
"Wow....Fantastis... ! Benar-benar kayak di negeri dongeng ini! " ucap Susan saat ia berdiri di depan pintu masuk aula hotel tempat resepsi pernikahan Tata dan Dave.
Jalan masuk untuk mempelai pengantin...
Ia berjalan memasuki Ballroom hotel keluarga Ryder dengan mata terkagum-kagum. Tidak hanya Susan, Sandra dan Nana pun juga ikut terkagum-kagum melihat dekorasi mewah di aula hotel tersebut.
Meja para tamu undangan dan keluarga..
"Pesta pernikahan Sultan emang beda ya Kak? Harga sesuai kwalitas yang di dapat! Apa kabar dengan orang biasa kayak kita ini! " celutuk Nana dengan menyentuh sedikit permukaan meja untuk para tamu.
"Namanya juga punya banyak duit Na.. ! Semuanya bisa di lakukan asal duitnya ada! Gak kayak kita yang nyari duit recehan aja setengah mati siang malam, tapi hasilnya segitu-segitu aja! Beda lah ama mereka yang dari lahir udah di selimuti duit, jadi bikin pesta kayak gini kayak beli gorengan di pasar! " sahut Susan dengan mendudukkan diri di kursi tersebut.
"Udah, gak usah ngomongin tentang uang! Ini sudah rezekinya Tata punya suami anak orang kaya! Kita jangan berkecil hati dengan apa yang kita punya! Karena masih banyak di luaran sana orang yang kehidupannya masih di bawah kita! Kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini! Semoga Tata dan Dave hidup bahagia selamanya ! Dan Semoga kita juga bisa menyusul mereka berdua menikah dengan orang yang tepat, mau kaya ataupun biasa saja itu adalah rezeki kita! " ucap Sandra dengan bijak.
"Aamiin... " jawab Susan dan Nana barengan.
"Dah, yuk! Kita ke meja tempat para bridesmaid berkumpul! " ajak Sandra sambil berjalan pelan menuju tempat berkumpul nya bridesmaid dan groomsmen di pernikahan Tata dan Dave.
πΏπΏπΏ
Tata memasuki lobby hotel dengan di gandeng Ibuk dan Mami Bertha di sisi kiri kanan nya. Papi Koh dan Ayah Jamal sudah memasuki ballroom hotel bersama Kadir, Tegar dan anak-anak. Para pelayan Tata termasuk Mak Ijah dan Kania sudah bergabung bersama para karyawan restoran Tata yang di tunjuk sebagai petugas dan penanggung jawab bagian catering.
Sebagian nya lagi bertugas menjadi penjaga stand snack dan jajanan tradisional. Para manajer restoran Tata bertindak sebagai pengawas jika ada makanan di meja tamu dan meja prasmanan yang kosong atau isinya yang sedikit.
Acara resepsi pernikahan ini di gelar pada pukul 10.00 WIB. Saat ini baru pukul 9.30 , Tata sudah datang ke hotel dan langsung menuju kamar istirahat dan berganti pakaian untuk para pengantin.
Keluarga Ryder yang sudah datang duluan menyambut kedatangan Tata dan rombongan nya dengan sangat antusias.
"Duh, ayu ne mantu kesayangan ku! " ucap Mami Sita dengan mencium pipi kanan kiri Tata.
"Iya, kayak Putri di negeri dongeng! Cantik banget! " sahut Bude-Bude Dave ikut memuji Tata.
Mereka satu persatu menciumi pipi Tata dengan tersenyum bahagia termasuk Aunty Ela. Tata mencium tangan Eyang Putri dan Grandma dengan takzim.
"Semoga koe bahagia dunia akhirat yo, Nduk! " ucap Eyang Putri sembari mengusap lembut pipi Tata.
__ADS_1
Grandma hanya tersenyum seperti biasanya dan langsung mencium lembut kening Tata dengan sayang. Papa Dayton juga mencium kening Tata dengan tatapan hangatnya, begitu pula dengan Eyang kakung dan GrandFa Luis.
