
Pagi harinya...
Semua orang bangun pagi dengan perasaan bahagia, terlebih lagi Tata. Status nya saat ini sudah berubah kembali menjadi seorang istri, walaupun masih tidur sendiri dan tinggal terpisah dengan sang suami.
Tata langsung turun ke bawah setelah ia mandi dan berpakaian rapi.
"Ayo sayang kita sarapan dulu! " ajak Mami Sita saat melihat Tata datang dan menghampiri nya sedang menata roti di atas meja makan.
"Iya Mi... " jawab Tata patuh dan langsung duduk di meja makan.
Tidak berapa lama Aunty Ela dan suaminya ikut bergabung, Papi Dayton, Giselle dan adiknya, Kak Abeth dan suaminya serta kedua mertua nya juga langsung duduk di kursi mereka masing-masing.
"Eyang Putri sama Eyang Kakung mana Mi? " tanya Tata melihat kursi mereka berdua kosong.
"Eyang Putri dari sehabis subuh pergi ke pasar tradisional sama Mbok Nah, Eyang kakung juga ikutan! Aturannya Mami juga ikut, tapi nanti siapa yang menyiapkan sarapan di rumah kalau Mami juga ikut. Jadi Mbok Nah sama Lastri aja yang ikut Eyang ke pasar. " jawab Mami sambil mengoleskan selai ke roti yang ia pegang.
"Emangnya Eyang cari apa sih Mi ke pasar pagi-pagi buta.. " tanya Abeth juga sambil mengambil selai srikaya.
"Entahlah, Mami juga gak ngerti! Ayo semuanya kita sarapan dulu! " jawab Mami Sita mengangkat bahunya.
Mereka semua pun sarapan dengan tenang tanpa ada yang bicara. Selesai sarapan mereka langsung bubar menuju ke ruang santai, ada yang ke taman samping rumah dan seperti Tata dan Giselle yang duduk bermalas-malasan di rumah keluarga dengan duduk di karpet.
"Tata, Abeth... Mami sudah hubungi Tante Marina, beliau bisa menemani kalian belanja barang-barang hantaran. Nanti kalian pergi jam 10 saja dan langsung ketemuan saja di depan pintu masuk mall Central Park. " ucap Mami Sita yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalahnya.
"Iya Mi... Mami gak ikut? "jawab Tata sambil memakan snack keripik pisang.
"Mami mau bantuin Eyang Putri... Tadi Eyang berpesan gitu sama Mami! " jawab Mami lagi.
"Bagi dong Kak... " pinta Giselle pada Tata.
Tata menyodorkan toples berisi keripik pisang ke pangkuan Giselle. Mereka bersama-sama mengemil keripik pisang sambil menonton televisi.
"Gini nih kalau Bule nya tampang doang yang Bule, tapi selera nya lokal. Doyan juga ngemil keripik pisang. " komen Tata saat Giselle makan keripik pisang dengan sangat cepat.
"Cemilan Indonesia memang enak-enak! Di Inggris gak ada yang kayak gini! Ada yang jual tapi harganya selangit! Makanya kalau ke Indonesia harus benar-benar di manfaat kan dengan sebaik mungkin! " jawab Giselle santai.
"Kalau gitu, besok kita pesan sama Ibuk agar banyak-banyak bawa cemilan khas Medan. Biar kamu bisa cobain gimana rasanya makan snack orong-orong jajanan kakak waktu kecil dulu! " ucap Tata lagi dengan sangat antusias.
"Bagaimana rasa orong-orong yang kakak bilang tadi? " tanya Marcell tampak penasaran.
"Renyah dan gurih, bentuknya bulat dengan tengahnya bolong! " jawab Tata menjelaskan nya.
"Kayak gini nih bentuknya! " ucap Tata lagi dengan menunjukkan bentuk orong-orong dari ponsel nya.
"Wah.... Kayaknya enak... " ucap Marcell dengan menelan air liurnya.
"Yang mana??? " tanya Giselle ikutan melihat HP Tata.
"Rasa apa aja?? Boleh di coba ini! " ujar nya lagi ikutan antusias.
"Original dan pedas! "jawab Tata lagi sambil menutup kembali ponselnya.
__ADS_1
"Mau dong Kak, aku mau! Makanan yang itam agak lengket kayak di rumah kakak waktu itu aku juga mau! Sayang sekali hanya kebagian sedikit kemaren! " pinta Marcell dengan penuh semangat.
"Oh itu Alame, dodol khas Mandailing! Boleh... Ayo kita pesan sama Ibuk untuk bawak banyak-banyak kalau ke Jakarta nanti! " jawab Tata lagi.
