
Bi sur segera pergi dari kamar tersebut sebelum Delia memergokinya mengintip. Ia pergi ke dapur untuk memasak makan malam yang sudah Riko pesan pada nya.
Sedangkan Riko merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap foto pernikahan nya dengan Anika.
"Kamu dimana sayang? Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu sudah makan? Aku khawatir sama kamu sayang? Aku rindu omelan kamu, juteknya kamu, aku rindu semuanya! Hati ku sakit ketika tahu kau meninggalkan aku sendiri sayang? Maaf kan aku yang terlalu lemah menjadi seorang suami! " ucap Riko lirih dengan meneteskan air mata.
Biarlah ia dikatakan cengeng dan cemen karena menangis. Ia tidak bisa lagi menahan sesak di hatinya, betapa ia kehilangan ketika Anika pergi dari rumah ini.
Rumah ini dan hidupnya terasa sunyi dan suram ketika pengobat lelahnya sudah tidak ada di sampingnya. Tidak berapa lama, ia pun tertidur sambil memeluk foto pernikahan mereka.
Delia baru saja mengirim pesan kepada seseorang untuk membelikan ia sesuatu. Ia melongokkan kepalanya keluar kamar, melihat apakah ada orang di luar. Setelah memastikan tidak ada siapa-siapa, ia membuka pintu kamar pelan-pelan agar tidak ada suaranya dan berjalan dengan mengendap-endap takut di pergok seseorang.
Setelah yakin tidak ada tanda-tanda ada yang datang, ia membuka pintu keluar dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.
Bi Sur yang baru pulang dari warung mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah ketika melihat Delia keluar rumah dengan mengendap-endap seperti maling yang mau masuk rumah, tapi bedanya ia maling yang mau keluar rumah. Ia membuntuti Delia dari belakang dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat.
"Mau ngapain sih ular berbisa itu keluar diam-diam kayak gitu! Mencurigakan sekali tingkahnya! " gumam Bi Sur pelan.
Ia melihat Delia menghampiri seorang pria yang duduk di atas motor memakai topi hitam. Pria tersebut mengeluarkan sesuatu dari sebuah kresek warna hitam, kemudian menyerahkan isi kresek tersebut kepada Delia. Delia mengambilnya dengan cepat dan memasukkan benda tersebut ke kantong piyama nya.
"Apa yang di masukkan perempuan itu di kantong nya? Ini tidak bisa di biarkan, aku harus lebih mengawasi perempuan itu lebih ketat lagi! Sepertinya aku harus memperingatkan Tuan Riko agar berhati-hati dengan ular berbisa itu! " gumam Bi Sur sambil berjalan cepat agar duluan sampai ke rumah.
Ketika sampai di rumah ia langsung ke dapur agar ketika perempuan itu pulang ia masih berada di dapur.
"Bibi dari mana? Saya cariin dari tadi kok gak ada? " tegur Riko di belakang Bi Sur hingga Bi Sur menjatuhkan kain lap yang ia pegang karena kaget.
"Sssssstttttt! Jangan keras-keras Tuan! Tuan bikin saya kaget aja! " ucap Bi Sur dengan menempelkan jari telunjuk ke bibirnya.
__ADS_1
"Ada apa sih Bi, kayak ada rahasia gitu? " jawab Riko juga dengan berbisik.
Bi Sur membisikkan dengan jarak yang tidak terlalu dekat tapi masih tidak bisa di dengar dengan jarak 5 langkah. Ia terus berbicara dengan apa yang ia lihat barusan sebelum ia kembali ke dapur.
"Kita ikuti permainan perempuan itu Bi! Dia jual kita beli! Bersikaplah seolah-olah tidak tahu apa-apa" titah Riko dengan wajah kesal.
Bi Sur hanya memberikan jempolnya karena mereka mendengar Delia masuk ke dalam rumah karena suaranya agak keras.
Riko pura-pura mengambil air minum dan membawanya ke kamar nya dan hanya diam saja ketika melewati Delia yang berdiri tegak hendak ke belakang. Sedangkan Bi Sur mencuci piring karena kebetulan sekali sebelum ia ke warung piring belum ia cuci.
