Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Extra part end


__ADS_3

Dua tahun kemudian...


"Lucas!!! Edward.. ! Edmund... ! Jangan berlari-lari kesana???? " teriak Abeth dengan suara melengking.


Ia berlari mengejar tiga bocah yang baru berumur satu tahun setengah tersebut dengan perasaan cemas takut ketiga bocah itu terjatuh. Semenjak melahirkan putra semata wayang nya satu setengah tahun yang lalu perempuan blasteran itu sering kali di uji kesabaran nya saat putra mulai pandai berjalan.


Raden Mas Lucifer McAdams yang akrab di panggil Lucas terkenal suka sekali bermain menggunakan fisik alias tidak pernah mau duduk diam. Jika Abeth selalu memanjakan si kembar termasuk Edward dan Edmund, maka Tata selalu memanjakan si bontot Lucas yang hanya selisih 1 bulan saja dari dua putra kembarnya yang bungsu.


Terlebih lagi karena habis operasi, entah kenapa Abeth hanya bisa memberikan Asi nya pada Lucas hingga ia berumur 2 bulan karena Asi nya tiba-tiba kering dan kosong. Untuk itu Tata mengambil alih menyusui Lucas bersama kedua anaknya hingga saat ini mereka berumur 1,5 tahun.


"Hon... ! Jaga anak-anak! Aku lelah! " panggil Abeth pada suaminya yang sedang duduk di kursi jemur bersama yang lainnya.


Henry segera bangkit dan berlari ke tempat ketiga bocah itu bermain lari-larian.


"Gak usah di kejar juga Kak! Cukup awasi aja dari jauh atau suruh kakak-kakaknya yang mengawasi adik-adiknya bermain! " ucap Dave pada kakak perempuan nya itu.


"Huh... ! Heran aku, itu anak gak ada capek-capek nya berlari! Kakak hanya takut mereka jatuh dan terluka! " jawab Abeth dengan menyambar kelapa muda yang tersaji di meja.


"Anak laki-laki emang gitu Kak! Tuh lihat Kai dan anak-anak laki-laki lainnya masih aja semangat bermain bola, padahal udah hampir satu jam mereka semua bermain bola! " sahut Sandra menunjuk ke arah barat pada anak-anak laki-laki mereka yang sedang bermain sepak bola di tepi pantai.


"Huh, kau senang lah Tot program mu berhasil mendapatkan anak perempuan! Lah aku, sembilan anak-anak ku yang perempuan nya cuma Elea! Aku kira waktu hamil Edward aku akan punya anak berjenis kelamin sepasang, eh taunya laki-laki semuanya! " ucap Tata dengan membuka kaca mata nya.


"Iya Ta, kayaknya dalam keluarga kita yang paling dominan gender pria! Hanya pada Bude Rini yang anaknya banyak perempuan, selebihnya sepasang dan laki-laki semua kayak Bude Ditha. Sama kayak kamu dan kakak yang anaknya laki-laki semua kecuali Elea! " tambah Abeth mengiyakan ucapan Tata.


"Gak cuma keluarga kakak berdua aja, lah aku ketiga nya laki-laki! Padahal aku berharap banget yang ketiga perempuan sama kayak Kak Sandra, eh pas lahir rupanya laki-laki! Girang banget mertua aku punya cucu lagi laki-laki! Katanya cukup menantunya aja yang perempuan! " sungut Anika ikutan sebel.


Para pria sedari tadi menahan senyum mendengar keluhan para istri yang rata-rata kebanyakan melahirkan anak laki-laki ketimbang anak perempuan.


"Na.. ! Pokoknya nanti anakmu harus perempuan! Masa laki-laki semua sih! " ucap Tata pada Nana yang sedang berbaring 90° dengan perut besarnya itu.


"Gak mau! Aku udah punya firasat kalau anakku laki-laki! Kalau adik nya nanti gak papa perempuan! " tolak Tiger dengan tegas sambil mengusap perut istrinya dengan penuh cinta.


"Oh gitu... ! Sudah berani melawan hah??? Mau aku kirim ke Suriah dan Palestina sebelum anakmu lahir?? " ucap Tata dengan menegakkan tubuhnya menatap tajam Tiger.


Tiger dengan cepat menggelengkan kepala nya dan membuat semua orang terkekeh geli termasuk Nana yang mengusap lembut kepala suami bucin nya.


