Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
56. Kemarahan Riko


__ADS_3

"Abang.. "


"Anika.. "


Mereka saling memanggil satu sama lain ketika Anika mengangkat wajahnya dan langsung menabrakkan dirinya kepelukan sang kakak.


Anika menangis tersedu-sedu di pelukan kakak lelakinya yang sudah tidak pernah ia temui semenjak insiden Mama nya mengusir Nana dari rumah itu.


Kadir mengusap punggung adik bungsunya agar sedikit tenang dan ia sengaja tidak bertanya karena keadaan dan suasana juga tidak mendukung.


"Ayo kita pulang! " ajak Kadir ketika Anika melepaskan pelukannya.


"Anika gak tahu mau pulang kemana, Bang! " jawab Anika dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


"Kita pulang ke rumah Abang! Ayo naik! " jawab Kadir dengan mengangkat koper Anika dan menaruhnya di atas motor.


Anika segera naik ke atas motor tanpa banyak bertanya. Dalam hatinya ia sangat bersyukur bertemu dengan Abang nya di saat susah seperti ini.


Mereka berkendara hampir 15 menit karena jalanan sudah mulai macet karena banyak orang pulang dari aktivitas mereka di luar rumah.


Anika turun dari motor Kadir ketika Kadir berhenti di sebuah warung makan.


"Tunggu di sini! Abang mau ambil Kana dulu! " ucap nya sambil berlari memasuki warung tersebut.


Tidak berapa lama, Kadir keluar dengan menggendong seorang balita perempuan di dadanya yang sedang mengoceh dengan sendirinya dan membawa beberapa kantong plastik.


"Ya ampun! Kanan udah gede ya sekarang! Terakhir Ika lihat sewaktu baru lahiran dulu! " ucap Anika dengan gemes menoel-noel pipi chubby Kana.


"Iya, Abang aja merasa cepat banget Kana gede nya! Ayo kita naik, kita jemput Kayla lagi! " jawab Kadir sambil menghidupkan kembali motornya.


"Emang Kayla gak di rumah sama Mbak Yuli? Kok di titipin juga! " tanya Anika heran ketika sudah di atas motor.


"Nggak! " jawab Kadir singkat.


Anika hanya mangut-mangut mendengar jawaban Kadir, ia tidak bertanya lagi dan mulai menikmati terpaan angin yang berhembus di wajahnya yang mana membuatnya sedikit lupa akan masalah yang ia hadapi.


Mereka kemudian berhenti di sebuah rumah yang cukup besar dan terlihat seorang anak kecil berusia tujuh tahun berlari keluar pagar menghampiri mereka dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Papa udah pulang? Kok cepetan Pa? Ini siapa, Pa? " tanya Kayla dengan wajah tidak suka ketika melihat Anika.


"Emangnya Ila lupa dengan Tante Anika? Itu loh yang dulu suka belikan Ila bando-bando yang lucu setiap Ila ke rumah nenek? " jawab Kadir dengan mengusap pelan rambut panjang putrinya.


"Ila gak ingat! " ucap Kayla dengan ketus.


"Ini Tante Anika! Adik Papa yang paling kecil ! " sahut Kadir menjelaskan kepada Kayla.


"Adik Papa? " ucap Kayla kembali bertanya.


"Iya, adik Papa yang paling kecil. Yang paling besar Tante Nana nama nya! " jawab Kadir lagi dengan sabar.


"Oh gitu! Jadi ini Tante nya Ila ya Pa? " ucapnya lagi mencari pembenaran.


Kadir menganggukkan kepalanya dan Kayla mulai tersenyum lagi ketika mengetahui siapa yang bersama Papanya itu.


"Ya sudah, ayok pulang! Nanti kita cerita lagi ketika sudah di rumah! " jawab Kadir dengan menghidupkan kembali motornya.


Mereka pun segera naik ke atas motor dan pulang ke rumah kontrakan Kadir


Anika masuk dengan membawa kopernya dan meletakkannya di sudut ruang tamu yang cukup luas karena tidak ada kursi hanya perlak saja yang menjadi alas nya.


"Ka, kamu bawa koper kamu ke kamar belakang gih! Istirahat lah dulu, Abang mau mandiin Kana. Maaf karena kasurnya hanya di letakkan di lantai gak ada tempat tidur nya. Abis itu kita gantian mandi karena kamar mandi nya hanya satu di belakang. " ucap Kadir sambil menyiapkan keperluan mandi Kana.