"Yang ini tadi juga ya?? Aku mau banyak-banyak untuk di bawa nanti pulang ke Inggris! " tambah Giselle ikutan meminta.
"Gampang itu, nanti kita pesan banyak-banyak biar di kirim langsung dari Medan ke Jakarta! " jawab Tata lagi mengiyakan permintaan mereka berdua.
"Kalian berdua, makan aja yang di pikirin! " ucap Abeth ikutan nimbrung bersama mereka.
"Mendingan kalian siap-siap gih, udah hampir jam 9 nanti tambah macet di jalan. " katanya lagi pada Tata dan Giselle.
"Kau mau ikut gak Cell?? " tanya Abeth pada Marcell.
"Malas... Aku mau rebahan aja di rumah! " jawab Marcell tampak ogah-ogahan.
"Ya sudah... Kau di rumah saja! Kang rebahan aja lah kau! " ucap Abeth lagi dengan geleng-geleng kepala.
Tata dan Giselle pun pergi ke kamar mereka untuk bersiap-siap pergi ke Mall Central Park. Hanya 15 menit, Tata dan Giselle sudah siap dengan pakaian terbaik mereka.
"Kita tunggu Mommy dan Daddy dulu ya... Sebentar lagi mereka siap kok! " ucap Abeth untuk kedua mertuanya yang juga ia ajak.
Tata dan Giselle duduk sambil menunggu mertua Abeth selesai bersiap-siap.
"Nah, ayo pamit dulu! Mereka sudah siap! " ajak Abeth seraya berdiri menuju ke tempat Mami Papi nya yang sedang mengobrol di teras rumah.
Kedua mertua Abeth langsung keluar menuju mobil, sedangkan Tata, Giselle, Abeth dan Henry suaminya pamit dulu pada Mami Sita dan Papinya.
"Kami berangkat dulu ya Mi, Pi... " ucap Tata dan Abeth barengan.
"Iya Mi... Assalamualaikum... " jawab Abeth dengan menyalami tangan kedua orang tuanya dengan di ikuti Henry suaminya, Tata dan juga Giselle.
Mereka naik mobil yang berbeda, Tata bersama Giselle satu mobil, sedangkan Abeth satu mobil dengan suami dan mertuanya.
Tidak lama mereka pergi, mobil yang membawa Eyang kakung dan Eyang Putri memasuki pekarangan rumah keluarga Ryder.
"Lama benar ke pasar nya Buk? " tanya Mami Sita saat membantu Mbok Nah membawa barang belanjaan nya.
"Tadi Bapak mu minta sarapan bubur ayam dulu, yo wes kami sarapan makan bubur ayam sebelum pulang! " jawab Eyang Putri berjalan memasuki rumah.
"Kenapa agak sepi ya?? " tanya nya lagi dengan melihat sekeliling rumah.
"Lah, emangnya Ibuk lupa kalau anak-anak belanja beli barang hantaran Tata! Mertuanya Abeth juga ikut, katanya mau healing dulu di Jakarta. " jawab Mami Sita dengan berjalan ke belakang.
"Nah, sisihkan semua barang-barang yang aku beli dan aku tandai tadi yo Nah! Sri, koe bersihkan semua bahan-bahan yang di plastik putih sampai bersih! " perintah Eyang Putri pada Mbok Nah dan Mbok Sri.
"Njih Ndoro sepuh... " jawab mereka serempak.
Mereka berdua langsung melakukan apa yang di perintahkan Eyang Putri. Mami Sita melihat dan memeriksa apa isi yang ada di plastik putih yang di pegang Sri dan yang di pegang Mbok Nah juga.
"Buk, untuk apa ini? Kunyit sebanyak ini, kencur, temu kunci, kumis kucing, jahe, sereh dan daun salam! Ibuk mau masak apa? " tanya Mami Sita dengan heran.
"Sudah, gak usah banyak tanya! Kamu lihat aja apa yang akan Ibuk buat! " jawab Eyang Putri santai.
__ADS_1
Mami Sita membiarkan Mbok Nah dan Sri melakukan apa yang di perintahkan Eyang Putri. Ia lalu pergi ke depan menunggu kedatangan kedua kakak perempuan nya dan kakak iparnya yang katanya sedang dalam perjalanan ke rumahnya.
Hampir 30 menit Mami Sita menunggu, akhirnya yang di tunggu nya datang juga. Dua mobil memasuki pekarangan rumah nya dan orang yang di tunggu pun keluar dari mobil dengan membawa sebuah kantong belanjaan.