🎍🎍🎍
"Bang, gimana nanti setelah Abang selesai kerja kita pergi ke rumah Kak Tata? " usul Anika kepada Kadir ketika hendak berangkat mengojek.
"Boleh! Nanti Abang usahakan pulang gak terlalu sore, jadi kita bisa berkunjung ke sana! " jawab Kadir mengiyakan ajakan adiknya.
"Hati-hati di rumah! Kalau ada apa-apa cepat hubungi Abang! " sahut Kadir mengingatkan Anika.
Anika menganggukkan kepalanya dan memberikan jempol tanda setuju. Ia lalu kembali masuk dan menutup pintu takut Kana bangun kelamaan di luar. Kadir pergi mengojek sambil mengantarkan Kayla sekolah.
Sore harinya, Anika sudah bersiap-siap di rumah bersama Kana dan Kayla yang sudah di dandani cantik karena mereka akan ke rumah Tata yang di tempati Mama nya dan Dika. Tak lama kemudian, Kadir kembali dari mengojek.
"Wah, sudah siap ya kalian! Aduh, cantik banget princess-princess nya Papa ini? " puji Kadir dengan wajah bahagia.
"Iya dong? Ila cantik kan Pa pake baju ini! Tante Ika juga yang ikat rambut Ila kayak gini, Bagus gak Pa? " tanya Kayla dengan wajah sumringah.
"Cantik banget dong? Rambutnya juga bagus! Ya sudah, Ila tunggu sebentar sama Tante ya? Papa mau mandi dulu! Abis itu langsung berangkat kita ke rumah nenek! " ucap Kadir memuji anaknya dengan di balas anggukan Kayla.
__ADS_1
Kadir pun bergegas ke belakang setelah menyambar handuknya yang tergantung di kamar. Ia bergegas mandi agar adik dan anak-anak nya tidak kelamaan menunggu.
Tak lama kemudian, Kadir sudah berdiri di hadapan anak-anak dengan pakaian yang rapi dan siap untuk pergi.
Mereka menaiki motor dengan wajah sumringah, terutama Kayla yang begitu semangat sekali di bilang menemui nenek yang belum ia jumpai. Sedangkan Kana mengoceh-ngoceh dalam gendongan Anika dengan bahasa cadel nya yang mana selalu membuat Anika gemes hingga berulangkali menciumi pipi gembul nya.
"Kenapa tampak sepi ya Bang rumah nya? Apa gak ada orang di rumah? " ucap Anika ketika mereka sudah sampai di kediaman Tata.
"Gak tau juga Abang! Coba pencet aja bel nya? " saran Kadir sambil memarkirkan motornya.
Anika lalu memencet bel rumah itu berharap Mama nya dan Abang Dika nya keluar rumah. Namun tidak ada tanggapan dari dalam rumah bahkan seolah-olah rumah tersebut memang tidak ada penghuninya.
Tiba-tiba saja seorang perempuan dewasa seumuran Kadir datang dengan menggunkan motor matik memasuki rumah tersebut dan menegur mereka.
"Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di rumah ku? " tanya perempuan itu penuh selidik.
"Maaf Mbak, setahu saya ini rumah ipar saya yang di huni Adik dan Ibu saya! " jawab Kadir dengan sopan.
"Oh, kamu anak dan kakak dari benalu itu! Asal kalian tahu ya? Rumah ini milik saya karena sudah di jual sama pemilik rumah dan saya yang membelinya! " uca perempuan tadi sambil merogoh tas nya untuk mengambil kunci rumah.
"Apa maksud Mbak? Terus dimana penghuni rumah ini sekarang? " tanya Anika ikut bicara.
"Mana saya tahu! Ngapain juga saya ngurusin hidup orang lain? Bikin susah saja! Maaf saya mau masuk! " ucap perempuan itu sambil mengangkat bahunya dan masuk begitu saja ke dalam rumah dan menutup pintunya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...