Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kemarahan yang ekstreme..


__ADS_3

Sudah seminggu Sandra dan Kadir pulang dari bulan madu.


Mereka berdua tetap diminta untuk tinggal di rumah gedong nya Tata.


Seminggu sebelum pulang ke Indonesia.


"Pokok nya kau tetap di rumah Tot! Kalau kau nolak, akan aku buat kau sama Bang Kadir misqueen sampai ke akar-akar nya! " ancam Tata saat Sandra berusaha menolak permintaan nya.


"Bah, ngeri kali ancaman kau itu Tet! Aku itu gak enak, masa udah nikah masih numpang di rumah kau! Apa kata dunia Butet! Lagian Mas Kadir juga satu pemikiran sama aku! " jawab Sandra masih keukeh menolak.


"Coba aja klen angkat kaki dari rumah aku Tot! Gak akan aku buat klen berdua bernapas dengan tenang! Kalau kau mau coba silahkan aja! " sahut Tata lagi dengan duduk santai di balkon kamar nya.


"Udah sayang, iyakan aja! Serem tau sama ancaman nya! Denger nya aja bikin merinding, apalagi mengalami nya langsung! " bisik Kadir karena Sandra menghidupkan pengeras suara.


"Iya iya.. ! Udah puas kau sekarang! Herman kali aku nengok kau ini! Semenjak hamil, berubah kali sifat mu! " jawab Sandra dengan mau tak mau.


"Puas lah! Kau itu pauk kali! Udah enak-enak tinggal di rumah gedong, masih mau ngontrak di rumah kecil! Pokok nya kau urus aja rumah aku itu sesuka hati kau! Aku tidak peduli kau mau terpaksa atau tidak, yang jelas jangan berani-berani nya kau pergi dari rumah aku! " ucap Tata dengan sombongnya.


"Bah, pedes kali muncung kau itu ya Tet! Awas aja kau ya, balik dari Korea nanti akan aku lumuri muncung kau pakai cabe setan level 100! Sombong kali kau sekarang, mentang-mentang punya laki orang kaya! Awas kau ya, aku totok pala kau nanti pakai centong nasi! " sahut Sandra memukuli lengan suami nya karena kesal.


"Oh jelas... ! Orang kaya pantas sombong, banyak yang mau dia banggakan! Lah, kalau orang misqueen di luaran sana mau sombong, apa yang mau di banggakan! Udah misqueen harta, miskin akhlak dan miskin perasaan lagi! " jawab Tata berapi-api dari seberang sana.


"Betul pulak yang kau cakap! Dah lah, makin lama cerita sama kau, makin ikut sombong pulak aku nanti! Assalamualaikum! " ucap Sandra mengakhiri panggilan nya.


"Waalaikumsalam! " jawab Tata dengan meletakkan ponsel nya di atas meja.


Di belahan dunia lainnya, Kadir mengusap lengan nya yang lumayan nyeri karena di pukuli istrinya meskipun tidak terlalu kencang.


"Gimana Mas, si Butet tidak peduli dengan alasan kita untuk punya rumah sendiri meskipun hanya ngontrak! Kita di suruh ngurus rumah nya aja! Emang sih gak ada yang tinggal di sana kecuali Nana, soalnya ayah Jamal mau kembali ke Bandung aja! " adu Sandra dengan memainkan jemarinya di dada sang suami.


"Terima aja lah sayang, setidak nya sampai Tata lahiran! Tata kan seperti itu karena bawaan bayi nya! Nanti setelah Tata lahiran kita ngomong pelan-pelan kalau kita mau tinggal mandiri bersama anak-anak! " jawab Kadir dengan bijak.


Sandra mengangguk dan akhirnya mereka pulang dari Korea langsung ke Kota Pematangsiantar untuk menjemput anak-anak untuk di bawa lagi ke Jakarta.


Saat ini mereka bertiga sedang duduk santai di taman belakang kediaman Ryder.


