Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
84. Bukan urusan mu!


__ADS_3

"Hei... Apa-apaan kamu ini main rebut saja! " pekik Sandra dengan wajah merah padam.


"Kamu itu yang apa-apaan! Saya Mama kandung nya! Terserah saya mau ngapain anak saya! " teriak Yuli tidak kalah emosi.


Ternyata yang mengambil paksa Kana dalam gendongan Sandra adalah Yuli, mantan istri Kadir yang tidak lain ibu kandung Kana dan Kayla.


"Eh kampretos! Walaupun kau itu emak kandung nya, gak gitu juga kali sama anak sendiri! Main ambil paksa aja sehingga anak kau itu menangis kayak sekarang! Dimana otak kau sebagai emaknya! " balas Sandra tidak kalah marah sambil menunjuk kepala Yuli.


"Kurang ajar kau pelakor? " teriak Yuli menjadi-jadi.


"Hellow... Apa kau bilang? Pelakor? Sejak kapan aku menikah dengan lakik kau sampai kau panggil aku pelakor? Kau pikir aku mau jadi bini muda lakik kau itu? Ngaca dong!Ngaca! " teriak Sandra juga sambil tersenyum sinis.


Kana semakin histeris dalam gendongan Yuli, ia meronta-ronta dengan kedua tangan ingin menggapai Sandra. Melihat Kana membuat Sandra semakin geram dengan kelakuan mantan istri Kadir.


Nana yang diam-diam mendekati Yuli dengan cepat merebut paksa kembali Kana dalam pelukan Yuli sehingga Kana terlepas dari gendongan Yuli yang mana membuat Yuli sedikit terdorong kebelakang.


"Kembalikan anak ku sialan! "pekik Yuli dengan wajah marah.


Nana langsung memeluk erat Kana dan bersembunyi di belakang Kadir dengan Kayla yang juga ikut bersembunyi di belakang punggung Papa nya bersama Nana.


Yuli bergerak mendekati Kadir dan tangannya mencoba meraih Kana, namun semaunya langsung di halangi Sandra sehingga Yuli sedikit terhuyung mundur beberapa langkah.


"Kurang ajar kau perempuan sialan! Berani nya kamu menghalangi aku mendekati anak ku! Brengsek kau ******! " teriak Yuli dengan memaki-maki Sandra.


"Plak... "


"Plak... "


"Ini untuk mulut mu yang sembarangan mengatakan aku ******! Aku bukan perempuan seperti mu yang tidur dengan Laki-laki lain ketika masih mempunyai suami! " hardik Sandra dengan keras menghadiahi Yuli dengan dua tamparan di pipi kanan dan kirinya.


Tata menutup mata Kayla dan telinga nya ketika Yuli memaki-maki Sandra, sedangkan Nana menenggelamkan Kana dalam pelukannya.


"Maaf Ibu-ibu! Tolong jangan buat keributan di area rumah sakit! Walaupun ini kantin, tapi ini juga masih di lingkungan rumah sakit, nanti orang-orang pada terganggu dengan keributan ini! " tegur seorang satpam yang datang mendekati mereka.


"Ayo ikut aku! " sentak Kadir dengan wajah penuh emosi sambil menarik tangan Yuli keluar dari area kantin.


"Mas, tolong panggil sopir untuk mengantarkan Nana dan anak-anak pulang ke rumah! " pinta Tata dengan lembut kepada Dave.


"Ok sayang! Kamu mau kemana? " tanya Dave kepada Tata.


"Aku mau nyusul Bang Kadir! Takut Bang Kadir kalap dan merugikan diri nya sendiri nanti! " jawab Tata dengan jujur.


"Ayo, Na! Bawa anak-anak pulang! Mereka tidak pantas menyaksikan pertunjukan yang nanti nya akan membuat mereka trauma! " perintah Tata dengan tegas.


"Iya Kak ! " jawab Nana dengan patuh.


