
Para wanita ngerumpi di dalam kamar si kembar, para pria berkumpul di teras belakang sambil memakan cemilan yang di suguhkan asisten rumah tangga Ryder.
"Gimana Mr rasanya punya bayi sekaligus enam begitu? " tanya Kadir memulai percakapan mereka.
"Luar biasa dan sekarang saya masih merasa seperti mimpi menikahi perempuan yang sangat saya cintai dan memiliki anak kembar enam! Sungguh luar biasa! " jawab Dave dengan wajah memancarkan kebahagiaan.
"Alhamdulillah deh Kak Tata gak ada drama kayak Anika lahiran kemaren! " sahut Riko lagi.
"Hahahaha.. !Benar sih, untung aja Tata gak jambakin saya kayak Anika waktu itu! Bisa-bisa KO saya dan gak bisa bangun lagi, secara bayi yang keluar kan enam. Anika aja ngeluarin satu aja kayak gitu apalagi enam! " jawab Dave dengan gelak tawa.
Riko, Kadir,dan Arkan ikut tergelak saat mengingat keadaan Riko saat kelahiran Revan dulu. Henry hanya menyimak saja karena ia telah tidak mengerti apa yang di maksud adik iparnya itu meskipun tau apa yang di ucapkan.
"Abang gimana dengan kehamilan Sandra sekarang?? Sandra ada ngidam yang aneh gak?? " tanya Arkan pada Kadir dengan wajah penasaran.
"Alhamdulillah lancar! Sandra gak ada ngidam aneh, hanya saja Abang yang mengalami gejala mual dan muntah setiap selesai subuh. Itupun sampai jam 9 pagi aja, habis jam 9 normal lagi lah kayak biasanya! Cuma ada satu yang bikin Abang jengkel setengah mati, pernah satu malam Sandra minta berhubungan japjipjup tapi dia gak mau lihat muka Abang, alhasil muka Abang di pakaikan gambar artis korea. Sepanjang gulat Abang pakai topeng artis Korea, untung aja sayang kalau gak udah Abang lempar ke laut! " jawab Kadir bercerita dengan semangat.
"Buahahaha... " mereka semua kompak tertawa kencang.
Riko sampai memegang perut nya saking kencang tawanya, sedangkan Arkan sampai mengeluarkan air mata di sudut matanya, dan Henry hanya senyum-senyum saja karena ia hanya mengerti sedikit bahasa Indonesia.
"Astaga.. ! Gak nyangka Sandra sampai segitu nya! Kayak sama aja waktu Tata hamil si kembar yang gak suka aku deketin. Jangan kan mau japjipjup, di cium aja gak mau, jadi kalau mau cium nungguin dia tidur dulu! " sahut Dave mengingat kembali saat Tata hamil dulu.
"Iya, kesel banget saya buatnya! Tapi sekarang udah gak lagi karena sekarang dianya yang selalu menempel setiap saya pulang kerja! " ucap Kadir dengan wajah bahagia.
"Oh iya, Abang kapan melamar Kak Susan?? Mau nunggu apa lagi?? Ntar Kak Susan di gondol orang baru tau rasa! " tanya Riko pada Arkan.
"Gimana mau melamar nya kalau pekerjaan ku setinggi gunung gak ada habis nya!! " jawab Arkan melirik sinis pada Dave.
"Alah, alasan aja kau tuh! Aku gak pernah suruh sampai lembur! " bantah Dave dengan keras.
"Lembur sih enggak! Tapi masa iya mau melamar gak ada persiapan sama sekali! Mau nyiapin semuanya malam-malam kan gak mungkin karena kalau malam tokonya udah pada tutup! Mau siang nyiapin nya gak ada waktu karena makan siang aja kadang makan kadang kelewat! Gimana mau nikah cepat-cepat kalau gak ada waktu gini! " sindir Arkan lagi dengan cepat.
"Hahahaha... ! Maaf deh kalau selama ini waktu mu habis karena kerjaan! Nah, gimana selesai aqiqah si kembar nanti dengan kepergian iparku ke Amerika aku kasih kamu cuti tiga hari untuk mempersiapkan lamaran untuk Susan??? Mau gak?? " tawar Dave dengan tertawa geli dengan sindiran Arkan.
