Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Rapat Aqiqah si kembar


__ADS_3

"Ekhem... Jadi gini Pakde! Karena ini acara Aqiqah pertama di keluarga kita dan cucu serta cicit pertama keluarga besar kita, Dave ingin semua keluarga turut andil dalam mempersiapkan acara ini! Jadi semua keluarga ke bagian dalam menyiapkan semuanya mulai dari dekorasi tempat, tempat acaranya berlangsung, catering, souvenir, pencarian kambing yang akan di sembelih, serta upacara adat nya menurut tradisi Eyang! Gimana menurut kalian semua?? " ucap Dave dengan muka serius melihat semua orang satu persatu.


"Eyang setuju itu! " kata Eyang kakung.


"Grandpa setuju! " sahut Grandpa.


"Mami setuju! "


" Papi setuju! "


"Bude setuju! "


"Stop!! Gak usah semuanya bilang setuju satu-satu! Kelamaan!! " teriak Bagas dengan berkacak pinggang.


"Kalau Eyang dan Grandpa sudah bilang setuju, semua orang juga pasti setuju! Dan gak mungkin nggak, soalnya gak mungkin ada yang membantah omongan para tetua! " jawab nya lagi tanpa merasa bersalah.


"Awww.... Sakit Mama... !! " pekik Bagas saat telinganya di jewer Bude Rini dengan kesal.


"Kamu tuh ya.. !! Kebiasaan banget memotong pembicaraan orang tua! Bikin kesal Mama aja! " ucap Bude Ditha dengan sangat geram pada Putra nya.


"Syukurin... " ucap para sepupunya tanpa bersuara tapi dengan gerakan mulut mereka.


Nana dan Anika menutup mulut menahan tawa melihat ulah Bagas yang seenaknya saja.


"Sudah, sudah! Kamu kayak gak tau sifat anak mu aja sih Dit! Dia kan emang hobi bicara blak-blakan dan gak kayak satu itu yang kalau ngomong harus ada gempa dulu baru keluar suara nya! " sahut Bude Wati sambil melirik Putra nya Bisma.


"Hais kalian ini! Kembali ke topik awal! Jadi siapa yang tunjuk tangan untuk mencari kambing yang akan di sembelih?? " ucap Pakde Toto dengan lantang.


"Kami aja Kang Mas! Sekalian bawa mereka juga cari kambing di Bandung! " jawab Pakde Vian sambil menunjuk anak-anak nya Bagas, Tara dan Akta.


"Kok kita sih Pa?? Aku kan kepengen ambil bagian menyediakan souvenir! " tolak Bagas dengan begitu santai.


"Gak udah banyak protes! Urusan souvenir itu urusan perempuan saja! Kamu ikut Papa aja ke Bandung ke kampung nya Mang parto cari kambing nya! " ucap Pakde Vian dengan menatap tajam Putra sulung nya itu.


Bagas langsung cemberut mendengar titah sang Raja yang tidak bisa di tolak atau di bantah sama sekali. Dave terkekeh dengan adik sepupu nya yang langsung mati kutu oleh ayahnya sendiri.


Tara dan Akta terkekeh geli melihat kakaknya langsung kicep jika Papa mereka sudah berkata.


Pembicaraan mereka terhenti sesaat karena Amirah datang memanggil Tata karena si kembar menangis karena lapar dan haus.


"Tata ke kamar anak-anak dulu ya.. Apapun keputusan kalian dan siapapun yang terlibat Tata setuju-setuju aja soalnya Tata gak bisa ngasih masukan! " ucap Tata sopan pada semua orang.


"Pergilah ke kamar sayang! Kamu gak usah mikirin ini! Kamu cukup fokus sama cucu-cucu Mami dan terima beres aja semuanya! " jawab Mami Sita dengan lembut.


"Iya sayang! Tugas kamu cuma satu yaitu makan yang banyak agar Asi mu banyak hingga cicit-cicit Eyang makan dan minum dengan lahap! Dan jangan lupa istirahat yang cukup! Urusan ini biar menjadi tanggungjawab kami semua! " sahut Eyang Uti ikut menambahkan.


Tata tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya sebelum beranjak dari tempat ia duduk tadi. Setelah Tata pergi ke kamar si kembar, pembicaraan dilanjutkan kembali.

__ADS_1


"Biar saya yang mencari tempat nya karena gak mungkin juga acaranya di lakukan di kediaman ini! " usul Arkan ikut bicara.


"Ide bagus itu! Aku akan bantu juga ! " ucap Bisma tiba-tiba membuka mulut.


"Alhamdulillah Ya Allah anakku ternyata gak gagu! " ejek Bude Wati tanpa merasa bersalah.


"Hahahaha... " gelak tawa membahana setelah ucapan nyeleneh Bude Wati yang mengejek anaknya sendiri.