Para Pakde dan Uncle nya Dave sedang di depan gerbang masuk aula untuk mengecek kembali persiapan acara dan bagian keamanan yang berjaga mengamankan jalannya acara ini.
Giselle dan sepupu Dave yang lainnya sudah bergabung dengan Sandra, Susan dan Nana di tempat mereka sebagai bridesmaid nya Tata dan Abeth. Sedangkan sepupu yang pria masih di kamar pengantin pria nya, bertugas untuk menjaga dan mengawasi pengantin pria agar tidak kemana-mana.
"Kenapa harus di pisah gini sih? Udah seminggu gak ketemu, sekarang malah harus di pisah lagi! " gerutu Dave dengan kesal duduk di pinggir tempat tidur.
"Gak usah marah-marah gitu Mas! Bulek sama Mama udah ngancem aku agar jagain Mas di sini, sampai nanti kita ke ruang aula dan ketemu di sana dengan Kak Tata! " ucap Bagas dengan santainya bermain game di sofa.
"Orang dewasa memang aneh! Cuma gak ketemu seminggu aja udah kayak kehilangan duit sekarung! Kalau aku udah gede besok gak mau ah cepat-cepat nikah! Bikin ribet aja! " celutuk Marcell dengan logat Inggris nya.
"Anak kecil kayak kamu tau apa soal orang dewasa! " cibir Dave kesal.
"Udah Mas... ! Gak usah ngoceh-ngoceh kayak emak-emak beli sayur, nanya mulu beli kagak! Mendingan kita main tebak-tebakan aja sambil menunggu panggilan dari Nyonya Ratu! " sahut Bagas ikutan bicara.
"Kamu kira Mas ini anak kecil main tebak-tebakan! Main aja sono ajak si Marcell! " tukas Dave ketus.
"Gini nih kalau seminggu si phyton gak di keluarin bisanya, marah mulu ngalahin perempuan PMS! " tukas Bisma santai duduk di atas tempat tidur.
"Apa kamu bilang hah.. ! Apa??? Masih bocah aja kayak udah ngerti banget hal begituan! Plak... ! " teriak Dave kencang dengan menabok pelan bahu Bisma.
"Bagus... ! Pintar banget ya ngomong nya! Awas aja kamu kalau Mas tau kamu udah coba-coba lubang wc sembarangan di luaran sana! Mas bakalan sunat lagi itu si phyton ampe gak bisa lagi keluarin bisanya! " sahut Dave dengan wajah menyeramkan dan tangan terkepal erat.
Bisma reflek menutup aset berharga nya dengan tangan mendengar ancaman Dave hingga membuat sepupunya Bagas dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak.
"Dasar anak piyik! Kelihatan nya pendiam, tapi berbahaya banget ! " gumam Dave dengan geleng-geleng kepala.
Tak lama kemudian, Arkan datang ke dalam kamar tersebut lengkap dengan stelan jas ala Groomsmen pengantin pria.
"Bro.. ! Ayo kita ke ruang aula sekarang! Mami udah ke sana bawa Tata bersama yang lainnya juga! " seru Arkan begitu ia sampai di ruangan Dave dan sepupu nya tadi.
"Hah... Akhirnya saat itu tiba juga! " jawab Dave menghela napasnya sembari merapikan kembali pakaian nya.
Sementara itu, para tamu undangan sudah hampir memenuhi meja yang sudah di sediakan oleh pihak penyelenggara acara.
Sepasang MC terkenal mulai naik ke atas panggung untuk membuka acara resepsi pernikahan Tata dan Dave.
"Ladies and gentlemen... ! Mari kita sambut dua pasang pengantin kita Mr. Davindra Ryder and Mrs. Thalita Ruby Ryder dan Mr. Henry McAdams and Mrs. Elizabeth Ryder beserta keluarga besarnya! Berikan tepuk tangan yang meriah untuk pengantin kita.... ! " pekik MC pria dengan begitu lantang dari atas panggung.