"Beneran ya?? Awas aja kalau php doang!! " ancam Arkan dengan tangan terkepal.
"Langsung garcep aja Bang selama tiga hari itu, alias langsung nikah aja! " celutuk Riko memberikan idenya.
"Nah, bagus itu!! Daripada kelamaan lebih baik lamaran sekalian akad nikah aja! Resepsi nya nanti di pikirin yang penting udah halal dan sah nya itu! " sahut Kadir juga memberikan masukannya.
"Daebak.. !! Keren elu Bang!! Akan gue pikirin deh masukan Abang! " ucap Arkan dengan antusias.
"Raden dan aden-aden semuanya ditunggu Ndoro sepuh dan yang lainnya di ruang tengah untuk makan siang! " panggil Mbok Lastri menginterupsi pembicaraan mereka.
"Dah yuk kita makan siang dulu! Nanti kita lanjut lagi ngobrol nya! " ajak Dave sambil bangkit dari duduk nya.
Mereka berempat pun berjalan menuju ruang tengah karena ruang makan tidak cukup ruang untuk makan siang dengan pasukan yang banyak. Saat mereka sampai di sana ternyata sudah ada istri mereka masing-masing dan langsung saja mereka mengambil tempat di samping istri mereka kecuali Arkan yang belum ada label halalnya.
Aqila makan di suapi neneknya bersama dengan Kana yang juga minta di suapi nenek. Amirah dan Kayla makan sendiri di samping Sandra.
"Siapa yang jagain si kembar yank?? " tanya Dave saat duduk di samping Tata.
"Mbok Sri, Mbok Nah dan Mak Ijah yang jagain mereka sekalian jagain Revan yang juga ikut tidur! " jawab Tata sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.
Dave hanya mengangguk dan mereka semua makan siang bersama tanpa ada yang bicara sedikitpun. Mereka duduk lesehan dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi dari jendela kaca yang sengaja di buka membuat suasana semakin adem tanpa menggunakan AC.
Selesai makan siang, para orang tua dan sesepuh pergi menunaikan ibadah sholat dzuhur kecuali Grandpa dan Grandma yang masih menganut agama nya sendiri yang memilih untuk bersantai di gazebo belakang.
Abeth menunjukkan kamar tamu pada teman-teman Tata dan suaminya untuk beristirahat kecuali Nana dan Susan yang pergi ke kamar Ibuk bersama Nada. Nada memutuskan untuk satu kamar saja dengan Ibuk meskipun sudah di pinta Mami Sita memilih kamar nya sendiri, Nada menolak dengan halus terlebih lagi kedua anaknya mau tidur sekamar dengan nenek mereka. Tak ayal hal itu membuat Ibuk senang bukan kepalang, Mami Sita pun menambahkan kasur tambahan untuk mereka di kamar tersebut meskipun sudah ada kasur ukuran dua orang dewasa di kamar yang di tempati besannya.
Arkan memutuskan untuk kembali ke apartemennya dan akan kembali ke rumah itu menjelang makan malam.
Abeth dan Henry pergi ke kamar si kembar untuk menggantikan para si mbok yang kembali ke dapur untuk makan siang bersama Mak Ijah.
"Loh, anak Mommy bangun ya sayang!! Kenapa?? Haus apa pup?? " tanya Abeth dengan muka gemes pada bayi no 3 yang menggeliat dan sebelah tangannya sudah keluar dari bedong nya.
"Mereka gemesin banget sih! Terutama itu tuh yang kain pink pipinya tembem banget pengen aku gigit! " ucap Henry menunjuk ke arah princess.
"Oh honey! Bisa di sleding Dave kalau kau sampai menggigit princess! " jawab Abeth dengan terkekeh geli.
__ADS_1
"Habisnya mereka bikin aku gemes! " sahut Henry dengan mengambil bayi no 4 dan menggendong nya.
