Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Dua pasang pengantin..


__ADS_3

Tata langsung naik ke kamarnya menuju kamar Mami mertuanya.


Baru sampai di lantai atas ia berpapasan dengan sang Mami.


"Kebetulan ketemu Mami di sini! " ucap Tata dengan wajah sumringah.


"Loh, kalian udah pulang! Dave mana? Emang nya ada apa mau ketemu Mami! " sahut Mami Sita dengan heran.


"Barusan kami sampai, Mi.. ! Mas Dave mungkin dalam kamar soal Tata tadi ke belakang dulu! Tata mau ngomong sesuatu sama Mami! Mami ada waktu gak! " jawab Tata sambil bertanya pada mertuanya.


"Ayo ke kamar aja lebih enak! Kamu mau ngomong apa sama Mami? " ajak Mami Sita berbalik ke kamarnya.


"Ada deh Mi... ! " jawab Tata sambil bergelayut di lengan mertuanya.


"Ih.. Main rahasia-rahasia dari Mami! " sahut Mami Sita gemes.


"Oh iya... Mami dengar adik bungsu kamu katanya udah lahiran! " ucap Mami Sita dengan tangan membuka handle pintu kamarnya.


"Udah Mi... Anaknya cowok! Tapi sekarang udah pulang ke rumah mertuanya tadi pagi di antar Sandra dan Bang Kadir! " jawab Tata sambil masuk ke dalam kamar Mami Sita.


"Jadi sepi dong rumah karena bayi nya udah gak tinggal di sana! Haduh, Mami tiba-tiba jadi kepengen punya cucu juga! Pasti riuh dengan suara tangisannya! " ucap Mami Sita dengan senyum-senyum sendiri menghayal.


"Doakan aja ya Mi.. Biar Tata bisa cepat ngasih Mami cucu! " sahut Tata dengan mengusap perutnya yang rata.


"Aamiin... Mami gak mau kamu buru-buru juga, karena hamil itu bukan perlombaan. Itu semua tergantung dengan yang di atas, kalau masih belum hamil berarti yang di atas masih ingin kalian mempersiapkan diri dulu sebelum di beri kepercayaan menjadi orang tua! Kamu tau sayang, di keluarga Kusuma hanya mami yang cepat mendapatkan keturunan yang cepat. Makanya Mami gak mau memaksa karena keturunan itu hak progresif Allah. Jika iya sudah berkata kun fayakun maka semua yang mustahil pun menjadi nyata! Jadi, kamu jangan merasa terbebani dan buru-buru untuk memiliki keturunan. " jawab Mami Sita dengan mengusap lembut rambut Tata.


"Iya Mi... Tata ngerti! " ucap Tata dengan mengangguk paham.


"Ya udah, kamu mau ngomong apa sayang? " tanya Mami Sita dengan lembut.


Saat ini mereka berdua sedang duduk di atas sofa yang mengarah ke balkon dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi masuk lewat pintu balkon yang memang di biarkan terbuka.


"Emm... Sebenarnya Tata pengen Kak Abeth juga melakukan resepsi pernikahan nya barengan sama Tata nanti Mi.. ! " ucap Tata dengan menggigit bibir nya.


"Maksud kamu apa sayang? Mami gak ngerti! " sahut Mami Sita menyuruh Tata menjelaskan lagi.


"Maksud Tata, Bisa gak kalau Kak Abeth juga mengadakan pesta resepsi pernikahan barengan sama Tata dan Mas Dave Mi.. Jadi nanti di pelaminan ada dua pasang pengantin gitu, Tata pengen semua orang juga tahu kalau kakak juga udah menikah. Gitu maksud Tata, bisa gak Mi? " ucap Tata pelan-pelan agar Mami mertuanya paham.


"Bisa aja sayang, hanya saja apakah Abeth mau apa gak melakukannya. Dari dulu Mami juga kepengen kakak kamu membuat pesta resepsi pernikahan tapi kakak kamu menolaknya, alasannya waktu itu Henry masih sibuk dan tidak ada waktu untuk melakukan semua itu. " jawab Mami Sita dengan menghela napasnya.