"Sayang udah... ! Masa kamu tega mengirim balok es cair ke negera konflik sebelum anaknya lahir?? Kasihan yank, balok es cair kan pasti udah nungguin momen kelahiran anaknya! Lagian jenis kelamin bayi itu hak nya Allah yang tidak bisa kita tukar seenaknya! Punya anak laki-laki dan perempuan itu sama saja yang penting didikan nya yang harus kita perhatikan! " ucap Dave panjang lebar.


Tata merenggut kesal karena Dave membela Tiger hingga membuat Tata tidak bisa lagi mengancam adik angkatnya itu.

__ADS_1


Kadir datang kemudian datang dengan membawa Kamila dalam gendongannya.


"Dek, sepertinya Kamila haus nih! Dari tadi mau gigitin dada nya Mas terus! " ucap Kadir datang menyerahkan Kamila pada istrinya itu.


Sandra menerima putri bungsunya yang memang tampak sudah haus dan saat nya minum Asi. Bayi umur 8 bulan itu sedari tadi di gendong Kadir sambil mengawasi putra nya bermain pasir.


Kayla, Kana, Amirah dan Aqila sedang bermain air bersama Elea dan Revan yang selalu di sisi Elea kemanapun gadis kecil itu pergi. Kayla dan Amirah suka sekali menggoda adiknya dengan menyatakan Revan adalah bodyguard sejatinya Elea. Dua remaja itu bahkan tidak malu bermain dengan adik-adiknya yang masih kecil-kecil.


"Kenapa kau tampak sedih gitu Tot?? " tanya Tata kepada Sandra yang melihat ke arah anak perempuan yang sedang bermain air di pinggir pantai.


"Waktu begitu saja berlalu ya Tet! Padahal rasanya baru kemarin aku bertemu Kayla yang baru berumur 6 tahun, Kana juga baru berumur 3 tahun. Tapi sekarang Kayla udah transformasi menjadi gadis remaja yang sudah mulai puber yang mulai mengenal cinta monyet! Rasanya aku gak rela mereka cepat sekali besarnya! Kana juga akan memasuki masa remaja yang membuat aku semakin tidak rela! Aku masih kepengen mereka kecil terus yang masih membutuhkan bantuan ku untuk melakukan sesuatu! Sekarang mereka sudah besar dan mandiri untuk melakukan apapun! Sedih kali aku rasanya Tet! " jawab Sandra yang menitikkan air matanya.


Kadir memeluk bahu sang istri dengan penuh cinta. Ia tidak henti-hentinya bersyukur memiliki istri yang menyayangi anak-anak dari pernikahan terdahulunya dengan begitu tulus tanpa membedakannya dengan anak kandungnya sendiri.


"Sayang... ! Meskipun dua putri kita sudah remaja atau akan beranjak dewasa, mereka berdua masih membutuhkan mu sebagai ibunya. Mereka masih butuh nasihat mu, perhatianmu, dan kasih sayang mu. Bertambah nya usia mereka tidak akan membuat mereka jauh dari mu dan dari kita berdua sayang! Yakinlah jika kedua putri kita akan menjadi dua perempuan yang sukses berkat didikan Mama mereka yang sangat hebat seperti mu! " ucap Kadir lembut dengan memberikan kecupan di kening Sandra.


"Huaaaaaaa! Aku jadi nangis karena terharu! " teriak Anika yang membuat nya di toyor Susan dan Tata.


"Dasar ni anak! Bikin suasana nya ambyar aja! " omel Tata kesal.


Anika terkekeh kecil melihat kekesalan Tata dan Susan. Ia memanggil Riko yang sedang mengajak putra bungsunya bermain pasir di pantai bersama Callian, Arka dan Aksa.


"Mamah.... Daddy.... " suara teriakan Aqila membuat rombongan emak-emak dan pasangannya menoleh ke arah pandangan Aqila.


Tampak dari jauh Nada datang dengan perut buncitnya berjalan mendekati mereka bersama Martin yang menggendong putra nya yang berusia 3 tahun lebih seperti koala.


Aqila berlari mendekati Nada dan Martin bersama Amirah. Mereka berdua langsung berpelukan melepaskan rindu dan Amirah langsung mengambil adiknya dari gendongan sang Daddy serta membawanya pergi bermain bersama.


Martin mengapit pinggang istrinya mendekati rombongan Tata yang duduk santai di kursi khusus yang di sediakan pemilik resort.


"Cih, dasar posesif! Takut banget istrinya di ambil orang! " cibir Tiger yang keluar julid nya saat melihat Martin memeluk pinggang Nada dengan posesif.