"Uluh-uluh.. ! Anaknya Mommy pup rupanya! Ayo kita bersihkan dulu sayang! " ucap Abeth setelah melihat popok bayi no 3.
"Lihat honey.. ! Baru berumur dua minggu mereka udah gak betah di bedong! " ucap Abeth lagi pada suaminya.
"Mungkin mereka gerah di tutup kayak gitu siang-siang gini! " jawab Henry dengan pemikiran nya.
"Buka aja bedong nya Beth! Mulai dari sekarang setiap siang biarkan saja mereka bergerak bebas dan saat malam saja di bedong nya! " ucap Eyang Uti tiba-tiba masuk ke kamar bayi.
Kamar si kembar memang tidak di buatkan pintu agar siapa pun bisa masuk dengan cepat saat terdengar suara tangisan mereka.
"Eyang gak istirahat?? " tanya Abeth saat membersihkan pantat si kecil dengan kain basah.
"Nanti! Eyang mau lihat mereka dulu takutnya mereka pipis atau pup! Alhamdulillah ada kamu di sini bersama mereka, soalnya Tata lagi istirahat biar tenaganya pulih! " jawab Eyang Uti sambil membuka bedong bayi no 2 dan 5.
Henry kembali meletakkan bayi no 4 di ranjang nya dan membantu membuka bedong princess dan bayi no 1.
"Eyang! Ini hanya perasaan aku aja atau memang dari sana nya kembar no 1 ini tidur terus dari pertama datang?? " tanya Abeth saat melihat bayi no 1 yang terlepas bedong nya oleh Henry.
"Entahlah! Perasaan Eyang dari dia di bawa Suster dari ruangan bayi sampai Eyang gendong dia emang selalu tidur dan tidak terusik sama sekali dengan suara apapun termasuk suara tangisan saudara nya! Kayak nya yang pertama ini pendiam dan gak peduli dengan suasana apapun! " jawab Eyang dengan menatap bayi no 1 yang hanya menggeliat saja.
"Duh! Roman-roman nya ini bayi kalau udah gede bakalan jadi kulkas seribu pintu ini! Dingin dan cuek! Brrrrr...." celutuk Abeth dengan terkekeh.
"Ah kamu ini ada-ada aja sih beib! " sahut Henry menepis dugaan istrinya itu.
"Ih kamu gak percaya sih Hon! Kita lihat aja ntar kalau mereka gede pasti apa yang aku omongin tadi benar! Dari bayi aja udah kayak gitu pasti gedenya juga gitu! " ucap Abeth merenggut kesal.
Eyang Uti hanya geleng-geleng kepala melihat perdebatan cucu-cucu nya itu.
"Udah, kalian jangan bertengkar! Nanti mereka pada nangis berjamaah! Eyang mau istirahat dulu! Kalau mereka lapar kasih aja Asip yang di dalam kulkas, tapi taruh di penghangat nya dulu sebelum di kasih sama mereka! " lerai Eyang sembari mengingatkan pasangan suami istri itu.
"Siap Eyang! " jawab pasangan itu barengan.
Eyang Uti pun segera keluar dari kamar si kembar. Pasangan suami istri itu kembali menatap bayi-bayi kembar tersebut dengan bertopang penyangga boks mereka.
"Lihat mereka tidur kayak gitu bikin hati aku adem Hon! Kalau seandainya kita tetap gak di kasih momongan kamu akan selalu di sisi aku kan Hon?? " tanya Abeth dengan sendu menatap ke enam bayi-bayi itu.
"Kamu benar Hon! Jika kita tetap tidak di beri keturunan, masih ada mereka semua tempat kita mencurahkan cinta dan kasih sayang kita! Toh, dari pertama melihat mereka aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama! Aku sangat menyayangi dan mencintai mereka ! " sahut Abeth dengan tersenyum bahagia.