Anika hanya mengangguk dan beranjak dari duduknya mengambil koper dan menyeretnya ke dalam kamar yang di maksud Abangnya. Ia merapikan kamar tersebut karena ia tidak ingin istirahat, kemudian pindah keluar merapikan ruang tamu dan menyapunya hingga bersih.


Kadir berdiri di belakang Anika dengan wajah kaget melihat adiknya yang manja menyapu membersihkan rumah hingga rapi dengan penuh haru.


"Loh, Abang kok diam aja di situ? Ngapain? Tuh Kana ampe kedinginan kayak gitu! " celutuk Anika yang membuyarkan lamunannya.


"Astaghfirullah hal adzim... " ucap Kadir tersadar dan langsung membawa Kana ke kamar yang pertama.


Anika mengikuti dari belakang ketika Kadir memasuki kamarnya untuk memakaikan Kana pakaian.


"Sini Bang! Biar Anika aja yang pakeinnya! Abang ajak Kayla aja mandi, biar cepetan. " raih Anika mengambil handuk di tangan Kadir.


"Ya sudah, baju nya di dalam lemari itu! " tunjuk Kadir ke lemari tiga tingkat di sudut kamar.

__ADS_1


Anika pun membantu Kadir mengurus Kana yang syukur nya mau ketika Anika menyentuhnya. Ia juga membantu mengurus Kayla dan Kadir pergi keluar untuk membeli makanan untuk mereka makan malam.


🎍🎍🎍


Sedangkan Riko melajukan mobilnya seperti orang kesetanan menuju rumah orang tua nya. Ia begitu marah ketika mendengar kejadian yang sebenarnya dari Bi Sur.


Begitu sampai ia langsung masuk ke rumah orang tuanya tanpa mengucapkan salam.


"Ma, Mama! Mama! " teriak Riko dengan suara kencang.


"Apa begitu adab kamu masuk ke dalam rumah Ko? Tanpa mengucapkan salam dan teriak-teriak! " tegur Papa nya yang keluar dari dalam kamar.


"Maaf Pa, Assalamualaikum! Mama mana Pa? " jawab Riko datar mengucapkan salam karena ia masih menghargai Papa nya.


"Lagi mandi, sebentar lagi keluar! " jawab Papa nya sambil mendaratkan bokongnya ke sandaran sofa.


Tidak lama kemudian, Mama nya keluar dari dalam kamar dengan santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Apa maksud Mama mengusir Anika dari rumah? Kenapa Mama lancang ikut campur rumah tangga Riko? Apa Mama belum puas sudah menghadirkan duri dalam rumah tangga Riko? Apa salah Anika sehingga Mama tega mengusir nya seperti itu? " cerca Riko begitu Mama nya menampakkan diri.


"Betul apa yang Riko bilang itu, Ma? " tanya Papa nya Riko sambil menatap istrinya itu.


"Benar! Emangnya kenapa? "jawab Mama nya Riko dengan santai.


"Astaghfirullah hal adzim, Ma? Mama sadar gak sih apa yang Mama lakuin ? " sahut Papa nya Riko dengan wajah prustasi.


"Mama bilang kenapa? Mama emang gak punya hati! Anika itu istrinya Riko Ma, perempuan yang Riko cintai! Tega-teganya Mama mengusir Anika dari rumah di saat Riko lagi gak ada di rumah! Riko kecewa sama Mama! Jangan salahkan Riko jika mulai hari ini Riko gak akan menginjakkan kaki di rumah ini lagi! Dan Riko haramkan Mama menginjakkan kaki Mama di rumah kontrakan Riko! " ucap Riko dengan wajah penuh amarah dan langsung pergi setelah mengucapkan kekesalannya.


Papa dan Mama Riko terbelalak kaget mendengar kata-kata yang keluar dari mulut anaknya itu. Ia lalu berlari mengejar nya dan berteriak memanggil namanya, namun Riko tidak menghiraukan nya, ia langsung memasuki mobil dan pergi dari rumah orang tuanya itu.


"Puas kamu Ma! Puas kamu! Membuat anakmu sendiri seperti itu! Jangan lagi kamu datang ke rumahnya karena sudah di haramkan oleh anak mu itu! Kamu benar-benar keterlaluan, Ma! " ucap Papa Riko dengan wajah kecewa terhadap istrinya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan...

__ADS_1


__ADS_2