Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Honeymoon 3


__ADS_3

Dave membopong Tata masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri sehabis bercinta sore-sore.


Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi dengan pasangan Abeth dan Henry yang sedang memadu kasih ronde kedua di dalam kamar. Pasangan itu langsung melakukan olahraga memacu keringat begitu memasuki kamar mereka.


"Iya, terus honey... Terus... Lebih cepat lagi! " teriak Abeth saat Henry memacu laju piton nya di dalam apem nya.


"Oh yes... Kau luar biasa honey! " balas Henry sembari menepuk bokong istrinya itu.


Teriakan, desa han dan rintihan bergema di dalam kamar tersebut saat mereka lakukan nya dengan posisi ***** *****.


"Honey... Aku mau sampai! " pekik Abeth saat gelombang itu akan menghampiri nya.


"Tahan sebentar honey... Aku juga mau sampai! Kita keluar sama-sama!" teriak Henry juga semakin cepat tempo gerakan nya pada apem Abeth.


"Akh...... " Abeth dan Henry berteriak sama-sama saat pelepasan mereka datang.


Abeth langsung ambruk di atas tempat tidur, Henry mencabut piton nya dari apem istrinya dan ikut berbaring di sisi sang istri. Ia menaikkan selimut hingga menutupi semua tubuh polos mereka berdua.


Di kamar sebelah, Dave kembali mengarungi kenikmatan di dalam kamar mandi bersama istri tercinta. Karena sudah hampir memasuki senja, Dave mempercepat temponya mengobrak-abrik apem milik istrinya.


Hingga tidak lama terdengar suara lenguhan, desa han keduanya ketika pelepasan mereka tercapai.


Dave memandikan tubuh polos istrinya dengan begitu telaten karena agak kasihan pada sang istri.


"Mas kebangetan banget kalau urusan di bawah pusat! Gara-gara Mas lutut ku sampai gemetaran gini! " omel Tata kesal pada istrinya.


"Hehehehe... Maaf sayang! Abisnya kamu selalu membuat Mas on sih! " jawab Dave terkekeh pelan sembari memandikan istrinya.


Kali ini memang mandi yang sebenarnya, bukan mandi plus-plus.


Karena masih lemas, Dave menggendong Tata yang sudah ia pakaikan bathrobe membungkus tubuh polos nya keluar dari kamar mandi.


Dave juga memakai bathrobe dan meletakkan tubuh Tata di atas tempat tidur. Karena alarm penanda waktu maghrib sudah terdengar, Tata sholat magrib dari atas tempat tidur karena tubuh nya benar-benar lemas.


Setelah selesai menemui sang pemilik kehidupan, sepasang suami istri itu berbaring di atas tempat tidur dengan sudah berpakaian lengkap. Dave memakai kaos oblong yang mencetak tubuh kekar nya di padu celana pendek, sedangkan Tata memakai basic tank top warna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan hotpants jeans pendek sepaha.


"Mas, lapar... ! " rengek manja Tata saat melihat Dave mengutak-atik ponsel nya.


"Sebentar lagi datang sayang, Mas sudah memesannya pada petugas resort! " jawab Dave sambil meletakkan ponsel nya di atas meja.


"Besok kita jalan-jalan ya Mas?? Aku pengen jalan tanpa alas kaki di pantai! Aku juga pengen melihat bagaimana keadaan pulau ini pada pagi harinya! " ucap Tata dengan wajah berbinar.


"InsyaAllah sayang! " jawab Dave santai.


Ia mendekati Tata dan ikut duduk bersandar di kepala ranjang di samping istrinya.

__ADS_1


"Kok jawaban nya gitu! Gak meyakinkan banget! " ucap Tata memicingkan matanya.


"Lah, Mas terus harus jawab apa?? Kan emang benar, kalau kita berjanji ucapkan InsyaAllah! Salah nya Mas di mana sayangku? " ucap Dave balik.


"Ya salah lah, terdengar seperti pasrah aja! Gak ada semangat nya ! Ibarat kata agak terpaksa daripada bini nya ngambek! " jawab Tata merenggut kesal sembari melipat kedua tangan nya di dada.


"Yassalam... " ucap Dave tepuk jidat yang serba salah mau ngomong apa lagi.


"Iya, iya Mas minta maaf! Dah ah merajuk nya! Bikin Mas gemes aja! " ucapnya lagi dengan menarik hidung mungil Tata.


"Tok.... Tok... Tok.... "


Terdengar suara ketukan di depan pintu kamar mereka. Merasa makanan yang ia pesan sudah datang, Dave cepat-cepat mengambil selimut dan meminta Tata untuk berbaring di kasur.


"Apaan sih Mas! Ngapain coba aku di bungkus kayak kepompong gini! " ucap Tata protes saat melilitkan tubuh nya dengan selimut persis seperti kepompong yang hanya menyisakan kepalanya saja.


"Aku gak mau siapa pun melihat tubuh kamu yang memakai pakaian kurang bahan itu! Aku gak rela! Cuma aku yang boleh melihat nya dan memiliki nya! " jawab Dave dengan wajah masam.