Sandra menatap kepergian Kadir dan mantan istri nya dengan perasaan tidak suka dan cemburu. Entah kenapa hatinya sakit ketika melihat Kadir menarik paksa Yuli menjauh dari orang-orang walaupun ia tahu jika Kadir melakukan semua itu karena tidak ingin Yuli membuat keributan yang mengganggu orang banyak.


"Woi! Bengong aja, ayo buruan susul! " ajak Tata sambil memukul bahu Sandra yang langsung membuat Sandra bangun dari lamunannya.


Sandra pun mengikuti langkah Tata yang mengejar Kadir membawa Yuli entah kemana.


🌿🌿🌿


Kadir menyeret Yuli dengan sedikit kasar hingga ke parkiran yang berada di sebuah basement rumah sakit.


Sesampainya di sana, Kadir langsung melepaskan pegangan tangan nya dengan kasar sehingga membuat Yuli sedikit meringis kesakitan.


"Apa maksud mu membuat keributan dan kekacauan di rumah sakit, Yuli? Apa kau sudah gila? Apa otakmu itu sudah tidak waras membuat keributan di rumah sakit? " bentak Kadir dengan wajah menahan amarah.


"Itu semua salah kamu sendiri, Bang! Aku ingin bertemu anak-anak aku, Bang! Tapi kamu menghalangi aku bertemu mereka! " ucap Yuli tidak kalah keras.


"Apa kamu bilang, aku menghalangi kamu! Kapan Yuli? Kapan? " teriak Kadir lagi dengan emosi.


"Buktinya tadi di taman, kamu menolak memberitahu dimana anak-anak! Kalau kamu langsung memberitahu dimana anak-anak, mungkin aku tidak akan membuat keributan di rumah sakit. " jawab Yuli membantah.


"Apa kamu bilang! Wah, seperti nya pikiran mu itu memang sudah tidak waras! Emangnya kamu minta baik-baik untuk bertemu anak-anak, Hah! Kamu bilang sama aku, Hah! Jawab! Jangan diam saja! " teriak Kadir marah-marah.

__ADS_1


"Keterlaluan kamu, Bang! Kamu berubah, kemana Bang Kadir yang penyayang dan lembut itu? " pekik Yuli tidak terima di marahi Kadir.


"Kadir yang lembut dan penyayang itu sudah mati saat kamu berselingkuh dengan Laki-laki lain! " teriak Kadir dengan wajah merah padam..


Tata dan Sandra melihat dari jauh pertengkaran mereka untuk berjaga-jaga jika Kadir melakukan kekerasan yang nantinya akan berimbas kepada dirinya sendiri.


"Kamu benar-benar berubah, Bang! Apakah cinta mu semudah ini luntur untuk ku? " tanya Yuli dengan sedikit isak tangis.


"Mau kau menangis darah sekali pun, aku tidak akan pernah luluh! Bagiku cerita kita sudah usai, kau yang memulai semuanya. Kau juga yang membuat aku menjadi seperti ini, kau bahkan berzina dengan laki-laki yang bukan suamimu! Apa kau pikir aku mau menerima wanita yang sudah berbagi keringat dengan laki-laki lain sementara ia masih berstatus seorang istri? " tanya Kadir dengan dingin sambil menatap Yuli dengan tajam.


"Aku menyesal, Bang! Maafkan aku! Aku menyesal menghianatimu ! Maafkan aku, Bang! " ucap Yuli seraya memohon kepada Kadir.


"Aku mohon Bang, maafkan aku! Demi anak-anak kita, Bang! Aku janji aku akan menuruti semua perintah mu dan aku akan patuh padamu, Bang! " ucap nya lagi sambil berusaha meraih tangan Kadir.


Kadir menepis tangan Yuli yang berusaha meraih tangan nya. Ia menjaga jaraknya dari Yuli beberapa langkah.