Orang yang di ejek malah melempem dengan wajah datar dan tidak terpengaruh sedikit pun.


"Kalau gitu gimana urusan catering di serahkan pada restoran aja! Sekalian ajang promosi agar semua orang bisa mencicipi menu-menu yang di restoran! Aku rasa Tata gak bakalan keberatan! " usul Sandra ikut mengemukakan pendapatnya.


"Wah, betul itu! Mami setuju! Dari pada kita sewa catering orang lain kenapa ga catering dari restoran sendiri aja! " ucap Mami Sita setuju.


"Eyang juga setuju! Soal souvenir serahkan pada mereka yang muda-muda saja! Gimana?? Kalian mau?? " sahut Eyang Uti sambil bertanya pada cucu-cucu perempuan nya.


"Mau dong Eyang! " jawab Wiwid dan Gendis kompak.


"Nah, karena sudah sebagian yang di handel, untuk dekorasi gimana?? Ditangani sendiri apa menggunakan EO?? " tanya Dave dengan melihat semua orang.


"Kalau soal dekorasi lebih enaknya pakai Event Organizer aja! Jadi kita tinggal minta buatkan sesuai konsep yang kita inginkan! Bude ada teman yang punya usaha ini dan untuk yang ini biar Bude yang urus! Setelah tau dimana tempat acaranya maka Bude akan bergerak cepat memberitahu pihak EO nya ! Tapi Bude akan pesan dari sekarang aja biar gak keduluan orang! " jawab Bude Ditha menawarkan diri.


"Setuju aku Mbak yu! Aku juga ikut bantu Mbak! " ucap Bude Rini lagi.


"Oke! Terus soal undangan gimana?? Siapa saja yang akan di undang dan berapa tamu yang akan di undang serta perlu kah cetak undangan yang resmi?? " tanya Dave lagi.


"Gimana kalau undangan resmi nya tetap di bikin tapi terbatas aja! Undang yang kira-kira penting aja! Papi sama Pakde Toto, Pakde Hasan bisa berembuk bersama untuk menentukan siapa saja yang mau di undang! Terus yang paling penting undang anak-anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan yang ada di sekitaran tempat tinggal kita dan juga panti asuhan anak-anak berkebutuhan khusus tidak ketinggalan juga! Warga sekitaran jika jangan lupa di undang termasuk para pejabat nya seperti RT dan RW karena tetangga itu yang lebih penting! " usul Abeth dengan menatap Papi dan Pakde nya.


"Papi setuju! Gimana Kang Mas?? " jawab Papi Dayton sembari bertanya pada iparnya.


"Kami juga setuju! " ucap Pakde Toto dan Pakde Hasan serempak.


"Bagus! Sekarang waktu aqiqah nya yang belum! Kapan kira-kira acara ini kita lakukan?? Seminggu lagi apa dua minggu lagi?? " tanya Dave kembali pada semua orang.


"Kalau bisa sih seminggu lagi! Karena menurut Rasulullah pemberian nama dan Aqiqah di lakukan pada saat bayi berumur 7 hari, 14 hari atau 21 hari. Karena si kembar sudah berumur 14 hari maka lebih baik acaranya kita lakukan seminggu lagi pas umurnya 21 hari! Itu pun jika semua persiapan nya bisa dilakukan dalam seminggu lagi! " ucap Eyang kakung menyampaikan pendapat nya.


"Nah, bagus itu! Baru saja teman Bude ngechat, katanya mereka bisa menyewakan EO nya untuk kita jika minggu depan! " celutuk Bude Ditha cepat bertindak.


"Gile... ! Cepat benar emak gue mengeksekusi nya! Lewat mana tadi Buk?? Udah kayak valentino rossi aja cepatnya! " sindir Bagas pada emaknya sendiri.


"Jiah... Emangnya kamu yang selalu lelet! Begitu Mama yang usulin tadi, Mama langsung bergerak cepat menghubungi teman Mama melalui chat biar gak keduluan orang! " balas Bude Ditha mengejek anaknya sendiri.


"Kalau gitu saya mau permisi sebentar untuk menghubungi pihak hotel biar gak keduluan orang juga! " ucap Arkan permisi bangkit ke teras samping.


Ia langsung mengutak-atik ponselnya menelpon seseorang yang hanya ia saja yang tau. Di saat yang sama Pakde Vian juga langsung menelpon Mang Parto tetangga dekat rumahnya untuk janjian besok pagi pergi ke Bandung melihat kambing aqiqah di peternakan milik saudaranya.


"Gercep juga itu bapak-bapak langsung nelpon! Demen banget kalau dapat bagian jalan-jalan! " celutuk Bagas menyindir Papa nya sendiri.

__ADS_1


"Emang nya elu yang kayak siput! " ejek Bisma ikut komentar.


"Emang sadis pria yang pendiam! Sekali ngomong ucapan nya pedes banget kayak cabe setan level 10! Nyelekit banget! " tukas Bagas kesal.