Ia lalu berjalan menuju pintu dan memutar kuncinya, mempersilahkan seorang pelayan masuk dengan mendorong troli makanan.


"Taruh dimana makanan nya Sir? " ucap pelayan tersebut dengan bahasa Inggris.


"Di luar saja! Di meja itu! " jawab Dave menunjuk meja makan untuk dua orang di bagian luar dekat dengan sofa tempat mereka memadu kasih sore tadi.


Pelayan tersebut langsung mendorong troli makanan itu keluar dan menata semuanya di atas meja tanpa terkecuali.


"Sudah Sir! Rekan ku yang mengantar nya! Kalau begitu saya permisi dulu Sir! " jawab nya dengan menunduk sopan dan keluar dari kamar itu tanpa melihat kiri kanan dan hanya lurus ke depan.


Saat pelayan itu hendak menutup pintu, Dave memanggil nya dengan keras.


"Tunggu sebentar! " teriak Dave dengan keras.


"Iya Sir... ! Ada yang bisa saya bantu lagi! " jawab nya sambil balik badan menghadap Dave.


Dave merogoh kantong celana nya dan memberikan beberapa lembar uang negara Male pada pelayan itu.


"Itu sedikit tip dari ku untuk mu! " ucap Dave dengan mata tajam seakan-akan berkata tidak menerima penolakan.


"I-ini terlalu banyak Sir! Biasanya tip dari pelanggan tidak sebanyak ini! " jawab nya dengan agak gugup dan gemetaran memegang uang tersebut.


"Itu rezeki untuk mu! " jawab Dave santai.


"T-terimakasih banyak Sir! Selamat berlibur! " ucap pelayan tersebut dengan membungkuk berkali-kali di hadapan Dave.


Dave hanya mengangguk kan kepala nya dan pelayan tersebut langsung menutup pintu kamar Dave dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Mas.... Buruan buka! Panas ini! " teriak Tata kencang.


"Astaghfirullah sayang! Maaf, Mas lupa! " sahut Dave sedikit berlari ke arah tempat tidur.


Tata merenggut kesal saat Dave membuka kembali lilitan selimut pada tubuhnya.


"Mas kelewatan! Ini tuh baju dinas saat kemarau! Masa ia panas-panas gini cuaca nya aku harus pakai gamis! Sekalian aja nanti pakai pakaian syar'i lengkap dengan jilbab panjang dan cadar nya! " omel Tata dengan wajah mengkerut kesal.


"Balik lagi dong yank kalau kelewatan! " jawab Dave asal.


"Ih nyebelin! Orang ngomong serius malah di ajak bercanda! " ucap Tata menghentakkan kaki nya berjalan keluar menuju balkon.


Dave terkekeh pelan sembari mengikuti Tata keluar menuju meja makan.



Begini lah suasana meja makan Dave dan Tata


Tata langsung duduk di meja makan dan melahap makanan yang tersedia di meja tersebut.


"Pelan-pelan makan nya sayang, gak akan ada yang merebut makanan mu! " tegur Dave yang duduk di seberang Tata menghapus noda saos di pinggir mulut Tata.


"Aku bukan takut makananku di rebut Mas! Hanya saja aku benar-benar lapar setelah tenaga ku habis di gempur mu habis-habisan! Tinggal sekamar dengan suami mesum seperti Mas itu harus butuh tenaga dan energi yang ekstra kalau gak mau pingsan! " cibir Tata sambil mengunyah makanan nya.


"Hahahaha.... " Dave tergelak kencang mendengar cibiran istrinya.


Sementara itu di kamar sebelah, Henry membangunkan Abeth yang ketiduran setelah selesai sholat magrib tadi.


Pelayan yang membawa kan makanan sudah pergi dari kamar mereka.


"Honey bangun! Saat nya makan malam! Perut mu harus di isi makanan dulu honey biar tenaga nya pulih! " ucap Henry dengan mengguncang tubuh istrinya.


"Aku masih capek honey! Biarkan aku istirahat dulu! " jawab Abeth sambil mengeratkan selimut nya.


"Tapi kamu belum makan honey... ! Di pesawat tadi juga hanya makan sedikit! " ucap Henry lagi berusaha membangun kan istrinya.


"Bangun lah dulu untuk makan sedikit! Setidaknya perut mu harus di isi makanan! Setelah makan boleh tidur lagi! Ayo lah honey... " tambah nya lagi dengan menciumi wajah istrinya karena gemes.


"No.... Aku mau tidur! Aku capek! " jawab Abeth keukeh menolak.


"Baiklah, kalau tidak mau bangun juga! Jangan salah kan aku jika akan ada ronde kedua dan ketiga untuk kita gulat di ranjang! " ucap Henry dengan seringai licik nya.


Abeth langsung terduduk begitu mendengar ancaman maut suaminya dan ia turun dari tempat tidur berjalan menuju meja makan.


"Serem banget ancaman nya! Masa iya di gempur terus habis-habisan! " omel Abeth dengan wajah merenggut sebel.

__ADS_1


"Good Girl... Gini kan enak kalau penurut sama suami sendiri! " ucap Henry tersenyum puas sembari mengacak-acak kepala istrinya gemes.


Bersambung..


__ADS_2