"Tapi kan sekarang Henry gak sibuk lagi Mi, dan bahkan udah gak kerja di rumah sakit itu lagi. Mumpung mereka masih di sini dan belum menetapkan tinggal di kampung halaman Henry, kita bujuk aja agar kakak mau menyelenggarakan pesta pernikahan barengan gitu. Syukur-syukur nanti mereka memutuskan untuk tinggal dan berkarir di sini aja gak perlu ke Australia lagi. Ayo lah Mi, Mami bujuk kakak ya Mi biar mau jadi pengantin juga barengan Tata! " ucap Tata merayu dan merengek pada Mami Sita.


"Iya iya... Nanti Mami coba, mudah-mudahan Abeth mau! " jawab Mami Sita pasrah.


"Harus mau Mami.. ! Bilangin kalau kakak gak mau, Tata juga gak mau pesta resepsi pernikahan! Pokoknya Mami harus bisa membujuk kakak ya Mi.. " ucap Tata memaksa.


"Iya... Mami akan paksa kakak kamu! " jawab Mami Sita menyakinkan Tata.


"Yes... Mami memang yang terbaik... cup.. cup.. ! Bye Mami, Tata ke kamar dulu! " ucap Tata memekik kegirangan dan mencium pipi Mami Sita kiri kanan seraya keluar dari kamar tersebut dengan wajah sumringah.

__ADS_1


Mami Sita geleng-geleng kepala melihat Tata keluar dari kamar nya dengan wajah bahagia seperti baru saja mendapat doorprize undian berhadiah.


🌿🌿🌿


Sandra dan Kadir masih di rumah orang tua Riko duduk di ruang tamu mendengarkan cerita Hamdani yang menceritakan tentang toko mereka yang bangkrut karena Sandra yang bertanya.


"Begitulah ceritanya Nak Sandra, Nak Kadir! " ucap Hamdani dengan wajah agak malu menceritakan nya.


"Sebenarnya maksud saya bertanya itu hanya ingin memastikan saja karena saya mendapatkan amanah dari Tata untuk memberikan ini pada kamu Riko. Tata memberikan ini sebagai pinjaman karena ia tahu kamu pasti menolak jika ia memberikan nya secara cuma-cuma kepada kamu dan Anika. Tata ingin kamu memulai hidup baru dengan membangkitkan kembali usaha keluarga mu yang sudah bangkrut itu, Tata sangat yakin jika kamu bisa melakukannya. " sahut Sandra dengan merogoh sesuatu dari dalam tas yang ia sandang.


Sebuah amplop coklat yang isinya begitu tebal ia letakkan di atas meja di hadapan Riko dan Papa nya. Riko mengambil dan membuka amplop coklat tersebut dan membuat matanya terbelalak kaget melihat isinya uang tunai senilai 100 juta cash.


"I-ini dari kak Tata, Kak?? " tanya nya dengan tangan gemetaran.


Sandra mengangguk dan Riko seketika lemas mendengar nya, ia tidak menyangka jika Tata akan melakukan semua itu untuk ia dan keluarganya. Ia seketika menangis teringat kesalahan nya di masa lalu pada Tata, ia menyesal karena dulu tidak membela Tata saat didzalimi Mama mertuanya dan Kakak iparnya.


Hamdani juga mengambil amplop coklat itu di tangan Riko dan juga terbelalak kaget melihat isinya adalah uang yang sangat banyak.


"Kenapa Kak Tata baik banget pada kami berdua Kak? Padahal dulu kami ikutan berbuat dzolim pada Kak Tata! Aku malu untuk menerimanya! " ucap Riko sambil menyeka air mata yang mengalir di pipinya.