Sandra yang baru pulang dari restoran di suruh mampir ke Pondok Indah mertua Tata, begitu juga dengan Susan yang baru pulang dari kantor Firma hukum nya.


"Kenapa kau suruh kami datang ke sini Tet?? " tanya Sandra dengan menatap Tata heran.


"Iya, kau suruh aku cepat-cepat karena kau bilang darurat! " sahut Susan juga bingung.


Tata hanya memejamkan matanya dengan kaki selonjoran di atas bangku yang satu lagi.


"Gak ada apa-apa! Cuma kangen aja pengen kumpul sama klen berdua! " jawab Tata santai.


"Kau gak bisa bohongin kami Tet! Kalau kau ngomong gak ada apa-apa berarti ada apa-apa nya ini! Kau pikir kita anak kecil yang bisa kau bohongin dibalik kata gak ada apa-apa! " ucap Sandra dengan menatap Tata horor.


"Iya, Tata yang kami kenal kalau bilang seperti itu! Cepat kau cerita karena kami ini bukan dukun yang bisa membaca pikiran kau! " sahut Susan juga mendelik tajam pada nya.


"Sebenarnya semalam aku gak sengaja dengar omongan GrandFa Luis dengan Papi! Saat aku berbalik hendak ke kamar, aku gak sengaja lihat Kak Abeth menangis tanpa suara mendengar pembicaraan Papi dan GrandFa. Aku bersembunyi sampai Kak Abeth kembali ke kamar nya! Aku merasa dilema Tot, aku bingung bagaimana menolak semua itu! " jawab Tata dengan menghela napas kasar.


"Eh, kita ini lagi ghibah kakak ipar kau! Kalau ada yang dengar cemana? " ucap Susan melihat kiri kanan.


"Santai, Kak Abeth dan suaminya memutuskan untuk tinggal di apartemen tadi pagi! Gak ada yang bakalan dengar dan kalaupun dengar juga gak apa-apa! Toh aku tidak menjelekkan Kak Abeth. Aku hanya meminta pendapat klen berdua, apa yang harus aku lakukan dalam masalah ini! " jawab Tata santai.


"Emang apa masalahnya?? Apa yang di cakap kan mertua kau dan bapaknya? " tanya Sandra yang mulai penasaran.

__ADS_1


"GrandFa luis ingin memberikan harta yang ia miliki untuk anak-anak ku saat mereka lahir nanti! Dia sudah menyiapkan semuanya, bahkan sebelum aku di ketahui hamil. Papi Dayton setuju karena ia juga akan memberikan perusahaan utama yang di Jakarta untuk anak-anak ku. Aku bingung bagaimana nanti menolak semua nya karena anak dan cucu mereka bukan hanya Mas Dave, tapi ada Kak Abeth juga! Aku tidak peduli dengan harta keluarga mereka karena aku juga bisa memberikan semua hartaku untuk anak-anak ku. Aku tidak akan pernah membiarkan mereka hidup manja dengan harta kekayaan kedua orang tuanya ataupun kakek nenek mereka. Mereka harus mandiri dan sederhana sebagaimana hidup aku dulu!Itu yang ingin aku terapkan pada anak-anak ku nanti! " jawab Tata menghela napas dalam-dalam.


"Kalau kayak gini, susah juga mau cakap apa! Serba salah karena takut semuanya tersinggung! " sahut Susan juga ikutan bingung.


"Betul juga ya Bon.. ! Lagian kan cucu nya GrandFa kau kan bukan cuma satu, gak mungkin pulak cuma anak dari laki kau yang dapat warisan nya! Tapi Tet, itu kan sama aja nyumpahin GrandFa laki kau metong dong! " ucap Sandra heran.


"Eh, betul juga yang kau cakap Tot! Masa iya masih hidup ngomongin warisan! " sahut Susan ikut heran.


