Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Maafkan aku!


__ADS_3

Tata terdiam mendengar jawaban kakak iparnya itu. Ia pun merengkuh tubuh Nada yang bergetar ke dalam pelukannya hingga membuat tangisan Nada pecah dalam pelukan Tata.


"Maafkan Tata ya Kak, udah bikin kakak sedih lagi! " ucap Tata dengan nada menyesal.


"Gak kok Dek! Kakak gak papa, hanya saja kakak butuh waktu banyak untuk bisa menemui Abang mu dengan perasaan ridho dan ikhlas! " jawab Nada dengan melepas pelukan mereka sembari menghapus air matanya.


"Ternyata omongan Mas Dave emang benar! Kak Aya butuh waktu untuk bertemu dengan Bang Sandi! Yah, Mudah-mudahan dengan seiring berjalan nya waktu luka Kak Aya sembuh dengan sendirinya! " batin Tata dengan wajah sendu.


"Kalau gitu Tata keluar dulu ya Kak! Mau lihat anak-anak dulu di kamar nya! " ucap Tata seraya berdiri dari sofa dan berjalan menuju pintu.


"Iya Dek, kakak mau bangunin anak-anak juga! " sahut Nada dengan menunjuk ke atas tempat tidur yang di atasnya ada Amirah dan Aqila yang masih bergelung dalam selimut.


Tata mengangguk sambil tersenyum, ia lalu keluar dengan menutup pintu kamar tersebut rapat-rapat. Ia pun langsung menuju kamar si kembar untuk memberikan Asinya karena dadanya sudah terasa penuh sekali.


Sementara itu di sebuah kamar, seorang laki-laki bersimpuh di atas sajadah dengan menangis tersedu-sedu menyesali semua dosa-dosa nya selama ini. Laki-laki tersebut adalah Sandi. Ia sudah berjam-jam duduk dan sujud di sana sejak ia sholat tahajjud hingga sampai sholat subuh.


"Ya Allah... Maafkan semua dosa-dosa dan kesalahanku! Dosaku terlalu banyak dan terlalu besar! Maafkan aku Ya Allah.. ! Ampunilah hambamu yang penuh dosa ini Ya Allah! Hu... Hu... Hu.. ! Aku benar-benar menyesali semua nya Ya Allah! Aku benar-benar menyesal! Sungguh sangat menyesal Ya Allah! Hu.. Hu... Hu... " ucapnya dengan suara serak.


Lututnya sudah terasa sakit dan pegal karena terlalu lama duduk di atas sajadah, tapi ia tidak mau mengeluh karena ia bersungguh-sungguh ingin bertaubat atas semua dosa-dosa nya terutama pada Ibu, istri dan anak-anak nya.


"Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa Ibuk ku ! Lembutkan lah hatinya untuk memaafkan semua kesalahan ku Ya Allah! Izinkan aku membahagiakan Ibuk ku selagi aku masih bisa bernapas Ya Allah! Sehat kan lah beliau, mudahkan lah rezeki nya, dan berkahi lah umur nya Ya Allah! Hamba ingin berkumpul kembali dengan Ibuk hamba dan keluarga hamba yang lain Ya Allah! Kabulkan lah doa ku Ya Allah, Aamiin ya rabbal alamiin.. " ucap Sandi lagi dengan lirih sambil menadahkan kedua tangannya.


Sudah dua hari ini ia merasa rindu kepada anak-anak nya terutama pada anak bungsunya yang sempat ia tolak kehadiran nya waktu itu. Ia saat itu merasa kehadiran sang anak membuat pekerjaan nya berantakan, ia di pecat dan karena hamil istrinya tidak bisa bekerja lagi karena di larang majikan istrinya. Berada di lingkungan toxic membuat akal sehatnya hilang dan bertingkah seperti orang yang tidak punya akal sehat. Setiap hari ia hanya berjudi dan mabuk-mabukan tanpa menghiraukan keadaan anak dan istrinya di rumah. Bahkan terkadang saat pulang ke rumah ia menghina dan mencaci maki istrinya jika istrinya meminta ia bekerja meskipun hanya serabutan. Mengingat itu semua, Sandi kembali menangis karena menjadi suami dan ayah yang buruk untuk keluarganya.