"Tentu saja beib! Semua cinta dan kasih sayang kita sudah kita berikan pada mereka semua tanpa terkecuali! Mereka anak-anak yang di berkati karena mendapatkan banyak cinta dan kasih sayang dari Mommy dan Daddy mereka! Apa lagi waktu aku lihat princess, aku akan selalu menjaga nya dari setiap lalat busuk yang datang menghampiri nya saat ia besar nanti! " ujar Henry ikut tersenyum dan mulai keluar posesif nya.
"Astaga Honey!! Princess masih bayi saja kau sudah memikirkan yang terlalu jauh! Kasihan sekali nasib princess ku saat dewasa kelak! Punya Daddy, Papi, Grandpa, Great Grandpa, Semua Uncle nya dan kakak-kakaknya yang bakalan posesif dan over protective banget sama dia! Ckckck... " ucap Abeth dengan geleng-geleng kepala.
"Mau gimana lagi, itulah resiko nya menjadi satu-satunya berlian yang paling berharga milik keluarga Ryder! " celutuk Dave yang tiba-tiba masuk bersama Tata.
"Loh, kalian gak istirahat?? " tanya Abeth dengan menoleh kan mukanya.
Saat ini Henry sudah melepaskan pelukannya begitu mendengar suara Dave. Mereka berempat sekarang duduk lesehan di karpet tebal dengan pasangan masing-masing sambil bersandar dengan begitu mesra.
"Oh iya, kata Tata nanti malam kamu akan kasih tau nama-nama mereka ya Dave?? " tanya Abeth memulai pembicaraan.
"Iya Kak! Sekalian berembuk kapan acara Aqiqah mereka berenam dan siapa saja yang mau di tunjuk untuk menyiapkan segala nya! Aku ingin kita menyiapkan nya sama-sama tanpa ada yang di sisihkan karena ini bukan acara kecil! Semua keluarga kita pasti dapat bagian untuk membantu! Dan untuk dana nya langsung dari rekening pribadi ku tanpa terkecuali! " jawab Dave sambil merangkul bahu istrinya.
"Duh, pasti semua Bude bakalan antusias banget menyiapkan acara ini! Apalagi Mami yang paling bersemangat! " sahut Abeth.
"Iya, kakak benar banget! Oh ya, Mommy Daddy kapan datang Kakak Ipar?? " tanya Tata pada Henry.
"Kata mereka lusa, karena Aunty Ela dan keluarga nya akan menyinggahi jet mereka di Jepang dan akan berangkat sama-sama ke sini! " jawab Henry.
"Aunty Ela sudah dari seminggu lalu mau ke Jakarta, tapi Marcell mengamuk karena ia tidak mau di tinggal dan akhirnya mereka sepakat berangkat setelah Giselle selesai ujian semester! Untung aja hari ini kayaknya ujiannya selesai jadi lusa mereka bisa ke sini! " ucap Abeth dengan terkekeh.
"Hehehehe.. ! Pasti nya Aunty Ela udah misuh-misuh itu gara-gara amukan Marcell ! " celutuk Tata ikut terkekeh membayangkan semua itu.
"Sudah pasti! Hahahaha... " jawab Abeth ikut tertawa kecil.
"Oh iya, kapan kira-kira Kak Aya dan Ibuk berangkat ke Amerika?? " tanya Abeth pada Tata.
"Belum tau Kak! Belum ada lagi kabar dari Martin! Mudah-mudahan setelah Aqiqah si kembar aja mereka berangkat, soalnya kasihan Aqila yang gak ikut kemeriahan Aqiqah adik-adiknya! " jawab Tata lagi.
__ADS_1
"Iya iya... Kakak setuju itu! Apalagi mereka bakalan lama di sana sekalian berobat nya Kak Aya! " sahut Abeth lagi.
"Tapi alhamdulillah lah Kak meskipun di bantu obat Kak Aya gak ketakutan lagi saat ketemu orang yang baru ia jumpai! Mudah-mudahan itu berlanjut sampai tidak menggunakan obat sama sekali! " ucap Tata penuh syukur.
"Semua butuh proses Ta! In Syaa Allah nanti Kak Aya bakalan sembuh dan gak akan tergantung dengan obat lagi sepulang mereka dari sana! " sahut Abeth mendoakan dengan tulus.