"Au ah... Malas ngomongin harta! Bikin pusing pala Barbie... Mendingan makan yang seger-seger dan manis-manis! " ucap Tata langsung bad mood dan menekan tombol yang di letakkan sebelah pahanya.


"Hehehehe... Betul kali itu! Emang enak kalau ngemil yang manis-manis sore gini! " sahut Sandra dengan mata berbinar.


Tiba-tiba Suster Sari datang menghampiri mereka bertiga.


"Ya Nona, ada yang saya bantu? " tanya Suster Sari.


"Tolong pesan kan sama chef Chiko untuk membuat minuman yang segar-segar dan jangan lupa camilan nya yang manis-manis! " jawab Tata dengan memejamkan matanya.


"Tapi Nona, anda di larang makan minum yang banyak mengandung gula! " Suster Sari mengingatkan Tata dengan hati-hati.


"Ya sudah kalau gak boleh,! Aku mau yang lain aja! " jawab Tata dengan seringai smirk nya.


Tata mengutak-atik ponsel nya dan menggeser tombol panggil.


"Datang ke rumah suami ku dengan kostum lengkap uji coba pelatihan pertama! " ucap nya dengan nada datar dan tegas.


"Kok kau kumat lagi Tet! Serem kali aku tengok muka kau! " ucap Sandra agak merinding.


Tata berjalan santai memasuki rumah dan berjalan naik ke kamar nya di lantai atas.


Ia memasuki walk in closed dan mengganti pakaian nya dengan legging warna hitam, tank top juga warna hitam, memakai sepatu sport warna putih.


"Mau olahraga sebentar Sus! " jawab Tata santai.


"Oh ya udah, kalau gitu biar saya temenin ke ruang olahraga! " ucap Suster Mila bersemangat.


"Gak perlu Sus! Aku olahraga nya di luar aja karena ada teman juga yang datang! " tolak Tata santai.


Ia turun ke lantai bawah dengan Susan dan Sandra yang melihat nya dengan pandangan heran.


"Kenapa dandanan kau berubah kayak gini Tet? Kau mau ngapain? " tanya Susan heran.


"Mau olahraga sebentar! " jawab Tata sembari berjalan ke luar rumah.


"Ya sudah, kita boleh ikut gak? Sudah lama kali aku gak olahraga! " pinta Susan dengan bersemangat.


"Oke... Sudah lama juga kita gak berolahraga bertiga semenjak sekolah! Mau gak kau Tot! " tantang Tata melihat pada Sandra.


"Boleh, siapa takut ! " jawab Sandra mengepalkan kedua tangannya bersamaan.


Mereka bertiga keluar rumah dan tak lama kemudian sebuah mobil memasuki pekarangan kediaman keluarga Ryder.


Turun lah dua orang pria muda tampan yang berwajah datar dan dingin menghampiri Tata dengan pakaian serba hitam dengan membawa tas jinjing yang juga warna hitam.


Tata membuka tas tersebut dan mengeluarkan isi nya yang berupa beberapa alat penunjang bela diri seperti belati, Knuckle dan beberapa Kunai dan shuriken.


Tata memencet tombol kotak kecil yang selalu ia bawa dan tak lama kemudian Suster Sari dan Suster Mila datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Ambil semua buah yang ada di dalam kulkas dan bawa semuanya ke sini! " jawab Tata begitu mereka datang.


"Baik Nona! " jawab mereka patuh tanpa curiga sedikit pun.


Suster Sari dan Suster Mila langsung ke dapur dan mengambil semua buah yang ada di dalam kulkas dan menaruhnya di baskom besar agar bisa di bawa ke halaman depan.


"Loh, Sus? Kenapa kalian bawa semau buah-buah nya? " tanya Mbok Lastri dengan wajah mencurigakan.


"Di suruh Nona Tata Mbok! Tolong bantuin ya Mbok! Soalnya banyak banget ini dan gak kuat kalau angkat sendiri! Itu masih banyak lagi di dalam kulkas!" jawab Suster Sari dengan meminta tolong.