"Itulah Tata, dari dulu ia orang yang seperti itu! Ambillah Riko, buktikan pada Tata kalau ia tidak salah orang mempercayaimu! Ia selalu yakin jika semua orang pasti punya kesempatan kedua untuk berubah. Jangan buat Tata kecewa karena mendapatkan sebuah kepercayaan itu sangat lah susah! Kakak harap kamu mau menerima nya dan yakinlah para dirimu sendiri dan pada kemampuan mu jika kamu bisa menjadi orang yang sukses seperti harapan Tata! " sahut Sandra dengan panjang lebar.


Anika keluar dan bergabung bersama mereka di ruang tamu. Ia heran dan bingung melihat suaminya menangis dengan memegang amplop coklat dalam dekapannya.


"Mas kenapa nangis? Apa ada lagi hal yang gak Anika ketahui? " tanya Anika dengan mendekati Riko dan melihat ke arah Kadir dan Sandra bergantian dengan wajah bingung.


Riko segera menghapus air matanya dan tersenyum melihat istrinya.


"Revan tidur di samping Mama! Kebetulan Mama juga agak lelah, jadi aku suruh tidur aja! Mama mau tidur di samping Revan, ya udah aku taruh aja Revan di sisi Mama! " jawab Anika menjelaskan nya.


"Terimakasih sayang! Mudah-mudahan Mama bersemangat lagi untuk sembuh dengan kehadiran Revan! " ucap Riko dengan wajah bahagia.


"Aamiin.... ! " jawab semua orang mengaminkan doa Riko.


"Baiklah... Kalau gitu kami berdua permisi dulu ya.. ! Nanti anak-anak protes karena kakak kelamaan perginya! Jaga diri kalian baik-baik ya...


Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk memberitahu kami semua! " ucap Sandra mau undur diri.


"Betul kata kakak Sandra! Ko, Abang titip Anika dan Revan ya.. ? Jaga mereka baik-baik dan mulailah untuk bangkit kembali! " pesan Kadir seraya menepuk pelan bahu Riko.


"Oh iya satu lagi, besok Bi Sum akan di antar ke sini lagi untuk bantu-bantu kamu, Anika! Kali ini Bi Sum bekerja atas perintah Tata dan di gaji oleh Tata, jadi kalian tidak perlu keberatan dan bingung untuk menggaji nya ya.. ! Kami permisi dulu! Assalamualaikum.. ! " ucap Sandra lagi sebelum benar-benar pergi dari rumah itu.


Mereka pergi setelah Anika dan Riko menyalami mereka berdua serta berpamitan pada papa Riko Hamdani.


🌿🌿🌿


Keesokan harinya di kediaman keluarga Ryder..


Mami Sita sudah membicarakan keinginan Tata untuk meminta Abeth ikut mengadakan pesta pernikahan nya secara bersama-sama kepada Abeth dan Henry.

__ADS_1


Bahkan Mami Sita juga sudah membicarakan nya pada Papi Dayton, kedua orang tuanya, kedua mertuanya, kedua besannya, dan kepada keluarga besarnya yaitu Kakak-kakaknya.


Semuanya tidak masalah asalkan Abeth setuju, karena pada awalnya Abeth menolak dengan tegas. Tapi karena Tata merengek seperti anak kucing yang minta di kasihani sambil memberikan ancaman akhirnya Abeth menyetujuinya dan sekarang mereka berempat sedang ada di sebuah butik untuk mencari gaun pengantin untuk mereka berdua sekalian fitting baju pengantin.


Abeth merenggut kesal masuk ke dalam butik dengan menggandeng lengan suaminya. Sedangkan Tata tersenyum bahagia saat begitu turun dari mobil dan memasuki butik ini bersama sang suami.


"Ayo Kak kita masuk ke sana! Kita cari gaun yang paling bagus dan cocok untuk kakak! " ucap Tata penuh semangat mengajak Abeth memasuki ruangan sang designer.


Seorang karyawan wanita mempersilahkan mereka masuk dan tampaklah berbagai macam gaun pengantin yang berjejer di patung dan di gantungan yang di pajang dalam ruangan tersebut.


"Silahkan Nona untuk memilih nya, karena semua gaun yang ada di sini tidak di buat sama dan hanya satu setiap desainnya! " ucap karyawan tersebut dengan ramah.