"Kenapa baru sekarang kau memikirkan anak-anak? Kenapa saat kau melakukannya kau tidak memikirkan anak-anak? Asal kau tahu, anak-anak bahagia dengan tidak ada dirimu! Sedikit pun mereka tidak pernah menanyakan kehadiranmu sebagai Mama mereka! Jadi tidak usah kau jadikan anak-anak alasan untuk kembali padaku! Sampai kapan pun, aku tidak akan kembali padamu! Apa kau lupa jika kau sudah aku talak tiga? " jawab Kadir dengan tegas dan datar.


"Apa kamu akan menikahi perempuan ****** itu Bang? " tanya Yuli yang berubah sinis kepada Kadir.


"Jaga bicara mu! Dia bukan perempuan ****** seperti mu! Dia perempuan terhormat! Jika pun aku menikahinya, itu juga bukan urusan mu lagi! " jawab Kadir dengan geram kepada Yuli.


"Cih, kalau bukan ****** apa namanya! Perempuan yang menggoda suami orang sudah pasti seorang ******! " ucap Yuli dengan sinis merendahkan Sandra.


"Apa kau lupa jika aku bukan suami orang! Aku seorang duda! Meskipun belum keluar Akta cerai dari pengadilan, tetapi secara agama aku seorang duda! Sah-sah saja jika aku berencana mencari perempuan yang mau di jadikan istri! Sudah cukup omong kosong mu! Aku muak mendengarnya seakan-akan kau adalah korbannya! Aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah ikut campur urusan ku! Mau aku menikah lagi atau pun tidak itu bukan urusan mu! Cam kan itu! " bentak Kadir dengan tegas dan langsung pergi meninggalkan Yuli di parkiran.


Yuli berteriak-teriak dengan histeris memanggil Kadir, namun Kadir tidak menghiraukan panggilannya. Ia terus berjalan tanpa melihat ke belakang lagi, karena baginya semuanya sudah tidak ada artinya lagi.


Sandra yang melihat semuanya tersenyum kecil di dalam hatinya, kenapa ia sedikit tidak suka dan cemburu ketika melihat Kadir membawa Yuli pergi menjauh dari kantin. Walaupun ia tahu jika Kadir melakukan semua itu agar tidak mengganggu kenyamanan orang-orang yang ada di kantin.


"Cie-cie... Senang banget nampaknya pujaan hati tidak tergoda dengan sang Mantan? " goda Tata sambil menaikkan alisnya.


"Pletak... " Sandra menyentil pelan dahi Tata.


"Adawww.... Sakit pauk! " pekik Tata meringis kesakitan sambil mengusap dahi nya.


Mereka berdua keluar dari tempat persembunyian dan mengikuti Kadir dari belakang. Nana sudah pulang ke rumah membawa Kana dan Kayla yang tadi tampak ketakutan. Dave masih setia menunggu Tata di luar rumah sakit sambil memainkan ponselnya.


Kadir duduk di kursi yang di peruntukkan bagi pengunjung yang ingin duduk di bagian luar rumah sakit. Ia menghela nafas nya dengan kasar sambil mengusap pelan wajahnya dengan kedua tangan.


Sedangkan Yuli masih tidak beranjak dari tempat tadi dengan menangis pilu meratapi nasib yang ia bikin sendiri. Ia datang ke kota karena memang ingin mencari Kadir dan anak-anak nya selagi suaminya Darman di rawat di rumah sakit.


Yuli dan Darman menikah secara siri karena Yuli belum bercerai resmi dengan Kadir. Semula ia merasa senang karena Kadir belum menceraikannya secara hukum, karena ia berniat untuk membujuk Kadir agar mau rujuk dengan nya.


Tiga bulan setelah menikah dengan Darman, Yuli merasa menyesal karena Darman ternyata tidak seperti Kadir yang tidak pernah memarahinya ketika ia tidak memasak. Tetapi Darman selalu memarahinya jika sepulang bekerja ia mendapati Yuli hanya duduk santai menonton televisi. Mereka selalu bertengkar hanya karena hal sepela yang tidak pernah ia dapatkan ketika menikah dengan Kadir.