Selesai sarapan dan memompa Asi untuk anak-anak nya, Tata kembali menghubungi Tiger melalui sambungan telepon.


"Tolong sampaikan pada Abang ku kalau aku tidak bisa mengabulkan permintaan nya! Bukan aku yang sengaja melarang tapi istrinya sendiri yang masih menolak untuk bertemu! Katakan juga kalau aku akan membiarkannya untuk melihat anak dan istrinya meskipun hanya dari jauh saja! Nanti sore kau bawa dia menuju mini market yang tidak jauh dari kediaman keluarga ku karena keponakan ku akan kesana untuk berbelanja! " ucap Tata dalam sekali obrolan.


"Baik Kak, akan aku sampaikan! " jawab Tiger patuh.


Setelah mengatakan itu panggilan pun di akhiri Tata. Dave yang baru keluar dari kamar mandi menghampiri istrinya dengan memberikan kiss pagi karena sedari subuh istrinya sudah menghilang dari dalam kamar.


"Mas tunggu di sini ya?? Aku ambilkan pakaian kantor Mas dulu! " ucap Tata dengan langsung berjalan memasuki walk in closed.

__ADS_1


"Iya sayang.. " jawab Dave dengan duduk di sofa masih menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.


Ia tidak menyadari jika istrinya cepat-cepat memasuki walk in closed dengan pipi yang memerah seperti menahan sesuatu.


Sesampainya di dalam walk in closed, Tata berhenti dengan bersandar di dinding sembari kedua tangan mengibas wajahnya yang memerah.


"Mas Dave ini pura-pura lugu apa sengaja ya?? Bisa-bisanya keluar kamar mandi cuma handuk di lilit di pinggang aja! Padahal biasanya ia selalu sudah memakai pakaian dalam lengkap dengan kaos dalam putihnya! Mana muka ku sempat mupeng lagi! iih,, ngeselin banget! " omel Tata dengan memegang kedua pipinya.


Melihat penampilan toples sang suami membuat Tata menelan ludah, di tambah aksi suaminya yang memberikan kiss morning dengan keadaan tubuh seperti itu.


"Untung aja masih palang merah aku nya! Kalau nggak, akan aku serang gak peduli mau ke kantor atau kemana! " sungut nya sambil kedua tangan bekerja mengambil pakaian suaminya lengkap dengan onderdil nya.


Setelah lengkap ia pun berjalan keluar walk in closed menuju Dave yang duduk menunggu di sofa.


"Ini Mas pakaiannya! Nanti pulang cepat ya Mas, soalnya mau antar Ibuk dan Kak Aya ke bandara! Untung aja punya jet pribadi Grandpa, jadi gak perlu ribet nungguin cek in atau semacamnya! " ucap Tata sembari meletakkan pakaian Dave di samping Dave duduk.


"Iya sayang, sebelum jam 4 kok Mas udah pulang! Lagian hari ini gak ada pertemuan penting juga, cuma tanda tangan beberapa berkas aja! " jawab Dave sambil memakai pakaian nya.


"Dasar suami nyebelin! Seenaknya aja ganti pakaian depan aku tanpa merasa bersalah lagi! Gak peka banget jadi suami! Awas aja nanti kalau aku udah bersih akan aku balas koe Mas! " sungut Tata mendumel dalam hatinya.


Sore harinya sebelum berangkat ke Amerika beberapa jam lagi, Tata pergi bersama Aqila dan Amirah ke minimarket Alifmart untuk membeli beberapa snack untuk camilan Aqila dalam pesawat nanti malam. Dengan pergi di antar Dave yang sudah pulang kerja jam 3 tadi, mereka pergi ke sana menggunakan mobil.


Dave mengeluarkan kursi roda lalu mengeluarkan Aqila dari dalam mobil dengan menggendong nya dan mendudukkan nya di atas kursi roda. Tata keluar dari mobil bersama Amirah setelah Aqila keluar. Tata berjalan bergandengan tangan dengan Amirah sedangkan Dave berjalan di belakang mereka sembari mendorong kursi roda Aqila.