Tata dan Abeth berjalan berdua melihat-lihat satu persatu gaun tersebut dengan lebih teliti dan mendetail. Sedangkan Dave dan Henry duduk menunggu di sofa yang sudah di sediakan dalam ruangan itu.


"Ayo Kak di pilih.. ! Aku gemes banget lihat semuanya! Cantik-cantik dan mewah banget gaunnya! " ucap Tata dengan mata berbinar.


Ia menyentuh sebuah gaun berwarna putih tulang yang sangat menarik perhatian nya dari tadi.


"Pilihan yang cocok untuk anda Nona.. ! " komentar karyawan tersebut dengan tersenyum ramah.


"Ah, mbak bisa aja! Gaun ini terlalu mewah untuk saya! " jawab Tata gak sungkan dan malu-malu.


"Kenapa gak Nona coba saja di ruang ganti? Biar kita lihat cocok apa nggak! Karena menurut penilaian saya pribadi jika gaun ini sangat cocok untuk wajah cantik dan alami Nona! " ucap karyawan tersebut dengan meraih gantungan gaun pengantin itu dan menaruhnya di tangan Tata.


"Mari Nona saya bantu ! " ajak karyawan tersebut pada Tata.


"Tapi, kakak saya masih belum menemukan gaun nya! Masa saya udah coba duluan! " jawab Tata mencoba menolaknya dengan alasan Abeth.


"Kalau begitu, kami masih punya satu gaun lagi yang baru di desain designer kami dua bulan lalu! Mudah-mudahan cocok untuk kakak Nona! Sebentar saya ambil kan dulu.. ! " sahut karyawan tersebut tidak patah semangat.


Tata hanya mengangguk mengiyakan karena ia tidak tahu lagi bagaimana mau menolak. Abeth yang bingung segera menghampiri Tata yang masih memegang gaun pengantin yang di ambil kan karyawan tadi untuk di coba.


"Wah... Mata kamu jeli Ta melihat barang yang bagus! Ini pasti cocok untuk kamu! "puji Abeth saat melihat gaun pengantin yang ada di tangan Tata.


"Kakak sama mbak-mbak tadi kompak bilang gaun ini cocok sama aku! Ini terlalu mewah dan elegan untuk perempuan biasa kayak aku! " jawab Tata agak minder.


"Dih siapa bilang.. ! Justru itu yang bagus! Kakak yakin kalau kamu bakalan jadi seorang Putri dengan memakai gaun pengantin ini! Kamu bukan orang biasa Tata... Kamu luar biasa dan seorang menantu keluarga Kusuma dan Ryder! Jadi kamu pantas memakai gaun yang bagus seperti ini! Lagian sejak kapan kamu menjadi minder kayak gini?? " ucap Abeth dengan nada tidak suka.


"Maaf Kak... ! " sahut Tata dengan raut muka terlihat sungkan.


"Iya gak papa... ! Pokoknya hilangkan perasaan minder dan gak percaya diri kamu itu! Ingat ! Kamu itu menantu di keluarga Kusuma dan Ryder, jadi kamu harus terlihat cantik, anggun, dan memesona semua orang yang melihat mu! Singkirkan perasaan minder, merasa rendah dan tidak selevel di hatimu! Jangan hiraukan perkataan negatif yang kamu dengar dari orang lain karena semua itu hanya ingin membuat mu menjadi buruk di mata mereka! Ayo kita coba kan gaun ini di tubuhmu sekarang! " ucap Abeth dengan menyemangati Tata sambil menarik tangan Tata menuju ruang ganti.


"Tunggu dulu Kak! Kita tunggu Mbak-mbak yang tadi ambil gaun lagi! " seru Tata hingga membuat Abeth menghentikan langkahnya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya....


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...

__ADS_1


Lope-lope untuk kalian semua🥰🥰🥰🥰...


Jangan lupa kasih othor kopi biar othor tetap melek dan bisa double up🤗🤗🤗..


__ADS_2