"Aneh banget Den Ayu mau buah sebanyak gini? Mau di apain ya?? " gumam Lastri sambil berpikir.


"Sri, Imah.. Cepetan ke sini! " panggil Mbok Lastri pada dua rekan nya.


"Ono opo Mbak? " tanya mereka berdua saat sudah ada di hadapan Lastri.


"Bantuin bawa semua buah-buah yang masih ada di dalam kulkas ke halaman depan! " jawab Lastri santai.


"Eh busyet! Mau di apain buah sebanyak ini? Mau di jual lagi ya Mbak? " ucap Sri dengan wajah kaget.


"Di jual gundul mu! " sahut Mbok Lastri sewot.


"Maaf Mbak! Hanya bercanda kok! Jangan di masukkan ke hati, masukkan aja ke perut! " ucap Sri dengan terkekeh pelan.


"Ayo Mbok buruan! Nanti garang nya Nona keluar lagi! " ajak Suster Mila sedikit cemas.


Pasalnya semenjak seminggu yang lalu, Tata berubah kembali menjadi jutek, galak, dingin dan juga pemarah. Meskipun mual dan muntah nya gak pernah absen setiap subuh dan setiap menjelang maghrib, ia juga semakin agresif dalam bertindak alias keluar jiwa preman nya.


"Nona, ini buahnya sudah kami bawa semua! " ucap Suster Mila dengan menggotong baskom berisi buah bersama Suster Sari.


"Iya Den Ayu! Ini buahnya mau di taruh di mana! " ucap Mbok Sri juga dengan menenteng kantong kresek bening dengan isi buah pir.


"Taruh semua nya di atas meja sana! Mbok Lastri, panggil semua sopir ke sini! Semuanya tidak terkecuali! " jawab Tata tanpa mengalihkan tatapan nya pada Kunai yang ia pegang.


"I-Iya Den Ayu! " jawab Mbok Lastri dengan agak gemetaran karena melihat Tata memegang senjata.


Ia secepat kilat berlari dengan membawa tubuh bongsor nya ke tempat para sopir di rumah ini nongkrong.


Hanya lima menit, Mbok Lastri datang bersama Samson, Jaka, Udin dan Joko datang dengan wajah cemas. Tohir sedang tidak di rumah karena pergi mengantarkan Mami dan Ibuk pergi ke pasar bersama Mak Ijah juga.


"A-ada yang bisa kami bantu Den Ayu?? " tanya Jaka memberanikan diri ketika mereka sudah berkumpul di depan Tata.


"Semua Mamang-mamang berbaris rapi di ujung sana! Suster Sari, taruh buah apel dengan tiga tingkat di atas kepala mereka masing-masing! Mang, jangan sampai apel nya jatuh! Karena kalau sampai jatuh, aku akan melakukan hal yang lebih ekstrem lagi pada kalian semua! " perintah Tata dengan nada dingin dan tegas.


Mereka semua gemetaran dan tetap menuruti apa yang di perintahkan majikan nya. Tidak hanya mereka, Suster Sari dan semuanya ikut takut dan bahkan ia berjalan dengan gemetaran dan berkeringat dingin melakukan apa yang di perintah kan Tata.


Sandra dan Susan hanya geleng-geleng kepala melihat Tata yang seperti sedang melampiaskan amarah nya dengan melakukan yang gila bagi orang awam.


"Berdiri yang tegak dan mata lurus ke depan Mang! Jika bergerak sedikit saja, maka Kunai ini akan menancap di mata kalian! Mengerti! " teriak Tata kencang seperti memberikan pelatihan pada bawahan nya.


Bersambung..


Maaf baru bisa Up malam-malam giniπŸ™πŸ™πŸ™


Duh, Tata kalau emosi garang banget! Bikin takut semua orang😱😱😱


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜


__ADS_2