Terlebih lagi dua minggu yang lalu ia mendapati kenyataan jika Darman terkena penyakit stroke karena terjatuh dari kamar mandi. Ia menyesal telah menghianati Kadir dengan Darman yang penyakitan. Ia bahkan terang terangan menolak untuk merawat Darman, namun pihak keluarga Darman mengancam Yuli jika ia bersikeras tidak mau merawat Darman, mereka meminta ganti rugi biaya cuci kampung saat mereka di grebek warga yang menghabiskan uang Darman hingga 150 juta.


Yuli terpaksa harus merawat Darman di rumah sakit hingga ia tanpa sengaja bertemu dengan Kadir di Koridor rumah sakit. Ia begitu bahagia melihat Kadir dan mengikutinya dari belakang hingga ke taman tempat ia memergoki Kadir duduk berdua dengan Nana yang di anggap adik oleh Kadir.


Entah kenapa ia begitu marah dan cemburu melihat kedekatan mereka, padahal mereka berdua hanya berbincang biasa layaknya saudara. Tetapi Yuli tidak terima hingga ia menemui mereka dan menuduh mereka berselingkuh.


Ia semakin kesal karena Kadir tidak menganggapnya ada dan langsung pergi meninggalkan nya di taman. Ia pergi ke kantin bermaksud untuk membeli makanan adik iparnya yang sedang menunggu di ruang rawat Darman.


Ia tersenyum sumringah melihat anak-anak nya dan Kadir dari luar kantin, tapi ia marah dan cemburu ketika anak bungsunya memanggil seorang perempuan yang sangat cantik dengan panggilan Mama. Tanpa perasaan ia mengambil paksa anak bungsunya dari gendongan perempuan itu sehingga mereka adu mulut yang langsung mendapat teguran dari satpam rumah sakit.


Yuli tersenyum bahagia ketika Kadir menarik tangannya keluar dari kantin, ia merasa menang karena ia pikir Kadir masih perduli dan cinta padanya hingga tidak mau ia di tegur keamanan rumah sakit.


Namun semuanya hanya angan belaka, Kadir membawanya menjauh dari kantin bukan karena perduli tetapi karena ia tidak ingin membuat keributan di area rumah sakit.


Ia semakin sakit hati karena Kadir menolak nya mentah-mentah untuk rujuk seperti dulu. Usahanya untuk membujuk Kadir sia-sia karena Kadir sedikitpun tidak tersentuh dengan air mata yang selama ini selalu menjadi senjata andalan nya.


🌿🌿🌿


"Ayo bang, kita pulang! Kasihan anak-anak yang tadi tampak ketakutan! " ajak Tata menghampiri Kadir yang sedang duduk bersama Sandra.


"Abang bawa motor, jadi abang ikut dari belakang aja! " jawab Kadir dengan lesu.

__ADS_1


"Tot, kau bawa mobil tadi kan? " tanya Tata dengan menyenggol lengan Sandra.


"Mana ada aku bawak mobil! Tadi kau chat aku bilang cepat-cepat karena darurat, ya naik ojek lah aku kesini biar cepat kayak kau bilang di chat! " jawab Sandra dengan enteng.


"Haish... Ngeles aja kau pintarnya! " gerutu Tata dengan wajah cemberut.


"Ayo sayang kita pulang! " ajak Dave dengan santainya memainkan kunci mobilnya.


Ia tersenyum senang karena Tata tidak bawa kendaraan ketika di hubungi pihak kepolisian tentang insiden mantan mertuanya yang menyebabkan ia berada di rumah sakit.


Tata dengan bibir manyun mau tidak mau masuk ke dalam mobil Dave dan langsung duduk di kursi belakang, Dave tanpa sungkan langsung melemparkan kunci mobil kepada Sandra dan ikut duduk di belakang bersama Tata.