"Aunty, Aqila mau ini, ini, ini, ini dan ini! " tunjuk nya dengan wajah ceria.


"Ayo Kak, masukkan jajanannya ke dalam keranjang! " pinta Tata pada Amirah.


Dengan sigap Amirah memasukkan jajanan yang tadi di tunjuk adiknya ke dalam keranjang yang Tata pegang hingga hampir penuh separuh.


"Qila boleh ambil permen ini dan ini gak Aunty?? " tanya Aqila dengan menunjuk permen kopiko dan mentos mint.


"Boleh kok sayang.. ! Tapi harus sikat gigi ya setelah makan permen! " jawab Tata dengan memberikan syarat nya.

__ADS_1


"Siap Aunty! Qila rajin kok sikat gigi! " sahut Aqila tersenyum lebar.


Amirah kembali memasukkan permen yang di tunjuk adiknya ke dalam keranjang. Amirah hanya mengambil beberapa jajanan aja karena saat di tanya Tata ia beralasan bisa beli kapan aja karena dekat dari rumah.


"Masih ada lagi gak yang mau Aqila beli? Mumpung kita masih di sini?? " tanya Tata saat hendak menuju kasir.


Aqila menggelengkan kepalanya pelan karena jajanan nya sudah cukup banyak. Karena Aqila bilang tidak dengan gelengan kepala nya, Tata pun menuju kasir dengan meminta Dave dan anak-anak menunggu di luar sambil duduk di kursi tunggu.


Selagi Tata di dalam membayar belanjaan mereka, Amirah dan Aqila menunggu di luar bersama Uncle mereka.


"Kak, kok dari kita keluar Qila merasa ada yang liatin kita dari tadi! " ucap Aqila pelan pada kakak nya.


"Mana dek?? Kok ada siapa-siapa?? Tuh lihat, hanya kita aja yang di luar dan mobil yang parkir di sana! " sahut Amirah bertanya dengan mata kasak kusuk melihat di sekeliling mereka.


"Tapi Qila merasa ada yang liatin kita Kak! Suer deh Qila gak bohong! " ucap Aqila bersikeras.


"Mungkin perasaan Qila aja kali.. ! Tuh lihat ke sana, mereka asyik ngobrol tanpa melihat ke arah kira karena mereka mengharap kesana! " jawab Amirah dengan menunjuk ke arah kanan mereka duduk.


"Iya juga sih Kak! Tapi entah mengapa Qila yakin ada yang liatin kita dari tadi, tapi gak tau di mana orang nya! " sahut Aqila menghela napas pelan.


Dave yang baru selesai menerima panggilan dari Arkan pun datang menghampiri mereka berdua.


"Ada apa girl... ! Kenapa muka kalian berdua tampak kusut begitu?? " tanya Dave sembari duduk di sebelah Amirah.


"Qila Uncle.. ! Katanya dari tadi ada yang liatin kita! Tapi pas Mirah tengok gak ada siapa-siapa yang melihat ke arah kita! Makanya Mirah agak bingung karena Aqila yakin sekali ada yang memperhatikan kami! " jawab Amirah jujur.


Dave menghela napas nya sejenak karena perkataan Aqila tidak salah, hanya saja mereka tidak bisa melihat orang itu karena orang tersebut berada di dalam mobil.


Diseberang jalan sana, Sandi menangis saat melihat anak yang dulu ia tolak duduk di atas kursi roda dengan wajah ceria. Selalu tersenyum manis meskipun duduk di kursi roda nya. Hatinya berdenyut sakit melihat keadaan anak bungsu nya.


"Maafkan Papa Nak! Maafkan semua kesalahan Papa pada kalian berdua selama ini! Papa bukan Papa yang baik untuk kalian berdua! Ingin rasanya Papa keluar dan menemui kalian berdua, tapi Papa takut kalian menolak Papa! Papa ingin sekali memeluk kalian berdua ! Maafkan Papa anak ku.. Maafkan.. " isak Sandi dengan menangis sambil memegang kaca mobil.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2