"Aamiin... Semoga doa kakak di kabulkan Allah! " ucap Tata mengamini nya.
Mereka kembali mengobrol hingga tanpa terasa sudah beberapa jam sampai terdengar suara tangisan salah satu dari mereka dan kemudian di ikuti oleh yang lain hingga Abeth dan Tata tertawa melihat mereka nangis secara berjamaah.
Malam harinya, semua keluarga besar sudah berkumpul di ruang tengah kediaman keluarga Ryder, termasuk semua sepupu Dave dan Abeth yang sangat antusias melihat bayi kembar Dave dan Tata.
Para orang tua, sesepuh, Teman-teman Tata termasuk Nana dan Arkan, Para sepupu, Dave,Tata, Abeth dan Henry sudah berkumpul di ruang tengah guna membicarakan persiapan acara Aqiqah si kembar. Namun sebelum itu Dave akan mengumumkan nama bayi kembar nya.
Para anak-anak bermain di kamar si kembar sambil menjaga mereka bersama Nada karena ia masih belum nyaman bergabung saking banyaknya keluarga adik ipar nya.
"Mas, cepetan kasih tau siapa nama mereka?? Masa iya manggilnya bayi 1, bayi 2 dan bayi 3! " celutuk Bagas dengan tidak sabaran.
"Iya Mas! Benar itu! " sahut Gendis ikut mendesak Dave.
"Baiklah! Nama mereka adalah :
Raden Mas Yudistira Brawijaya Ryder
Raden Mas Bratasena Brawijaya Ryder
Raden Mas Arjuna Brawijaya Ryder
Raden Mas Nakula Brawijaya Ryder
Raden Mas Sadewa Brawijaya Ryder
Raden Ajeng Arkadewi Eleanor Brawijaya Ryder
Itu nama hasil rembukan Dave, Eyang kakung dan juga Grandpa saat mereka baru berumur seminggu. " jawab Dave panjang lebar.
"Eh Buset dah! Itu si princess namanya panjang bener kayak kereta api! " celutuk Bagas seenak udelnya.
"Sembarangan koe ngomong! Itu nama Mas yang kasih sama nama Buyut Mas dari Grandpa alias nama mak nya Grandpa! " toyor Dave dengan gemes pada kepala Bagas.
"Emang apa artinya Mas?? " tanya sepupu Dave bernama Widia alias Wiwid.
"Arkadewi itu bidadari penerang keluarga dan Eleanor itu juga cahaya atau penerang di setiap langkahnya. Jadi artinya anak perempuan Ryder yang menjadi bidadari penerang keluarga di setiap langkahnya! Begitu!!! " jawab Dave dengan tersenyum bahagia.
"MasyaAllah... ! Bagus banget arti nama nya !" celutuk Nana penuh kekaguman.
"Iya.. ! Bagus banget nama si princess! " sahut Gendis ikut memuji.
"Kak Dave top banget dah ngasih nama anaknya! " ucap Anika dengan memberikan jempolnya.
"Gak usah terlalu memuji, ntar Mas Dave makin besar kepala! " ucap Bagas dengan sinis.
"Sirik aja loe! " sembur Bisma membuka mulut nya.
"Bude senang banget dengan nama nya si princess! " ucap Bude Wati memuji nama si princess.
"Iya, Mami juga! Kamu pintar banget ngasih nama cucu cantik Mami! " puji Mami Sita juga.
"Pasti nama pandawa Lima dari Eyang kakung kan?? " tanya sepupu Dave bernama Arta.
"Iya lah! Eyang kakung kan gak mau ketinggalan nama Jawa nya! Lihat aja nama kalian orang Bugis ada nama jawanya juga! " jawab Bagas yang menjawab nya.
"Dih, aku kan nanya Eyang? Kok Mas Bagas yang jawab! " ucap Arta sewot.
"Udah, udah! berantem aja kalian ini kalau ketemu! Dave, sekarang gimana dengan acara aqiqah nya si kembar?? " lerai Pakde Toto sambil berteriak memanggil Dave.
__ADS_1
Bersambung...