"Aelah, kayak dia nya gak aja! Siapa yang semenjak nikah gak boleh lagi Nana mengurus restoran?? Alasannya biar gak kecapean, padahal takut Nana di lirik laki-laki lain! " cibir Dave dengan memukul pelan bahu Tiger.


"Gak usah ngomongin orang Mas! Kayak Mas gak aja! " sahut Tata memukul telak suaminya sendiri.


"Hahahaha.... " Tiger dan semuanya tertawa melihat Dave mati kutu di skakmat istrinya sendiri.


"Biarin, Mas gak peduli! Cup! " jawab Dave santai dengan mengecup bibir Tata di depan semua orang.

__ADS_1


"Dasar mesum... " teriak Abeth dengan memukul gemes lengan bisep adiknya itu.


Dave hanya nyengir karena bagi kumpulan mereka sudah biasa melihat tindakan spontan Dave jika sudah bersama Tata di depan mereka.


Nada dan Martin pun sampai di dekat mereka. Para perempuan pun berpelukan dan cipika-cipiki dengan Nada sambil mengusap perut buncit perempuan yang usia lebih tua tiga tahun dari Abeth dan dari semua perempuan yang ada di sini.


"Kirain kakak gak datang dengan perut yang mau meledak seperti itu! " ucap Tata sambil mengusap perut Nada.


"Gak mungkin kakak gak datang! Mas Martin udah cerewet mau ketemu anak-anak! Lagian kami datang tidak untuk beberapa hari saja, tapi kami memutuskan untuk tinggal sementara di sini sampai kakak lahiran. " jawab Nada dengan tersenyum lebar.


"Kakak mau lahiran di sini?? " tanya Tata dengan mata berbinar.


"Benar Nyonya! Karena princess ku ke lilit tali pusar jadinya nanti Nada akan operasi sesar aja sekalian steril di rumah sakit Mr. " jawab Martin dengan tetap memanggil Tata Nyonya.


"Jadi bayinya perempuan??? " tanya Tata lagi dengan penuh semangat.


Nada dan Martin kembali mengangguk. Anggukan mereka di jawab teriakan histeris Tata yang langsung memeluk Nada dengan wajah benar-benar bahagia.


Reaksi Tata membuat pasangan suami istri itu menjadi bingung. Namun bisikan Dave membuat keduanya mengerti dan ikut tersenyum bahagia.


"Dia kepengen punya anak perempuan lagi, tapi kesel karena yang lahir laki-laki mulu! Siap-siap aja nanti anak perempuan kalian lebih lengket dengan istriku dari pada kalian berdua orang tuanya! " bisik Dave tidak terlalu kencang ada pasutri tersebut.


Nada dan Martin hanya terkekeh melihat Tata yang masih kegirangan akan punya keponakan perempuan lagi. Sejujurnya pasangan suami istri itu tidak masalah anak-anak mereka dekat dengan Tata karena bagi mereka berdua Tata adalah penyelamat mereka hingga mereka berdua bisa hidup bahagia seperti sekarang ini.


Seperti kata pepatah Sukses itu bukan sekedar kita punya uang banyak, tapi sukses itu ketika kita bisa membuat orang lain penuh dengan harapan.


Itulah gambaran seorang Thalita Ruby Sinaga seorang perempuan yang mendapat ketidak beruntungan di pernikahan pertamanya. Perempuan kuat yang selalu membantu semua orang tanpa memikirkan berapa banyak uang dan tenaga yang ia berikan untuk orang tersebut mulai dari sahabat hingga keluar sampai ia mendapatkan kembali kebahagiaan di pernikahan keduanya.


...Tamat...


Terimakasih untuk semua pembaca online setia othor yang sudah bertahan sejauh ini membaca kisah Tata dan Dave.


Maafkan segala kesalahan Othor yang terkadang nulis tergantung mood dan keadaan yang selalu menjadi penghalang terbesar Othor untuk menulis selama ini.


Banyak nya masalah yang Othor hadapi selama ini membuat Novel ini baru bisa selesai setahun. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca mohon di maklumi.


Othor hanya manusia biasa yang tak luput dari semua salah dan khilaf.


Othor tidak akan melanjutkan sekuel anak-anak nya Tata dan Dave di sini tapi insyaallah di rumah sebelah. Silahkan mampir jika berkenan di lapak p**** bulan Agustus nanti.

__ADS_1


Sampai jumpa semua pembaca setianya Othor.. Bye... Bye... 😘😘😘😘


__ADS_2