meskipun mantan nya sedang sakit parah! Tapi kalau gak di kasih izin, aku jadi orang egois banget lagi gak ada rasa perikemanusiaan dengan sesama manusia! " gumam Dave lirih dengan hati tidak rela.
"Tahan Dave.. Tahan... ! Jangan kau tunjukkan rasa tidak suka mu! Ini hanya sebentar saja! Jangan sampai istrimu menjadi ilfil dengan sikap cemburuan mu itu! " ucap nya lirih berbicara dengan dirinya sendiri.
Ia pun bangkit juga menyusul istrinya memasuki ruang walk in closet mengganti pakaian.
Tidak berapa lama Tata dan Dave turun ke lantai bawah dengan berpakaian rapi dan bergandengan tangan. Mereka menemui Mami dan Papi yang sedang mengobrol santai bersama mertuanya Abeth di teras samping rumah.
"Kalian berdua mau kemana? Rapi amat sore-sore gini! " tegur Mami Sita langsung begitu melihat pasangan tersebut berjalan mendekati mereka.
"Ada urusan sebentar Mi.. ! " Dave yang menjawab saat Tata baru mau membuka mulutnya untuk bicara.
"Urusan apa sih sore-sore gini? Kamu gak papa kan sayang? " sahut Mami Sita memicingkan matanya sambil bertanya kepada Tata.
"Tata gak papa Mi, Oh ya... Tata sama Mas Dave pamit keluar dulu ya Mi! Gak lama kok! Palingan habis Magrib udah sampai rumah karena jalanan macet jam segini! " jawab Tata dengan tersenyum seraya meminta izin keluar rumah.
"Ya udah... Hati-hati ya.. ? Langsung pulang kalau urusannya udah selesai! " ucap Mami Sita memberikan izin.
Tata dan Dave pun menyalami semua orang dan keluar rumah dengan Samson sebagai supir.
"Rumah sakit Bhayangkara di daerah xxx ya, Son! " perintah Dave begitu mereka sudah di dalam mobil.
"Baik Raden... ! " jawab Samson patuh dan langsung tancap gas menuju lokasi.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tanpa bicara seperti orang lagi marahan, tapi tangan tetap saling bertaut bergandengan tanpa mau mereka lepaskan.
Akhirnya sampai juga setelah 30 menit berkendara karena jalanan macet banyak kendaraan yang pada pulang kerja.
Tata turun duluan tanpa melepaskan tautan jemari mereka yang saling menggenggam. Mereka berjalan perlahan karena Tata belum bisa berjalan cepat-cepat menuju ruangan Dika di rawat.
Dari kejauhan ia melihat Kadir dan Riko duduk di kursi tunggu dengan wajah yang tidak bisa di bilang senang.
"Bang... ! " panggil Tata dari jarak beberapa meter.
Kadir langsung menoleh ke asal suara dan tampak tersenyum bahagia melihat kedatangan Tata dengan suaminya. Ia langsung berdiri menyambut kedatangan mereka, begitu juga dengan Riko yang ikut berdiri.
"Terimakasih Mister, sudah mengizinkan Tata datang ke sini! " ucap Kadir dengan tulus.
"Hemmmm... " Dave hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya saja.
"Sama-sama Bang! Bagaimana keadaan Bang Dika sekarang ini? " jawab Tata sambil bertanya.
"Masih sama, belum ada perubahan! Hanya mengigau memanggil mu saja dari tadi! " jawab Kadir dengan menggelengkan kepalanya.
"Yang sabar ya Bang! Mudah-mudahan Bang Dika segera sadar dan melewati masa kritis nya! " ucap Tata dengan tulus.
"Aamiin.... Terimakasih banyak atas doa nya Ta... ! " jawab Kadir dengan wajah sendu.
"Oh ya, kalau kamu mau lihat itu ruangannya, tapi tidak boleh banyak orang hanya satu yang di perbolehkan. Masuk saja karena ada perawat dan polisi yang berjaga di dalam! " tambah Kadir dengan menunjukkan ruangan yang bertulisan Anggrek No 204.
"Iya Bang, nanti aku masuk! " jawab Tata mengangguk pelan.
Ia lalu membawa suaminya duduk di kursi tunggu yang agak jauhan sedikit dari tempat Kadir dan Riko duduk.
"Mas... Aku masuk jenguk Bang Dika dulu ya? Kan tadi Mas dengar kalau hanya boleh satu orang aja yang masuk! " ucap Tata meminta persetujuan suaminya.
"Tadi di rumah bilang aku hanya dekat kamu saja, gak boleh jauh-jauh! Sekarang malah mau masuk sendirian! " sahut Dave dengan nada keberatan.
"Iya sih Mas.... ! Tapi kan kita tidak tahu kalau sampai di sini hanya satu orang yang boleh masuk! Boleh ya Mas, Ya... ? Janji deh ntar malam kita ngadon baby tiga ronde! " rayu Tata dengan mengedipkan matanya.
Dave tampak berpikir sejenak menimbang tawaran Tata, dan ia pun langsung menyetujuinya.
"Oke, silahkan masuk aja! Tapi ingat, bukan tiga ronde tapi lima ronde dengan berbagai gaya! " ucap Dave dengan tersenyum licik yang membuat mata Tata melotot.
"Emang dasar ini suami! Di kasih hati minta jantung! Ambil kesempatan banget mentang-mentang di tawarin! Nyesal banget tadi aku tawarin kayak gitu! Bisa mampus aku besok gak bisa jalan jika bergulat sebanyak lima ronde nanti malam! Nasib... Nasib punya suami kuat kayak gini! Dah lah... Iyain aja biar dia senang! Ntar keburu berubah pikiran lagi! Mampus lah kau Ta... Ta.... " batin Tata meringis dalam hati.
"Iya... Terserah Mas aja deh, lima ronde! Aku masuk dulu ya, cup.. ! " jawab Tata pasrah sambil berdiri dan mengecup pipi suaminya sekilas.
Ia pun langsung berjalan menuju ruangan tempat Dika di rawat. Sedangkan Dave senyum-senyum sendiri di luar membayangkan pertempuran mereka nanti malam sebanyak lima ronde.
"Asyik..... ! Ternyata ada hikmah nya juga anterin istri jenguk mantan! Nanti malam pasti seru banget sampai lima ronde! Puas-puasin deh si junior ketemu sarang nya semalaman ini! Siapa sih yang gak mau di tawarin tiga ronde kayak gini... Ya aku ambil aja mumpung ada kesempatan! Rezeki anak sholeh emang gak kemana.. Hi.... Hi... Hi.... ! " batin Dave tertawa riang.
Bersambung...
Mohon maaf readers ku semuanya...
Mungkin othor hari ini hanya bisa Up sekali karena si bocil demam nya kumat lagi, padahal baru aja sehat beberapa hari yang lalu ðŸ˜ðŸ˜¢ðŸ˜µðŸ˜·..
__ADS_1
Mohon doa nya agar othor dan anak-anak selalu sehat dan othor bisa selalu Up setiap hari...