__ADS_1
Pintu ballroom di buka oleh petugas hotel dan Dave melangkah kan kaki nya memasuki ruang resepsi dengan pandangannya yang lurus ke depan. Tata berjalan dengan anggun dengan kedua tangan mengapit lengan suaminya. Ia tersenyum manis menatap ke arah pelaminan dan berjalan di jalan yang sudah di siapkan oleh Wedding Organizer.
Di belakang mereka Abeth berjalan dengan mengapit lengan suaminya sama seperti Tata, tapi ia tersenyum lebar ke arah para tamu undangan sambil melambaikan tangannya.
Pekikan teriakan tamu undangan mengiringi mereka yang berjalan menuju pelaminan dan langsung duduk di tempat mereka masing-masing.
Mami Sita dan Papi Dayton duduk di tempat nya di sebelah Abeth dan Henry, sedangkan Ibuk dan orang tua Henry duduk di sebelah Tata dan Dave.
Ibuk Tata sebenarnya menolak untuk duduk juga di atas pelaminan, tapi Mami Sita tetap memaksa karena itu memang tempatnya Ibuk sebagai orang tuanya Tata.
Untuk itulah Ibuk menyarankan agar kedua orang tua Henry juga duduk di dekatnya dengan bangku yang berbeda.
Eyang kakung dan Eyang Putri langsung mengambil tempat duduk di meja bersama GrandFa dan Grandma, sedangkan Aunty Ela dan Uncle Brad bergabung di meja yang satu nya lagi bersama kakak-kakak Mami Sita.
Mami Bertha dan Papi Koh di meja lain bersama Mak Ijah, Kadir dan anak-anak nya. Sedangkan Tegar bergabung di Groomsmen bersama Arkan dan sepupunya Dave.
Setelah pengantinnya duduk di pelaminan, acara pun di isi dengan penunjukan tari Tor-tor dari Sumatera Utara oleh penari profesional. Kemudian di lanjutkan hiburan oleh artis-artis yang di bayar untuk menghibur para tamu undangan yang datang.
Para pelayan mulai menyajikan makanan di meja-meja tamu undangan. Tapi tamu undangan tetap di persilahkan memilih makanan sendiri yang mereka mau.
Ternyata tamu undangan juga datang dari teman-teman Tata saat kuliah dulu di UI, beserta para dosennya juga. Bahkan teman-teman Tata sesama dosen waktu di Medan dulu juga datang ke pesta ini.
"Selamat ya Bu Tata atas pernikahan nya! Semoga samawa sampai tua dan di karuniai momongan yang banyak! " ucap teman-teman Tata di atas panggung menyalami Tata dan Dave serta Abeth dan Henry.
"Iya Ta, selamat ya... ! Do'akan aku biar cepat nyusul kamu! " sahut temannya yang lain saat mengalami Tata.
"Terimakasih ya teman-teman atas doanya! Ayo silahkan makanan nya di makan! " jawab Tata tersenyum lebar.
"Selamat ya Thalita! Semoga samawa bahagia dunia akhirat! Oh ya, kapan kamu mempraktekkan ilmu mu itu di kampus? Sayang loh kalau ilmu mu tidak terpakai! Kampus kita perlu pengajar yang cerdas dan kompeten seperti kamu, Thalita! " ucap seorang perempuan berumur yang memakai kacamata dengan dandanan yang mencolok saat menyalami Tata.
"Terimakasih atas doa nya Bu Agnesia! Kalau soal menjadi dosen saya belum kepikiran Bu, ntar kalau berminat saya hubungi Ibu lagi! " jawab Tata dengan ramah.
"Oke... ! Saya tunggu loh! " sahut Ibu-ibu itu sebelum turun dari panggung pelaminan kepada Amay.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya π€π€π€
Semoga hari kalian menyenangkan ππ
__ADS_1
Selamat tahun baru 2023 untuk kita semuaπ₯³π₯³π₯³