"Kak, kalian berdua bantuin kita ya untuk bungkusin souvenir nya! Kalau soal survey biar aku sama Mbak Gendis! Kak Nana dan Kak Anika dapat bagian bungkusin nya aja sama Mbak Caca dan Mbak Saras! " pinta Wiwid pada Nana dan Anika.


"Beres itu! Aku gak bisa bantu yang berat-berat soalnya takut Revan rewel dan banyak tingkah! " jawab Anika santai.


"Mih, Abi dapat bagian apa?? Semua nya pada bantuin, masa Abi nggak?? " tanya Abimana putra bungsu Bude Rini.


"Elu bantu makan aja Mbul! Nah, elu cicipin menu catering restoran nya Kak Tata enak apa kagak! Kalau enak lanjut, kalau gak enak bilangin ama chef nya biar di enakkan lagi! " jawab Bagas yang nyerocos aja kayak petasan banting.


"Sembarangan Mas kalau ngomong! Aku gendut bukan karena banyak makan! " omel Abi dengan wajah cemberut.


"Lah, kalau bukan karena banyak makan karena apa Midun??? " sahut Bagas tidak mau kalah.


"Itu karena kelebihan berat aja! " jawab Abi dengan masa bodo.


"Hahahaha... ! Sama aja itu Mbul.. Berat elu lebih karena kebanyakan makan! " ucap Bagas dengan tergelak kencang.


Mereka yang di sana ikut tersenyum melihat obrolan receh Bagas yang mengejek sepupu nya yang masih SD mempunyai badan yang agak berlebih alias gendut.


"Oh ya, Bude Ditha, Gendis, Pakde Vian, Arkan, nanti kirimkan semua rincian biaya nya kepada Dave! Biar nanti Dave transfer untuk pembayaran nya dan usahakan bayar nya di awal saja! " ucap Dave kepada semua yang bertanggung jawab untuk acara tersebut.


"Gak! Biar pembayaran nya dari Papi aja! Kamu urus yang kambing nya aja karena itu memang kewajiban mu sebagai orang tua dari si kembar! Yang lainnya biar menjadi urusan Papi! Papi gak mau di bantah! " tolak Papi Dayton dengan tegas.


"Iya! Grandpa setuju! Biar ini menjadi urusan Grandpa dan Papi mu! Soal pembayaran itu hal kecil dan kau cukup bayar kambing nya saja! " sahut Grandpa mendukung perkataan Putra nya.


"Baiklah kalau gitu! Pakde, ini kartu untuk beli kambing nya! Pin nya tanggal nikahan Dave dengan Tata! Totalnya kan 11 ekor kambing! Pilih yang paling bagus, paling gede dan gemuk badannya ya Pakde! " kata Dave pada Pakde Vian sambil menyerahkan kartu atm ke tangan Pakde nya.


"Ya elah Mas! Kalau mau yang gemuk, beli aja sekalian sapi! " celutuk Bagas yang nyambar aja.


"Maksud Mas itu jangan beli yang kurus, Bagas!!! " ucap Dave dengan geram pada adik sepupunya itu.


"Udah, gak usah dengerin Bagas! Kamu tenang aja, Pakde pasti beli yang paling bagus sesuai syarat untuk aqiqah! " ucap Pakde Vian dengan menepuk bahu keponakan nya itu.


"Terimakasih Pakde! Karena semuanya sudah clear, jika ada yang agak kesusahan dalam meng handel nya atau kurang bantuan jangan sungkan bilang agar di bantu sama-sama! " ucap Dave mengakhiri rapat.


"Ya udah kalau gitu! Kami pamit pulang dulu, kasihan anak-anak udah malam! " sahut Sandra yang izin pamit bersama Kadir dan anak-anak nya.


"Kami juga mau pulang! Kalian hubungi aja kalau souvenir nya udah ada ya?? " ucap Anika juga ikut pamit sambil bicara pada Gendis dan Wiwid.


"Hati-hati ya Nak! Jangan ngebut-ngebut bawa mobil! Oh ya, bilang sama Mami dan Papi kamu kalau Ibuk suruh mereka ke Jakarta secepatnya untuk ikut acara aqiqah nya si kembar! " ucap Ibuk pada Sandra.


"Beres Buk! " jawab Sandra dengan menyalami tangan semua orang tua.


Kadir menggendong Kana yang sudah ketiduran, sedangkan Kayla di gandeng Sandra dengan mata sudah 5 watt. Begitu juga Riko yang menggendong Revan yang sudah tertidur menuju mobil mereka masing-masing. Nana dan Susan di larang pulang dan di suruh menginap malam ini.

__ADS_1


"Pulang semuanya! Bye... Assalamualaikum... " teriak Sandra dengan melambaikan tangannya saat mobil nya sudah jalan.


Bersambung...


__ADS_2