"Assalamualaikum... Ibuk mana Yu? Pesanannya sudah ada ini! " tanya Bude Ditha setelah mengucapkan salam.
"Lagi ngawasin Nah sama Sri di belakang! Kita ke belakang aja langsung! " jawab Mami Sita dengan berjalan ke dapur bersama kakak dan iparnya.
"Pada kemana semua orang? Kenapa sepi sekali? Apa Tata sudah mulai kerja lagi? " tanya Bude Wati dengan melihat di seluruh rumah.
"Gak Mbakyu... Tata dan Abeth belanja barang-barang hantaran yang belinya belakangan. Kalau kita tahu mereka langsung di nikahkan, lebih baik kita yang beli waktu belanja perhiasan lamaran. Jadi sekarang biar Tata sendiri yang menentukan barang apa yang ia inginkan.. " jawab Mami Sita lagi.
"Lebih bagus kayak gitu menurut aku, karena ia tahu apa yang ia mau! " sahut Bude Ditha setuju.
"Iya, aku juga! Oh ya, ngomong-ngomong Dave gak pulang ke sini? " tanya Bude Rini pada Mami Sita.
"Dave ke kantor dulu, dan akan kesini pulang dari kantor katanya... Tapi mertua ku akan ke sini waktu makan siang nanti! " jawab Mami Sita.
"Kalian sudah datang?? Ayo kalian semua bantu Ibuk meramu semua bahan-bahan ini! " ucap Eyang Putri begitu melihat anak dan menantunya sudah pada datang.
Mereka pun membantu Ibuk membuat sesuatu di dapur yang belum mereka ketahui apa itu.
Disaat yang bersamaan, Tata dan iparnya berbelanja dengan gembira. Meski yang mereka beli semuanya barang-barang untuk hantaran milik Tata, namun tidak membuat kesenangan Giselle dan Abeth hilang. Mereka berdua sangat antusias memilih barang-barang yang bagus dan berkualitas untuk Tata.
"Ta, ayo beli pakaian dinas ini! " ucap Abeth dengan menyodorkan sebuah baju tidur yang sangat tipis seperti kelambu.
"Ogah... Yang ada aku langsung masuk angin pakai yang tipis kayak gini! " tolak Tata dengan wajah memerah.
"Eits.... Jangan nolak! Ini pakaian wajib yang kita kenakan di hadapan suami! Ayo beli! Sel, masukkan baju ini ke dalam keranjang! Awas kalau kamu keluarin! " ucap Abeth dengan memberikan tiga potong lingerie pada Giselle.
Giselle tertawa cekikikan melihat wajah malu Tata saat ia memasukkan tiga potong lingerie berbeda warna ke dalam keranjang. Untung saja Henry suami Abeth sedang tidak bersama mereka, ia memasuki toko yang lain bersama kedua mertuanya.
Saat mereka sedang asyik berbelanja, di rumah keluarga Ryder sedang kedatangan mobil yang tampak asing di mata satpam penjaga. Tidak hanya satu, tapi tiga buah mobil memasuki pekarangan rumah keluarga Ryder.
"Assalamualaikum.... Permisi... ! Assalamualaikum... " ucap Seseorang dengan suara kencang dari halaman rumah.
Orang itu tegak di depan pintu mobil dan berteriak-teriak mengucapkan salam.
Mami Sita dan kakak-kakaknya yang baru saja melepas lelah dengan duduk di ruang santai langsung berdiri dengan wajah kesal.
"Siapa sih datang ke rumah orang gak sopan kayak gitu! Kayak gak punya adab aja dalam bertamu! " ucap Mami Sita dengan wajah kesal.
"Iya... Emangnya ini hutan, pakai teriak-teriak kayak gitu! " tambah Bude Ditha ikut kesal.
"Gak tau apa orang lagi capek, bikin naik darah aja ini orang! " ucap Bude Rini juga kesal.
"Ya udah, buruan kita keluar sebelum rumah ini benar-benar jadi hutan! " kelakar Bude Wati seraya berjalan ke depan rumah.
Begitu sampai di depan pintu, mereka semua kaget melihat siapa yang berdiri tegak di halaman rumah sambil menghisap cerutu dengan sikap pongahnya.
"Mau apa kalian datang ke mari?? " tanya Bude Wati dengan nada tidak suka.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...
Hujan-hujan gini enaknya tarik selimut dan tidur, tapi apalah daya karena readers ku pasti sedang menunggu Tata Dave Up meskipun kepengen libur juga sehari 🤭🤭🤭...