"Eh busyet nih Bule! Seenaknya aja jadiin aku sopir! Nasib-nasib jadi obat nyamuk untuk dua orang yang sama-sama kurang secentong! Jodoh kali nih orang berdua, semaunya aja jadi orang! Awas aja! Kalau mereka nikah akan aku kasih mereka obat kuat level 10 biar mereka ambruk sampai gak bisa jalan satu bulan! " gerutu Sandra pelan dengan penuh dendam.


Ia memasuki mobil Dave dan menjadi sopir dadakan untuk Dave dan Tata yang duduk di belakang diem-dieman.


"Woi, ngobrol ngapa? Sepi aja kayak kuburan! Kuburan aja kadang ramai bunyi jangkrik sama kodok yang saling bersahutan! Nah, ini diem-dieman kayak anak SD lagi musuhan! " tukas Sandra dengan jengkel nya.


"Sariawan aku! " jawab Tata singkat.


"Lah, tuh ngomong! " ucap Sandra dengan heran.


Dave tersenyum geli melihat Tata yang masih memasang wajah bete karena mereka seharian berdua walaupun tidak berdua saja sepenuhnya.


"Sayang, Besok temani aku pergi ke acara launching Brand ambassador produk perusahaan ya? Jam 5 sore kamu aku jemput! " pinta Dave dengan lembut.


"Mau ya??? " rayu Dave dengan wajah memelas.


"Emang aku boleh menolak? " tanya Tata lagi.


"Ya gak boleh! " jawab Dave tegas.


"Nah, itu tahu! Mau gimana pun aku gak bakalan bisa menolak! Sok-sokan minta persetujuan aku! " omel Tata dengan wajah di tekuk.


Sandra terkekeh geli melihat Tata tidak bisa berkutik ketika sudah berurusan dengan Bule blasteran yang selalu punya cara untuk memaksa Tata.


Sepanjang jalan Sandra mendapat hiburan melihat pasangan Dave dan Tata yang selalu ada perdebatan ketika mereka bicara.


Dave tidak henti-hentinya menggombali Tata yang mana membuat Sandra cekikikan sendiri melihat aksi seorang Bule menggombal wanita yang ia incar.


Mereka akhirnya sampai di rumah Tata setelah berkendara selama hampir dua puluh menit. Tak lama kemudian Kadir juga sampai dengan mengendarai sepeda motor nya.


Ia begitu kaget melihat rumah yang di tempati mantan adik ipar nya yang juga tempat adiknya Nana tinggal selama ini.


"Ayo Bang, masuk! Jangan bengong aja! " ajak Tata dengan ramah.


"Aku gak di ajak masuk juga sayang? " tanya Dave dengan wajah cemberut.


"Gak! Pulang sana! Nanti di cariin Mami lagi! " jawab Tata singkat.


"Tega banget! Ya udah kalau gitu, aku pulang! Jangan lupa besok jam 5 sore aku jemput! " ucap Dave mengalah dan masuk kembali ke dalam mobilnya


Sandra tertawa geli melihat Dave pulang dengan wajah cemberut.


"Gak usah ketawa! Aku gak suka kamu ketawain laki-laki lain! " bisik Kadir di telinga Sandra ketika berjalan masuk ke dalam rumah.


"Deg.... " jantung Sandra berdebar kencang ketika Kadir berbicara tepat di telinganya. Bahkan hembusan nafas Kadir masih terasa di telinganya sehingga membuat Sandra menjadi tidak karuan.


"Woi Bontot! Kenapa pulak kau berdiri bengong di sana! " teriak Tata dari depan pintu rumah.


"Iya, iya.... Bawel banget sih! " gerutu Sandra kesel.


"Aduh Sandra! Sadar, sadar! Gitu aja udah baper, kayak Abg yang baru pertama kasmaran aja! Malu woi sama umur dengan status! Lagi pula belum tentu ia benar-benar suka sama kamu! Jangan geer duluan dong! Malu! " perang batin Sandra mencoba menepis perasaan nya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2